TEKS CERITA FABEL: Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Cerita Fabel

Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Cerita Fabel

Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral.

Tokoh pada cerita fabel biasanya binatang. Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang, tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya.

Binatang-binatang yang ada pada cerita fabel memiliki karakter seperti manusia. Karakter mereka ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Mereka mempunyai sifat jujur, sopan, pintar, dan senang bersahabat, serta melakukan perbuatan terpuji. Mereka ada juga yang berkarakter licik, culas, sombong, suka menipu, dan ingin menang sendiri.

Cerita fabel menjadi salah satu sarana yang potensial dalam menanamkan nilainilai moral. Kamu dapat belajar dan mencontoh karakter-karakter yang baik dari binatang itu agar kamu memiliki sifat terpuji.


Struktur Teks Cerita Fabel

Kalian pasti sudah tau apa itu struktur, ya struktur adalah sesuatu yang membangun sebuah teks. Struktur teks yang dimiliki teks cerita fabel diantaranya adalah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Untuk lebih jelasnya mengenai struktur teks bisa lihat dibawah ini.

  1. Orientasi, adalah bagian awal dari sebuah cerita fabel. Orientasi berisi pengenalan dari cerita fabel, seperti pengenalan background, pengenalan tokoh, maupun latar tempat dan waktu.
  2. Komplikasi, merupan klimaks dari cerita, berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh.
  3. Resolusi, berisi pemecahan masalah yang dialami tokoh.
  4. Koda, merupakan bagian akhir dari cerita. Biasanya berisi pesan dan amanat yang ada pada cerita fabel tersebut.



Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fabel

Kaidah kebahasaan atau yang biasa disebut juga sebagai unsur kebahasaan merupakan ciri dari bahasa yang digunakan dalam suatu teks seperti cerita fabel. Adapun berikut akan saya jelaskan unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan dari teks cerita fabel sebagai berikut.

1. Kata Kerja
Salah satu kaidah atau unsur kebahasaan dalam sebuah teks cerita fabel adalah adanya kata kerja. Kata kerja dalam cerita fabel dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kata kerja aktif transitif dan kata kerja aktif intransitif. 

  1. Kata Kerja Aktif Transitif, adalah kata kerja aktif yang memerlukan objek dalam kalimat, misalnya memegang, mengangkat.
  2. Kata Kerja Aktif Intransitif, adalah kata kerja aktif yang tidak memerlukan objek dalam kalimat, misalnya diam.


2. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang
Pada teks cerita fabel sering sekali adanya penggunaan kata sandang si dan sang. Berikut merupakan penggunaan kata sandang si dan sang yang ada pada teks cerita fabel.

Contoh:
1) Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.
2) Sang semut mengejek kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.
3) Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. 
4) Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.
5) “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.

Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. Perhatikan contoh penggunaan dalam kalimat-kalimat tersebut. Bedakan dengan contoh berikut ini.
1) “Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?” tanya ibu.
2) Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar.

Kata kecil pada kalimat 1) ditulis dengan huruf kecil karena bukan merupakan nama. Pada kalimat 2) Kecil ditulis dengan huruf /K/ kapital karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan.

3. Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu
Dalam teks cerita fabel biasanya digunakan kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu untuk menghidupkan suasana. Untuk keterangan tempat biasanya digunakan kata depan di dan keterangan waktu biasanya digunakan kata depan pada atau kata yang menunjukkan informasi waktu.

Contoh:
1) Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman.
2) Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.
3) Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
4) Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu.

4. Penggunaan Kata Hubung Lalu, Kemudian, dan Akhirnya
Kata lalu dan kemudian memiliki makna yang sama. Kata itu digunakan sebagai penghubung antarkalimat dan intrakalimat. Kata akhirnya biasanya digunakan untuk menyimpulkan dan mengakhiri informasi dalam paragraf atau dalam teks.

Contoh:
1) Setelah mendengar berita kebakaran itu, Amir pergi ke luar, kemudian berlari, lalu berteriak sambil menangis.
2) Lalu, sang semut memegang erat ranting itu.
3) Kemudian, sang semut berterima-kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya.
4) Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.


Contoh Teks Cerita Fabel (Beserta Struktur)


Kupu-Kupu Berhati Mulia
Orientasi
Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalanjalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.

Komplikasi
Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana. 

“Hei, kepompong alangkah jelek nasibmu. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?” 

Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut. 

Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “ Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong....!

Resolusi
Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. 

“Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” 

Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman. Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji. 

Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut. “Aku adalah kepompong yang pernah diejek,” kata si kupukupu. Ternyata, kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan dirinya.”

Koda
Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.
Baca Selengkapnya

Struktur Cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Struktur Cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Struktur cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Struktur TeksKalimat
OrientasiEmak dan Sepotong Roti merupakan salah satu judul hasil karya sastra Caswati, yang berupa cerpen. Cerpen karangan mahasiswi jurusan satra di UGM ini menceritakan tentang kisah perjuangan seorang Emak dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia rela melakukan pekerjaan berat demi menyekolahkan kedua putinya, Dani dan Dina. Cerpen tersebut dikarangnya saat mengikuti lomba dalam rangka bulan bahasa dan sastra yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional Pusat Balai Bahasa Yogyakarta pada tahun 2007.
TafsiranCerita dalam cerpen ini diawali dengan peristiwa kemarau berkepanjangan yang melanda sebuah desa. Kemarau itu mengakibatkan lahan persawahan dan sungai sumber mata air penduduk desa mengering. Keadaan itu membuat sebagian warga meninggalkan sungai tersebut. Namun beda halnya dengan Emak, ia justru sering mendatangi sungai itu untuk mengumpulkan batu. Sejak suaminya meninggal empat tahun yang lalu, ia harus melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar demi menyambung hidupnya dan menyekolahkan kedua putrinya, Dani dan Dina. Ia tidak ingin anaknya bernasib sama sepertinya

Tapi Emak sedikit beruntung, karena Dani, putri sulungnya selalu membantunya, meski hanya di hari minggu saja, sebab sore hari ia baru pulang sekolah. Namun suatu hari minggu, saat Dani hendak membantu, tidak seperti biasanya, Emak menolak bantuaanya dan menyuruhya untuk pulang. Meski merasa agak aneh, Dani dan Dina bergegas pergi meninggalkan Emak. Tapi belum lama melangkah, mereka mendengar suara jeritan Emak yang tangan kirinya penuh dengan darah akibat terkena palu. Sejak saat itu, Emak tak lagi bisa bekerja dan jadi sangat pendiam. Dani ingin membawa Emak berobat dengan uang sisa hasil penjualan batu, namun Emak selau menolak. Dani pun menuruti kata Emak, ia merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Suatu hari saat Dani berulang tahun, Emak memberinya kejutan sebuah roti tart yang sederhana. Sebelumnya Emak berkata pada Dina agar memberitahu Dani untuk membangunkannya setelah dia pulang. Dani pun langsung membangunkan Emaknya. Namun Emak tak bangun juga. Wajah pucat Emak membuat Dani tersadar kalau ia baru saja kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Sementara Dina hanya memandangi keduanya dengan wajah polosnya.
EvaluasiCerpen karangan gadis kelahiran 23 September 1989 ini tersusun sangat runtut, sehingga pembaca lebih mudah memhami isinya. Selain itu, kosakata yang digunakan dapat membuat pembaca terlarut dalam cerita. Serta, alu ceritanya yang unik dan berbeda dengan cerpen-cerpen zaman sekarang yang biasanya berisi tentang kisah cinta remaja.

Namun sayangnya, ada beberapa kata yang tak baku dalam cerpen tersebut. Seperti kata gedheg yang seharusnya diganti dengan kata lain dalam bahasa Indonesia yang memiliki arti sama. Sebab, tidak semua pembaca mengetahui apa arti kata tersebut, dan pasti akan terasa lebih enak dibaca.
RangkumanTetapi, dengan mengesampingkan kekurangan tersebut, cerpen ini sangatlah cocok untuk remaja Indonesia. Sebab, di dalamnya terkandung banyak pesan yang bermakna, yang dapat memotivasi kita agar semangat menjalani hidup, bersyukur atas segala pemberiaan Tuhan, berbakti kepada orang tua, dan bekerja keras untuk mewujudkan sesuatu yang kita inginkan.

Tema Cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Tema cerpen tersebut adalah tentang bagaimana perjuangan seorang ibu, pengarang dapat menyampaikan tema itu melalui tokoh utama, yaitu emak seorang ibu yang bekerja keras membanting tulang untuk menghidupi kedua anaknya.

Plot Cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Berikut adalah plot atau alur cerita dari cerpen "Emak dan Sepotong Roti" yang akan saya jelaskan secara singkat dibawah ini.
  1. Pengenalan, cerita dalam cerpen ini diawali dengan peristiwa kemarau berkepanjangan yang melanda sebuah desa. Kemarau itu mengakibatkan lahan persawahan dan sungai sumber mata air penduduk desa mengering. Keadaan itu membuat sebagian warga meninggalkan sungai tersebut.
  2. Timbulnya konflik, namun suatu hari minggu, saat Dani hendak membantu, tidak seperti biasanya, Emak menolak bantuaanya dan menyuruhya untuk pulang. Meski merasa agak aneh, Dani dan Dina bergegas pergi meninggalkan Emak. Tapi belum lama melangkah, mereka mendengar suara jeritan Emak yang tangan kirinya penuh dengan darah akibat terkena palu..
  3. Konflik memuncak/Klimaks, sejak saat itu, Emak tak lagi bisa bekerja dan jadi sangat pendiam. Dani ingin membawa Emak berobat dengan uang sisa hasil penjualan batu, namun Emak selau menolak. Dani pun menuruti kata Emak, ia merawatnya dengan penuh kasih sayang.
  4. Pemecahan, sebelumnya Emak berkata pada Dina agar memberitahu Dani untuk membangunkannya setelah dia pulang. Dani pun langsung membangunkan Emaknya. Namun Emak tak bangun juga. Wajah pucat Emak membuat Dani tersadar kalau ia baru saja kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Sementara Dina hanya memandangi keduanya dengan wajah polosnya.
Jenis alur dari cerpen ini adalah alur maju, karena cerpen "Emak dan Sepotong Roti" ini di ceritakan berurutan secara urut ke depan.

Karakter Cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Berikut adalah karakter tokoh emak yang ada pada cerpen "Emak dan Sepotong Roti" yang akan saya jelaskan secara singkat agar dapat lebih mudah dipahami oleh kita semua.

Tokoh utama dalam cerpen ini yaitu seorang ibu (emak) yang bekerja keras membanting tulang untuk menghidupi kedua anaknya. Emak bekerja mulai dari buruh cuci, setelah itu berpindah sebagai buruh tani. Tokoh emak yang penuh rasa tanggung jawab,selalu optimis dalam menjalani hidup dan tidak pernah putus asa dalam menghadapi kehidupannya yang serba sulit.

Latar Cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Latar dalam cerpen ini memiliki 3 jenis latar. Diantaranya adalah latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Berikut akan saya berikan apa saja latar yang ada pada cerpen "Emak dan Sepotong Roti".

a. Latar Waktu
  1. Siang itu begitu terik.
  2. Sejak memasuki kemarau.
  3. Sejak meninggalnya bapak empat tahun lalu.
  4. Seusai mengantar Dina sekolah.
  5. Kebetulan ini adalah hari Minggu.
  6. Azan Asar berkumandang.
  7. Samar-samar dari balik pekatnya malam.
  8. Sekarang sudah memasuki bulan Desember.

b. Latar Tempat
  1. Desa.
  2. sungai.
  3. gunung.
  4. pasar.
  5. bawah sebatang pohon nangka.
  6. bale-bale rumah.

c. Latar Suasana
  1. Bahagia,  Emak tersenyum memandangi punggung anak sulungnya yang tampak bersahaja. Emak tidak menyangka bahwa anak sulungnya telah tumbuh menjadi gadis cantik berhati mulia.
  2. Bingung,  Dani terenyak, bingung memandangi Emak yang tiba-tiba terasa asing. Kenapa? Ada apa?
  3. Terkejut,  Tepat pada langkahnya yang kelima, Dani dikejutkan dengan jeritan Emak yang memantul dari satu sisi tebing yang lain.
  4. Frustasi. Emak memikirkan sesuatu, sesuatu yang membuatnya tampak frustasi.
  5. Khawatir, Jujur, Dani semakin khawatir dengan keadaan Emak.

Sudut Pandang Cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Sudut pandang dari cerpen "Emak dan Sepotong Roti" adalah sudut pandang orang ketiga. Berikut penjelasannya.

Orang ketiga: Pengarang tidak terlibat dalam peristiwa cerita. Biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, “dia”, atau “mereka” sebagai pelaku utamanya. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “Dina” dan “Dani” misalnya. 

Unsur Ekstrinsik Cerpen "Emak dan Sepotong Roti"

Latar pengarang merupakan keadaan pengarang saat membuat suatu karya sastra.

Caswati, lahir di Jakarta, 23 September 1989 Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gajah Mada, bertempat tinggal di GMNU, Jalan H.O.S. Cokroaminoto TR III/890B, Gg. Ngadimulyo, Sudagaran, Yogyakarta, telepon (0274) 619730
Baca Selengkapnya

INDEKS BUKU: Pengertian, Bagian, Macam-macam dan Contoh

Dalam membuat sebuah buku harus tersusun dengan rapi dan berurutan. salah satu bagian terpenting didalam buku ialah indeks buku, Karena terkadang di dalam sebuah buku adanya istilah-istilah yang sudah tersusun yang berdasarkan abjad, ketika akan mencari suatu istilah maka akan bisa dengan mudah ditemukan dengan melihat indeks buku. Untuk kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pengertian indeks buku, bagian-bagian indeks buku, macam-macam indeks buku beserta contoh indeks buku. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.
Pengertian, Bagian, Macam-macam dan Contoh

Pengertian Indeks Buku

Indeks adalah kata atau istilah penting yang tersusun berdasarkan abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah ditemukan. Indeks sangat berguna untuk mempermudah mencari keterangan di dalam buku karena dengan segera akan ditemukan informasi yang kita cari. Pada umumnya, indeks buku diletakkan pada halaman akhir buku.


Bagian-Bagian Indek Buku

Sebuah indeks buku dibangun oleh beberapa bagian, diantaranya yaitu indeks nama, indeks topik, perincian indeks topik, dan juga nomor halaman dimana nama atau rincian topik tersebut berada. Itu semua merupakan bagian-bagian yang membangun indeks buku. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dibawah ini.
  1. Indeks nama (pengarang), merupakan susunan atau kumpulan nama-nama orang dalam sebuah indeks. Baca juga artikel aturan penulisan indeks pengarang.
  2. Indeks topik (subjek/istilah), merupakan kumpulan subjek atau istilah yang disusun berdasarkan abjad yang istilah tersebut berada dalam buku atau bersangkutan dengan isi buku tersebut. Dalam sebuah buku geografi, indeks topik yang ada biasanya adalah istilah-istilah yang ada kaitannya dengan ilmu geografi.
  3. Perincian indeks topik, merupakan istilah-istilah atau subjek yang ada kaitannya dengan subjek yang ada dalam sebuah indeks topik.
  4. Nomor halaman, merupakan bagian indeks buku yang bertuliskan nomor-nomor halaman dimana sebuah sebuah istilah itu berada.

indeks buku


Macam-Macam Indeks Buku

Indeks dibedakan menjadi 2 yaitu indeks subjek dan indeks pengarang. Silahkan baca uraian dibawah ini untuk mengetahui perbedaan serta pengertian macam indeks buku ini.
  1. Indeks Subjek, berisi daftar istilah-istilah dalam buku.
  2. Indeks Pengarang, berisi daftar nama pengarang atau tokoh yang pendapat atau teorinya dikutip dalam buku yang bersangkutan.
Adapun aturan penulisan indeks pengarang:
  • Jika nama pengarang hanya terdiri atas satu kata maka nama pengarang ditulis apa adanya. Nama depan ditulis dengan huruf kapital.
  • Jika nama pengarang terdiri atas dua kata, maka nama kedua diletakkan di depan nama pertama; di antara nama kedua dan pertama diberi tanda koma.
  • Jika nama pengarang terdiri atas lebih dari dua kata, maka nama terakhir diletakkan di depan nama pertama dan kedua; setelah nama terakhir tersebut diberi tanda koma.
  • Nama kedua dan ketiga dalam penulisannya boleh disingkat salah satu atau keduanya.
  • Nama gelar sebaiknya tidak dicantumkan.


Contoh Indeks Buku

A
Akustia, Klara, 214
Aku sertaan, 78
Aku tak sertaan, 78
Ali, Muhammad, 43, 44
Alisjahbana, Sutan Takdir, 24, 41, 50, 53, 65, 76, 82

B
Bachri, Sutarji Colzoum, 31, 41, 54, 77, 87
Bachtiar, Toto Sudarto 22, 43, 44, 95, 99
Badudu, J.S., 40
Balada, 45-46, 48, 62-64

Baca Selengkapnya

SENYAWA: Pengertian, Sifat, Ciri, dan Contoh Senyawa Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian, Sifat, Ciri, dan Contoh Senyawa Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Senyawa

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. 

Senyawa memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Misalnya, dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen dapat bergabung membentuk molekul air (H2O).


Sifat-Sifat Senyawa

Tiap senyawa mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.

Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara dua atom hidrogen (2H) dan satu atom Oksigen (O) dapat membentuk molekul air (H2O).

Secara singkat, senyawa memiliki 5 sifat yang bisa kita bedakan antara satu senyawa dengan senyawa lainnya. Diantaranya sebagai berikut.
  1. Senyawa dapat terbentuk melalui proses reaksi kimia
  2. Komponen penyusun yang ada pada senyawa mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya tetap.
  3. Senyawa tidak bisa dipisahkan dengan komponen penyusunnya kembali dengan melalui reaksi fisika.
  4. Senyawa bisa dikategorikan sebagai senyawa zat tunggal.
  5. Senyawa mempunyai sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.

Ciri-Ciri Senyawa

Senyawa kimia memiliki 4 ciri, diantaranya sebagai berikut.
  1. Terbentuk dari 2/ lebih unsur yang disusun secara reaksi kimia biasa.
  2. Mempunya perbandingan komposisi yg tetap.
  3. Kehilangan sifat zat asalnya bila sudah jadi senyawa.
  4. Dapat diuraikan secara kimia,tapi tidak secara fisika.


Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh senyawa kimia yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali macamnya, seperti senyawa campuran dan senyawa anorganik. Adapun berikut akan saya berikan beberapa contoh senyawa dalam kehidupan sehari-hari beserta rumusnya dan juga kegunaan dari senyawa tersebut.
Pengertian, Sifat, Ciri, dan Contoh Senyawa Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari


No.SenyawaRumusManfaat
1.Asam AsetatCH3COOHCuka makan
2.AmoniakNH3 Pupuk
3.Asam AskorbatC6H8O6Vitamin C
4.Kalsium karbonatCaCO3Bahan Bangunan
5.Soda kueNaHCO3Mmembuat roti
6.Karbon dioksidaCO2Penyegar minumam
7.AspirinC9H8O4Mengurangi rasa sakit
8.Magnesium hidroksidaMg(OH)2Obat penawar rasa asam
9.Asam kloridaHClPembersih lantai
10.Natrium KloridaNaClGaram Dapur
11.Natrium hidroksidaNaOHPengering
Baca Selengkapnya

KABINET SUKIMAN : Program Kerja, dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Sukirman

Program Kerja, dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Sukirman
Kabinet Sukiman berlangsung sejak tanggal 27 April 1951 hingga 3 April 1952). Kabinet ini merupakan salahsatu kabinet yang ada pada masa demokrasi liberal.

Presiden Soekarno menunjuk dua orang formatur baru, yaitu Sidik Joyosukarto (PNI) dan DR. Sukiman (Masyumi) untuk membentuk kabinet baru. Setelah melalui proses perundingan, maka pada tanggal 26 April 1951 diumumkan susunan kabinet baru di bawah pimpinan Sukiman Wiryosanjoyo (Masyumi) dan Suwiryo (PNI).


Program Kerja Kabinet Sukiman

Berikut Program Kerja Kabinet Sukiman antara lain sebagai berikut.
  1. Menjalankan berbagai tindakan tegas sebagai negara hukum untuk menjamin keamanan dan ketenteraman serta menyempurnakan organisai alat-alat kekuasaan negara.
  2. Membuat dan melaksanakan rencana kemakmuran nasional dalam jangkapendek untuk mempertinggi kehidupan sosial ekonomi rakyat dan mempercepat usaha penempatan bekas pejuang dalam pembangunan.
  3. Menyelesaikan persiapan pemilu untuk membentuk Dewan Konstituante dan menyelenggarakan pemilu dalam waktu singkat serta mempercepat terlaksananya otonomi daerah.
  4. Meyiapkan undang-undang (UU) pengakuan serikat buruh, perjanjian kerja sama, penetapan upah minimum, dan penyelesaian pertikaian buruh.
  5. Menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
  6. Memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia secepatnya.

Jatuhnya Kabinet Sukiman

Kabinet Sukiman juga tidak dapat bertahan lama. Masalah utama yang menjadi penyebab jatuhnya Kabinet Sukiman adalah pertukaran nota antara Menteri Luar Negeri Ahmad Subarjo dan Duta Besar Amerika Merle Cochran. Nota tersebut berisi tentang pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika Serikat kepada pemerintah Indonesia berdasarkan Mutual Security Act (MSA) atau undang-undang kerja sama keamanan.

Kerja sama tersebut dinilai sangat merugikan politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia. Kabinet Sukiman dituduh telah memasukkan Indonesia ke dalam Blok Barat. Oleh karena itu, DPR menggugat kebijakan Kabinet Sukiman. Akhirnya Kabinet Sukiman Jatuh dan mengembalikkan mandatnya kepada presiden.
Baca Selengkapnya