Tampilkan postingan dengan label Seputar Jepara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Jepara. Tampilkan semua postingan

Bupati Jepara Dilantik 10 April

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA- Tanda tanya masyarakat soal kapan Bupati-Wakil Bupati Jepara terpilih dilantik akhirnya terjawab sudah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menghasilkan keputusan, pelantikan dilaksanakan pada 10 April mendatang.

Ketua DPRD Jepara Yuli Nugroho yang ditemui usai rapat menjelaskan, alternatif pelaksanaan pelantikan dilakukan pada 5-10 April. Tapi, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diputuskan pada 10 April. ''Sudah diputuskan seperti itu meksipun memang berbarengan dengan Hari Jadi Jepara,'' katanya.


Dengan sudah ditetapkannya waktu pelantikan, lanjut Yuli, pihaknya akan berupaya melaksanakan prosesi dengan baik. Persiapan harus matang agar tidak memalukan karena adanya tamu undangan dari luar Jepara. ''Dalam waktu dua tiga hari mendatang kami akan cek kesiapan eksekutif dalam menyongsong hari pelantikan. Mereka harus kerja keras karena berbarengan dengan Hari Jadi Jepara,'' urainya.
Yuli menambahkan, DRPD sebagai pemegang kebijakan akan berupaya memberikan pengarahan sebaik mungkin kepada eksekutif sebagai pelaksana dalam pelantikan. ''Misalnya bisa setelah hari jadi tentu akan lebih longgar. Tapi, bisanya dari provinsi pada 10 April tentu eksekutif harus siap,'' jelasnya.

Lokasi pelantikan
Disinggung soal lokasi pelantikan, Yuli menuturkan digelar di Pendapa Kabupaten. Pemilihan lokasi itu sudah seperti proses pelantikan pada periode sebelumnya. Selain itu, dengan pertimbangan tempat yang representatif. ''Tempat pelantikan di pendapa bukan di Gedung Dewan karena pertimbangan lebih representatif,'' ucapnya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Jepara Abdul Syukur menjelaskan, dengan sudah ditetapkannya hari pelaksanaan pelantikan, pihaknya akan langsung tancap gas. Panitia pelantikan menyatakan sudah siap. ''Yang paling lama adalah  menyebarkan undangan termasuk kepada para mantan bupati Jepara yang masih hidup,'' ucapnya.

Selain itu, lanjut Syukur, pihaknya juga harus berkoordinasi dengan panitia Peringatan Hari Jadi Jepara terkait dengan pembagian waktu upacara dengan pelantikan. ''Nanti untuk upacara bisa dimajukan  sebelum pukul 09.00 sudah selesai. Sebab untuk acara pelantikan dimulai pukul 09.00,'' paparnya.
Dia menambahkan, dipilihnya  10 April adalah untuk menyesuaikan agenda Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang akan memberikan pembinaan kepada aparat di daerah.
''Jadi setelah melantik itu nanti ada pembinaan di lokasi pendapa juga kepada aparat di daerah, sehingga dipilihlah hari itu,'' jelasnya.

Terkait isu penundaan pelantikan, Syukur menyangkal. Menurutnya, tak ada upaya menuda-nunda. ''Yang ada adalah penyesuaian jadwal antara DRPD Jepara dengan Gubernur. Setelah ada kesesuaian jadwal akhirnya waktu pelaksanaan pelantikan bisa dilakukan,íí terangnya.  (H75-42)

Sumber : suaramedeka.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Ujian di Karimunjawa Terancam Mundur

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA- Agenda ujian sekolah bagi peserta didik di Kecamatan Karimunjawa, Jepara terancam mundur. Itu karena hingga kemarin belum ada kepastian kondisi cuaca mereda, sehingga laut Jepara belum bersahabat digunakan untuk berlayar. Padahal, agenda pelaksanaan ujian dilakukan pada Senin (19/3) hari ini.

Kepala MA NU Safinatul Huda Karimunjawa Hisam Zamroni yang datang ke Kota Jepara untuk mengambil soal belum bisa kembali ke Karimunjawa karea KMP Muria tak bisa berlayar. Menurut Hisam kesempatan terakhir pada hari ini. Bila gelombang laut masih tinggi bisa dipastikan pelaksanaan ujian akan mundur.

‘’Jadi di Karimunjawa itu ada Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah  NU Safinatul Huda. Pada Senin mendatang kelas 9 MTs dan kelas 12 MA akan menjalani ujian akhir Madrasah Berstandar Nasional. Kalau kondisi tidak memungkinkan tentu akan mundur. Misalnya besok (hari ini-Red) bisa berangkat juga jelas mundur karena sampai di Karimunjawa sudah siang,’’ jelas Hisam, kemarin.


Dia menambahkan, untuk di madrasah ada kemungkinan mundur bisa dilakukan karena pelaksanaan ujian ada pembagian. Untuk area Karimunjawa masuk dalam Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara. ‘’Kalau tidak mundur bagaimana tesnya karena tidak bisa berlayar,’’ jelasnya.

Disinggung soal psikologi siswa, Hisam menjelaskan, tidak ada masalah karena untuk kegiatan ujian akhir madrasah sudah beberapa kali terjadi mundur karena gelombang tinggi.
Kondisi serupa juga dialami siswa yang bersekolah di SMK Karimunjawa. Sebab, pada Senin ini  ada ujian praktik. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Moh Zahid yang dikonfirmasi menjelaskan, kemungkinan besar akan mundur.
‘’Tapi, kami juga belum bisa memastikan misalnya mundur boleh atau tidak. Soalnya kami masih harus konsultan.(H75-42) (/)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Pailus

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Warga di sekitar Pantai Pailus Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara geger dengan penemuan mayat pria tanpa identitas, kemarin.

Mayat yang mengapung di Pantai Pailus dekat dengan dermaga perahu nelayan itu ditemukan pada sekitar pukul 06.30. Mayat tersebut selesai dievakuasi pukul 08.30.

Kepala Desa Karanggondang, Markadi menjelaskan, orang yang kali pertama menemukan adalah Puryanto, warga RT 7 RW 3 desa setempat. Menurut Markadi, Purtyanto melihat mayat itu saat  memperbaiki perahu. ”Yang menemukan nelayan yang sedang memperbaiki perahu kemudian lapor ke saya dan saya teruskan ke Polsek Mlonggo,” katanya.

Dia menambahkan, dirinya ikut  mengecek mayat dan kondisinya sudah sudah rusak dan terlihat beberapa bagian tulang. "Sejauh ini tidak ada laporan warga yang kehilangan salah satu keluarganya," jelasnya.


Koordinasi

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Lulus Suprayetno menjelaskan, ciri-ciri mayat saat ditemukan memakai baju hijau lumut, celana jins hitam, celana dalam biru, tangan kiri bertato, umur sekitar 25 tahun, dan tinggi badan 165 sentimeter.

Dengan penemuan itu, dia menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD kabupaten yang lain. Itu untuk mencari tahu kemungkinan ada warga di kabupaten lain yang hilang di laut.

Dalam proses evakuasi, kata Lulus, ada sekitar 50 relawan yang turun yang terdiri dari Basarnas, SAR Jepara, Jepara Rescue, Tagana, dan Ubaloka.

Disinggung soal waktu kematian, dia menjelaskan sekitar sepuluh hari.

Sementara itu, dari Polres Jepara belum memberikan banyak komentar. Salah seorang anggota Polres saat dimintai keterangan hanya mengatakan mayat tersebut dititipkan dulu di Rumah Sakit Umum RA Kartini Jepara sambil pengusutan lebih lanjut.(H75-15)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Kapal Express Bahari Tiba 14 Maret

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Tambahan kapal transportasi pelayaran Jepara-Karimunjawa akan tiba di Jepara pada 14 Maret mendatang. Hal itu disampaikan Stevenkimís, Regional Marketing PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, selaku perusahaan pemilik kapal yang berinvestasi untuk pelayaran tersebut, kemarin.

Steven mengemukakan, kapal tersebut jenis perintis untuk menjajaki kebutuhan masyarakat Bumi Kartini. Dalam delapan bulan, jika animo masyarakat baik akan diganti dengan jenis kapal yang lebih baik.
"Ini adalah kapal untuk merintis. Kalau perkembangan bagus, akan diganti dengan yang lebih baik lagi," ujarnya.
Dia mengungkapkan, pelayaran perdana akan berlangsung pada 19 Maret. Sejauh ini, ujar Steven, animo sudah terlihat tinggi.


"Seperti pada 23 Maret, karena menjelang akhir pekan sudah sekitar 75% tiket dipesan. Kami berinvestasi dengan penghitungan matang dan semoga ke depan semakin baik," harapnya.
Dia mengungkapkan, pernah menyurvei warga Jepara yang belum pernah datang ke Karimunjawa atau jarang sekali ke Karimunjawa. Jumlahnya relatif banyak karena faktor transportasi kapal.
"Jadi mereka ini hanya punya libur pada  akhir pekan, tetapi tak selalu ada kapal. Kami melihat itu sebagai peluang. Warga Jepara saja tidak bisa leluasa, karena itu kami optimistis animo masyarakat akan baik," papar Steven.

Lebih Cepat

Dia mengungkapkan, keberadaan Kapal Express Bahari akan menambah alternatif pilihan transportasi yang sudah ada, yakni Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria dan Kapal Motor Cepat (KMC) Muria.
Steven menandaskan, pihaknya berinvestasi tetapi tak ingin bersaing, hanya untuk melayani masyarakat. "Pada kenyataannya memang masih kurang, sehingga dengan adanya tambahan kapal ini masyarakat bisa leluasa mengunjungi Karimunjawa. Dalam jadwal pelayaran kami, ada dua hari pergi pulang, yakni pada Senin dan Sabtu," ucap Steven.

Jadwal tersebut mengacu pada kecepatan kapal yang mampu menempuh perjalanan Jepara-Karimunjawa selama 105 menit. Itu lebih cepat dengan waktu perjalanan KMC Kartini dan KMP Muria.
"Kami juga menetapkan tarif terjangkau untuk tiket VIP Rp 80.000, eksekutif Rp 65.000, dan juga menyediakan tiket khusus untuk warga ber-KTP Jepara Karimunjawa sebesar Rp 45.000 tetapi terbatas. Harga itu belum termasuk asuransi dan pas," paparnya. (H75-57)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Bupati Jepara Dilantik Akhir Bulan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Selesainya proses sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilkada Jepara 2012 dengan ditolaknya gugatan pasangan Calon Bupati Nur Yahman dan Wakil Bupati Aris Isnandar, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan pelaksanaan pelantikan. Rencananya, bupati dan wakil bupati Jepara terpilih Ahmad Marzuqi dan Subroto bakal dilantik pada akhir bulan ini.


Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Sholih yang ditemui, kemarin menjelaskan, waktu pelaksanaan pelantikan antara 21 Maret hingga 29 Maret. Itu karena proses administrasi yang masih cukup panjang. Sebab, setelah selesai sidang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara baru mengirim laporan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara.

''Setelah dirapatkan di DPRD dan hasilnya dilaporkan Gubernur Jateng baru kemudian Kementerian Dalam Negeri. Setelah rangkaian proses itu baru akan keluar surat keputusan dan pelantikan baru bisa dilakukan,'' jelas Sholih.

Dia menambahkan, akan berupaya melaksanakan pelantikan secepat mungkin. Karena itu, dalam tahapan-tahapan mulai dari DPRD Jepara hingga ke Kementerian Dalam Negeri akan terus dikawal. ''Kami berharap secepatnya tetap masih ada rangkaian proses sehingga baru di akhir  bulan dilakukan pelantikan,'' terang Sholih.(H75-42)


Sumber : suaramerdeka.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Hendro Martojo Lepas Jabatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Masa tugas Hendro Martojo sebagai Bupati Jepara bersama Wakil Bupati Ahmad Marzuqi berakhir kemarin. Itu ditandai dengan acara serah terima jabatan dari Hendro kepada Sekda Pemkab Jepara Sholih sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Penunjukan Plt Bupati Sholih itu untuk mengisi kekosongan karena proses sidang MK masih berjalan terkait dengan hasil Pilkada Jepara 2012.


Ratusan tamu undangan dari berbagai unsur hadir dalam acara untuk melepas Hendro Martojo yang akan ke Semarang. Mereka dari Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, hingga tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Hendro mengucapkan terima kasih atas dukungan banyak pihak kepadanya dalam memimpin Jepara. Dia juga mohon maaf apabila masih ada lapisan masyarakat yang belum terlayani dengan baik. "Roda pemerintahan akan terus berputar. Saya berharap, pemimpin berikutnya juga terus mendapat dukungan untuk membangun Jepara," ungkapnya.

Pelaksana Tuhas Bupati Sholih mengemukakan, sebetulnya acara tersebut adalah serah terima jabatan dan pelantikan. Tapi, karena hasil dari Pilkada Jepara yang merujuk pada keterpilihan Bupati Ahmad Marzuqi dan Wakil Bupati Subroto masih ada gugatan, pelantikan pun tertunda.(H75-57)

Sumber : Suaramerdeka.com 

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

426 Sarjana Inisnu Diwisuda

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Jepara Dr KH MA Sahal Mahfudh akan mewisuda 426 mahasiswa strata satu (S-1) dari tiga fakultas hari ini di Gedung Wanita RA Kartini Jepara. Kegiatan itu akan dibuka mulai pukul 09.30.

Ketua Panitia Wisuda Inisnu Drs KH Ahmad Barowi TM MAg mengemukakan, para mahasiswa yang akan menjalani wisuda itu terdiri atas 378 mahasiswa Fakultas Tarbiyah, 37 mahasiswa Fakultas Syariah, dan 11 mahasiswa Fakultas Dakwah.


Wisuda kali ini  adalah yang ke-17. Sejak Inisnu berdiri pada 1989 Inisnu telah mewisuda 2.238 mahasiswa.

"Upacara wisuda ini juga akan dihadiri Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Muspida, pengurus PCNU Jepara, Yayasan Perguruan Tinggi NU, para dosen, dan 852 wali wisudawan," ujar Ahmad Barowi, kemarin.

Sebagai rangkaian acara wisuda, pada 11 Februari lalu diselenggarakan seminar nasional yang diikuti para wisudawan dengan menghadirkan narasumber Direktur Diktis Kementerian Agama RI Prof Dr H Dede Rosyada MA dan Katib Am Syuriah PBNU Dr KH Malik Madani MA. Kegiatan tersebut untuk memberi bekal mahasiswa tentang tanggung jawab sebagai agen perubahan sosial serta motivasi.

Pembantu Rektor I Inisnu Prof Dr KH Muhtarom HM mengemukakan, wisudawan diminta bertingkah laku terdidik sehingga memiliki sikap, moral, dan tingkah laku yang dapat menjadi anutan masyarakat. Selain itu, memiliki pengetahuan sesuai dengan keahliannya yang tercermin dari wawasan dalam setiap menghadapi persoalan. (H15-57)


Dipostingkan oleh : Nur Salim

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya