Contoh, Rumus, dan Pembentukan kalimat The Passive Voice

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Passive Voice


Membentuk Kalimat Passive

Dalam kalimat pasif, objek dari kalimat aktif menjadi subjek di kalimat pasifContoh:
Active: The children helped the old man.
Passive: The old man was helped by the children.

Dari contoh di atas, terlihat bahwa objek (the old man) di kalimat aktif menjadi subjek di kalimat passive. Hanya kalimat transitif (kalimat yang membutuhkan objek) yang digunakan dalam kalimat passif. Contoh:
Active: An accident happened.
Passive: (tidak ada)

Pembentukan kalimat passive

ACTIVE
PASSIVE
Simple present
The boy recites the holy Qurân.
The holy Qurân is recited
by the boy.
Present continuous
The boy is reciting the holy Qurân.
The holy Qurân is being recited
by the boy.
Present perfect
The boy has recited the holy Qurân.
The holy Qurân has been recited
by the boy.
Simple past
The boy recited the holy Qurân.
The holy Qurân was recited
by the boy.
Past continuous
The boy was reciting the holy Qurân.
The holy Qurân was being recited
by the boy.
Past perfect
The boy had recited the holy Qurân.
The holy Qurân had been recited
by the boy.
(Simple) future
The boy will recite the holy Qurân.
The holy Qurân will be recited
by the boy.
Future perfect
The boy would have recited the holy Qurân.
The holy Qurân would have been
recited by the boy.
To be going to
The boy is going to recite the holy Qurân.
The holy Qurân is going to be recited by the boy.
Infinitive “to”
The boy has to recite the holy Qurân.
The holy Qurân has to be recited
by the boy.
Present participle/
Gerund
I like inviting friends to my home
I like being invited to your home.

Catatan:
  1. Present perfect continuous, past perfect continuous, future continuous, dan future perfect continuous tidak dipakai dalam kalimat passive.
  2. Biasanya kalimat pasif digunakan tanpa kata by. Kalimat pasif umumnya digunakan ketika pelaku (subjek) tidak dikenal atau tidak penting untuk diketahui. Kata-kata by people, by me, by you, by the, by someone, by a man, by a boy, by the servant, dan seterusnya tidak perlu dipakai. Contoh: (a)  Rice is grown in India by someone.   (b) English is spoken all over the world by people.
  3.  “will dan would” di atas mewakili bentuk kata modal dan frasa modal lainnya: should, can, must, may, shall, had better, ought to, have to, is supposed to dan lainnya.
Pembentukan kalimat passive dalam bentuk pertanyaan

ACTIVE
PASSIVE
Simple present
Do you paint the room beautifully?
Is the room beautifully painted
 by you?
Present continuous
Are you painting the room beautifully?
Is the room being beautifully painted?
Present perfect
Have you painted the room beautifully?
Has the room been beautifully painted?
Simple past
Did you paint the room beautifully?
Was the room beautifully painted?
Past continuous
Were you painting the room beautifully?
Was the room being beautifully
 painted?
Past perfect
Had you painted the room beautifully?
Had the room been beautifully
painted?
(Simple) future
Will you paint the room beautifully?
Will the room be beautifully painted?
Future perfect
Will you have painted the room
beautifully before I come home?
Will the room have been beautifully
painted before I come home?
Infinitive “to”
Do you have to paint the room
Beautifully?
Does the room have to be beautifully painted?

Di dalam kalimat passive kata keterangan cara seperti beautifully, well, dan sebagainya biasanya diletakkan sebelum kata kerja ke III nya atau past participle. Contoh: The room was beautifully painted.


Rumus Passive Voice

Am, is, are, was, were



+ Verb III/Kata kerja ke III
Modal
(Will, shall, can, may, must, should, dll)
+ Be
Have, has, had
+ Been
Am, is are, was, were, preposition,
Kata kerja diikuti oleh gerund (enjoy,
Appreciate, mind, finish, delay, dll)

+ Being




Source:
  • Mastering Modern English Structure (1987) oleh Drs. Azhar Arsyad, MA [beliau sudah menjadi Guru Besar di UIN Alauddin]
  • Understanding and Using English Grammar, Third Edition oleh Betty Schrampfer Azar





Sumber https://englishahkam.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

KEUTAMAAN SHALAT SUNNAT DHUHA

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Shalat Dhuha ialah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu Matahari sedang naik, yaitu kira-kira setinggi lebih kurang 7 (tujuh) hasta atau sekitar setinggi satu tombak yaitu antara pukul 07.00 pagi sampai masuk waktu Dzuhur, ( sekitar pukul 11.00 siang ).

Adapun dalil Shalat Sunnat Dhuha adalah sabda Rosulullah SAW dalam beberapa Hadist dari Sahabat Abu Huraira ra antara lain sebagai berikut :
• Bersabda Rosulullah SAW :
“ Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng, akan di
ampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan. “
( HR Tirmidzi )

• Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Sesungguhnya di Surga itu ada pintu yang disebut pintu Dhuha, maka tatkala di hari Kiamat nanti ada panggilan khatib : “ Siapakah orang yang suka membiasakan shalat Dhuha ? Inilah pintu kamu sekalian, masuklah kamu sekalian dengan penuh Rahmat Allah SWT. “ ( HR Thabrani )


• Abu Hurairah ra pernah berkata :
“ Di perintahkan kepadaku oleh kekasihku Nabi SAW untuk berpuasa 3 (tiga ) hari pada tiap-tiap bulan, mengerjakan 2 ( dua ) rakaat Shalat Sunnat Dhuha, dan supaya saya berwitir sebelum tidur.” ( HR Bukhari dan Muslim )

• Dari Mu’im bin Hammar, bahwasanya Nabi SAW bersabda :
“ Tuhanmu yang Maha Tinggi telah berseru : “ Hai anak Adam ! Shalatlah empat rakaat bagi Aku dari awal siang. Maka Aku akan cukupkan engkau di akhir siang itu”. ( HR Ahmad dan Abu Daud ) Dari Aisyah ra, ia berkata : “ Adalah Rosulullah SAW biasa Shalat Dhuha 4 ( empat ) rakaat dan ia menambah ( sebanyak mungkin ) menurut apa yang dikehendaki Allah SWT.” (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah ) 

• Dari Ummu Hani diceritakan, sesungguhnya ia pernah datang kepada Nabi SAW pada tahun di taklukkannya kota Mekkah. Waktu itu, Nabi SAW berada di bagian atas kota Mekkah. Lalu Rosulullah SAW berdiri menuju ke tempat mandinya. Fatimah lantas mendinginkannya. Kemudian ia mengambil pakaiannya dan berselimut dengan pakaian itu. Selanjutnya, ia Shalat 8 (delapan)rakaat, yaitu Shalat Dhuha. ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun keutamaan ( fadhilah ) Shalat Sunnat Dhuha perhatikan Hadist-Hadist Rosulullah SAW seperti berikut :
• Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Pada tiap pagi dianjurkan atas diri seseorang dari kamu untuk
bersedekah. Maka tiap-tiap tasbih itu sedekah dan tiap-tiap tahmid ( puji ) itu sedekah. Pada tiap-tiap tahlil pun sedekah dan tiap-tiap menyuruh kepada kebaikan itu juga sedekah. Begitu pula mencegah kemungkaran itu sedekah. Namun diantara semua itu cukuplah sebagai penggantinya ialah mengerjakan dua rakaat Dhuha. “ ( HR Muslim dan Abu Dzar )

• Dari Abdullah bin Buraidah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa ia pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda :
“ Dalam diri manusia itu ada 360 ( Tiga Ratus Enam Puluh ) ruas yang setiap darinya diharuskan bersedekah. Para Sahabat bertanya : Kalau begitu, siapa yang mampu berbuat demikian ya Rosulullah ? Rosulullah SAW menjawab : “ Mengeluarkan dahak di Masjid lalu ditanamnya atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari jalan, itu juga sedekah. Tetapi kalau engkau tidak bisa, kerjakanlah dua rakaat Dhuha. Karena itu mencukupi dari semua itu “ ( HR Ahmad dan Abu Daud )

Saudaraku, sesama Muslim.
Begitu banyak fadhilah, keutamaan Shalat Sunnat Dhuha, seyogyanya sebagai muslim yang baik tergerak hati kita untuk mengerjakan ( mengamalkan )

Shalat Sunnat Dhuha. Betapa tidak, kapan lagi kita akan mendapatkan kesempatan untuk meraih, menggapai pahala untuk bekal akhirat kita ?

Hayo, saudaraku, jangan ragu dan bimbang lagi, mari dengan ikhlas kita mengerjakan Shalat Sunnat Dhuha.

• Cara mengerjakan Shalat Dhuha.
1. Niat Shalat Dhuha :
2. Surat yang dibaca setelah Al-Fatihah :
a. Pada rakaat pertama surat Asy-Syams.
b. Pada rakaat kedua surat Adh-Dhuha.
3. Selesai shalat, membaca do’a sebagai berikut :
“ Ya Allah, ya Tuhanku, bahwa kami waktu Dhuha itu milik Engkau dan kebajikan ( kemewahan ) itu milik Engkau, dan keindahan itu milik Engkau dan kekuatan itu milik Engkau dan kekuasaan itu milik Engkau dan pemeliharaan itu milik Engkau. Ya Allah, Tuhanku, jika keadaan rezekiku di langit, maka turunkanlah dan jika adanya didalam bumi maka keluarkanlah dan jika adanya didalam air atau dilaut maka keluarkanlah ia dan jika ia lambat, percepatlah dan jika ia sulit, gampangkanlah dan jika ia haram, sucikanlah dan jika jauh, dekatkanlah ia dan jika sedikit, perbanyaklah ia padaku dan jika banyak, berkahilah ia bagiku dan sampaikanlah dimana saja aku berada. Janganlah Engkau pindahkan aku ke tempat itu, dan jadikanlah tanganku diatasnya, untuk menjadi pemberi dan janganlah tanganku dijadikan dibawah untuk jadi tukang minta.

Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan hak ( bekal ) Dhuha Engkau, kebagusan Engkau, keindahan Engkau, kekuatan Engkau, kekuasaan Engkau dan pemeliharaan Engkau. Tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Engkau. Berilah aku apa yang Engkau engkau kepada hamba-hamba Engkau yang soleh. Dan sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya beserta para Sahabatnya. Semoga mereka mendapat keselamatan dan segala Puji bagi Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam.”
Saudaraku, kerjakanlah Shalat Sunnat Dhuha setiap pagi, paling sedikit 2 ( dua ) rakaat atau 4 ( empat ) rakaat atau 6 ( Enam ) rakaat dan paling banyak 8 ( delapan ) rakat

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Sengkuni Gugur

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Setelah Prabu  Salya gugur di Tegal Kurusetra Sengkuni Gugur
sengkuni

Cerita Wayang

Sengkuni Gugur

Setelah Prabu Salya gugur di Tegal Kurusetra, kini ganti  Patih Sengkuni dengan kereta pe rangnya  memasuki  Tegal Kurusetra,  menuju  pertahanan  Pandawa.  Ternyata Patih Sengkuni betul betul mahir dalam memainkan segala senjata, dari panah, pedang, juga gada.Patih Sengkuni dikala mudanya, satria dari Gandara, bernama Sri Gantalpati, seorang pemuda yang tampan dan sakti pula. Ia mengikuti Sayembara memperebutkan Dewi Kunti di kerajaan Mandura. Namun gagal, ia dikalahkan oleh Pandu.

Berkali kali senjata senjata Pandawa mengenai tubuh Sengkuni namun, tidak satupun bisa melukai Sengkuni. Bahkan Sengkuni melepaskan berbagai panah ke arah Arjuna dan  Patih Sengkuni berhasil mematahkan serangan panah Arjuna.

Werkudara mencegat kereta perang Sengkuni. Werkudara memaksa Sengkuni turun dari Kereta perang   Sengkuni pun turun. Terjadi perkelahian antara Werkudara dan Sengkuni Berkali-kali Werkudara memukul tubuh Sengkuni dengan Gada Rujakpolo. Namun Sengkuni hanya ketawa-ketawa, ia tidak merasakan kesakitan. Werkudara terus memukul Sengkuni dari kepala, dada, perut, sampai paha,betis dan telapak kaki, namun kelihatannya tidak merasakan apa apa Werkudara tidak patah semangat. Gada Rujakpolo ditinggalkan, Werkudara maju menghadapi Sengkuni, terjadilah perkelahian, berkali-kali Werkudara
menangkap Sengkuni, namun kulit Sengkuni licin bagaikan  belut, sehingga selalu lepas.

Werkudara terus melawan Sengkuni. Werkudara, teringat masa  lalu, kejadian Bale Sigolo golo, yang  hampir membawa korban para Pendawa, itu karena perbuatan Sengkuni. Perang dadu, itu ide Sengkuni yan mencurangi Pandawa, hingga Pandawa sengsara 13 tahun di hutan. Sedangkan Sengkuni merasa kecewa ketemu Prabu Pandu di Mandura, waktu sayembara memperebutkan Dewi Kunti, Sengkuni menyerahkan  Dewi Gendari, kakaknya pada Pandu, dengan harapan agar kakaknya  bisa berbahagia bersama Pandu. tetapi ternyata kakaknya  di berikan pada Drestarastra. Andaikata Dewi Gendari tidak diberikan pada Drestarastra, Kurawa itu menjadi anak Pandu. Sehingga Pandu akan memiliki 105 anak. Pastilah Astina sangat kuat. Dan tidak ada perang Barata Yudha. Semua ini gara-gara Pandu. Maka Sengkuni ingin membunuh anak-anak Pandu, yang telah membikin sengsara.

Werkudara capek menghadapi Sengkuni. Tiba-tiba Werkudara ingat, bahwa kulit Sengkuni amat licin, dan peluhnya berbau lengo tolo (mungkin, minyak tanah), ini pasti ada hubungannya waktu Kurawa dan Pendawa masih kecil bermain di sumur tua menemukan cupu lengo tolo milik kakek Abiyasa yang berisi minyak kesaktian. Yang akhirnya lengo tolo diambil Sengkuni dan dilumurkan keseluruh tubuhnya.

Werkudara langsung meraih leher Sengkuni, lalu dihimpitnya dengan lengannya kuat kuat, sehingga lehernya tercekik, dan mulutnya pun membuka lebar kehabisan napas. Werkudara memasukkan  kuku Pancanaka  kedalam mulut Sengkuni karena Sengkuni tidak meminum lengo tolo,maka dengan mudah   dirobek robeknya sampai kedalam leher dan menembus ke jantungnya.  Namun Sengkuni masih hidup. Ia mengerang kesakitan. Werkudara menjadi ngeri dan ketakutan. Walaupun sudah luka berat, Sengkuni tidak mati mati.

Prabu Kresna meminta Werkudara bisa menyempurnakan kematiannya. Werkudara akhirnya mengerti
keadaan ini dikarenakan kesaktian Lengo tolo yang dioleskan kesekujur tubuh Sengkuni. Setelah terkelupas kulitnya, akhirnya Sengkuni pun Gugur.***                                          

                                              SELESAI

werkudara

 Setelah Prabu  Salya gugur di Tegal Kurusetra Sengkuni Gugur
werkudara

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Edward Personal Preference Schedule (EPPS)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Baca Selengkapnya

Arti Penting Pancasila

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Arti Penting Pancasila


A.      Latar Belakang
Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh Rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan yang secara lahir dan batin menuju ke arah kebaikan, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Bahwasannya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar Negara seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 merupakan kepribadian dan pandagan hidup bangsa yang telah teruji dan terbukti bahwa tidak ada yang mampu memisahkannya dari kehidupan bangsa Indonesia.
Menyadari hal tersbut perlu langkah nyata dan terus menerus untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terandung di dalam Pancasila tersebut, demi melindungi serta melestarikan Kesaktian Pancasila oleh setiap unsur lapisan masyarakat dan bangsa Indonesia baik dari pusat maupun daerah.
B.      Pengertian Pancasila
Menurut arti sebenarnya, istilah Pancasila yang sudah lama dikenal melalui buku “Negarakertagama” karangan empu Prapanca dan “Sutasoma” karangan empu Tantular dapat diartikan “Berbatu sendi lima” (dari bahasa Sansekerta) atau juga “Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila karma) yang pada jaman dahulu berisikan sebagai berikut :
1.       Tidak boleh melakukan kekerasan.
2.       Tidak boleh mencuri.
3.       Tidak boleh berjiwa dengki.
4.       Tidak boleh berbohong.
5.       Tidak boleh minum minuman keras.
Pancasila ditetapkan sebagai dasar Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Sebagai dasar Negara maka kehidupan berbengsa dan bernegara mulai saat itu haruslah sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, yang pada kenyataannya nilai-nilai tersebut telah dipraktekkan oleh nenek moyang kita dan terus kita teruskan sampai sekarang.
Rumusan Pancasila sesuai dengan pembukaan UUD 1945 sebagai dasar Negara adalah:
1.       Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.       Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.       Persatuan Indonesia.
4.       Kerakyatan yang dipimpi oleh hikmat kebijaksaan dalam pemusyawaratan perwakilan.
5.       Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

C.      Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
        Pancasila sebagai ideology terbuka merupakan  ideologi yang berkembang, terbuka untuk penafsiran baru. Bukan sesuatu yang selesai saja tetapi selalu actual setiap dalam menghadapi perubahan. Ideologi terbuka disebut juga weltanschaunh (pandangan dunia) yang diartikan sebagai consensus mayoritas warga Negara sebagai warga bangsa tentang nilai – nilai dasar yang ingin diwujudkan mengadakan Negara merdeka. Weltanschaunh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, keseluruhan sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan organis.

D.      Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar atau falsfah Negara (philosophische gronslag), ideology negara dan staatside. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan atau penyelenggaraan negara. Hal ini sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan “…..maka disisinlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undang-undang Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada…..”
Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar Negara mempunyai beberapa fungsi pokok, yaitu:
1.       Pancasila sebagai dasar Negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang pada hakikatnya adalah sumber dari segala sumber hokum atau sumber tertib hokum.Hal ini tertuang dalam ketetapan MPR No.XX/MPR/1978 dan No.V/MPR/1973 (Pengertian yuridis kenegaraan).
2.       Pancasila sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya (pengertian Pancasila secara sosiologis).
3.       Pancasila sebagai pengatur tingkah laku pribadi dancara-cara dalam mencari kebenaran (pengertian pancasia yang bersifat etis dan fiosofis).
E.       Penjabaran Sila-Sila Pancasila
a.       Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Menyatakan keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan sesuai dengan keimanan dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.
b.      Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, gemar dengan kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia itu semua sederajat, maka dikembangkan sikap saling manghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
c.       Sila Persatuan Indonesia
Bangsa Indonesia menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persaatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
d.      Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Manusia Indonesia menjunjung tinggi dan menghayati hasil dari keputusan musyawarah, karena itu semua pihak harus mau untuk menerima dan melaksanakan hasil musyawarah dengan penuh tangung jawab. Kepentingan bersama lebih utama daripada kepentingan pribadi atau golongan. Keputusan yang diambil harus menjunjung tinggi nilai keadilan serta dapat dipertanggung jawabkan.
e.      Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Hak dan kewajiban itu sama kedudukannya dalam menciptakan keadilan dalam masyarakat. Perlu dikembangkan perbuatan yang luhur dan sikap kegotong royongan dan kekeluargaan. Maka perlu kesinambungan antara hak dan kewajiban untuk menjaga keadilan terhadap sesama.

                Pancasila selain sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar Negara Republik Indonesia juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka kita harus menjadikannya sebagai perjuangan utama dalam kehidupan utama bermasyarakat dan bernegara. Oleh karena itu pengamalannya harus dimulai dari setiap lapisan masyarakat.

Sumber https://manusiapinggiran.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya