Perolehan Hasil Suara Pemilukada Jepara 2012

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

PEROLEHAN SUARA PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI JEPARA 2012:

PASANGAN NO. 1 MARZUQI - SUBROTO : 222.213 (42,49%)
PASANGAN NO. 2 KHOERON - JA'FAR : 15.926 (3,05%)
PASANGAN NO. 3 NURYAHMAN - ARIS : 189.150 (36,17%)
PASANGAN NO. 4 YULI. N - NURUDIN : 95.699 (18,30%)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Hasil Rekapitulasi Tingkat Kabupaten, Pasangan Mabrur Lebih Unggul

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Setelah dilakukan rekapitulasi hasil pemungutan suara ditingkat TPS dan  PPK beberapa wak Hasil Rekapitulasi Tingkat Kabupaten, Pasangan Mabrur Lebih Unggul

Setelah dilakukan rekapitulasi hasil pemungutan suara ditingkat TPS dan PPK beberapa waktu lalu, hari ini Sabtu (4/2), KPU Kabupaten Jepara melakukan rekapitulasi suara tingkat kabupaten di Kantor KPU Jepara, Jalan Yos Sudarso. Dalam rekapitulasi tersebut, suara pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Marzuqi-Subroto (Mabrur) lebih unggul dari tiga pasangan calon lainnya.

Dari hasil rekapitulasi suara, KPU Jepara menetapkan Paslon no 1, Marzuqi-Subroto memperoleh suara 222.213 atau 42,49 persen, Paslon no 2, Khoeron-Ahmad Jafar memperoleh suara 15.926 atau 3,05 persen. Sedangkan paslon nomor 3, Nur Yahman-Aris Isnandar memperoleh suara 189.150 atau 36,17 persen dan paslon nomor 4, Yuli Nugroho-Nurudin Amin memperoleh suara 95.699 atau 18.30 persen. Dari hasil perolehan suara tersebut, KPU menetapkan pasangan calon nomor 1 yaitu Marzuqi-Subroto sebagai pasangan calon terpilih.

Ketua KPU Jepara, Muslim Aisha mengatakan pasangan calon nomor satu, yaitu Marzuqi-Subroto memperoleh suara lebih unggul dari tiga paslon lainnya yaitu 222.213 atau 42,49 persen. Menurutnya, berdasarkan PKPU no 16 tahun 2010 pasal 46, pasangan calon yang mendapatkan suara sah tertinggi diatas 30 persen berhak dinyatakan sebagai paslon terpilih. "Berdasarkan hasil rekapitulasi suara tingkat kabupaten hari ini, suara paslon Marzuqi-Subroto memperoleh suara 42,49 persen, dan lebih unggul dari tiga paslon lainnya, kami menetapkan paslon nomor satu ini menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jepara Terpilih," ungkap Muslim usai rekapitulasi suara dikantor KPU Jepara. Dia menambahkan, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih akan dilantik pada Senin, 5 Maret 2012 mendatang, di Pendopo Kabupaten Jepara. "Saya berharap, pasangan calon terpilih, nantinya bisa membawa Kabupaten Jepara ke arah yang lebih baik dan kondusif. Selain itu, bisa membawa masyarakat lebih makmur dan sejahtera," jelasnya.

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Warga Merangkak demi Bupati Terpilih

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JALUR lingkar Kecamatan Bangsri, Jepara yang menuju rumah Bupati Jepara terpilih periode 2012-2017, Ahmad Marzuqi, pagi kemarin ramai dengan iring-iringan ratusan warga berjalan kaki.
Mereka mendampingi Sungarno (60), warga RT 3 RW 18 Dukuh Banyuurip, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri yang merangkak dari rumah untuk bertemu Marzuqi.

Berangkat dari rumah pukul 07.00, Sungarno sampai ke tujuan untuk bertemu Marzuqi pada sekitar pukul 10.15. Ketika sudah sampai di lingkungan rumah Marzuqi yang  berada di RW 1 Desa Bangsri, Sungarno disambut alunan rebana hingga bertemu Marzuqi dan bersalaman.


Ratusan warga pun ikut tumpah di lingkungan tersebut.
Kakek bercucu satu ini harus berjuang melawan panas di lutut dan telapak tangan karena sengatan aspal jalan. Dia juga harus mampu bertahan untuk menuntaskan jarak sejauh 6 kilometer antara rumahnya dengan rumah Marzuqi. Sungarno beberapa kali istirahat sambil minum air yang telah disediakan rombongan yang mengiringinya.

Setelah melakukan aksi itu, Sungarno harus mendapat perawatan ringan karena jari-jari kaki dan lututnya mengalami lecet. Setelah mendapat perawatan dan istirahat sejenak, Sungarno lantas menyampaikan kepada Marzuqi, tindakannya merangkak itu karena nazar saat berziarah ke kuburan orang tuanya.

‘’Seingat saya 15 hari sebelum coblosan, saya berziarah ke orang tua. Saat itu saya janji akan merangkak sambil berkalung tempurung kalung kelapa. Tempurung itu gunanya untuk minta-minta,’’ katanya.
Sungarno mengaku sempat merenung mengambil langkah itu karena beratnya perjuangan mengajak masyarakat memilih Marzuqi.

Dia lantas bercerita pada masa kampanye datang ke posko untuk minta kaos dan hanya dapat sepuluh biji.
‘’Kemudian saya bagi-bagikan dan saya sendiri tidak dapat. Dari situ saya bertekad kalau memang jadi saya akan merangkak dari rumah,’’ tandasnya.

Titip Aspirasi

Pria yang bekerja serabutan itu mengaku mengenal Marzuqi sudah lama. Dia tahu sosok Marzuqi karena sering datang ke kampungnya saat ada acara pengajian.
‘’Saya sudah lama tahu Pak Marzuqi yang sekarang sudah jadi bupati. Sekarang janji sudah terlaksana dan tentu lega. Saya berharap Pak Marzuqi bisa memimpin Jepara dengan baik,’’ harapnya.
Dalam kesempatan itu, Sungarno juga titip aspirasi agar jalan yang masuk ke kampungnya diperbaiki karena belum sepenuhnya jadi. Jalan yang melewati area hutan dukuh tersebut adalah program PNPM sepanjang sekitar 3 kilometer dan belum sepenuhnya jadi.

‘’Kami berharap bisa diperbaiki jadi kalau Bupati Marzuqi ke daerah saya lancar,’’ ucapnya.
Sementara itu, Ahmad Marzuqi mengaku terharu dengan apa yang dilakukan Sungarno. Dia menegaskan akan berupaya untuk memimpin Jepara semaksimal mungkin. Meski demikian, Marzuqi menjelaskan dalam membangun Jepara butuh bantuan banyak pihak.
‘’Bantuan dari masyarakat dan tokoh-tokohnya sangat penting untuk membangun Jepara ke depan,’’ ungkapnya. (Akhmad Efendi-36) (/)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Nuranis Gugat Hasil Pilkada

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA-KPU Jepara melalui rapat pleno, Sabtu (4/2) yang berakhir pukul 13.00 menetapkan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Ahmad Marzuqi-Subroto (Mabrur)sebagai pemenang pilkada yang digelar 29 Januari lalu. Namun pasangan nomor urut 3, Nur Yahman-Aris Isnandar (Nuranis) akan menggugat KPU ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelaksanaan sampai hasil pilkada itu.

Rapat pleno yang dimulai pukul 09.00 dipimpin Ketua KPU Muslim Aisha, dihadiri Bupati Hendro Martojo dan anggota muspida. Hadir pula panwas, panitia pemilihan kecamatan (PPK), para saksi dari masing-masing calon, serta tokoh masyarakat.


Dalam rekapitulasi akhir itu, dinyatakan Mabrur mendapatkan 222.213 suara (42,49 %), sedangkan Nuranis di peringkat kedua dengan 189.150 suara (36,17 %). Perolehan suara peringkat ketiga adalah Yuli Nugroho-Nuruddin Amin dengan 95.699 suara (18,30 %), dan terakhir Khaeron Syariefudin-Ahmad Ja'far (Berkah) dengan 15.926 suara (3,05 %). Pihak Nuranis yang diwakili Rahmat Akbar tidak mau menandatangani berita acara rekapitulasi suara. Sedangkan perwakilan dari tiga pasangan calon lain menandatanganinya. Pasangan Mabrur ditandatangani Abdul Rosyid, pasangan Berkah oleh Ibnu Santoso, sedangkan pasangan Yuli Nugroho-Nuruddin Amin oleh Zakariya Anshori. (H15-32) (/)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Ratusan Warga Terserang Malaria

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Ratusan warga di Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara diduga terkena malaria. Hal itu terjadi dalam rentang waktu Desember 2011 hingga Januari 2012.

Awal mula ada warga yang sakit malaria di RT 8 RW 3. Kemudian menyebar ke RT 7 RW 3 selanjutnya melebar di Dukuh Pailus.

Kepala Desa Karanggondang Markadi mengemukakan, ada sekitar 150 warga yang sakit. Keluarga yang awalnya sakit adalah Kasri di RT 8 RW 3. ''Di rumah itu satu keluarga terdiri atas empat orang menderita sakit. Setelah itu merembet hingga satu dukuh. Petugas dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas sudah mengecek,'' ungkapnya.


Markadi menuturkan, sakit yang diderita warganya adalah malaria dan sudah diperiksa di Puskemas Mlonggo. Dia juga menyebutkan, sudah ada beberapa warganya yang terpaksa menginap di Puskesmas.

''Sudah ada juga bantuan obat dari DKK. Tapi, yang harus diperhatikan adalah kelanjutannya karena masih ada yang belum benar-benar pulih,'' ucapnya.

Pemerintah Desa, lanjut Markadi, juga berupaya mengantisipasi agar tidak semakin parah dengan melakukan gerakan kebersihan lingkungan pada Jumat (27/1) lalu.

Selain itu, pada Selasa (31/1) juga beberapa dokter muda Undip Semarang ikut datang memberi penyuluhan.

''Kondisi ini baru kali ini terjadi di desa kami. Saya tidak tahu pasti penyebabnya. Tapi, beberapa waktu lalu memang ada beberapa warga kami yang merantau di luar Jawa pulang. Saya kurang tahu, apakah itu ada pengaruhnya atau tidak,'' tuturnya.

Dua kali

Terpisah, Endang Listiani (27), warga RT 8 RW 3, yang terkena penyakit tersebut mengungkapkan, dua kali masuk ke puskesmas. Pertama, pada akhir Desember. Kedua, awal Januari.

''Masuk puskesmas dua kali, karena setelah masuk awal Desember, selama sepekan sudah sehat tiba-tiba drop lagi dan masuk lagi selama lima hari,'' tuturnya.

Dia menyebutkan, tanda-tandanya adalah demam, gemetar, dan linu. Dengan kondisi itu, Endang tidak bisa beraktivitas. ''Rasanya lemas, kaki ini seperti tak kuat untuk menopang,'' ujar dia.

Kristianto, perangkat desa, mengungkapkan, saat warga ada yang sakit kesulitan mengurusi jaminan kesehatan. Dia menuturkan, ada beberapa warga yang keluar biaya karena dugaan sakit malaria.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Bambang Dwiposuwignyo saat dimintai konfirmasi menyebutkan, deteksi awal Puskesmas Mlonggo adalah malaria. Itu diketahui setelah dilakukan cek laboratorium pada salah seorang warga.

''Mendapat laporan itu, kemudian kami tindaklanjuti dengan laporan ke Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Pada akhir Januari, hasilnya dinyatakan negatif. Meski demikian, kami tetap memberikan bantuan obat dan vitamin,'' tuturnya.

Disinggung penyakit yang diderita warga tersebut, ujar Dwipo, sakit biasa yang disebabkan oleh hal lain, seperti lemas bisa karena anemia.

''Yang jelas, langkap proaktif Puskesmas Mlonggo proaktif mendeteksi sudah baik. Tapi, ketika dicek lagi dari Jateng ternyata negatif,'' tuturnya. (H75-57)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya