Unsur-Unsur Seni Rupa

Unsur-unsur seni rupa diantaranya yaitu titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, gelap terang. Dimana dalam penciptaan karya seni, aspek komposisi harus diperhitungkan dengan baik sehingga mendapatkan susunan yang memperhatikanprinsip komposisi.

Prinsip komposisi itu terdiri dari kesatuan, keseimbangan, keselarasan, proporsi yang baik, dan mempunyai vocal point yang menjadi titik pusat perhatian. Nah aspek yang dikomposisikan di dalam penciptaan karya seni ini yang disebut unsur-unsur seni rupa.

Unsur-Unsur Seni Rupa

Unsur-unsur yang bersatu akan menghasilkan karya yang bisa dinikmati secara total. Komposisi yang bagus berpengaruh terhadap hasil karya seni rupa. Berikut ini ulasan Yuksinau.com tentang unsur dari seni rupa.
Unsur-Unsur Seni Rupa


1. Titik

Unsur ini adalah yang paling dasar. Karena unsur ini yang melahirkan suatu wujud dari ide/gagasan dimana akan menciptakan garis, bentuk, bahkan bidang. Terdapat teknik lukis yang menggunakan kombinasi warna titik dan ukuran yang biasa dikenal dengan Pointilisme.

2. Garis

Garis adalah goresan dan batas limit dari suatu benda ruang, warna, massa, dan lain-lain. Sedangkan menurut Mikke Susanto garis adalah perpaduan sejumlah titik yang sejajar dan sama besar, mempunyai dimensi memanjang dan punya arah (bisa panjang, pendek, tebal, halus, lurus, melengkung berombak, dan lainnya.


3. Bidang

Bidang merupakan unsur seni rupa dimana merupakan evolusi dari garis yang membatasi suatu bentuk sehingga menciptakan bidang yang mempunyai sisi lebar dan panjang, serta mempunyai ukuran.

4. Bentuk

Terdapat 2 macam bentuk yaitu geometris dan non-geometris. Bentuk geometris terdiri dari bentuk kubistis (contoh: balok dan kubus) dan silindris (contoh: bola, kerucut, dan tabung). Sedangkan bentuk non-geometris merupakan bentuk yang meniru objek yang terdapat pada alam. Contohnya tumbuhan, hewan, dan manusia.


5. Ruang

Menurut Djelantik, ruang adalah kumpulan beberapa bidang, kumpulan dimensi yang terdiri dari panjang, lebar, dan tinggi. Ilusi yang dibuat dengan pengelolaan garis dan bidang, dibantu oleh warna (unsur pendukung) yang dapat menciptakan ilusi sinar atau bayangan yang meliputi perspektif dan kontras gelap terang. Jadi pengertian ruang dikaitkan dengan bidang dan keluasan.

6. Warna

Warna adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya pada mata dan merupakan salah satu bagian paling penting dalam pembuatan karya seni lukis.

Penggunaan banyak warna menjadi ciri khas pelukis yang menggunakan berbagai macam warna dalam lukisan nya, dimana warna yang sama biasanya tidak dipakai pada objek yang berdekatan.

7. Tekstur

Tekstur adalah keadaan/nilai raba suatu permukaan benda, baik nyata maupun semu. Menurut Fajar Sidik dan Aming Prayitno, tekstur adalah sifat permukaan yakni lunak, keras, lembut, maupun licin.

Menurut Rasjoyo, tekstur dibatasi definisi di atas, maka tekstur bisa memperkaya nilai suatu karya seni dengan memberikan irama dan dinamika pada permukaannya.

8. Gelap Terang

Cahaya berpengaruh terhadap gelap terang suatu objek, di suatu karya seni gelap terang juga dibutuhkan untuk memperdalam kesan seni itu sendiri. Misalnya pada lukisan kamar, gelap terang akan berpengaruh terhadap kesan yang ditimbulkan. Sehingga unsur seni rupa ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapat karya yang lebih menarik
Baca Selengkapnya

Prinsip Seni Rupa

Karya seni rupa dikatakan mempunyai nilai estetika karena unsur yang dikandungnya, berupa garis, bidang, bentuk, warna, dan lainnya. Ternyata keindahan karya seni rupa tersebut dikarenakan oleh prinsip-prinsip seni rupayang mendukung segala bentuk karya seni rupa.

Prinsip ini bisa dijadikan sebagai pedoman dalam membuat suatu karya seni, prinsip seni rupa meliputi: kesatuan (unity), keseimbangan (balance), irama (rythme), komposisi, proporsi (kesebandingan), pusat perhatian (center of interes), keselarasan (harmoni), gradasi, penekanan (kontras).



Prinsip Seni Rupa dan Gambarnya

1. Kesatuan (Unity)
Prinsip Seni Rupa
Prinsip Kesatuan (Unity) adalah wadah unsur-unsur lain di dalam seni rupa sehingga unsur-unsur seni rupa saling berhubungan satu sama lain dan tidak berdiri sendiri. Sehingga unsur seni rupa akan bersatu padu dalam membangun sebuah komposisi yang indah, serasi, dan menarik. Prinsip kesatuan merupakan bahan awal komposisi karya seni.

2.  Keseimbangan (Balance)

prinsip seni rupa
Prinsip keseimbangan berhubungan dengan berat ringan nya suatu karya seni. Karya seni diatur agar mempunyai daya tarik yang sama di setiap sisinya. Prinsip keseimbangan ini memberikan pengaruh besar pada kesan suatu susunan unsur-unsur seni rupa. Balance bisa dibuat secara formal/simetris dan denganinformal/asimetris serta keseimbangan radial/memancar.

Terdapat 4 jenis keseimbangan, yaitu:

  • Keseimbangan Sentral (Terpusat)
  • Keseimbangan Diagonal
  • Keseimbangan Simetris
  • Keseimbangan Asimetris

3. Irama (Rythme)

prinsip seni rupa
Irama atau Ryhme merupakan pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak. Pengulangan ini bisa berwujud bentuk, garis, atau rupa-rupa warna. Pengulangan unsur bentuk jika diletakkan ditempat yang sama maka akan terlihat statis, berbeda dengan irama harmonis maka menghasilkan nilai estetika yang unik. Untuk itu pintar-pintar dalam melakukan variasi warna, ukuran, jarak, dan tekstur.

4.  Komposisi

prinsip seni rupa
Prinsip seni rupa Komposisi merupakan salah satu prinsip yang menjadi dasar keindahan dari sebuah karya seni. Karena komposisi berhubungan dengan penyusunan unsur-unsur seni rupa sehingga menjadi susunan yang teratur, serasi, sehingga menghasilkan karya seni yang bagus dan menarik sehingga dapat bertujuan untuk menampilkan ekspresi.

5. Proporsi (Kesebandingan)

prinsip seni rupa
Prinsip ini bertanggung jawab membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang. Besar kecil, panjang pendek, luas sempit, tinggi rendah adalah masalah prinsip proporsi. Contoh mudah yang bisa kita jadikan gambaran yaitu ketika akan membuat lukisan tubuh manusia maka bagian tubuh (kita ambil wajah) ukuran antara alis, mata, hidung, mulus harus seimbang.

6. Pusat Perhatian (Center of Interes)

prinsip seni rupa
Prinsip seni rupa ini disebut juga prinsip dominasi adalah usaha untuk menampilkan bagian tertentu dari karya seni rupa sehingga terlihat menonjol atau gampang nya terlihat berbeda dengan bagian yang lain di sekitarnya. Bisa dilakukan dengan cara mengatur posisi, warna, ukuran, dan unsur lainnya.

7. Keselarasan (Harmoni)

prinsip seni rupa
Keselarasan adalah prinsip guna menyatukan unsur yang ada di dalam seni rupa dari berbagai bentuk berbeda. Keselarasan muncul dengan adanya kesesuaian, kesamaan, dan tidak bertentangan. Keselarasan bisa dimunculkan dengan cara mengatur warna, pencahayaan, bentuk dengan rapi atau tidak terlalu mencolok satu sama lain. Tujuan prinsip harmoni ini untuk menciptakan perpaduan yang selaras.

8. Gradasi

prinsip seni rupa
Gradasi merupakan susunan warna berdasarkan tingkat perpaduan berbagai warna yang digunakan di dalam karya seni secara berangsur angsur. Prinsip gradasi sering digunakan saat membuat karikatur, lukisan, mozaik, dan seni rupa 2 dimensi lain. Karena gradasi berperan menghidupkan karya seni.

9. Penekanan (Kontras)

prinsip seni rupa
Kontras mengatur perbedaan dari 2 unsur yang berlawanan, perbedaan mencolok terletak di warna, bentuk, dan ukuran sehingga karya seni tidak terkesan selalu lama. Dengan prinsip seni rupa ini maka hasilnya karya seni akan terasa lebih berwarna dan menarik.
Baca Selengkapnya

Pengertian Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan Beserta Contohnya

Seni Rupa adalah cabang seni yang membentuk suatu karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Untuk memperoleh sebuah kesan yang dalam dari suatu karya seni rupa, diperlukan pengolahan konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika atau keindahan. 


Pengertian Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan Beserta Contohnya

Seni rupa berdasarkan bentuk dan wujudnya dibagi menjadi 2 yaitu seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi.

  • Seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki 2 ukuran panjang dan lebar saja, dengan kata lain, hanya bisa dilihat dari satu arah.
  • Seni rupa 3 dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki volume atau memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi. Bisa dilihat dari segala arah.


Selanjutnya yaitu pembagian seni rupa berdasarkan fungsinya yaitu dibagi menjadi dua, seni rupa murni dan seni rupa terapan.



Seni Rupa Murni

Seni rupa murni adalah karya seni yang dibuat untuk dinikmati nilai estetika atau keindahannya saja untuk memberi kepuasan batin bagi pemiliknya.

Namun seiring berkembangnya waktu, fungsi dari seni rupa murni ini mulai bergeser, yaitu tidak hanya dinikmati keindahannya saja, tapi juga digunakan sebagai hiburan. Seni jenis ini cenderung lebih bebas dan memiliki nilai estetika yang tinggi, mampu membuat orang yang melihatnya tertarik atau terhibur. Seni rupa murni banyak digunakan untuk menghias sesuatu, lazimnya adalah untuk menghias ruangan.


Contoh dari seni rupa murni ini adalah lukisan, patung, Grafis dan banyak lagi. Berikut penjelasan beberapa contoh dari karya jenis ini:


1. Lukisan, karya dua dimensi yang termasuk dalam seni rupa murni karena memiliki nilai keindahan yang tinggi. Goresan demi goresan yang dituliskan oleh si Pelukis memiliki makna yang mendalam sehingga membuat suatu lukisan mendapat apresiasi yang tinggi. Banyak orang yang tidak segan mengeluarkan banyak uang hanya untuk mendapatkan lukisan dari pelukis terkenal Indonesia, karena lukisan yang mereka buat memiliki keindahan yang tidak bisa ternilai.

Pengertian Seni Rupa Murni dan Terapan Beserta Contohnya

2. Patung, karya seni 3 dimensi ini sudah ada sejak lama, terbukti dengan ditemukannya berbagai patung-patung dengan bentuk yang beragam.

Pengertian Seni Rupa Murni dan Terapan Beserta Contohnya

3. Grafis, merupakan salah satu karya seni modern yang dibuat menggunakan bantuan teknologi yang canggih. Hampir sama dengan lukisan namun dalam proses pembuatannya seni grafis cenderung lebih mudah karena dibantu dengan peralatan yang canggih tadi.

Pengertian Seni Rupa Murni dan Terapan Beserta Contohnya


Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan adalah karya seni yang tidak hanya dinikmati segi keindahannya saja, tetapi juga memiliki nilai guna bagi pemiliknya.

Meskipun begitu, seni rupa terapan juga tidak mengesampingkan begitu saja aspek keindahan. Untuk beberapa benda malahan memiliki nilai keindahan yang melebihi karya seni murni. Contoh dari seni rupa terapan sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari dan mungkin sering juga kita gunakan.


Contoh dari karya seni rupa terapan adalah seni kriya dan seni arsitektur, berikut penjelasannya satu persatu:


1. Seni Kriya, merupakan karya seni yang dibuat berdasarkan hasil daya cipta manusia melalui keterampilan tangan dan kreatifitas dari si pembuat.



2. Seni Arsitektur, merupakan seni rupa terapan yang mengutamakan nilai guna. Namun seiring berkembangnya zaman, seni arsitektur mulai memperhatikan aspek keindahan juga.
Baca Selengkapnya

Pengertian Konsep berkarya seni Rupa

Pengertian Konsep berkarya seni Rupa

Berkarya seni rupa adalah merealisasikan konsep seni dengan mengekspresikan nya dalam karya seni. Karena pada dasarkan kita sebagai manusia tentunya suka akan suatu hal yang indah dan unik. Bahkan sampai mengagumi sesuatu yang ada di alam sekitar, secara tidak langsung atau pun langsung. Keindahan dan keunikan itu dapat menimbulkan rasa senang, sedih, bahagia, dan haru.

Dimulai dari tahap ide atau gagasan sampai dengan wujud karya seni, semua tidak lepas dari hasil pengamatan dan interaksi dengan lingkungan sekitar atau pun pengalaman individu masing-masing. Nah, untuk menciptakan suatu karya seni lukis yang baik, ada berbagai hal yang harus diperhatikan.


Pengertian Konsep Berkarya Seni Rupa


1. Melakukan Pengamatan
Melakukan pengamatan mempunyai maksud untuk melaksanakan pengamatan terhadap realitas internal spiritual di dalam diri. Karena akan berkaitan dengan cita-cita, keinginan, dan lainnya. Untuk itu pengamatan sangatlah penting.

2. Menentukan Tema
Kemudian ketika proses pertama sudah dilakukan, kemudian tanyalah diri Anda pribagi bahwa kegiatan apakah yang paling kuat dan bisa untuk dituangkan dalam sebuah karya seni lukis. Sehingga ini akan menjadi tema dalam karya seni yang akan dibuat.

3. Membuat Sketsa
Setelah tema mengenai gambaran apa yang akan dilukis beres, maka buatlah sketsa dengan mengambilnya melalui ide yang ditemukan. Kepuasan dalam membuat karya seni lukis adalah ketika ide dapat diwujudkan dalam sebuah karya seni lukis.

4. Menganalisis Sketsa
Sketsa selesai dibuat, setelah itu diperlukan analisis dari aspek visual, konseptual, bahan baku seni, dan teknik yang akan digunakan. Setelah tahap ini dilakukan, maka ekspresi diri seharusnya sudah cukup penuh dan mulai tuangkan ekspresi tersebut di sebuah lukisan.

5. Menyajikan Karya
Nah setelah semua tahap selesai dilewati maka perlu penyajian karya seni lukis untuk memperlihatkan hasil karya yang telah dibuat dengan sebuah pameran. Sebelum lukisan dipamerkan, sebelumnya lukisan harus dibubuhi ringkasan konsep, pembuatan label (judul, tahun, media, nama pencipta, ukuran, foto karya seni), dan deskripsi visual.

Sehingga dengan mengetahui konsep berkarya seni rupa, kita akan lebih optimal dalam menciptakan berbagai karya seni lukis yang berkualitas baik. Terus berkarya dan kembangkan imajinasi!
Baca Selengkapnya

Apresiasi Seni Rupa (Pengertian, Tahapan dan Tujuan)

Apresiasi Seni Rupa (Pengertian, Tahapan dan Tujuan)


Pengertian Apresiasi Seni Rupa

Apresiasi berasal dari Bahasa Latin, yaitu appretiatus yang artinya penilaian atau penghargaan. Appreciate dalam Bahasa Inggris berarti menentukan nilai, melihat karya, menikmati lalu menyadari keindahan karya seni tersebut dan menghayati.

Jadi mengapresiasi berarti berusaha mengerti mengenai seni dan mampu melihat segi-segi yang ada di dalam seni tersebut. Sehingga secara sadar dapat menikmati dan menilai karya seni dengan semestinya.

Apresiasi seni adalah suatu proses penghayatan suatu karya seni yang dihormati serta penghargaan pada karya seni tersebut dan pembuatnya. Secara umum apresiasi seni bisa diartikan sebagai kesadaran menilai melalui cara menghayati suatu karya seni.


Kegiatan apresiasi yaitu :

1. Melakukan pengamatan pemahaman 

2. Penilaian atau evaluasi 

3. Mengkritik

Kegiatan seni merupakan kegiatan yang khusus dan istimewa dan merupakan kegiatan yang memberikan kesan mengenai dunia dan sekitarnya melalui sentuhan artistik dan keindahan ciptaan yang ada. Terbentuk dari 2 kemungkinan yaituafektif dan kreatif.

- Proses apresiasi afektif: terjadi karena pengamatan seni cepat mengalami empati dan rasa puas

- Proses apresiasi kreatif: terjadi karena pengamat seni sadar dalam menghayati dan menilai menggunakan aspek logika untuk menentukan nilai suatu karya seni.


Tahapan Khusus Dalam Proses Apresiasi Kreatif

1. Pengamatan Objek Karya Seni: Pendapat Verbeek tentang hal ini bahwa pengamatan bukan hanya menggunakan satu indra saja, tetapi juga mengikut sertakan pemberdayaan seluruh pribadi. Sehingga ketajaman pengamatan individu tergantung oleh pengetahuan, perasaan, keinginan, pengalaman, dan anggapan seseorang.

2. Aktivitas Fisiologis: tindakan nyata untuk melakukan sesuatu.

3. Aktivitas Psikologis: timbul karena persepsi sampai dengan evaluasi lalu timbul interpretasi imajinatif dan tarikan untuk melakukan hal kreatif

4. Aktivitas Penghayatan: kegiatan merenungkan sebuah objek

5. Aktivitas Penghargaan: timbul karena evaluasi terhadap objek. Evaluasi bisa terdiri dari saran dan kritikan.


Tujuan Apresiasi Seni Rupa

Tujuan akhir setelah melakukan kegiatan apresiasi seni rupa adalah untuk:

- Mengembangkan kreasi dan estetis.

- Mengembangkan serta penyempurnaan hidup.

Begitulah pengertian apresiasi seni rupa dan tahapan khusus serta tujuan dilakukannya apresiasi seni rupa, nantikan pembahasan tentang seni rupa di artikel berikutnya.
Baca Selengkapnya

TEKS PANTUN: Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contoh Teks Pantun

Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contoh Teks Pantun

Dibandingkan dengan puisi lainnya, pantun tergolong paling populer dan tidak lekang oleh waktu. Teks Pantun juga termasuk tema pelajaran bahasa Indonesia yang cukup digemari dan menarik untuk dipelajari. Belajar pantun, tidak hanya mengasah perbendaharaan kata, tetapi juga bisa bermain kata dengan pantun. Artinya, pantun dapat membuat seseorang berkreasi dengan kata-kata dan bahasanya.


Pengertian Teks Pantun

Pantun merupakan jenis puisi lama dalam kesusastraan bahasa Indonesia. Puisi lama asli Indonesia ini lazimnya terdiri dari empat larik (baris) tiap baitnya dan bersajak a-b-a-b. Keseluruhan bentuk pantun hanyalan berupa sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua, sedangkan isi terletak pada baris ketiga dan keempat yang merupakan tujuan dari puisi tersebut.


Struktur Teks Pantun

Teks pantun ditata dengan struktur teks yang terdiri dari:
  1. Sampiran, terletak pada dua baris pertama dan biasanya tidak ada hubungan dengan bagian kedua (isi).
  2. Isi, dua baris terakhir yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Meskipun pada umumnya sampiran tidak berkaitan dengan isi, namun kadang-kadang bentuk sampiran membayangkan isi. Kedudukan sampiran dan isi tidak dapat dipertukarkan. Sebuah pantun selalu diawali dengan sampiran dan kemudian diikuti dengan isi.


Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

Kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaan teks pantun diantaranya yaitu adanya diksi, bahasa kiasan, imaji, dan juga bunyi. Untuk lebih jelasnya mengenai kaidah kebahasaan tersebut silahkan simak penjelasannya dibawah ini.
  1. Diksi, adalah pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan.
  2. Bahasa kiasan, adalah bahasa yang digunakan pelantun untuk menyampaikan makna secara tidak langsung . Bahasa kiasan ini biasanya berupa peribahasa atau ungkapan tertentu untuk menyampaikan makna berita.
  3. Imaji, penggambaran yang dicipatakan oleh pelantun secara tidak langsung. Hal yang dapat dilihat atau seolah-olah digambarkan dalam teks pantun adalah dapat dilihat (imaji visual), didengar (imaji auditif), atau dirasa (imaji taktil).
  4. Bunyi, biasanya muncul dari kiasan, imaji, serta diksi yang diciptakan ketika menuturkan pantun. Dalam bunyi, akan terlihat unsur rima (rhyme) dan ritme (rhytm). Rima merupakan unsur pengulangan bunyi pada pantun, sedangkan irama adalah turun naiknya suara secara teratur. Bunyi selain untuk memperindah bunyi pantun, diciptakan juga agar pelantun dan pendengar lebih mudah mengingat serta mengaplikasikan pesan moral dan spiritual yang terdapat dalam teks pantun.

Contoh Teks Pantun

Pisang emas dibawa berlayar,
masak sebiji diatas peti.
Hutang emas boleh dibayar,
hutang budi dibawa mati.

Bunga melati bunga di darat,
bunga seroja di tepi kali.
Hina besi karena karan,
hina manusia tidak berbudi

Pinang muda dibelah dua,
manik-manik mati di rembah.
Dari muda sampai ke tua,
pengajaran baik jangan diubah.

Di tepi kali saya menyinggah,
menghilang penat menahan jerat.
Orang tua jangan disanggah,
agar selamt dunia akhirat.
Di tepi kali saya menyinggah,
menghilang penat menahan jerat.
Orang tua jangan disanggah,
agar selamt dunia akhirat.
Baca Selengkapnya

TEKS TANTANGAN: Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan dan Contoh Teks Tantangan

Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan dan Contoh Teks Tantangan

Pengertian Teks Tantangan

Teks tantangan adalah teks yang berisi informasi yang memuat bantahan terhadap suatu hal yang kontroversial yang sedang berkembang di masyarakat yang dilengkapi dengan argumen dan data-data yang dapat memperkuat bantahan tersebut. Teks tantangan ini biasanya ada dan menjadi penyangga dalam debat.
teks tantangan


Struktur Teks Tantangan

Struktur teks tantangan merupakan cara atau bagian-bagian yang membangun teks tersebut. Masih banyak diantara yang belum mengetahui bahwa teks tantangan disusun oleh isu atau pengantar, argumen, dan juga simpulan. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat dibawah.
  1. Pengantar, merupakan bagian yang berisi tentang topik yang akan dibantah, sering juga disebut sebagai isu.
  2. Argumen, struktur teks yang berisi rangkaian bukti atau alasan yang berfungsi untuk mendukung bantahan.
  3. Simpulan,  berisi pernyataan yang menegaskan bantahan.


Kaidah Kebahasaan Teks Tantangan

Teks tantangan memiliki empat kaidah kebahasaan, untuk lebih jelasnya simak dibawah ini.
  1. Kalimat kompleks, merupakan kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba.
  2. Kata rujukan, merupakan kata yang menunjukan rujukan sebagai pemberi informasi.
  3. Kata hubung, kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata.
  4. Pilihan Kata, agar gagasan teks dapat disampaikan dengan baik.

Contoh Teks Tantangan

Kenaikan Harga BBM Disambut Aksi Demo
Demo kenaikan BBM belum berhenti. Kali ini Aliansi Rakyat Bali Tolak Kenaikan BBM mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Surat Keputusan Menteri ESDM No.2486/K/12/MEN/2015 tentang Kenaikan Harga BBM. Kenaikan harga BBM dinilai memberatkan mayoritas masyarakat.

"Kebijakan nonpopulis ini bukti wajah asli siapa Pemerintah saat ini, yang tidak bisa mengambil kebijakan tanpa melukai hati rakyat dan menyengsarakan kehidupan yang semakin sulit ini," ujar Koordinator Aliansi Rakyat Bali Tolak, Ni Wayan Sita Metri saat berunjukrasa di Denpasar, Minggu (29/3/2015).

Ia menilai kenaikan harga BBM yang dimulai sejak Sabtu kemarin, pukul 00:00 WIB tidak memiliki dasar perhitungan yang kuat. Sebab harga minyak mentah dunia saat ini hanya USD 59,19 per barrel.

Sementara itu Juru Bicara Aliansi Rakyat Bali Tolak Kenaikan BBM, Retno mengatakan, kenaikan BBM menunjukkan kekayaan energi Indonesia masih dikontrol asing. Ia juga menuding Pemerintahan Jokowi belum mampu membawa Indonesia mandiri dalam mengelola kekayaanya alamnya.

Saat ini kekayaan alam Indonesia atas sumber Energi masih dikuasai oleh Asing, sehingga Pemerintahan Jokowi-JK membuat kebijakan yang mengikuti alur keinginan di International," tutur Retno, juru bicara Aliansi tersebut.

Sebelumnya unjuk rasa kenaikan BBM juga terjadi di sejumlah daerah. Seperti di Jakarta dan Yogyakarta.
Baca Selengkapnya

Menyunting Karangan (Pengertian dan Contoh)

Menyunting Karangan (Pengertian dan Contoh)

Kegiatan menyunting dilakukan salah satunya untuk mempersiapkan naskah yang baik dan benar sebelum diterbitkan. Naskah-naskah tersebuut biasanya berupa buku, majalah, surat kabar, tabloid, dan sebagainya. Kegiatan menyunting naskah juga merupakan kegiatan mengedit naskah. Dan orang orang yang berprofesi mengedit naskah disebut editor.


Pengertian Menyunting Karangan

Meyunting karangan adalah memperbaiki karangan agar dapat menjadi karangan yang lebih baik dibandingkan karangan yang sebelumnya berdasarkan kaidah-kaidah kebahasaan yang benar dan juga harus menggunakan EYD.

Kaidah yang Harus Diperbaiki dalam Menyunting Karangan

Ejaan, hendakya menggunakan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Tanda baca, ketepatan penggunaan dan penempatan tanda baca, misalnya tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), tanda petik satu (’….’), tanda petik dua (”….”), dan sebagainya.
Diksi, yaitu pilihan kata yang sesuai dengan konteks kalimat.
Kalimat, yaitu keefektifan kalimat.
Paragraf, yaitu keterpaduan dan keruntutan paragraf.
Keterbacaan karangan.
Sistematika penyajian.
Kebenaran konsep materi karangan.



Contoh Menyunting Karangan

A. Naskah Sebelum Disunting


Merawat tanaman hias
Tanaman hias adalaah merupakan tanaman yang berfungsi untuk menambah keindahan. Tanaman hias dapat diletakkan didalam atau diluar ruangan baik dirumah, dikantor, atau dimana saja. Banyak berbagai jenis tanaman hias yang dijualdengan harga bervaresi. Agar tanaman hias dapat tampil dengan indah harus dirawat dengan baik. Dalam merawat harus mengeetahui karaakteristik dan kebutuhan tanaman.

Sebagai contoh misalnya merawat tanaman anggrek harus mengetahui sifat-sifat dan kebutuhan tanaman anggrek tersebut sehingga tanaman anggrek itu dapat tumbuh dengan sehat. Demikian juga untuk merawat tanaman hias yang lain juga harus mengetahui dan memahami sifat-sifat serta kebutuhan tanaman.

Pada dasarnya setiap jenis tanaman hias memiliki sifat-sifat dan kebutuhan yang berlainan antara satu dengan tanaman lainnya. Misalnya tanaman teratai tanaman bunga kamboja kedua jenis tanaman tersebut memiliki sifat dan kebutuhan yang berbeda-beda. Tanaman teratai seharusnya ditanam dikolam atau tempat berair sedangkan tanaman kamboja tidak membutuhkan banyak air sehingga tidak ditanam didalam kolam seperti halnya tanaman teratai.

Perbaikan Karangan
Karangan tersebut belum memenuhi standar karangan yang baik dan benar karena ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan misalnya sebagai berikut.

1. Penulisan kalimat pada awal sebuah paragraph seharusnya sedikit menjorok masuk, bukan rata kiri.
2. Penulisan judul karangan tersebut tidak tepat, judul karangan seharusnya ditulis menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata. Judul karangan seharusnya diletakkan ditengah. Penulisan judul yang benar untuk karangan tersebut adalah Merawat Tanaman Hias.
3. Kalimat pertama pada karangan tersebut tidak efektif karena terdapat penggunaan kata yang mubazir, yaitu kata adalah dan merupakan. Kedua kata tersebut bermakna sama sehingga seharusnya digunakan salah satunya.
4. Pada kalimat kedua terdapat kesalahan penulisan kata didalam dan diluar. Penulisan yang benar adalah dengan memisahkan antara kata di dan kata dalam dan di dengan kata luar. Kata di pada kedua kata tersebut berfungsi sebagai kata depan dan menunjukan tempat. Selain itu, pada kalimat tersebut juga terdapat kesalahan pada penggunaan tanda baca, seharusnya sebelum kata baik diletakkan tanda koma (,).
5. Pada kalimat ketiga juga ditemukan kesalah ejaan pada penulisan kata bervareasi. Kata tersebut tidak baku. Penulisan kata bervareasi yang benar adalah bervariasi.

Selain hal-hal tersebut, masih banyak ditemukan kesalahan penulisan yang lain.

Alur kerja seorang editor buku dalam sebuah perusahaan penerbit ketika menyunting/mengedit sebuah naskah

a. Membaca naskah secara tuntas dengan tujuan mengetahui gambaran keseluruhan isi naskah. Ini penting agar sang penyunting juga memahami konsep naskah/ buku yang diinginkan oleh penulis. Seorang editor tidak boleh begitu saja mengubah sebuah naskah tanpa mengetahui konsep yang diinginkan oleh penulis. Hal itu disebabkan, sebuah buku menunjukan identitas penulisnya. Jika buku diubah terlalu dalam oleh sang editor, dikhawatirkan ciri khas penulis akan Hilang. Hal ini terutama berlaku bagi buku-buku umum.
b. Menandai bagian-bagian yang meragukan. Bagian-bagian yang meragukan ini bisa diberi tanda dengan pensil berikut keterangan ataupun catatan singkat. Kemudian, seorang editor perlu berkonsultasi dengan penulis untuk membahas ”temuan-temuan” tersebut. Tujuannya adalah untuk mencari titik temu.
c. Editor mengeksekusi naskah dengan memperbaiki beberapa temuan sebelumnya perbaikan tersebut, misalnya dalam hal konsep maupun kebahasaan.
d. Editor berdiskusi dengan bagian art kreatif untuk membahas konsep buku yang akan diterbitkan tersebut berkaitan dengan naskah grafika : gambar, desain isi, desain kover, dan tata letak.

Perbaikan Karangan yang Benar (Hasil Menyunting Karangan)


Merawat Tanaman Hias
Tanaman hias merupakan tanaman yang berfungsi untuk menambah keindahan. Tanaman hias dapat diletakkan di dalam atau di luar ruanga, baik di rumah, di kantor, atau di mena saja. Berbagai jenis tanaman hias dijual dengan harga bervariasi. Agar tamanan hias dapat tampil dengan indah, harus dirawat dengan baik.

Dalam merawat tanaman hias, seseorang harus mengetahui karakteristikdan kebutuhan tanaman. Sebagai contoh, misalnya merawat tanaman anggrek, seseorang harus mengetahui sifat-sifat dan kebutuhan tersebut sehingga dapat tumbuh dengan sehat. Demikian juga untuk merawat tanaman hias yang lain juga harus mengetahui sifat-sifat dan kebutuhannya.

Pada dasarnya setiap jenis tanaman hias memiliki sifat-sifat dan kebutuhan yang berlainan. Misalnya, tanaman teratai atau tanaman bunga kamboja. Kedua jenis tanaman tersebut memiliki sifat dan kebutuhan yang berbeda. Tanaman teratai seharusnya ditanam di kolam atau tempat berair, sedangkan tanaman kamboja tidak membutuhkan banyak air sehingga seharunya tidak ditanam di dalam kolam seperti halnya tanaman teratai.
Baca Selengkapnya

Struktur dan Unsur Intrinsik Teks Cerita Fiksi dalam Novel

Struktur dan Unsur Intrinsik Teks Cerita Fiksi dalam Novel

Genre fiksi merupakan jenis teks yang dibuat berdasarkan imajinasi. Cerita fiksi atau cerita rekaan adalah imajinatif. Pada hakikatnya, cerita fiksi itu merupakan hasil olahan imajinasi penulis berdasarkan pengalaman , pandangan, tafsiran, kecendikiaan, wawasan, dan penilaiannya terhadap berbagai perisitiwa.

Penulis tidak sekadar menampilkan kembali fakta yang terjadi dalam kehidupan, melainkan telah membalurinya dengan imajinasi dan wawasannya sehingga teks cerita fiksi yang dihasilkan tidak sama persis dengan kehidupan nyata. Dalam menghasilkan sebuah karya sastra, pengalaman, pengetahuan, dan wawasan penulis sangat menentukan mutu kreasinya.



Struktur Teks Cerita Fiksi

Struktur teks merupakan bagian atau cara teks tersebut dibangun. Mungkin masih ada diantara kita yang belum tau kalau struktur teks prosedur disusun oleh bagian abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan terakhir diikuti oleh koda. Untuk lebih jelasnya bisa lihat dibawah ini.
  1. Abstrak, merupakan bagian inti dari cerita tetapi bagian abstrak ini hanyalah opsional jadi boleh ada dan boleh juga tidak ada.
  2. Orientasi, merupakan bagian dari awal cerita dan pada bagian ini terdapat pengenalan latar, tema, ataupun tokoh pada teks cerita fiksi.
  3. Komplikasi, pada bagian mulai muncul permasalahan (klimaks).
  4. Evaluasi, mulai mengarah pada pemecahan masalah dan mulai tampaknya penyelesaian.
  5. Resolusi, berisi pemecahan dan penyelesaian masalah.
  6. Koda (reorientasi), amanat dan nilai-nilai yang diambil dari teks cerita fiksi. 


Unsur Intrinsik Teks Cerita Fiksi

Sebuah teks cerita fiksi terdiri atas beberap unsur yang saling berkaitan, sehingga dapat terlihat ide yang disampaikan pengarang kepada pembacanya. Teks cerita fiksi ini merupakan karya sastra berbentuk prosa. Mengingat hakikat prosa adalah narasi (cerita), maka di dalamnya ada pelaku cerita (tokoh), rangkaian cerita (alur), pokok masalah (tema), pencerita, dan juga latar.
  1. Tema, merupakan inti cerita ataupun inti permasalahan dalam suatu teks cerita fiksi dalam novel.
  2. Alur, merupakan rangkaian dan juga jalannya cerita. Dalam teks cerita fiksi alur terbagi menjadi 3 macam, yaitu alur progresif (alur maju), alur flashback progresif (alur mundur), dan juga alur maju-mundur.
  3. Tokoh/Penokohan, merupakan bagian bagaiman sang pengarang menggambarkan karakter dari tokoh-tokog yang diceritakannya. Untuk dapat mengetahui karakter tokoh dari teks cerita fiksi dalam novel bisa diketahui ketika si penulis menyebutkan langsung bagaimana karakter suatu tokoh atau bisa juga diketahui dari dialog dan jalannya cerita fiksi tersebut.
  4. Latar, merupakan bagaimana keadaan dari cerita fiksi yang ingin diceritakan oleh penulis. Seperti latar waktu dan juga latar tempat.
  5. Sudut Pandang, sudut pandang ini terdiri dari macam. Yaitu sudut pandang irang pertama dan sudut pandang orang ketiga.
  6. Amanat, merupakan makna atau pesan positif yang dapat kita ambil dari teks cerita fiksi dalam novel.

Baca Selengkapnya

Unsur-Unsur Intrinsik Novel

Unsur-Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik novel adalah unsur yang membangun novel dari dalam novel itu sendiri. Di dalam sebuah novel terdapat unsur intrinsik dan juga unsur ekstrinsik, tetapi pada artikel ini kita akan lebih memahami unsur intrinsik novel terlebih dahulu.

Unsur-Unsur Intrinsik Novel

Seperti halnya sertiap cerita, novel mempunyai unsur-unsur pembentuk sebagai berikut:
a. tema
b. alur atau ploat
c. perwatakan atau penokohan
d. sudut pandang
e. prabayang dan penegangan
f. nada atau suara
g. suasana atau latar
h. fokus

Berikut ini penjelasan unsur-unsur intrinsik tersebut:

a. Tema

Setiap cerita akan memiliki tema, yaitu inti yang ingin disampaikan pengarang. Tema merupakan jiwa sudut cerita. Jiwa ini diwujudkan dengan memberinya wadah berupa rangkaian kejadian. Rangkaian suatu kejadian disebut alur (plot). Dengan kata lain, adalah rentetan kejadian yang saling berhubungan untuk mendukung tema yang akan disampaikan. Setiap kejadian disampaikan dengan dialog atau monolog manusia dalam cerita, yang memiliki satu unit klimaks dan anti klimaks. Untuk cerita yang panjang, klimaks dan antiklimaks dapat banyak jumlahnya. Kumpulan beberapa unit kejadian dapat dijadikan satu bab. Tanpa meninggalkan kontinuitas dengan bab sebelumnya.

b. Plot

Plot merupakan liku-liku suatu peristiwa, diketemukan dalam kaitan satu kejadian utama dengan kejadian utama lainnya. Dengan kata lain, plot menyebabkan satu kejadian punya hubungan dengan kejadian lain yang bersifat logis. Plot mengikat jalan cerita sehingga memiliki klimaks dan antiklimaks dari hubungan-hubungan antarkejadian. Plot akan lebih berkembang jika manusia yang menjadi pusat pengisahan tidak hanya satu orang.

Ada bermacam-macam plot. Coba Anda perhatikan!
1) Berdasarkan urutan waktunya
a. Alur maju atau alur kronologis. Peristiwa-peristiwa yang waktunya sungguh-sungguh berurutan, misalnya setahun yang lalu, setengah tahun yang lalu, sebulan yang lalu, seminggu yang lalu, hari ini.
b. Sorot balik (alur mundur). Peristiwa-peristiwa yang disusun tidak secara lurus (tidak menurut urutan waktu), mislnya: Pak Burhan duduk termenung di teras rumah, kemudian ia teringat peristiwa-peristiwa masa lampau. Belanda menyerang kampungnya, anak istrinya meninggal karena bom. Kemudian cerita kembali ke masa kini.


2) Berdasarkan letak puncak peristiwanya, terbagi:
a. Urutan klimaks. Peristiwa dimulai dari hal yang biasa dan semakin menonjol atau makin tegang. Peristiwa yang menjadi puncak cerita mengakhiri cerita.
b. Urutan antiklimaks. Diawali peristiwa yang paling tegang/ menonjol untuk kemudian mengendor dan cerita berakhir dengan peristiwa yang biasa saja., Misalnya: Ditengah keheningan malam terdengar teriakan “Gempa! Gempa!” Orang seluruh kampung keluar mendengar teriakan dahsyat itu, ternyata jerit tadi adalah orang yang sedang mimpi rumahnya diguncang gempa. Orangorang pun kesal namun, geli. Lega, malam kembali pada keheningannya lagi.

3) Berdasarkan pada rapat-renggangnya hubungan peristiwa satu dengan lainnya, terbagi atas:
a. Alur dramatik atau alur rapat, yaitu alur yang tidak dapat disisipi oleh peristiwa lain di luar alur pokok.
b. Alur renggang atau alur panoramik. Kebalikan dari alur rapat, alur ini walaupun di dalam ceritanya memiliki banyak alur dari masingmasing tokoh, namun pada akhir cerita dapat bersatu menjadi satu kesatuan alur, sehingga cerita menjadi lebih bervariasi.


c. Perwatakan

Perwatakan dalam cerita. Ada tiga cara untuk memperkenalkan watak atau kepribadian si tokoh, yaitu:
1) Pengarang menyebutkannya. Ini yang paling mudah, karena pembaca tinggal menerimanya saja.
2) Pengarang menggambarkannya dalam tingkah laku pelaku: tindakannya, gerak-geriknya, reaksi pelaku terhadap suatu kejadian atau orang lain.
3) Pengarang menggambarkannya dalam percakapan atau ucapan pelaku: percakapan pelaku dengan pelaku lain, ucapan pelaku tentang pelaku lain.

d. Titik Pandang

Kekuatan dan daya tarik cerita juga terletak pada titik pandang yang jelas dan konsisten. Titik pandang adalah perspektif dari mana cerita itu dikisahkan. Titik-titik pandang yang utama adalah: serba tahu, orang pertama, dan dihanyutkan pikiran. Dengan titik pandang orang pertama, cerita akan dikisahkan dengan tokoh yang menyebut dirinya dengan kata “aku” atau “saya”. Di sini pengarang bercerita, dia sebagai tokoh bukan sebagai dalang.

e. Fokus

Fokus cerita merupakan titik/pusat cerita. Pengungkapan yang jelas dari suatu cerita, misalnya perjalanan ke Bangka dengan kapal laut dari Jakarta. Tentang diri saya, tentang rombongan atau tentang perjalanan itu sendiri.


f. Latar atau Suasana

Latar merupakan background cerita yang penyajiannya mestinya belum pernah diketahui pembaca, sehingga menimbulkan rasa ingin tahu dan memberikan suasana baru.

g. Nada

Yang dimaksud nada adalah penutur, orang yang menceritakan cerita tersebut. Nada suara sangatlah mempengaruhi cara pembaca menafsirkan cerita dengan baik.
Baca Selengkapnya