Beriman Kepada Malaikat (Pengertian, Sifat, Hikmah, dan Contoh Perilaku Beriman Kepada Malaikat)

Beriman Kepada Malaikat, (Pengertian, Sifat, Hikmah, dan Contoh Perilaku Beriman Kepada Malaikat
Rukun Iman yang kedua adalah beriman kepada malaikat, jika kita beriman kepada Allah yang merupakan rukun iman pertama, sudah seharusnya kita juga mengimani adanya malaikat karena hal ini merupakan satu kesatuan.

Malaikat merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia, kecuali untuk siapa saja yang Dia kehendaki. Berikut ini kami paparkan informasi mengenai malaikat Allah.


A. Pengertian Beriman Kepada Malaikat

Malaikat berbeda dengan manusia, manusia diciptakan Allah dari Tanah sedangkan Malaikat diciptakan Allah dari cahaya (nur).

Iman kepada malaikat adalah yakin bahwa malaikat itu ada, walaupun kita sebagai manusia tidak bisa melihat mereka. Kecuali untuk siapa yang Allah kehendaki untuk melihat malaikat, seperti Nabi Muhammad SAW, Nabi Ibrahim AS.

Malaikat merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah, selalu menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya. Tidak pernah melakukan dosa, dan tidak ada satu orang pun yang mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah yang mengetahui jumlahnya. Tetapi kita wajib mengetahui 10 malaikat dan tugasnya.



B. Dalil Naqli Iman Kepada Malaikat

Q.S An-Nisa’ ayat 136:


Beriman Kepada Malaikat (Pengertian, Sifat, Hikmah, dan Contoh Perilaku Beriman Kepada Malaikat)


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

Dalil di dalam Hadits:
“Malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan jin dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada kamu semua”. (dari tanah). (H.R. Muslim dan Aisyah).



C. Sifat-Sifat Malaikat

•  Malaikat selalu bertasbih siang dan malam (tidak ada hentinya).
•  Tidak pernah melakukan dosa (maksiat) dan selalu mengamalkan apa yang diperintah oleh Allah SWT.
•  Mempunyai sifat malu.
•  Mempunyai kekuatan dan kecepatan cahaya.
•  Tidak pernah lelah melakukan apa yang diperintahkan-Nya.
•  Tidak makan dan minum.
•  Dapat berubah wujud.
•  Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, makan, tidur, lapar, dan lainnya.
•  Selalu taat dan takut kepada Allah SWT.




D. Hikmah Beriman Kepada Malaikat

•  Kita akan mendapatkan hikmah setelah beriman kepada Malaikat yang insyaAllah sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Hikmah tersebut diantaranya:
•  Meningkatkan iman dan takwa seseorang kepada Allah SWT karena ingat bahwa Malaikat. merupakan salah satu ciptaan Allah dan siapapun yang beriman kepada Allah maka harus beriman kepada malaikat.
•  Membuat manusia senantiasa berhati-hati ketika melakukan segala perbuatan.
•  Mendorong manusia untuk terus meningkatkan amal baik, karena sekecil apapun kebaikan pasti akan dicatat.
•  Menghindarkan manusia dari perbuatan buruk dan tercela.
•  Keyakinan akan kebesaran Allah SWT bertambah
•  Manusia akan berlomba-lomba dalam kebaikan.



E. Contoh Perilaku Beriman Kepada Malaikat

Jika seseorang telah beriman kepada rukun islam kedua ini, akan terdapat contoh perilaku yang mencerminkan dirinya beriman kepada malaikat Allah. Diantaranya:
1.  Mempunyai rasa kepedulian sosial yang tinggi dalam masyarakat.
2.  Selalu berusaha memperbaiki diri sendiri seiring waktu berjalan.
3.  Berpikir positif atas segala yang terjadi di sekitarnya.
4.  Perilakunya bisa dijadikan contoh bagi lingkungan sekitar.
Baca Selengkapnya

Contoh Teks Berita Singkat Terbaru 2016 (Tentang Kecelakaan dan Pendidikan)

Contoh Teks Berita Singkat Terbaru 2016 Tentang Kecelakaan dan Pendidikan

Teks berita adalah teks yang berisi tentang segala hal yang terjadi di dunia dan juga ditulis di berbagai media masa, seperti media cetak, tv, ataupun didalam media sosial. Sebuah berita haruslah fakta yang terjadi di dunia, tetapi tidak semua fakta harus menjadi berita. Hanya fakta penting yang biasanya diangkat menjadi sebuah berita.


Contoh Teks Berita Singkat


1. Contoh Teks Berita tentang Kecelakaan


Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Bundaran HI

Jakarta ~ Tabrakan beruntun terjadi di Bundaran Hotel Indonesia mengarah ke jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa malam. Empat mobil menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut.

Kejadian ini disampaikan oleh Amalia, warga yang melintas di jalur tersebut pada pukul 19.23 WIB. Menurut pengamatan Amalia, keempat mobil mengalami kerusakan parah. ia mengatakan ban salah satu mobil bahkan terlepas.

"Terjadi tabrakan beruntun diBundarah HI arah Sudirman. 4 mobil rusak parah, 1 mobil sampai lepas ban," tulis Amelia dalam akun Twitter-nya @amelia_baay, Selasa (6/9/2016).

Sudah ada penanganan darurat dari pihak kepolisian. Namun untuk kepastian mengenai korban jiwa, identitas mobil, maupun kerugian materi belum diketahui.

"Terlihat sudah ada penanganan dari polisi," Amelia menambahkan.

Pagi tadi, kecelakaan beruntun juga terjadi pada dua truk dan sebuah mobil di kawasan Masjid At-Tin menuju Tamini Square, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Kejadian bermula saat truk bermuatan semen melintas di Jalan Taman Mini I. Namun, ternyata truk tersebut mengambil jalur lawan arah dari utara menuju selatan.

Sampai di kawasan Masjid At-Tin, truk yang dikemudikan oleh Housan mendadak menabrak mobil boks Daihatsu. Akibat tabrakan tersebut, sebuah mobil Toyota Fortuner ikut tertabrak. Untungnya, hanya supir mobil boks yang mengalami luka ringan. (Winda Prisilia)


2. Contoh Teks Berita tentang Pendidikan


Pemerintah Bertekad Lahirkan Lulusan SMK Berdaya Saing Global

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani‎ menyatakan, pemerintah akan merumuskan kembali kurikulum dan rasio perbandingan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan politeknik dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuannya, agar lulusan SMA dan politeknik sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, pemerintah memang tengah bertekad untuk menciptakan pekerja yang profesional dan memiliki kompetensi mumpuni dalam menghadapi persaingan global saat ini.

"Selain masalah pendidikan umum, politeknik dan akademi serta sekolah kejuruan akan kita tingkatkan kompetensinya. Ini supaya kita bisa menciptakan anak-anak Indonesia yang bisa bekerja secara profesional dan berdaya saing, diakui standarnya oleh negara-negara lain," kata Puan ‎usai memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasional di Kantor Kementerian PMK, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Ia menjelaskan, pembicaraan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan SMK dan politeknik sebenarnya sudah berlangsung beberapa kali dengan melibatkan tiga kementerian koordinator di lingkup Kabinet Kerja, yakni Menko Perekoniomian, Menko Maritim dan Menko PMK.

"Sekarang kami targetkan semua halnya bisa berjalan secara efektif dalam 4-5 bulan ke depan," jelas Puan.

Puan menuturkan, ada dua hal yang dilakukan dalam revitalisasi pendidikan vokasional, yakni pendidikan dan pelatihan. Untuk pendidikan bisa dilakukan di sekolah-sekolah SMK dan politeknik, sementara pelatihan berupa kursus atau training yang sesuai dengan kebutuhan riil dunia usaha.

"Selain sekolah, sebenarnya lembaga pelatihan sudah dimiliki oleh pemerintah selama ini," ujar dia.

Namun, ke depan yang dibutuhkan adalah percepatannya dan bagaimana dunia usaha bisa menyatu di dalamnya. Hal ini hanya bisa terjadi kalau kurikulum diubah atau disesuaikan dan standar kompetensi serta disiapkan secara matang dan terencana.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.
Baca Juga : Contoh Teks Berita Tentang Banjir dan kebakaran
Baca Selengkapnya

PATRIOTISME: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh

patriotisme-pengertian-ciri-contoh

Patriotisme merupakan salah satu sikap bela negara dan nasionalis. Rasa patriotisme berhubungan dengan sikap cinta negara.

Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara.

Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau "heroism" dan "patriotism" dalam bahasa Inggris. Pengorbanan tersebut bisa berupa harta benda maupun jiwa raga.

Ciri-Ciri Patriotisme

Patriotisme mempunyai beberapa ciri, antara lain:
  • Simpati terhadap bangsa. Patriotisme membuat seseorang mampu mencintai bangsa dan negaranya tanpa menjadikan negara tersebut sebagai tujuan yang menguntungkan diri sendiri. Patriotisme menciptakan solidaritas untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
  • Patriotisme ini mampu melihat kekuatan dan kelemahan bangsa.
  • Dengan modal nilai-nilai dan budaya bangsa, berjuang pada saat ini untuk mencapai cita- cita bangsa.
  • Rasa mempunyai identitas diri. Patriotisme adalah sikap mau melihat, menerima, serta mengembangkan watak dan kepribadian bangsa.
  • Bersifat terbuka. Patriotisme berarti melihat bangsanya dalam konteks hidup dunia, bersedia terlibat di dalamnya dan bersedia belajar dari bangsa- bangsa lain demi kemajuan bangsa.
Berikut ini ciri-ciri seorang patriot:
  • Cinta tanah air
  • Tidak kenal menyerah
  • Berjiwa Pembaru
  • Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Contoh Patriotisme

Contoh sikap dan kegiatan yang mencerminkan jiwa patriotisme dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:
  • - Mengikuti upacara hari besar kenegaraan.
  • - Mengikuti kegiatan bakti sosial.
  • - Mengikuti kegiatan seperti pramuka, PMR, dll.
  • - Mengikuti apresiasi seni budaya.
  • - Menghormati Guru/Orang tua/Orang sekitar.
  • - Rajin belajar, 
  • - Membawa pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • - Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri
  • - Tidak merusak lingkungan hidup
  • - Ikut serta memelihara fasilitas umum
  • - Ikut serta dalam pembangunan bangsa
  • - Mentaati peraturan yang ada
  • - Melestarikan budaya bangsa


Baca Selengkapnya

KULIT: Bagian-Bagian, Fungsi, dan Gangguan Pada Kulit

Kulit juga termasuk salah satu organ eksresi atau organ yang mengeluarkan zat sisa. Zat sisa yang dikeluarkan oleh kulit yaitu berupa keringat.


Bagian-Bagian Kulit

Kulit terdiri atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam.

Lapisan epidermis kulit terdiri atas:

a. Lapisan korneum terutama tersusun atas sel-sel yang mati dan mudah mengelupas.
b. Lapisan lusidum yang berwarna terang, hanya tampak pada kulit yang tebal, misalnya di telapak kaki.
c. Lapisan granulosum yang mengandung sel-sel bergranula yang menghambat pengeluaran air yang berlebihan.
d. Lapisan spinosum, merupakan lapisan paling tebal epidermi.
e. Lapisan germinativum (lapisan basale) yang tumbuh dan selalu membelah; dilapisan ini banyak ditemukan sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang menentukan warna kulit seseorang.

Pada lapisan epidermis terdapat ujung safar telanjang yang berfungsi sebagai penerima rangsang geli, gatal, dan nyeri, saluran kalenjar keringat, dan saluran kalenjar minyak.

Lapisan dermis atau lapisan yang berada disebelah dalam kulit terdiri atas:
a. Pangkal kalenjar keringat,
b. Pangkal kalenjar minyak
c. Akar rambut.
d. Pembuluh darah.
e. Ujung saraf penerima rangsang, yang terdiri atas:

1. Pacini, sebagai penerima tekanan.
2. Ruffini, sebagai penerima panas.
3. Krause, sebagai penerima dingin.
4. Meissner, sebagai penerima sentuhan.
Bagian-Bagian, Fungsi, dan Gangguan Pada Kulit



Fungsi Kulit

Kulit memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.
a. Sebagai alat eksresi, yaitu mengeluarkan keringat dan minyak.
b. Sebagai pelindung tubu. Di kulit terdapat protein keratin (zat tanduk) yang dapat mencegah masuknya kuman dan air melalui kulit.
c. Mengatur suhu tubuh dan menjaga agar pengeluaran air tidak berlebihan.


Gangguan pada Kulit

Kadas, kudis, kurap, dan panu merupakan penyakit kulit yang umum dijumpai di daerah tropis. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh tungau dan jamur. Upaya menghindarinya adalah selalu menjaga kebersihan kulit, misalnya dengan mandi, mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun antiseptik. tidak mengenakan pakaian yang lembap, dan menghindari saling meminjam pakaian.

Jerawat juga merupakan gangguan yang umum terjadi pada kulit. Jerawat dapat disebabkan gangguan kronis pada kalenjar minyak. Jerawat biasanya dialami oleh remaja yang sedang mengalami masa pubertas baik itu pria ataupun wanita.
Baca Selengkapnya

DNA: Pengertian, Struktur, Fungsi, Sifat, Replikasi

DNA: Pengertian, Struktur, Fungsi, Sifat, Replikasi
DNA (Gambar: Sciencemag.org)


Pengertian DNA

DNA adalah suatu asam nukleat yang menyimpan segala informasi biologis yang unik dari setiap makhluk hidup dan beberapa virus. 

DNA merupakan singkatan dari deoxyribonucleic acid atau dalam Bahasa Indonesia disebut asam deoksiribonukleat. DNA berasal dari tiga kata utama yaitu deoxyribo, dan nucleid acid (asam nukleat). Arti kata deoxyribo (Wikipedia) adalah gula yang kehilangan atom oksigennya, sementara arti kata asam nukleat (Wikipedia) adalah molekul yang mengandung informasi genetik.


Struktur kimia dna berupa makromolekul kompleks yang terdiri atas 3 macam molekul, yaitu gula pentosa (deoksiribosa), asam fosfat, dan basa nitrogen. Basa nitrogen DNA terdiri dari golongan purin, yaitu adenine dan guanine, serta golongan pirimidin yaitu timin dan sitosin.

Peran utama dari molekul DNA adalah penyimpanan jangka panjang informasi. DNA sering dibandingkan dengan satu set cetak biru atau resep, atau kode, karena berisi instruksi yang dibutuhkan untuk membangun komponen lain dari sel, seperti protein dan molekul RNA. Segmen DNA yang membawa informasi genetik ini disebut gen, tetapi urutan DNA lain yang memiliki tujuan struktural, atau terlibat dalam mengatur penggunaan informasi genetik.
  
DNA dapat mereplikasi yaitu membentuk salinan dirinya sendiri. Setiap untaian DNA berisi sekuens basis tertentu. Setiap basis juga dihubungkan oleh molekul gula dan fosfat. Bila basis membentuk anak tangga (horizontal), maka molekul gula dan fosfat membentuk bagian vertikal dari tangga tersebut.

Penemu Struktur DNA

Yang menemukan struktur DNA untuk pertama kali adalah James Watson, Francis Crick dan Maurice Wilkins. James Watson adalah warga negara Amerika kelahiran tahun 1928 yang pada usia 18 tahun telah menerima gelar Ph.D pada bidang Zoologi dari Indiana University. Sementara Francis Crick adalah seorang warga Inggris kelahiran tahun 1916 yang sangat tertarik pada fisika, kimia dan matematika. James Watson dan Francis Crick mulai kerja bersama untuk menentukan struktur DNA pada tahun 1949 di Cavendish Laboratory di Cambridge. Dan, Maurice Wilkins adalah seorang ilmuwan asal Selandia Baru yang menerima gelar Ph.D nya pada bidang Fisika. Pada tahun 1950-1952, Wilkins bekerjasama dengan Raymond Gosling dan Rosalind Franklin dalam suatu percobaan menentukan struktur DNA menggunakan sinar-X. Berbekal hasil dari kolaborasinya bersama Franklin itulah Wilkins kemudian memulai kerjasamanya bersama Watson dan Crick dalam menentukan struktur DNA yang kini dikenal dengan nama Double-Helix atau Heliks Ganda. Ketiganya dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1962 pada bidang Medicine atas hasil karya mereka (struktur Heliks Ganda DNA) pada tahun 1953 itu.


Sifat DNA

Sifat-sifat DNA  antara lain:
1.  Merupakan material kromosom sebagai pembawa informasi genetik, melalui aktivitas pembelahan sel.
2.  Jumlah DNA konstan dalam setiap jenis sel dan spesies. Konstan dalam artian tetap dan tidak berubah jumlahnya. Contohnya Jumlah DNA pada kucing berbeda dengan jumlah DNA pada Anjing. Begitupun dengan jumlah DNA pada manusia dan primate berbeda jumlahnya.
3.  Kandungan DNA dalam sel bergantung pada sifat ploidi (genom) sel atau jumlah kromosom di dalam sel.
4.  Tebalnya 20 Å (Amstrong) dan panjangnya beribu-ribu Å (1 Å = 10^-10 meter).
5.  Dapat melakukan replikasi, yaitu membentuk turunan atau menggandakan diri. DNA hasil replikasi ( DNA anak) memiliki urutan basa yang identik dengan yang dimiliki oleh heliks ganda parental ( DNA induk).
6.  Pada sel organisme prokariotik (bakteri), DNA berantai tunggal. Pada sel eukariotik, DNA berupa heliks (rantai) ganda.
7.  Pada suhu mendekati titik didih atau pada pH yang ekstrim (kurang dari 3 atau lebih dari 10), DNA mengalami denaturasi (membuka). Jika lingkungan dikembalikan seperti semula, DNA dapat kembali membentuk heliks ganda, disebut renaturasi.


Fungsi DNA

1. Fungsi DNA sebagai bahan warisan sel
DNA atau Asam deoksiribonukleat merupakan bahan yang dapat diwariskan pada semua sel. DNA seara tepat bereplikasi (memperbanyak diri) selama setiap generasi sel.

Pada saat sel melakukan pembelahan, salinan yang identik dengan DNA parental dibagikan ke setiap sel anak. Sehingga, DNA menyediakan instruksi untuk semua generasi masa depan sel tunggal dan keseluruhan organisme multiseluler.


2. Fungsi DNA dalam mengendalikan aktivitas sel

DNA dalam mengendalikan aktivitas sel dilakukan dengan menentukan sintesis enzim dan protein lainnya.
Seperti yang diketahui, protein adalah kelas molekul dengan keanekaragamn fungsi selular esensial paling besar; protein berfungsi sebagai katalisator dan mengatur reaksi metabolik, menyediakan bahan mentah untuk struktur sel, memungkinkan pergerakan, berinteraksi dengan lingkungan dan sel lain, dan mengendalikan pertumbuhan serta pembelahan sel.

3. Fungsi DNA sebagai kumpulan unit informasi

Gen yang merupakan fragmen fragmen fungsional pada DNA berfungsi dalam menentukan rangkaian asam amino suatu protein. Banyak gen baik itu ribuan hingga jutaan gen yang berlainan dibutuhkan untuk membuat seluruh protein yang penting dalam sebuah sel.


Struktur DNA

Secara umum, ciri-ciri struktur DNA adalah heliks ganda (double helix); tersusun atas basa nitrogen Adenin, Guanin, Timin dan Sitosin; dan merupakan polimer dari monomer nukleotida (fosfat-gula deoksiribosa-basa nitrogen).

Struktur DNA adalah heliks ganda yang tersusun atas dua utas polinukleotida yang saling terhubung oleh ikatan hidrogen yang lemah. Ikatan hidrogen tersebut terbentuk antara dua basa nitrogen, purin dan pirimidin, yang saling berpasangan. Adenin (basa purin) berpasangan dengan Timin (basa pirimidin) yang terhubung dengan ikatan rangkap dua, sementara Guanin (basa purin) berpasangan dengan Sitosin (basa pirimidin) yang terhubung dengan ikatan rangkap tiga. Nah, berikut ini struktur molekul dari Adenin dan Guanin, serta Timin dan Sitosin.



DNA (Pengertian, Struktur, Fungsi, Sifat, Replikasi)

Basa nitrogen tersebut terhubung ke suatu gula deoksiribosa pada rantai punggung DNA. Gula deoksiribosa merupakan modifikasi dari gula ribosa, yiatu gula dengan 5 atom karbon, dimana pada atom karbon nomor 2 kehilangan atom oksigennya. Oleh karena itu, gula tersebut dinamakan de-oksi yang berarti kehilangan oksigen. Berikut ini struktur gula deoksiribosa yang terdapat pada struktur molekul DNA:



Pada rantai pungung DNA (DNA backbone), gula deoksiribosa kemudian terhubung dengan suatu gugus fosfat, tepatnya pada atom karbon nomor 5 dari gula deoksiribosa, seperti pada gambar di bawah ini:



Ketiga komponen tersebut, yaitu basa nitrogen, gula deoksiribosa dan gugus fosfat membentuk suatu molekul yang kemudian disebut dengan Nukleotida. Selain nukleotida, kita juga mengenal adanya istilah nukleosida, nah letak perbedaan nukleosida dan nukleotida adalah pada ada atau tidaknya gugus fosfatnya. Jika gugus fosfat dihilangkan, maka disebut dengan nukleosida. Jadi, nukleotida adalah gabunganantara nukleosida ditambah gugus fosfat. Gabungan dari berbagai nukleotida akan membentuk suatu polimer yang disebut dengan polinukleotida. Berikut ini struktur Nukleotida dan Polinukleotida pada struktur DNA:




Polimer tersebut terbentuk akibat ikatan yang terjadi antara gugus fosfat pada satu nukleotida dengan gula deoksiribosa pada nukleotida terdekatnya. Ikatan tersebut tepatnya terjadi antara gugus fosfat dengan atom karbon nomor 3 pada gula deoksiribosa. Ikatan itu disebut dengan ikatan fosfodiester.



Polinukleotida yang terbentuk memiliki arah, yang sebenarnya dikenal dengan polaritas, yaitu dari 5 ke 3 atau dari atas ke bawah. Angka 5 dan 3 tersebut sebenarnya merupakan angka pada penomoran atom karbon pada gula deoksiribosa.


Struktur Heliks DNA

Dua Polnukleotida yang berbeda arah kemudian saling bergabung dan terhubung dengan ikatan hidrogen (yang lemah) antara dua basa nitrogen dimana basa purin berpasangan dengan basa pirimidin untuk membentuk suatu struktur heliks ganda yang disebut struktur heliks DNA. Nah, berikut ini gambar struktur DNA yang heliks ganda atau double helix:



Replikasi DNA

Proses replikasi DNA merupakan suatu masalah yang kompleks, dan melibatkan rangkaian protein dan enzim yang secara kolektif merakit nukleotida dalam urutan yang telah ditentukan. Dalam menanggapi isyarat molekul yang diterima selama pembelahan sel, molekul-molekul ini melakukan replikasi DNA, dan mensintesis dua untai baru menggunakan helai yang ada sebagai template atau ‘cetakan’. Masing-masing menghasilkan dua, molekul DNA yang identik terdiri dari satu untai baru dan salah satu DNA lama. Oleh karena itu proses replikasi DNA disebut sebagai semi-konservatif.
Rangkaian peristiwa yang terjadi selama replikasi DNA prokariotik telah dijelaskan di bawah ini.

1. Inisiasi

Replikasi DNA dimulai pada lokasi spesifik disebut sebagai asal replikasi, yang memiliki urutan tertentu yang bisa dikenali oleh protein yang disebut inisiator DnaA. Mereka mengikat molekul DNA di tempat asal, sehingga mengendur untuk perakitan protein lain dan enzim penting untuk replikasi DNA. Sebuah enzim yang disebut helikase direkrut ke lokasi untuk unwinding (proses penguraian/seperti membuka resleting) heliks dalam alur tunggal.

Helikase melepaskan ikatan hidrogen antara pasangan basa, dengan cara yang tergantung energi. Titik ini atau wilayah DNA yang sekarang dikenal sebagai garpu replikasi (Garpu replikasi atau cabang replikasi adalah struktur yang terbentuk ketika DNA bereplikasi). Setelah heliks yang terbuka, protein yang disebut untai tunggal mengikat protein (SSB) mengikat daerah terbuka dan mencegah mereka untuk menempel kembali. Proses replikasi sehingga dimulai, dan garpu replikasi dilanjutkan dalam dua arah yang berlawanan sepanjang molekul DNA.


2. Sintesis Primer


Sintesis baru, untai komplementer DNA menggunakan untai yang ada sebagai template yang dibawa oleh enzim yang dikenal sebagai DNA polimerase. Selain replikasi mereka juga memainkan peran penting dalam perbaikan DNA dan rekombinasi.


Namun, DNA polimerase tidak dapat memulai sintesis DNA secara independen, dan membutuhkan 3′ gugus hidroksil untuk memulai penambahan nukleotida komplementer. Ini disediakan oleh enzim yang disebut DNA primase yang merupakan jenis DNA dependent-RNA polimerase. Ini mensintesis bentangan pendek RNA ke untai DNA yang ada. Ini segmen pendek disebut primer, dan terdiri dari 9-12 nukleotida. Hal ini memberikan DNA polimerase platform yang diperlukan untuk mulai menyalin sebuah untai DNA. Setelah primer terbentuk pada kedua untai, DNA polimerase dapat memperpanjang primer ini menjadi untai DNA baru.


Pembukaan resleting DNA dapat menyebabkan supercoiling (bentukan seperti spiral yang mengganggu) di wilayah garpu berikutnya. Ini superkoil DNA dibuka oleh enzim khusus yang disebut topoisomerase yang mengikat ke bentangan DNA depan garpu replikasi. Ini menciptakan memotong pada untai DNA dalam rangka untuk meringankan supercoil tersebut.


3. Sintesis leading strand


DNA polimerase dapat menambahkan nukleotida baru hanya untuk ujung 3′ dari untai yang ada, dan karenanya dapat mensintesis DNA dalam arah 5′ → 3′ saja. Tapi untai DNA berjalan di arah yang berlawanan, dan karenanya sintesis DNA pada satu untai dapat terjadi terus menerus. Hal ini dikenal sebagai untaian pengawal (leading strand).

Di sini, DNA polimerase III (DNA pol III) mengenali 3′ OH ujung RNA primer, dan menambahkan nukleotida komplementer baru. Saat garpu replikasi berlangsung, nukleotida baru ditambahkan secara terus menerus, sehingga menghasilkan untai baru.


4. Sintesis lagging Strand (untai tertinggal)

Pada untai berlawanan, DNA disintesis secara terputus dengan menghasilkan serangkaian fragmen kecil dari DNA baru dalam arah 5 ‘→ 3’. Fragmen ini disebut fragmen Okazaki, yang kemudian bergabung untuk membentuk sebuah rantai terus menerus nukleotida. Untai ini dikenal sebagai lagging Strand (untai tertinggal) sejak proses sintesis DNA pada untai ini hasil pada tingkat yang lebih rendah.

Di sini, primase menambahkan primer di beberapa tempat sepanjang untai terbuka. DNA pol III memperpanjang primer dengan menambahkan nukleotida baru, dan jatuh ketika bertemu fragmen yang terbentuk sebelumnya. Dengan demikian, perlu untuk melepaskan untai DNA, lalu bergeser lebih lanjut kebagian atas untuk memulai perluasan primer RNA lain. Sebuah penjepit geser memegang DNA di tempatnya ketika bergerak melalui proses replikasi.

5. Penghapusan Primer

Meskipun untai DNA baru telah disintesis primer RNA hadir pada untai baru terbentuk harus digantikan oleh DNA. Kegiatan ini dilakukan oleh enzim DNA polimerase I (DNA pol I). Ini khusus menghilangkan primer RNA melalui ‘5→ 3’ aktivitas eksonuklease nya, dan menggantikan mereka dengan deoksiribonukleotida baru dengan 5 ‘→ 3’ aktivitas polimerase DNA.



6. Ligasi 

Setelah penghapusan primer selesai untai tertinggal masih mengandung celah antara fragmen Okazaki berdekatan. Enzim ligase mengidentifikasi dan menyumbat celah tersebut dengan menciptakan ikatan fosfodiester antara 5 ‘fosfat dan 3’ gugus hidroksil fragmen yang berdekatan.


7. Terminasi (pemutusan) 

Replikasi ini terhenti di lokasi terminasi khusus yang terdiri dari urutan nukleotida yang unik. Urutan ini diidentifikasi oleh protein khusus yang disebut tus yang mengikat ke situs tersebut, sehingga secara fisik menghalangi jalur helikase. Ketika helikase bertemu protein tus itu jatuh bersama dengan untai tunggal protein pengikat terdekat.


Materi pelajaran terkait : 

RNA (Pengertian, Struktur, Fungsi, Jenis, Proses Pembentukan) 

Demikian Materi DNA (Pengertian, Struktur, Fungsi, Sifat, Replikasi), semoga dapat bermanfaat.
Baca Selengkapnya