Teks Laporan Hasil Observasi (Sifat, Syarat, dan Langkah Memproduksi Teks Hasil Observasi)

Teks Laporan Hasil Observasi: Sifat, Syarat, dan Langkah Memproduksi Teks Hasil Observasi

Sifat Teks Laporan Hasil Observasi

Teks hasil observasil memiliki 3 sifat, diantaranya adalah bersifat iformatif, komunikatif, dan juga objektif. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat sebagai berikut.

1.  Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.


2.  Bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.


3.  Bersifat Objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.



Syarat Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi memiliki syarat dan kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah teks dapat dikatakan menjadi sebuah teks observasi. Berikut adalah beberapa kriteria dan syarat teks laporan observasi.

1.  Tersusun atas 3 struktur teks laporan hasil observasi..


2.  Tidak mengandung penutup teks.


3.  Teks merupakan sebuah fakta dan tidak mengandung opini ataupun pendapat penulis.


4.  Teks menjelaskan sebuah informasi yang bersifat objektif dan sesuai fakta.

Baca juga : 

Langkah Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi

1.  Membuat judul laporan observasi sesuai dengan apa yang diamati.

2.  Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.


3.  Menyusun teks berdasarkan struktur teks laporan hasil observasi.


4.  Meneliti kembali hasil penulisan teks, segera perbaiki teks jika ada penulisan bahasa yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan KBBI.
Baca Selengkapnya

Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia Beserta Tujuannya

Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia Beserta Tujuannya

Negera republik indonesia telah merdeka sejak tanggal 14 agustus 1994. Setelah merdeka rakyat indonesia memiliki banyak sekali tugas yang harus cepat di laksanakan.

Tugas yang harus di laksanakan bersinanggungan dengan tugas yang di lakukan oleh para pejabat negara. Pejabat negara yang berjabat pada saat itu terdiri dari beberapa orang yang mewakili dari wilayah atau daerahnya sendiri-sendiri.

Untuk dapat mengelola negara maka di perlukan kabinet parlementer agar politik yang terjadi stabil dan dapat dengan mudah di kelola. Maka dari itu di perlukan pemilihan agar dapat memilih pemimpin yang di anggap dapat mengemban tugas tersebut. Untuk dapat mengetahui pemilihan pertama yang di adakan di indonesia yang akan di jelaskan sebagai berikut :


Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia


Sejarah pemilihan umum di indonesia terjadi pada tahun 1955 di tingkat pusat dan daerah. Ketika menggunakan sistem kabinet parlementer keadaan politik yang ada di indonesia mulai tidak stabil. Wakil rakyat saling bertentangan mereka tidak berkerja memikirkan rakyat akan tetapi hanya kepentingan golongannya saja. Dengan keadaan seperti itu rakyat di indonesia meminta untuk di lakukan pemilihan umum. Pemilihan umum di harapkan untuk dapat membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dapat memperjuangkan aspirasi rakyat dan dapat membentuk pemerintahan yang stabil.

Pemilihan umum adalah program dari pemerintah dan setiap kabinet bahkan kabinet alisastromijoyo menetapkan tanggal pelaksanaan pemilu. Tetapi kabinet tersebut tidak melaksanakan pemilihan umum sesuai waktu dan rakyat mengadakan pesta demokrasi dan baru dapat dilaksanakan pemerintah dengan kabinet baru yaitu Burhanuddin Harahap. Pemilihan ini tepat waktu dan sesuai dengan jadwal yang di setujui.

Panitia Pelaksana Pemilihan Umum Pusat dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu:

1.  Gelombang I, pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih para anggota- anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan
2.  Gelombang II, pada tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih para anggota- anggota Konstituante (Badan Pembuat Undang- Undang Dasar).

Pesta demokrasi nasional pertama di indonesia di lakukan lebih dari 39 juta rakyat. Semua rakyat mendatangi dan melakukan pemungutan suara untuk memilih ketua yang di inginkan. Pelaksanakannya dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang di ikuti 208 kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa.

Pemilihan umum tersebut di ikuti banyak pertai politik, organisasi dan perorangan sehingga DPR terbagi dari beberapa fraksi seperti : (1) Fraksi Masyumi (60 anggota); (2) Fraksi PNI (58 anggota); (3) Fraksi NU (47 anggota); (4) Fraksi PKI (32 anggota). Hasil dari 4 pemilu tersebut berjumlah 272 dan seorang anggota DPR mewakili 300.000 penduduk. Dan anggota konstituante memiliki jumlah 542 orang.

Pada 25 Maret 1956 DPR hasil pemilihan umum telah dilantik. Dan untuk anggota konstituante dilantik pada tanggal 10 November 1956. Pada Pemilihan Umum 1 tahun 1955 telah berjalan secara demokratis, aman, dan tertib sehingga dapat menjadi prestasi luar biasa di mana rakyat telah dapat menyalurkan haknya dengan tanpa paksaan dan juga ancaman.


Walaupun Pemilu yang diadakan berjalan sukses akan tetapi akan hasil dari Pemilu tersebut belum dapat memenuhi harapan semua rakyat karena masing- masing dari partai tersebut masih mengutamakan kepentingan partainya dari pada memikirkan kepentingan rakyatnya. Oleh sebab itu pada waktu itu masih mengalami krisis politik dan dari situlah mengakibatkan lahirnya Demokrasi Terpimpin.


Tujuan Pemilihan Umum


Berdasarkan Undang-Undang yang tercantum di Nomor 7 Tahun 1953, Pemilu 1955 dilakukan  untuk dapat memilih langsung anggota-anggota parlemen (DPR) dan Konstituante (Lembaga yang diberi tugas dan wewenang untuk dapat melakukan perubahan terhadap konstitusi negara). Sistem Pemilu yang digunakan pada Pemilu 1955 adalah sistem perwakilan proporsional. Yang dimaksud dengan sistem ini adalah wilayah negara RI dibagi dalam 16 daerah pemilihan (dimana Irian Barat dimasukkan sebagai daerah yang memiliki hak pemilihan ke-16, padahal Irian Barat pada saat itu masih dikuasai oleh Belanda, sehingga Pemilu tidak dapat dilangsungkan didaerah tersebut).
Baca Selengkapnya

Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Kerajaan Majapahit


Majapahit adalah salah satu kerajaan yang sangat besar, kerajaan majapahit pada masanya menjadi salah satu kerajaan yang sangat ditakuti oleh para lawannya. Majapahit terletak di jawa timur yang dipimpin oleh Raden Wijaya.

Dimana kerajaan majapahit adalah kerajaan indianisasi yang terakhir diindonesia yang bertempat di jawa timur yang berdiri sekitar abad ke 13 dan 16. Pada tahun 1293 Masehi para tentara mongol datang ke jawa untuk membalaskan penghinaan kepada Kaisar Cina yaitu Kubilai Khan yang telah mengirimkan utusannya Meng Chi ke Singasari untuk meminta upeti. Tetapi kertanegara adalah penguasa kerajaan singasari yang terakhir dan menolak untuk membayarkan upeti serta merusak wajah dari utusan kaisar cina dan juga memotong telinga dari utusan kaisar cina.
Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Kerajaan Majapahit

Pada saat itu Jayakatwang adipati dari kediri membunuh Kertanegara atas saran yang diberikan Aria Wiraraja kemudian Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya menantu dari kertanegara yang menyerahkan diri kemudian Raden Wijaya juga diberikan Hutan Tarik. Lalu kemudian Raden Wijaya membuka Hutan tersebut untuk membangun desa baru yang kemudian diberi nama Majapahit, nama Majapahit diambil dari “buah maja” dan juga “rasa pahit”.

Tapi terjadi kemunduran pada Kerajaan Majapahit dan terjadinya proses runtuhnya Majapahit dengan beberapa faktor yang kemudian mebuat majapahit benar-benar runtuh. Dan kemudian hanya menjadi sejarah dari kerajaan majapit beserta peninggalannya.



Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Majapahit


Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran pada kerajaan majapahit Untuk lebih jelasnya mari kita bahas apa saja faktor-faktor dari penyebab mundurnya kerajaan majapahit.

1. Tidak adanya pembentukan pimpinan baru (tidak ada kaderisasi)

2. Gajah Mada adalah Patih Amangkubumi yang memegang semua jabatan yang sangat penting. Dia tidak memberikan kesempatan kepada generasi penerus agar bisa tampil, dan setelah meninggalnya Gajah Mada tidak memiliki  pengganti yang cakap dan juga berpengalaman

3. Perang antara saudara yang juga melemahkan kekuatan, seperti Perang Paregreg yang kemudian menimbulkan malapetaka untuk rakyat dan juga para kaum bangsawan, dan kemudian melemahkan kekuatan dan juga tidak adanya persatuan. Daerah-daerah kemudian melepaskan diri, dikarenakan pemerintahan pusat dari Kerajaan Majapahit lemah dan semakin kacau, kemudian para adipati yang ada di jawa serta kerajaan-kerajaan yang ada diluar jawa juga ikut untuk melepaskan diri dari Kerajaan Majapahit

4. Kelemahan yang dimiliki pemerintahan pusat yang diakibatkan oleh perang antara saudara yang juga mengakibatkan kemunduran ekonomi Kerajaan Majapahit. Dan kemudian perdagangan yang ada di Kepulauan Nusantara diambil alih oleh para pedagang-pedagang dari melayu dan juga para pedagang-pedagang islam.

5. Masuk dan juga tersiarnya agama islam, dan kemudian Adipati dan juga daerah-daerah pesisir pantai serta daerah pedalaman yang memeluk agam islam dan merasa tidak memiliki keterikatan oleh kekuasaan Kerajaan Majapahit, sehingga mereka tidak menaati dan juga tidak setia kepada penguasa yang beragamakan Hindu.
Baca Selengkapnya

Sejarah Berkembangnya Agama Buddha

Sejarah Berkembangnya Agama Buddha

Latar belakang terlahirnya Agama Buddha karena beberapa faktor yang perkembangannya telah menjadi sebuah sejarah, dimana sejarah perkembangan dari agama hindu buddha yang tersebar diindonesia.

Agama buddha adalah salah satu agama yang ada di indonesia, agama buddha merupakan agama yang menyembah para dewa sebagai tuhan umatnya yang memuluk agama buddha. Agama buddha bersembahyang di wihara untuk menyembah para dewa yang dipercaya sebagai tuhan dari umat buddha. Untuk lebih jelasnya tentang mengenal bagaimana sejarah dari agama buddha akan dijelaskan sebagai berikut.

Sejarah Agama Buddha


Awalnya buddha bukan lah agama tetapi mempunyai arti menyembah dan memuja dewa sebagai tuhannya. Tujuan dari agama buddha adalah membebaskan manusia dari samsara atau kesengsaraan. Dan kemudian ajaran tersebut diyakini sebagai agama buddha oleh para pemeluknya. Agama buddha yang lahir di india, pertama kali diajarkan oleh seorang pangeran yang bernama Sidharta Gautama.

Dia merupakan putra dari Raja Sudhodana yang berasal dari kerajaan Kosala di Kapilawastu. Dimana pangeran Sidharta tidak suka dengan kemewahan, lalu kemudian dia meninggalkan istana dan kemudian dia pergi ke hutan di Bodh Gaya untuk melakukan tapa.

Dia melakukan tapanya dibawah pohon dan akhirnya mendapatkan Bohdi atau Penerangan yang sempurna. Dan kemudian pohon tersebut dikenal dengan nama pohon bodhi. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 531 SM disaat usia dari pangeran Sidharta Gautama 35 tahun. Setelah memperoleh bodhi pangeran Sidharta Gautama dikenal sebagai Sang Buddha atau yang bersinar.

Dan dari saat itulah sang buddha mulai mengajarkan agamanya untuk melepaskan diri dari samsara atau kesengsaraan. Hal tersebut merupakan bentuk dari kasih sayang Sang Buddha pada masyarakat dan juga umat manusia. Manusia dilarang untuk hidup yang bermewah-mewahan karena bisa menjadi bagian dari sebuah nafsu.

Bisa disimpulkan bahwa pokok dari ajaran agama buddha adalah manusi hidup dalam keadaan samsara (sengsara atau menderita). Maka dari itu setiap manusia wajib untuk melepaskan diri dari kesengsaraan dengan menggunakan cara menjalankan astavida atau delapan jalan kebenaran, untuk lebih jelasnya mari kita bahas dibawah ini.


Astavida Atau Delapan Jalan Kebenaran


1. Pandangan atau (Pengetahuan) yang benar

2. Niat atau ( Sikap atau minat) yang benar

3. Memiliki perkataan yang benar

4. Perbuatan atau (Tingkah laku) yang benar

5. Penghidupan atau (Mata pencarian) yang benar

6. Usaha atau (Daya upaya) yang benar

7. Perhatian atau (Renungan) yang benar

8. Samadi atau (Pemusatan Pikiran) yang benar

Agama buddha mempunyai kitap suci sebagai pegangan dalam berdoa para umat yang memuluk agama buddha dimana didalam kitap suci tersebut mempunyai tiga bagian, apa saja tiga bagian dari kitap suci agama buddha untuk lebih jelasnya mari kita bahas dibawah ini.


Kitab Suci Agama Buddha


1. Winayapitaka yang berisi tentang hukum dari agama buddha

2. Sutrantapitaka yang berisi tentang wejangan-wejangan Sang Buddha

3. Abhidarmapitaka yang berisi tentang keterangan dan juga penjelasan mengenai keagamaan

Agama buddha juga tidak mengejarkan adanya penggolongan dan juga perbedaan dalam susunan masyarakat. Jadi didalam agama buddha tidak mengenal adanya pembagian kasta.

Agama buddha didalam perkembangannya kemudian pecah menjadi dua aliran, apa saja aliran tersebut mari kita bahas bersama sebagai berikut.

1. Buddha Mahayana Atau Kerajaan Besar
Menurut aliran dari buddha mahayana manusia bisa mencapai surga dengan menggunakan perantara Bodhisatwa. Bodhisatwa iyalah manusia yang sudah mencapai kedudukan sebagai buddha, tetapi menangguhkannya untuk bisa kembali ke dunia menolong agar menolog manusia untuk mencapai nirwana atau surga

2. Buddha Hinayana atau Kendaraan Kecil
Aliran dari buddha Hinayana mempunyai pendapat bahwa usaha untuk mencapai surga hanya bisa dilakukan oleh seorang manusia secara perorangan.
Baca Selengkapnya

Sejarah Agama Hindu

Sejarah Agama Hindu

Agama hindu merupakan salah satu agama yang di akui di indonesia, mayoritas pemeluk agama hindu yang ada di indonesia dari daerah bali tetapi didaerah lain juga banyak yang memeluk agama hindu. Agama hindu merupakan sejarah bagi indonesia.

Agama hindu lahir karena latar belakang yang sudah tercantum kedalam sejarah agama hindu, dimana seperti yang sering kita ketahui bahwa agama hindu mempunyai berbagai macam kasta dalam kalangan masyarakatnya, serta mempunyai berbagai macam dewa yang mereka sembah. Tetapi menurut R. Antoine sangat sulit apa bila untuk mendefinisikan Hinduisme, dikarenakan Hinduisme bukan satu agama yang hanya dengan syahadat tunggal dimana semua orang tidak harus mematuhinya.

Hinduisme lebih condong sebagai sebuah federasi berbagai pendekatan terhadap realitas yang berada dibalik sebuah kehidupan. Tetapi di indonesia sendiri agama hindu sudah di akui oleh pemerintah bahwa agama hindu merupakan salah satu dari agama yang disahkan pemerintah.


Sejarah Agama Hindu


Agama hindu sebenarnya lahir dan tumbuh serta berkembang dari tradisi yang diajarkan oleh kitab weda. Dimana penganut dari ajaran kitab weda berasal dari bangsa arya. Di sekitar tahun 1500 SM bangsa arya mulai memasuki wilayah india, pada perkiraan bangsa arya memasuki india dengan melalui celah kaiber dengan secara bergelombang.

Pada pertama kali suku arya yang mendiami lembah indus serta mendesak suku Dravida, dimana yang harus kita ingat bahwa bangsa dravida mempunyai pusat di Mohenjo Daro dan juga Harappa. Karena bangsa dravida terdesak oleh bangsa arya, peradapan dari Mohenjo Daro dan juga Harappa mengalami kemunduran. Dan kemudian bangsa arya menyebar di berbagai wilayah, antara lain ke Lembah Sungai Gangga dan juga Yamuna. Didalam penyebarannya bangsa arya ada yang melangsungkan pernikahan dengan bangsa dravida dan kemudian terbentuklah masyarakat dengan generasi yang baru.

Dimana masyarakat dengan generasi yang baru disebut dengan bangsa Hindu. Tradisi serta kepercayaan yang di anut bangsa Hindu itu yang kemudian disebut dengan agama dan juga kebudayaan Hindu. Meskipun perubahan dari bangsa arya dan dravida yang berubah ke zaman Hindu, tetapi ajaran yang mereka anut tetap menggunakan kitab weda yang dahulu digunakan oleh bangsa arya.

Agama hindu adala agama yang menyembah serta memuja dan mempercai para dewa. Dewa yang paling utama disebut dengan Trimurti, trimurti sendiri merupakan kesatuan dari tiga dewa. Agar lebih jelas mari kita bahas dibawah ini.


Trimurti (Kesatuan Tiga Dewa)


1. Dewa Brahma (Sebagai Pencipta)

2. Dewa Wisnu (Sebagai Dewa Pemelihara)

3. Dewa Siwa (Sebagai Dewa Pelebur)

Didalam praktik pemujaannya dewa-dewa tersebut diwujudkan dalam sebuah bentuk patung. Dimana patung merupakan unsur yang sangat penting bagi agama hindu. Sumber ajaran dari agama hindu adalah kitab weda yang merupakan kitap suci agama hindu. Kitab weda sendiri terdiri dari empat bagian diantaranya.


Empat Bagian Kitab Weda


1. Rigweda yang berisi puji-pujian bagi para dewa

2. Samaweda yang berisi nyanyian suci

3. Yayurweda yang berisi mantera-mantera

4. Atharwaweda yang berisi doa-doa sebagai pengobatan

Yang sering kita ketahui bahwa kehidupan masyarakat hindu dibagi dengan kelas dan juga kasta yang secara umum masyarakat hindu dibagi kedalam empat kasta yaitu.


4 Kasta Masyarakat Hindu


1. Kasta Brahmana yang terdiri dari para pendeta

2. Kasta Kesatria yang terdiri dari para raja dan juga keluarganya, para bangsawa, dan juga para prajurit

3. Kasta Waisya yang terdiri dari para pengusaha, para pedagang dan juga para petani

4. Kasta Sudra yang terdiri dari pelayan, pekerja kasar, dan juga rakyat jelata
Baca Selengkapnya

Sejarah, Makna dan Isi teks sumpah pemuda

Sejarah, Makna dan Isi teks sumpah pemuda

Sudah sering kali kita dengar kata-kata sumpah pemuda atau isi dari sumpah pemuda tetapi terkadang kita tidak tahu dari makna tersebut dan juga terkadang kita tidak tahu apa saja isi dari teks Sumpah Pemuda.

Sumpah pemuda adalah sebuah ikrar kedaulatan bagi para pemuda yang berisi tentang 3 poin didalam teks sumpah pemuda, dan disetiap masing-masing poin sumpah tersebut merupakan sumpah bagi seluruh pemuda indonesia di dalam Pergerakan Pemuda dan juga Gerakan Wanita di Indonesia.

Pemuda lebih mempunyai peranan aktif didalam mengusir penjajah belanda dan kemudian memerdekakan indonesia. Didalam pergerakannya pemuda terlihat menggunakan berbagai cara yang mereka lakukan dari satu persatu munculnya organisasi-organisasi pemuda dan juga menyatukan organisasi-organisasi pemuda dan kemudian menyatukan organisasi para pemuda dengan kongres I hingga kongres II yang mempunyai tujuan agar menyatukan para pemuda di kongres tersebut dan juga di kongres II. Untuk lebih jelasnya tentang sejarah, makna dan juga isi teks sumpah pemuda akan kita bahas sebagai berikut.


Sejarah, Makna Dan Isi Teks Sumpah Pemuda


Organisasi Pemuda Indonesia yang pertamakali didirikan di jakarta oleh Satiman Wiryosanjoyo di tahun 1915. Dan organisasi itu mempunyai nama Tri Koro Dharmo yang mempunyai arti Tiga Tujuan Utama dimana anggotanya terdiri dari murid sekolah menengah yang berasal dari Jawa Tengah dan juga Jawa Timur atau (Suku Jawa).

Nama Tri Kuru Dharmo yang kemudian berubah menjadi Jong Java. Perubahan nama itu agar menghilangkan kesan seakan hanya ingin mementingkan suku Jawa saja, dan tanpa mengikut sertakan pemuda Sunda dan juga Madura. Lahir dan juga berdirinya Tri Koro Dharmo yang menjadi canangan bagi para pemuda daerah-daerah yang lain agar dapat membentuk organisasi-organisasi untuk mengikuti jejak para rekannya di jawa.

Dan kemudian diikuti dengan berdirinya organisasi pemuda antara lain Sumatra berdiri Jong Sumatranen Bond, di Minahasa Jong Minahasa dan kemudian juga Ambon Jong Ambon. Meskipun masih mempunyai sifat kedaerahan tapi dengan munculnya dan juga berdirinya organisasi-organisasi pemuda telah menunjukan kesadaran yang tinggi. Para kaum muda tidak ingin ketinggalan oleh kaum tua didalam mencapai kemajuan dan juga kemerdekaan.

Sedangkan pada tahun 1927 di Bandung muncul atau berdiri organisasi pemuda bersifat nasional, antara lain Pemuda Indonesia yang memiliki tujuan menyebarkan serta memperkuat cita-cita dari kebangsaan indonesia. Sebagai organisasi yang mempunyai sifat nasional pemuda indonesia kemudian cepat berkembang, dengan waktu yang singkat para anggotanya bertambah banyak. Beberapa dari cabangnya memiliki bagian dari pemudi dan mempunyai nama Putri Indonesia. Pada saat itu para pemuda dan juga mahasiswa tidak hanya tinggal diam dan para mahasiswa yang sedang melakukan belajar di negeri belanda telah berhasil dengan membentuk Perhimpunan Indonesia di tahun 1908 dan kemudian para mahasiswa yang ada ditanah air pada tahun 1926 berhasil membentuk Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia atau PPPI.

Memiliki anggota yang kebanyakan dari mahasiswa-mahasiswa dari sekolah tinggi yang berada di Jakarta dan juga di Bandung. Sepak terjang dari kebanyakan mahasiswa ini banyak sekali dipengaruhi oleh perhimpunan indonesia. Sejak berdirinya PPPI dan telah bergerak dibidang politik yang mempunyai garis tujuan perjuangannya dengan tegas antara lain. Tercapainya Indonesia Merdeka dan PPPI juga selalu mengundangkan semangat persatuan. Kepada organisasi-organisasi pemuda yang mempunyai jumlah yang banyak sekali dan kemudian dianjurkan agar bersatu kedalam satu organisasi saja.

Tetapi suatu keanehan terjadi ketika tahun 1930 yang terbentuk Indonesia Muda justru PPPI tidak masuk dan juga terlebur kedalamnya. Dan langkah usaha untuk mewujudkan persatuan pemuda seluruh Indonesia dimulai pada tahun 1926. Dan wakil-wakil dari organisasi pemuda mengadakan konggres yang pertama kali dijakarta. Walaupun pada saat itubbelum berhasil untuk membentuk dan mewujudkan satu organisasi pemuda tetapi sudah menunjukan betapa kuatnya hasrat dan juga semangat persatuan dikalangan para kaum muda.

Konggres pemuda yang ke II diadakan pada tanggal 26 sampai 28 oktober 1928. Dan kemudian dilakukan kembali langkah agar mempersatukan seluruh pemuda indonesia. Tetapi belum juga berhasil dan kemudian didalam konggres tersebut wakil dari pemuda seluruh indonesia menyatakan ikrar kebulatan tekad yang mengakui isi dari teks asli sumpah pemuda.


Isi Teks Asli Sumpah Pemuda


Isi teks asli dari sumpah pemuda berdasarkan hasil kongres pemuda kedua antara lain :

1. Isi teks asli sumpah pemuda pertama

Kami poetera dan poeteri indonesia, mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia

2. Isi Teks Asli Sumpah Pemuda Kedua

Kami poetera dan poeteri indonesia, mendjoengjoeng Bahasa Persatoean, Bangsa Indonesia

3. Isi Teks Asli Sumpah Pemuda

Kami poetera dan poeteri indonesia, Mendjoengjoeng Bahasa Persatoean, bahasa Indonesia.


Isi Sumpah Pemuda


Isi teks sumpah pemuda yaitu sebagai berikut

1. Isi Teks Sumpah Pemuda Pertama

Kami Putra Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia

2. Isi Teks Sumpah Pemuda Kedua

Kami putra putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia

3. Isi Teks Sumpah Pemuda Ketiga

Kami putra putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia
Baca Selengkapnya

Macam-Macam hukum beserta penjelasannya

Macam-Macam hukum beserta penjelasannya

Banyak sekali macam-macam hukum yang harus diketahui diantaranya : hukum berdasarkan bentuknya, sumbernya, waktu dan tempat berlakunya, sifatnya, cara mempertahankannya, wujudnya, dan berdasarkan isinya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Macam-Macam Hukum beserta penjelasannya

1. Berdasarkan bentuknya

a.  Hukum tertulis ialah hukum yang dicantumkan atau ditulis dalam perundang-undangan seperti contoh : hukum pidana yang dituliskan dalam KUHP pidana dan hukum perdata yang dituliskan dalam KUHP perdata.
b.  Hukum tidak tertulis ialah hukum yang tidak tercantum dalam perundang-undangan atau hukum kebiasaan yang masih dijunjung tinggi dalam keyakinan masyarakat, namun tidak tercantumkan, akan tetapi masih berlaku serta masih ditaati seperti halnya peraturan perundangan. Seperti contoh : hukum kebiasaan / adat suatu daerah atau masyarakat tidak dicantumkan dalam perundang-undangan namun tetap dipatuhi oleh daerahnya. 


2. Berdasarkan sumbernya

a.  Hukum undang-undang, ialah hukum yang tercantum didalam peraturan perundang-undangan.
b.  Hukum adat, ialah hukum yang berada dalam peraturan-peraturan adat. 
c.  Hukum traktat, ialah hukum yang dibentuk karena adanya suatu perjanjian negara-negara yang terlibat didalamnya. 
d.  Hukum jurisprudensi, ialah hukum yang terbentuk karena keputusan hakim. 
e.  Hukum doktrin, yakni hukum yang terbentuk dari pendapat beberapa para ahli hukum yang tertermasyhur karena pengetahuannya.


3. Berdasarkan waktu dan tempat berlakunya.

-  Berdasarkan waktu berlakunya, hukum terbagi menjadi tiga yaitu : Ius constitutum, Ius constituendum dan Hukum asasi.
a.  Ius constitutum merupakan hukum positif yang berlaku saat ini bagi suatu masyarakat dalam suatu daerah tertentu.
b.  Ius constituendum merupakan hukum yang berlaku untuk masa yang akan datang.
c.  Hukum asasi merupakan hukum alam yang berlaku dimanapun.
-  Berdasarkan tempat berlakunya, hukum terbagi menjadi dua yaitu : hukum nasional, hukum internasional dan hukum asing.
a.  Hukum nasional ialah hukum yang berlaku di dalam suatu Negara. 
b.  Hukum internasional ialah hukum yang mengatur hubungan dalam negara-negara di dunia atau hubungan antar negara di sunia. 
c.  Hukum asing ialah hukum yang berlaku di Negara asing.


4. Berdasarkan sifatnya.

a.  Hukum yang memaksa, merupakan hukum yang memiliki paksaan secara mutlak dalam keadaan apapun. 
b.  Hukum yang mengatur, merupakan hukum yang dapat disampingkan atau diabaikan jika pihak-pihak yang bersangkutan sudah membuat/memiliki peraturan sendiri.


5. Berdasarkan cara mempertahankannya.

a.  Hukum material, merupakan hukum yang memuat seluruh peraturan yang mengatur tentang kepentingan & hubungan yang bersifat perintah & larangan.
b.  Hukum formal, merupakan hukum yang berisi peraturan tentang bagaimana cara melaksanakan hukum material tersebut.


6. Berdasarkan wujudnya.

a.  Hukum obyektif, merupakan hukum dalam suatu Negara yang berlaku umum.
b.  Hukum subyektif, merupakan hukum yang muncul dari hukum obyektif & berlaku pada individu tertentu atau lebih. Hukum ini disebut juga dengan hak.


7. Berdasarkan isinya.

a.  Hukum privat, ialah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lainnya dengan menitikberatkan pada kepentingan perseorangan. Hukum ini disebut juga hukum sipil. Contohnya adalah hukum dagang dan perdata.

b.  Hukum publik, ialah hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat kelengkapan Negara / mengatur hubungan antara Negara dengan warganegaranya. Disebut juga dengan hukum Negara. Dimana hukum ini dibedakan menjadi tiga yakni hukum pidana, tata Negara, dan administrasi Negara,
Baca Selengkapnya

TEKS TANGGAPAN KRITIS: Pengertian, Ciri, Struktur, kaidah kebahasaan dan Contohnya

Pengertian, Ciri, Struktur, kaidah kebahasaan dan Contoh Teks Tanggapan Kritis

Pengertian Teks Tanggapan Kritis

Teks Tanggapan Kritis adalah teks yang berisi kritik pedas terhadap suatu hal mengenai kesalahan. Contoh biasanya terjadi ketika debat, si A memberi kritik kepada si B dikarenakan apa yang disampaikan B kurang pas.

Sehingga hal ini kita bisa menyebutnya juga dengan menganalisa suatu pendapat. Setiap tanggapan yang diberikan harus mempunyai alasan, dan manfaatnya membuat orang yang di tanggap semakin lebih baik.

Tujuan teks tanggapan kritis yaitu untuk memilih salah satu pernyataan, karena pada teks tanggapan kritis berisi alasan yang mendukung dan yang menolak.


Ciri-ciri Teks Tanggapan Kritis

Ciri-ciri yang dimiliki teks tanggapan kritis sangat khusus, karena pasti di dalamnya terhadap tanggapan-tanggapan berbeda. Ciri-cirinya:
  1. Teks ini memuat tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar (disertai fakta dan alasan).
  2. Struktur terdiri dari Evaluasi, Deskripsi Teks, dan Penegasan Ulang.
  3. Mengandung kaidah kebahasaan atau ciri kebahasaan yang dimiliki teks tanggapan kritis.

Struktur Teks Tanggapan Kritits

  1. Evaluasi, berisi pernyataan umum mengenai suatu yang akan disampaikan. 
  2. Deskripsi Teks, bagian isi teks tanggapan kritis, memuat informasi tentang data-data dan pendapat-pendapat yang mendukung pernyataan atau melemahkan pernyataan. 
  3. Penegasan Ulang, bagian terakhir teks, berisi penegasan ulang mengenai suatu yang sudah dilakukan atau diputuskan.

Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan Kritis

Ciri kebahasaan yang biasa dipakai dalam teks tanggapan kritis diantaranya:
  1. Kalimat kompleks, kalimat yang memiliki lebih dari 2 struktur dan 2 verba.
  2. Konjungsi, kata penghubung yang menghubungkan setiap kata dan struktur.
  3. Kata Rujukan, sesuatu yang digunakan oleh penulis untuk memperkuat pernyataan dengan tegas. Dikenal juga dengan sebutan referensi.
  4. Pilihan Kata, pemilihan kata yang sesuai dalam penggunaan sekaligus pembuatan teks tanggapan kritis.

Contoh Teks Tanggapan Kritis dan Strukturnya

SMA atau SMK ?

Evaluasi
            Mungkin ada sebagian atau bahkan kebanyakan orang tua dan juga siswa SMP seringkali dibingungkan dengan pilihan ini. Terutama bagi siswa kelas 9 yang sebentar lagi akan lulus dan harus segera menentukan pilihannya. Tentu untuk memilih akan masuk SMA ataupun SMK tidak boleh sembarangan. Kita harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing – masing pilihan sebelum kita memilihnya. Apa saja alasan – alasan yang dapat memperkuat langkah kita?

Deskripsi Teks
            Alasan yang pertama, kita pasti sudah mengetahui jika lulusan SMK lebih mudah dan lebih siap untuk bekerja jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Karena di SMK siswa tidak hanya diajarkan teoretik yang mendalam sesuai jurusannya saja, melainkan disana para siswa juga dibekali dengan kemampuan praktek yang sangat menambah pengalaman dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja. Seperti yang sering kita dengar atau lihat, para siswa SMK seringkali melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau yang biasa disebut dengan istilah “magang”. Saya sepakat dengan hal ini karena pada SMA, siswa hanya diajarkan teoretik saja secara mendalam. Sehingga lulusan SMA harus kuliah dulu jika ingin mendapatkan pekerjaan.
            Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa setelah lulus dari SMK nanti, kita tidak bisa lanjut ke perguruan tinggi. Hal ini tentu salah, karena siswa SMK tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Kelebihan masuk SMK, siswa mempunyai hardskill berupa kemampuan kejuruan yang spesifik sehingga ketika kuliah seorang siswa mengambil jurusan yang sama dengan ketika dia SMK, maka dia akan lebih mudah untuk mempelajari materi kejuruannya. Sedangkan di SMA, siswa lebih diajarkan kemampuan teoretik saja.
            Namun, jika dibandingkan dengan SMA, materi – materi yang diajarkan di SMK tidak seluas materi – materi yang diajarkan di SMA. Hal ini karena di SMK kita lebih diajarkan secara detail pada jurusan yang kita ambil saja. Sedangkan di SMA kita diajarkan berbagai macam materi sesuai bidang yang kita ambil, misalakan bidang IPA. “Siswa SMK dapat pengetahuan tidak lebih banyak daripada siswa SMA,” pendapat ini disampaikan oleh salah seorang blogger pada salah satu postingan di blognya. Dari sini kita dapat menilai bahwa kemampuan berfikir secara logika anak SMA jauh lebih bagus dibandingkan dengan anak SMK. Anak SMK cenderung memilih sebuah langkah secara instan atau cepat tanpa mempertimbangkannya secara lebih dalam.
            Jika untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, lulusan SMK lebih dibatasi ruang lingkupnya jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Sehingga rata – rata siswa SMK kesulitan untuk masuk ke perguruan tinggi. Ketika di perguruan tinggi, siswa SMK tidak bisa mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusannya dulu di SMK. Kalupun bisa, dia akan kesulitan karena di SMK dia hanya diajrkan materi – materi yang mendalam di jurusannya saja. Sedangkan lulusan SMA bisa lebih bebas untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Mengingat pada saat SMA, materi – materi yang diajarkan mencakup semuanya.

Penegasan Ulang
           Dengan demikian, siswa lulusan SMK jauh lebih siap kerja dibandingkan dengan SMA. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih hemat. Namun, untuk menentukan pilihan itu semua tergantung dengan minat, kemampuan, serta bakat kita.

Baca Selengkapnya

Jenis dan ciri-ciri manusia purba di Indonesia

Jenis dan ciri-ciri manusia purba di indonesia  - Tempat Penemuannya,  Di Indonesia penelitian tentang jenis-jenis manusia purba sudah sejak abad ke-18 M, dirintis oleh seorang dokter Belanda bernama Eugene Dubois. Mula mula ia mengadakan penelitian di Sumatera Barat namun tidak membuahkan hasil, lalu ia pindah ke Pulau Jawa . Di Pulau Jawa, ia berhasil menemukan fosil manusia purba di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Fosil manusia purba ia beri nama pithecanthropus erectus, yang artinya manusia kera yang berjalan tegak
Penemuan fosil selanjutnya pada tahun 1936 oleh Weidenrich. Ia menemukan fosil tengkorak anak di Lembah

Sungai Brantas, desa Jetis, Mojokerto. Weidenrich menamakan fosilnya Pithecanthropus Robustus. Fosil sejenis juga ditemukan oleh von Koenigswald di Mojokerto, ia menyebutnya Pithecanthropus Mojokertensis.

Pada penelitian dan penggalian arkeologis antara tahun 1936–1941, von Koenigswald berhasil menemukan fosil manusia purba. Diperkirakan fosil manusia purba itu adalah manusia tertua di Indonesia yang hidup satu sampai dua juta tahun yang lalu. Oleh karena itu para ahli arkeologi menamakannya

Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa tertua dari Jawa. Meganthropus Palaeojavanicus hidup sezaman dengan Pithecanthropus Mojokertensis, namun tingkat kehidupannya lebih primitif.

Selanjutnya, ditemukan fosil-fosil manusia purba Indonesia, yang tingkat kemampuannya lebih tinggi dibanding jenis Pithecanthropus, yaitu jenis Homo Sapiens (manusia yang berpikir). Jenis manusia homo sapiens yang ditemukan di Indonesia, antara lain.
Jenis dan ciri-ciri manusia purba di Indonesia
Gambar ilustrasi

1. Meganthropus (Manusia Besar)

Meganthropus berasal dari dua kata. Megas artinya besar atau raksasa dan anthropus artinya manusia. Jenis manusia purba Meganthropus ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran. Hasil penemuannya ini sering dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia ini memiliki rahang kuat dengan badan yang tegap. Mereka diperkirakan hidup dengan cara mengumpulkan bahan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup sekitar dua sampai satu juta tahun yang lalu sejak penelitian.

Ketika pertama ditemukan, von Koenigswald menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus karena memiliki ciri-ciri yang berbeda dari Pithecanthropus erectus (Homo erectus) yang lebih dulu ditemukan di Sangiran. Selanjutnya fosil serupa juga ditemukan oleh Marks tahun 1952 berupa rahang bawah.

Ciri ciri tubuhnya kekar, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta sampai 1 juta tahun yang lalu, pada masa Paleolithikum atau Zaman Batu Tua. Meganthropus memiliki kelebihan pada bentuk tubuhnya yang lebih besar dibandingkan manusia purba lainnya. 



2. Pithecanthropus (Manusia Kera Berjalan Tegak)

Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia - Pithecanthropus merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Hasil penemuan di Indonesia, antara lain Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis. Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil. Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald. Pithecanthropus Soloensis sementara itu ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. Beberapa ciri manusia Pithecanthropus, antara lain sebagai berikut.

Ciri Ciri Manusia Purba Pithecanthropus :
-  Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal.
-  Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
-  Tinggi sekitar 165–180 cm.
-  Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya).
-  Memiliki rahang bawah yang kuat.
-  Memiliki tulang pipi yang tebal.
-  Tulang belakang menonjol dan tajam.
-  Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.



3. Homo

Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia - Ada dua jenis fosil homo yang ditemukan di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis dan Homo Soloensis.
Manusi Purba Homo Wajakensis berarti manusia dari Wajak. Eugene Dubois menemukan fosil ini pada tahun 1889 di dekat Wajak, Tulungagung Jawa Timur. Homo Wajakensis diperkirakan menjadi nenek moyang dari ras Australoid yang merupakan penduduk asli Australia.
Manusia Purba Homo Soloensis adalah manusia dari Solo ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo antara tahun 1931–1934. Penemunya adalah Ter Haar dan Oppenorth. Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih maju dengan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup dari berbagai ancaman.

Ciri-ciri Manusia Purba homo :
-  muka lebar dengan hidung yang lebar;
-  mulutnya menonjol;
-  dahinya juga masih menonjol, sekalipun tidak seperti jenis Pithecanthropus;
-  bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang;
-  tingginya 130–210 cm;
-  berat badan 30–150 kg;
-  hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun yang lalu.

Homo Soloensis dan Homo Wajakensis kemudian mengalami perkembangan. Jenis homo ini diberi nama Homo Sapiens. Homo Sapiens lebih sempurna dilihat dari cara berpikir walaupun masih sangat sederhana. Homo Sapiens berarti manusia cerdas, diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah penelitian. Jenis inilah yang nantinya menjadi nenek moyang bangsa Indonesia - sekian Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia
Baca Selengkapnya