Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Faktor Eksternal dan Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan

Faktor Eksternal dan Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan
Proses pertumbuhan tumbuhan

Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti dari lingkungan dan ekosistem sekitar tumbuhan.

1. Cahaya
Cahaya merupakan sumber energi untuk melaksanakan fotosintesis. Namun, cahaya juga dapat menghambat pertumbuhan pada tumbuhan karena auksin jika terkena cahaya akan menjadi zat yang menghambat pertumbuhan.

2. Suhu
Suhu optimum (10-38˚C) adalah suhu yang baik atau ideal yang sangat diperlukan oleh tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat berlangsung dengan baik.

3. Kelembapan
Kelembapan udara memengaruhi penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrien. Penguapa air akan meningkat apabila kelembapan rendah, akibatnya tumbuhan dapat menyerap banyak nutrien. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan tanaman.

4. Nutrien
Nutrisi (nutrien) diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Biasanya tumbuhan mengambil nutrisi dalam bentuk ion dan beberapa diambil dari udara. Unsur makronutrien dan mikronutrien merupakan unsur yang dibutuhkan tumbuhan.

5. Air
Fungsi air yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan sebagai berikut:

  • Sebagai pelarut universal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
  • Menentukan proses transportasi unsur hara yang ada didalam tanah.
  • Menentukan laju fotosistesis.
  • Memengaruhi laju reaksi metabolisme.


6. Oksigen
Oksigen berfungsi untuk respirasi aerob dalam tubuh agar memperoleh energi untuk pertumbuhannya.

Faktor Internal

Faktor internal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti hormon dan gen pada masing masing tumbuhan.

1. Gen
Gen merupakan substansi hereditas dan penentu sifat individu yang terdapat didalam kromosom. Sifat genetik ini mempengaruhi ukuran dan bentuk tubuh tumbuhan.

2. Hormon Tumbuhan (fitohormon)
Fitohormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan yang dalam konsentrasi rendah atau kecil dapat mengatur proses fisiologis.

a. Auksin
  • IAA atau asam indol asetat merupakan hormon yang pertama kali diisolasi. IAA berasal dari asam amino triptofan yang sebagian besar disintesis diujung batang, ujung tunas, daun muda, ujung akar, bunga, buah, dan sel-sel kambium.
  • Pengaruh auksin pada fisiologi tumbuhan antara lain membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan akar maupun batang, membantu dalam proses pembelahan sel, mengurangi jumlah biji dalam buah, dan membantu proses partenokarpi pada buah.
b. Gilberelin

  • Gilberelin mempunyai peranan antara lain memacu pertumbuhan dan perkembangan embrio, merangsang pembentukan biji, buah dan bunga.
c. Sitokinin
  • Sitokinin merupakan zat pertumbuhan yang bersama auksin mendorong pembelahan sel (sitokinesis). Pengaruh sitokinin terhadap pertumbuhan tumbuhan antara lain mengatur pertumbuhan daun, bunga, dan buah, serta merangsang pembentukan akar dan batang.
d. Asam Absitat
  • Asam absitat adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel ataupun kedua-duanya.
  • Secara umum asam absitat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun, serta mempertahankan pertumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk.
e. Etilen
  • Etilen adalah hormon yag dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Selain berperan dalam pematangan buah, etilen juga dapat menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh untuk menahan pengaruh angin.
f. Asam Traumalin
  • Asam traumalin merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel dibagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan atau luka sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
g. Kalin
  • Kalin merupakan hormon tumbuhan yang merangsang pertumbuhan organ tumbuhan (organogenesis).
Baca Selengkapnya

Materi Tumbuhan Lumut: Metagenesis, Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Materi Tumbuhan Lumut
Hallo semuanya, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai materi biologi yakni tentang Tumbuhan Lumut yang meliputi Metagenesis, Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut. Tak perlu berlama-lama lagi yuk simak ulasan selengkapnya.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Berikut ini merupakan beberapa ciri dari tumbuhan lumut hijau yang dapat dengan mudah kita ketahui. Dengan mengetahui ciri dari tumbuhan lumut ini, kita bisa membedakan tumbuhan lumut dengan tumbuhan lainnya. Berikut ciri-cirinya.
  • Bersifat makroskopis dengan tinggi rata-rata 1-2 cm. Lumut paling tinggi berukuran 40 cm.
  • Belum mempunyai akar, batang, dan daun yang sebenarnya.
  • Fase gametofit (tumbuhan lumut) dan sporofit (sporogonium).
  • Reproduksi seksual dengan penyatuan gamet. Gamet jantan dihasilkan di dalam arkegonium.
  • Reproduksi aseksual dengan spora dan gemma/kuncup.
  • Habitat di tempat lembab/basah.

Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut

Struktur tubuh lumut merupakan suatu bagian yang membangun tubuh tumbuhan lumut.
  • Tubuhnya bersifat multiseluler (bersel banyak).
  • Sel-sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
  • Batangnya tidak memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem).
  • Akar belum sempurna dan masih berupa rizoid.

Metagenesis Tumbuhan Lumut

Berdasarkan skema siklus hidup tumbuhan lumut, jelas tampak bahwa adanya fase sporofit didahului fase gametofit atau sebaliknya. Kedua fase itu terjadi secara bergantian. Peristiwa semacam itu disebut pergantian keturunan (generasi) atau metagenesis. Jadi, metagenesis adalah pergiliran keturunan antara fase gametofit dan fase sporofit. Pada tumbuhan lumut fase gameofit lebih dominan daripada fase sporofit.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut dibedakan menjadi tiga divisi sebagai berikut.

  1. Musci (lumut daun), mempunyai batang dan daun semu yang berdiri tegak. Contoh: Sphagnum sp. (lumut gambut), bryum sp. (hidup di tembok atau batuan yang lembab), dan Aerobrysis longissima (hidup sebagai epifit di hutan).
  2. Hepaticae (lumut hati), tubuh berupa lembaran (talus) yang terbagi atas beberapa lobus. Contoh: Marchantia polymorpha, M. berteroana, Ricciocarpus natans, dan R. frostil.
  3. Anthocerotaceae (lumut tanduk), memiliki sporofit yang berupa kapsul yang memanjang dan tumbuh seperti tanduk dari hamparan gametofit. Contoh: Anthoceros sp. dan Notothylus indica.
Baca Selengkapnya

Pengertian Serta Ciri - Ciri Archaebacteria dan Eubacteria

Pengertian Serta Ciri - Ciri Archaebacteria dan Eubacteria

Archaebacteria

Archaebacteria ( arkhaio = kuno ) termasuk kedalam kerajaan mikroogranisme bersel satu, ciri - ciri Archaebacteria diantara lain adalah hidup pada habitat ekstrem seperti sumber air panas dan telaga garam, bereproduksi dengan cara pembelahan biner, pembelahan berganda, pembentukan tunas dan fragmentasi, bersifat anaerob.

Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :

1. Metanogen
Dinamakan metanogen karena archaebacteria ini karena memiliki ciri khas yaitu metabolisme energinya menghasilkan gas metana. Metanogen ini bersifat anaerobik dan kemosintetik, ia mendapatkan makan dengan membusukkan sisa - sisa makanan. Ia hidup di daerah lumpur dan rawa,

2. Halofil Ekstrem
Sesuai namanya halo yang berarti garam, archaebacteria ini hidup pada lingkungan yang berkadar garam tinggi. Ia hidup di danau asin atau laut mati.

3. Termofil Ekstrem
Archaebacteria ini hidup pada lingkungan yang bersuhu tinggi dan bersifat asam, ia hidup dengan mengoksidasi sulfur dan biasa hidup di lubang vulkanis dan daerah yang bersulfur.


Pengertian Serta Ciri - Ciri Archaebacteria dan Eubacteria

Eubacteria

Eubacteria atau biasa dikenal dengan bakteri merupakan suatu organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Bakteri hampir hidup di seluruh tempat bahkan di tubuh kita. Bakteri bersifat kosmopolit yaitu tumbuhan/hewan yang areal penyebarannya luas

Ciri - ciri eubacteria :

1. Dinding sel terusus atas mukopolisakarida dan peptidoglikan
2. Sel bakteri dapat menyekresikan lendir ke permukaan dinding selnya
3. Membran sitoplasma tersusun atas fosfolipid dan protein
4. Sitoplasma dikelilingi oleh membran sitoplasma
5. Bersel satu
6. Bersifat prokariotik


Pengertian Serta Ciri - Ciri Archaebacteria dan Eubacteria


Demikian lah materi pelajaran kali ini tentang Pengertian Serta Ciri - Ciri Archaebacteria dan Eubacteria, Semoga dapat bermanfaat.
Baca Selengkapnya

Tumbuhan Monokotil (Pengertian, Family, Ciri-Ciri dan Contoh)

Tumbuhan monokotil atau tumbuhan bijinya berkeping tunggal masuk dalam kategori angiospermae dimana disini dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu tumbuhan monokotil (berkeping biji tunggal) dan tumbuhan dikotil (tumbuhan berkeping biji dua). Ciri yang paling khas dari tumbuhan monokotil yaitu bijinya tunggal atau hanya mempunyai satu daun lembaga (kotiledon), berakar serabut, tulang daun sejajar dan mempunyai bentuk pita, daun berseling.

Tumbuhan dikotil merupakan sebagian besar tumbuhan yang kita temui, sedangkan tumbuhan monokotil merupakan tumbuhan yang umumnya memiliki banyak manfaat untuk manusia seperti padi, jahe, kunyit, pisang, dan lainnya.


Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil



Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil

Anda bisa membedakan tumbuhan monokotil dengan tumbuhan dikotil dengan gambar tabel yang juga pernah kami posting sebelumnya. Seperti yang terlihat diatas bahwa ciri-ciri khas dari tumbuhan monokotil adalah memiliki satu kotiledon dimana kotiledon adalah bagian penting dari embrio yang dijumpai dalam benih.

Kemudian bagian tulang daun sejajar atau melengkung, dan batang berkas pengangkut yang tersebar, bunga yang terdiri dari 3 atau kelipatannya, sehingga tumbuhan monokotil dapat mempunyai tiga, enam, atau sembilan kelopak. Serta sistem akar serabut yang hampir semua bagian yang datang bersentuhan dengan tanah, seperti batang.


Family Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil terdiri dari berbagai famili, diantaranya:

1. Orchidaceae (Suku Anggrek-Anggrekan)
Keluarga monokotil suku anggrek ini mempunyai ciri khas dimana daun yang bertepi rata dan berdaging dengan letak berseling 2 baris. pangkal batang menggembung bermanfaat untuk menyimpan cadangan air, berakar rimpang, dan dalam 1 bunga mengandung 2 sel kelamin yaitu jantan dan betina. Beragam jenis anggrek hias indah adalah contoh dari suku ini.

2. Arecaceae (Suku pinang-pinangan)
Salah satu yang masuk dalam suku ini yaitu kelapa, dimana hampir semua bagian tumbuhan kelapa bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kehidupan manusia. Air kelapa yang mempunyai kandungan manfaat besar, buahnya yang digunakan sebagai bahan masakan, dan bahkan di Maluku kelapa digunakan untuk membuat sagu dimana sagu adalah makanan pokok disana.

3. Zingiberaceae (Suku Jahe-jahean)
Rempah-rempah khas Indonesia seperti jahe, kencur, kunyit, laos, temu hitam, dan temu lawak merupakan beberapa contoh dari suku jahe-jahean (zingiberaceae) yang biasanya dimanfaatkan sebagai obat atau bumbu masak.

Di daerah pegunungan biasanya keluarga monokotil jahe dimanfaatkan untuk menghangatkan tubuh, sekarang banyak juga minuman yang berbahan dasar jahe. Zingiberacea memiliki ciri-ciri dimana pelepah daun yang memeluk batang tumbuh dari batang yang tumbuh dari dalam tanah (rimpang), bunga mengandung sel kelamin jantan dan sel kelamin betina serta kelopak yang mempunyai bentuk tabung.

4. Musaceae (Suku Pisang-pisangan)
Suku ini bermanfaat sebagai sumber pangan, bahan tali, tanaman hias, dan lainnya. Contohnya saja pisang emas, pisang kulit tipis, pisang raja, dan pisang ambon yang mempunyai rasa enak serta biasa dikonsumsi oleh manusia serta mengandung banyak manfaat.

Suku ini memiliki ciri khas dimana daun-daunnya berpelepah, tulang daun menyirip dan mirip seperti lancet, batang semu, bunga tunggal yang berupa karangan, ada yang kelamin betina dan ada yang kelamin jantan.

5. Poaceae atau Graminae (Suku Rerumputan)
Padi yang kita tahu merupakan makanan pokok bagi orang Indonesia yang masuk ke dalam famili poacea atau graminae, selain padi terdapat juga Jagung (Zay mays), dan Gandum (Tritinium sativum) yang mempunyai banyak manfaat untuk manusia. Ada juga Tebu (Saccharum officinarum) yang biasanya dijadikan bahan untuk membuat gula.

Ada juga (Andropagon nordus) yang dijadikan bahan baku tali dan tertil, serta bambu betung (Dendrocalamus asper) yang biasa digunakan untuk membuat bahan perabotan rumah dan bangunan. Poaceae atau Graminae mempunyai ciri yaitu daun berbentuk pita, tulang daun sejajar dan melekat di batang, berakar serabut, batang agak erongga, mudah terbang ketika ditiup angin, bunganya berbentuk bulit, serta penyeberbukannya yang dibantu oleh angin.


Contoh Tumbuhan Monokotil dan Nama Latinnya


  • Siwalan (Borassus sp)
  • Kedondong (Spondias dulcis)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
  • Vanili (Vannili planifolia)
  • Salak (Salacca edulis)
  • Enau (Arenga pinnata)
  • Sawo (Manilkara kauki)
  • Anggur (Vitis vinivera)
  • Bacang (Magnifera foetida)
  • Nanas (Ananas comocus)
  • Blueberry (Vaccinium corymbosum)
  • Sawit (Elais Guinensis)
  • Salak (Salacca edulis)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia
  • Hangkang (Palaquium leiocarpum)
  • Kemenyan (Styra sp)
  • Enau (Arenga pinnata)
  • Strwaberry (Fragaria daltoniana)
  • Kurma (Phoenix dactylifera)
  • Bawang merah (Allium ascolonicum)
  • Srikaya (Annona squamosa)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Malaka (Phylantus emblica)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Kiwi (Actinidia deliciosa)
  • Persik (Prunus persica)
  • Bunga Matahari (Helianthus annus)
  • Ketimunan (Timonius sericcus)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Buah Naga (Hylocereus undatus)
  • Melon (Cucumis melo)
  • Ketimunan (Timonius sericcus)


Kesimpulan dari pembahasan diatas yaitu tumbuhan monokotil merupakan tumbuhan berkeping biji tunggal dimana ciri-cirinya sangat jelas untuk membedakan antara monokotil dan dikotil, beberapa famili tumbuhan monokotil serta contoh semoga tambah memperjelas pembahasan mengenai tumbuhan berkeping biji tunggal ini.
Baca Selengkapnya

Tumbuhan Dikotil (Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh)

Tumbuhan dikotil atau sering juga disebut tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua merupakan segolongan tumbuhan berbunga yang mempunyai ciri khas yang sama yaitu mempunyai sepasang daun kotiledon (daun lembaga). Daun kotiledon (daun lembaga) ini terbentuk dari dalam tahap biji, dengan alasan itu sebagian besar anggotanya mempunyai sifat gampang terbelah dua.

Tumbuhan secara luas diklasifikasikan menjadi 2 kategori yaitu angiosperma dan gimnosperma.
-   Gimnosperma adalah tumbuhan berbiji terbuka dimana bijinya tidak tertutup oleh daun buah (tumbuhan biji telanjang)
-   Angiospermae adalah tumbuhan dimana bijinya tertutup oleh daun buah.

Tumbuhan angiospermae dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil) dan tumbuhan berkeping biji dua (dikotil). Angiospermae mempunyai bunga yang sangat indah


Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil


Ciri-ciri tumbuhan dikotil
  1. Keping bijinya terbelah dua
  2. Tidak mempunyai pelindung ujung batang (koleoptil) dan pelindung ujung akar (koleoriza).
  3. Batang dan akar berkambium, karena salah satu fungsi akar di tumbuhan dikotil untuk menyimpan makanan.
  4. Batang bercabang dengan ruats batang yang tidak jelas.
  5. Akarnya berbentuk tunggang dengan akar utama lebih besar daripada akar sekunder.
  6. Berdaun majemuk (tunggal), pola cenderung menjari/menyirip, biasanya tidak berpelepah.
  7. Jumlah kelopak bunga, benang sari, mahkota bunga umumnya kelipatan empat atau lima.
  8. Daun bertulang dan sejajar atau melengkung.
  9. Berkas pengangkut di batang: pembuluh tapis dan pebuluh kayu lekatnya teratur
  10. Bagian kaliptrogen tidak dilengkapi dengan tudung akar.



Contoh Tumbuhan Dikotil dan Nama Latin

Berikut beberapa famili dikotil dengan contoh tumbuhannya dengan nama latinnya.

-   Rubiaceae, contohnya Morinda citrofolio (mengkudu)
-   Suku terung terungan (Solanaceae) Contoh : Solanum lycopersicum (tomat), Capsicum annum (cabai)
-   Malvaceae, contohnya Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu)
-   Apocynaceae, contohnya Plameria acuminata (kamboja)
-   Covulvulaceae, contohnya Ipomea reptans (kangkung)
-   Mimosaceae, contohnya Mimosa pudica (putri malu)
-   Paiplionaceae, contoh Phaseolus radiatus (kacang hijau), Arachis hypogaea (kacang tanah), Vigna sinensis (kacang panjang)
-   Bombusaceae, contohnya Durio zibberthinus (durian)
-   Euphorbiaceae, contohnya Monihot utilisima (ketela pohon), Havea Brasiliensis (karet)
-   Caesalpiniaceae, contohnya Caesalpinia pulcherima (kembang merak)
-   Urticeae, contohnya ficus elastica (karet)



Jenis Tumbuhan Dikotil

Hampir semua tumbuhan yang kita lihat sekitar kita adalah tumbuhan dikotil. Dimana terdapat 199.350 yang berbeda yang masuk dalam kelompok ini. Mereka terbagi menjadi beberapa family tergantung pada struktur tumbuhan dikotil. Beberapa contoh family tumbuhan dikotil: Rutaceae, Asteraceae, Lamiaceae, Scorphulariaceae, Caryophyllaceae, Leguminosae, Mimosaceae, Rubiaceae, Myrtaceae, Epacridaceae, Proteaceae, Casuarinaceae, Rhamnaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae, Brassicaceae, Apiaceaea.

Dengan membaca penjelasan diatas didapatkan kesimpulan bahwa tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan berbiji belah atau berbiji dua, dimana sebagian besar tumbuhan yang kita lihat sekarang adalah tumbuhan dikotil. Semoga ciri-ciri, contoh, dan jenis tumbuhan dikotil diatas mudah Anda pahami.
Baca Selengkapnya

Angiospermae: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh

Pengertian Angiospermae , Ciri-Ciri Angiospermae  dan ContohAngiospermae

Angiospermae merupakan kelompok terbesar tumbuhan yang hidup di daratan bumi, nama Angiospermae diambil dari 2 kata bahasa Yunani Kuno yaitu aggeion yang berarti penyangga atau pelindung dan sperma yang merupakan bentuk jamak untuk biji. 

Diperkenalkan oleh Paul Hermann tahun 1690. Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) merupakan salah satu tumbuhan berbiji (spermatophyta) selain tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae). Mari ulas lengkap ciri-ciri khusus angiospermae dan contoh tumbuhannya.
Angiospermae dibedakan kedalam dua jenis yaitu dikotil (tumbuhan berbiji belah) dan monokotil (tumbuhan berbiji tunggal) yang pernah kami bahas pada artikel sebelumnya.
Ada sekitar 270.000 spesiel Angiospermae yang dikenal pada hari ini, Angiospermae mencangkup semua tumbuhan yang mempunyai bunga dan menghasilkan biji tertutup di dalam sebuah karpel.

Karpel ialah daun yang dimodifikasi membungkus benih kemudian dapat berkembang menjadi buah.


Ciri-Ciri Angiospermae

  • Tubuhnya terdiri dari bunga, daun, batang, dan akar
  • Akarnya berbentuk serabut/tunggang
  • Bakal biji tertutup oleh daun buah
  • Daun pipih, tulang daun beraneka ragam
  • Makroskofil membentuk badan yang disebut putik dengan bakal biji didalamnya (tidak tampak)
  • Makrosporofil dan mikrosporofil (benangsari) terpisah atau terkumpul dalam satu bunga
  • Berkas pembuluh pengangkutan ada yang kolateral terbuka, terdapat juga yang tertutup, ada yang bikolateral
  • Xylem terdiri dari trakeida dan trakea
  • Floem dengan sel-sel pengiring
  • Terjadi pembuahan ganda
  • Alat reproduksi disebut bunga
  • Bentuk tulang daun bervariasi, bisa lurus, menjari, atau menyirip
  • Daun buah berdaging tebal 
  • Biji terlindungi oleh bakal buah
  • Bentuk dan ukuran tubuh yang bermacam-macam
  • Daun umumnya lebar, tunggal atau majemuk
  • Reproduksi secara generatif dan vegetatif 
  • Bunga mempunyai kelopak, mahkota, benang sari dan putik
  • Batangnya ada yang mempunyai kambium dan ada juga yang tidak berkambium
  • Mempunyai pembuluh xilem yang diperkuat oleh serat dengan dinding sel yang tebal dan berlignin
  • Habitat berupa pohon, herba, perdu, atau semak
  • Selisih waktu yang relatif pendek antara penyerbukan dan pembuahan
  • Batang bercabang/tidak bercabang
  • Terdapat bunga, tersusun dari sporofil dan bagian-bagiannya


Contoh Angiospermae

Contoh angiospermae yang paling kecil yaitu wolffia globusa



Klasifikasi dan Keanekaragaman Angiospermae

Tumbuhan Angiospermae dikelompokkan ke dalam satu divisi, yaitu Anthophyta dan di bagi menjadi 2 jenis yaitu Dikotil dan Monokotil. Berhubung tumbuhan dikotil dan monokotil pernah kami ulas pada artikel sebelumnya, maka kami berikan ringkasan singkat saja.

Tumbuhan Dikotil

Sering juga disebut tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua adalah segolongan tumbuhan berbunga yang mempunyai ciri khas menonjol dimana terdapat sepasang daun kotiledon (Daun lembaga), terbentuk dari biji, sehingga anggota gampang terbelah dua.

Ciri-ciri mempunyai dua kotiledon atau daun biji dalam embrio, akarnya tunggang, terdapat kambium pada batang,daunnya menyirip atau menjadi, bagian bunga biasanya kelipatan 4 atau 5. (Baca lengkap di artikel: Tumbuhan Dikotil)

Tumbuhan Monokotil
Ciri-cirinya yaitu memiliki satu kotiledon, akarnya serabut, batang biasanya tidak bercabang dan tidak membesar karena tidak berkambium, berkas pembuluh pada batang tersebar (tidak teratur). Daunnya mempunyai pertulangan melengkung atau sejajar. Bunga berkelipatan 3.

Tumbuhan yang masuk di golongan ini berperan besar dalam kehidupan manusia, contoh saja di Indonesia makanan pokoknya yaitu padi, jagung, dan sagu. Ketiga makanan pokok itu masuk ke dalam tumbuhan monokotil. Lalu berbagai jenis buah-buahan seperti aslak, siwalan, dll. Bunga-bunga indah seperti anggrek juga masuk ke dalam kelompok ini. (Baca lengkap di artikel: Tumbuhan Monokotil)

Kesimpulan Angiospermae

Angiospermae diambil dari 2 kata bahasa Yunani Kuno yaitu aggeion yang berarti penyangga atau pelindung dan sperma yang merupakan bentuk jamak untuk biji. Ciri-cirinya antara lain yaitu mempunyai bunga, akar berbentuk serabut/tunggang, daun pipih, beraneka macam tulang daun, floem dengan sel pengiring. Angiospermae dibagi menjadi dua jenis yaitu tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.
Baca Selengkapnya

KULIT: Bagian-Bagian, Fungsi, dan Gangguan Pada Kulit

Kulit juga termasuk salah satu organ eksresi atau organ yang mengeluarkan zat sisa. Zat sisa yang dikeluarkan oleh kulit yaitu berupa keringat.


Bagian-Bagian Kulit

Kulit terdiri atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam.

Lapisan epidermis kulit terdiri atas:

a. Lapisan korneum terutama tersusun atas sel-sel yang mati dan mudah mengelupas.
b. Lapisan lusidum yang berwarna terang, hanya tampak pada kulit yang tebal, misalnya di telapak kaki.
c. Lapisan granulosum yang mengandung sel-sel bergranula yang menghambat pengeluaran air yang berlebihan.
d. Lapisan spinosum, merupakan lapisan paling tebal epidermi.
e. Lapisan germinativum (lapisan basale) yang tumbuh dan selalu membelah; dilapisan ini banyak ditemukan sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang menentukan warna kulit seseorang.

Pada lapisan epidermis terdapat ujung safar telanjang yang berfungsi sebagai penerima rangsang geli, gatal, dan nyeri, saluran kalenjar keringat, dan saluran kalenjar minyak.

Lapisan dermis atau lapisan yang berada disebelah dalam kulit terdiri atas:
a. Pangkal kalenjar keringat,
b. Pangkal kalenjar minyak
c. Akar rambut.
d. Pembuluh darah.
e. Ujung saraf penerima rangsang, yang terdiri atas:

1. Pacini, sebagai penerima tekanan.
2. Ruffini, sebagai penerima panas.
3. Krause, sebagai penerima dingin.
4. Meissner, sebagai penerima sentuhan.
Bagian-Bagian, Fungsi, dan Gangguan Pada Kulit



Fungsi Kulit

Kulit memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.
a. Sebagai alat eksresi, yaitu mengeluarkan keringat dan minyak.
b. Sebagai pelindung tubu. Di kulit terdapat protein keratin (zat tanduk) yang dapat mencegah masuknya kuman dan air melalui kulit.
c. Mengatur suhu tubuh dan menjaga agar pengeluaran air tidak berlebihan.


Gangguan pada Kulit

Kadas, kudis, kurap, dan panu merupakan penyakit kulit yang umum dijumpai di daerah tropis. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh tungau dan jamur. Upaya menghindarinya adalah selalu menjaga kebersihan kulit, misalnya dengan mandi, mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun antiseptik. tidak mengenakan pakaian yang lembap, dan menghindari saling meminjam pakaian.

Jerawat juga merupakan gangguan yang umum terjadi pada kulit. Jerawat dapat disebabkan gangguan kronis pada kalenjar minyak. Jerawat biasanya dialami oleh remaja yang sedang mengalami masa pubertas baik itu pria ataupun wanita.
Baca Selengkapnya