FRASA: Pengertian, Macam, Konstruksi, Kelas, Beserta Contohnya

FRASA: Pengertian, Macam, Konstruksi, Kelas, Beserta Contohnya
Frasa merupakan materi pelajar bahasa indonesia yang akan kami bahas pada kesempatan kali ini, kami akan membahas materi frasa meliputi pengertian, macam frasa, konstruksi frasa, dan contoh frasa.

Frasa Setara

Pengertian frasa setara adalah apabila unsur penyusun nya mempunyai kedudukan yang sama atau setara.

Contoh: "Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan."

Frasa “saya dan adik” merupakan frasa sama, karena antara unsur “saya” dan unsur “adik” memiliki kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan.
Demikian juga frasa “makan-makan” dan “minum-minum” termasuk frasa setara.
Frasa setara ditandai oleh adanya kata ‘dan‘ / ‘atau‘ di antara kedua unsur nya.

Frasa Bertingkat

Pengertian Frasa bertingkat adalah frasa yang terdiri atas inti dan atribut.

Contoh: "Kakak akan pergi nanti malam."

Frasa “nanti malam” terdiri atas unsur atribut dan inti.

Frasa Idiomatik

Contoh Frasa Idiomatik :

Perhatikan 2 kalimat dibawah!

(a) Dalam peristiwa kebakaran kemarin, seorang penjaga toko menjadi kambing hitam.
(b) Untuk menyelamati saudaranya, keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam.

Kalimat (a) dan (b) menggunakan frasa yang sama, yaitu frasa ‘kambing hitam‘.

Pada kalimat (a) kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan dalam suatu kejadian, sedangkan dalam kalimat (b) bermakna seekor kambing yang mempunyai warna bulu hitam.
Makna kambing hitam di kalimat (a) tidak ada hubungannya dengan makna kata kambing dan hitam.

Artinya Pengertian frasa idiomatik adalah frasa yang maknanya tidak bisa dijelaskan berdasarkan makna kata yang membentuknya.

Konstruksi Frasa

Frasa mempunyai 2 konstruksi, yaitu konstruksi endosentrik dan eksosentrik.

Perhatikan kalimat berikut: "Kedua saudagar itu telah mengadakan jual beli."

1. Frasa Eksosentrik
Kalimat tersebut terdiri dari frasa ‘kedua saudagar itu’, ‘telah mengadakan’ dan ‘jual beli’. Menurut distribusi nya frasa ‘kedua saudagar itu’ dan ‘telah mengadakan’ adalah frasa endosentrik. Sedangkan frasa ‘jual beli’ adalah frasa eksosentrik.

Frasa kedua saudagar itu bisa diwakili kata saudagar. Frasa telah mengadakan juga bisa diwakili kata mengadakan.

Tetapi frasa jual beli tidak bisa diwakili oleh kata jual maupun beli, Karena kedua kata tersebut merupakan inti, sehingga mempunyai kedudukan yang sama.

Jadi, Pengertian Frasa Esksosentrik adalah Frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsurnya.

2. Frasa Endosentrik
 Frasa Endosentrik terbagi menjadi 3 yaitu:

Frasa Endosentrik yang Koordinatif: dihubungkan dengan kata “dan” dan “atau”.
Contoh: "Pintu dan jendela sedang dicat."

Frasa Endosentrik yang Atributif: tersusun dari unsur-unsur yang tidak setara.
Contoh: "Pekarangan luas yang akan didirikan bangunan itu milik Haji Manarul."

Frasa Endosentrik yang Apositif: secara semantik, unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif mempunyai makna sama dengan unsur yang lain. Unsur yang dipentingkan merupakan unsur pusat, sedangkan unsur keterangan merupakan aposisi.
Contoh: "Arum, putri Pak Ruchan, berhasil menjadi pelajar teladan."

Kelas Frasa

Frasa memiliki jenis 6 kelas kata. Meliputi Frasa Benda (Nomina), Kerja (Verba), Sifat / Adjectiva, Ketetangan / Adverbia, Bilangan / Numeralia dan Frasa Depan / Preposisional.

1. Frasa Benda (Nomina) adalah Frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. Unsur pusat frasa benda, yaitu kata benda.

Contoh Frasa Benda:
  • Bara menerima hadiah ulang tahun.
  • Bara menerima hadiah.
Alasannya karena frasa hadiah ulang tahun di kalimat distribusi sama dengan kata benda hadiah.

2. Frasa Kerja (Verba) adalah  Frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja atau verba.

Contoh Frasa Kerja:
  • Arum sejak tadi akan menulis dengan pensil baru.
  • Disebabkan karena frasa akan menulis adalah kata kerja dan distribusinya sama dengan kata kerja menulis.

3. Frasa Sifat (adjectiva) adalah Frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. Memiliki inti berupa kata sifat. Kesamaan distribusi tersebut bisa dilihat dari contoh frasa berikut.

Contoh Frasa Sifat:
  • Lukisan yang dipamerkan itu memang bagus-bagus.
  • Lukisan yang dipamerkan itu-bagus-bagus.

4. Frasa Keterangan (adverbia) adalah Frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan. Pada umumnya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagai keterangan.

Contoh Frasa Keterangan:
  •     Tidak biasanya dia pulang larut malam
  •     Dia tidak biasanya pulang larut malam
  •     Dia pulang larut malam tidak biasanya

5. Frasa Bilangan (Numeralia) adalah Frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Biasanya frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu bilangan.

Contoh Frasa Bilangan:
  • Tiga orang serdadu menghampirinya ke tempat itu.

6. Frasa Depan (prepoposional) adalah Frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas.

Contoh Frasa Depan:
  • Laki-laki di depan itu mengajukan pertanyaan kepada pembicara.

Frasa Yang Bersifat Ambigu

Ambiguitas kadang ditemukan dalam susunan frasa. Ambiguitas berarti kegandaan makna.

Contoh Frasa Ambigu:
  • Kambing hitam dan mobil tetangga baru.

Frasa kambing hitam bisa memiliki 2 makna yaitu kambing yang berbulu.

Frasa kambing hitam bisa memiliki 2 makna yaitu kambing yang berbulu hitam dan suatu ungkapan
Baca Selengkapnya

Faktor Eksternal dan Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan

Faktor Eksternal dan Internal Pertumbuhan pada Tumbuhan
Proses pertumbuhan tumbuhan

Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti dari lingkungan dan ekosistem sekitar tumbuhan.

1. Cahaya
Cahaya merupakan sumber energi untuk melaksanakan fotosintesis. Namun, cahaya juga dapat menghambat pertumbuhan pada tumbuhan karena auksin jika terkena cahaya akan menjadi zat yang menghambat pertumbuhan.

2. Suhu
Suhu optimum (10-38˚C) adalah suhu yang baik atau ideal yang sangat diperlukan oleh tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat berlangsung dengan baik.

3. Kelembapan
Kelembapan udara memengaruhi penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrien. Penguapa air akan meningkat apabila kelembapan rendah, akibatnya tumbuhan dapat menyerap banyak nutrien. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan tanaman.

4. Nutrien
Nutrisi (nutrien) diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Biasanya tumbuhan mengambil nutrisi dalam bentuk ion dan beberapa diambil dari udara. Unsur makronutrien dan mikronutrien merupakan unsur yang dibutuhkan tumbuhan.

5. Air
Fungsi air yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan sebagai berikut:

  • Sebagai pelarut universal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
  • Menentukan proses transportasi unsur hara yang ada didalam tanah.
  • Menentukan laju fotosistesis.
  • Memengaruhi laju reaksi metabolisme.


6. Oksigen
Oksigen berfungsi untuk respirasi aerob dalam tubuh agar memperoleh energi untuk pertumbuhannya.

Faktor Internal

Faktor internal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti hormon dan gen pada masing masing tumbuhan.

1. Gen
Gen merupakan substansi hereditas dan penentu sifat individu yang terdapat didalam kromosom. Sifat genetik ini mempengaruhi ukuran dan bentuk tubuh tumbuhan.

2. Hormon Tumbuhan (fitohormon)
Fitohormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan yang dalam konsentrasi rendah atau kecil dapat mengatur proses fisiologis.

a. Auksin
  • IAA atau asam indol asetat merupakan hormon yang pertama kali diisolasi. IAA berasal dari asam amino triptofan yang sebagian besar disintesis diujung batang, ujung tunas, daun muda, ujung akar, bunga, buah, dan sel-sel kambium.
  • Pengaruh auksin pada fisiologi tumbuhan antara lain membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan akar maupun batang, membantu dalam proses pembelahan sel, mengurangi jumlah biji dalam buah, dan membantu proses partenokarpi pada buah.
b. Gilberelin

  • Gilberelin mempunyai peranan antara lain memacu pertumbuhan dan perkembangan embrio, merangsang pembentukan biji, buah dan bunga.
c. Sitokinin
  • Sitokinin merupakan zat pertumbuhan yang bersama auksin mendorong pembelahan sel (sitokinesis). Pengaruh sitokinin terhadap pertumbuhan tumbuhan antara lain mengatur pertumbuhan daun, bunga, dan buah, serta merangsang pembentukan akar dan batang.
d. Asam Absitat
  • Asam absitat adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel ataupun kedua-duanya.
  • Secara umum asam absitat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun, serta mempertahankan pertumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk.
e. Etilen
  • Etilen adalah hormon yag dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Selain berperan dalam pematangan buah, etilen juga dapat menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh untuk menahan pengaruh angin.
f. Asam Traumalin
  • Asam traumalin merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel dibagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan atau luka sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
g. Kalin
  • Kalin merupakan hormon tumbuhan yang merangsang pertumbuhan organ tumbuhan (organogenesis).
Baca Selengkapnya

Contoh Teks Eksplanasi Bencana Alam (Tanah Longsor, Tsunami, dan Banjir)

Contoh Teks Eksplanasi Bencana Alam
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan-penjelasan tentang proses mengapa dan bagaimana dari suatu topik yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam maupun sosial yang terjadi di kehidupan kita setiap harinya.

Nah, Berikut ini beberapa contoh teks eksplanasi tentang bencana alam.

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Tsunami (Bencana Alam)

Tsunami (tsu= pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah.

Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan kesetimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya.

Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.

Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Tanah Longsor (Bencana Alam)

Longsor adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya gerakan tanah atau biasa disebut geologi yang terjadi karena adanya pergerakan masa batuan / tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor atau amblas secara garis besar bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor penyebab bergeraknya material tersebut.

Di Indonesia sendiri peristiwa ini hampir sering terjadi. Kebanyakan disebabkan oleh gempa sehingga menggerakkan lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan elemen atau lempeng bawah permukaan menjadi tergeser sehingga menimbulkan pecahan dan terjadinya longsor. Ada banyak hal lagi yang bisa memicu dan menyebabkan terjadinya kelongsoran. Baik itu diakibatkan oleh alam atau karena ulah manusia itu sendiri, diantaranya Tingginya curah hujan,  jika musim penghujan dengan durasi lama maka akan terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.

Setelah penguapan maka akan muncul pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan di permukaan, saat hujan air akan menyusup ke bagian yang retak lalu air akan masuk sehingga terakumulasi di bagian dasar lereng, lalu menimbulkan gerakan lateral kemudian terjadilah longsor. Untuk pencegahan terjadinya longsor bisa dengan menggunakan pohon, karena akar pohon akan banyak membantu dengan cara menyerap air hujan sehingga bisa meminimalisir.

Poin diatas merupakan beberapa penyebab terjadinya kelongsoran. Akibat dari bencana ini tentu tidak sedikit kerugian paling parah adalah korban jiwa, selain itu kerugian materi seperti kehilangan rumah, tanah, harta benda yang harus direlakan karena tetimbun oleh longsoran. Sangat jarang orang dalam longsor bisa menyelamatkan dirinya karena karena kecepatan tanah longsor diperkirakan kecepatannya bisa mencapai 100 km/jam kecepatan yang mustahil untuk lari bagi manusia tanpa peralatan. Selain itu setelah kejadian pun korban selamat tidak sedikit akan mengalami trauma yang mendalam. Jika mendengar suara gemuruh besar di dekat anda maka segeralah lari menuju ketempat atau wilayah dataran stabil. Jangan pergi ke pinggir tebing atau jurang curam karena itu sama saja seperti bunuh diri.

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir (Bencana Alam)

Banjir merupakan fenomena alam berupa naiknya air di suatu kawasan sehingga menutupi permukaan kawasan tersebut. Banjir juga bisa dilihat sebagai bagian dari siklus hidrologi yaitu bagian air di permukaan bumi yang menuju ke laut. Melalui siklus hidrologi tersebut kita melihat bahwa banyaknya air di permukaan bumi dipengaruhi oleh curah hujan dan penyerapan air ke dalam tanah.

Secara alamiah banjir disebabkan oleh terjadinya hujan lokal dan propagasi limpasan dari daerah hulu pada satu daerah tangkapan. Secara non ilmiah banjir dapat terjadi karena ulah manusia. Proses terjadinya banjir secara alamiah itu seperti,turunnya hujan jatuh kepermukaan bumi dan tertahan oleh tumbuh-tumbuhan setelah itu masuk kepermukaan tanah mengalir ketempat yang lebih rendah setelah itu terjadi penguapan dan keluar kepermukaan daratan. Banjir yang terjadi secara almiah dapat menjadi bancana bagi manusia bila banjir itu mengenai manusia dan menyebabkan kerugian bagi manusia.

Sedangkan proses terjadinya banjir secara non alamiah karena ulah manusia seperti,membuang sampah tidak pada tempatnya dan menyebabkan aliran air tidak lancar sehingga air tersebut terapung di tempat pembuangannya semakin lama semakin menguap setelah itu tinggi dan keluar sehingga mengenai daratan dan menyebabkan banjir.

Proses banjir itu dapat terjadi secara alamiah dan karena ulah manusia. Manusia dapat mengalami kerugian karena banjir itu karena mereka mendiami tempa tinggal yang secara alamiah merupakan dataran banjir. Jadi bila manusia bertampat tinggal di dataran yg sering terkena banjir bukan banjirlah yg mendatangi manusia tapi manusialah yang mendatangi banjir.
Baca Selengkapnya

Bela Negara (Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Contoh)

Bela Negara (Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Contoh)

Pengertian Bela Negara


  • Secara Umum : suatu konsep mengenai patriotisme seseorang / kelompok orang / seluruh komponen suatu negara yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi negara dalam rangka mempertahankan eksistensi / kedaulatan negara tersebut.
  • Secara Khusus : suatu tekad yang direalisasikan dengan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara yang seutuhnya.


Jenis Bela Negara

Berdasakan sifatnya, bela negara dibedakan menjadi 2 jenis, diantaranya :

  1. Secara Fisik : usaha mempertahankan suatu negara dalam menghadapi suatu serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut.
  2. Secara Non Fisik : upaya untuk ikut serta memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial, maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut.


Dasar Hukum Bela Negara


  1. UUD 1945 Pasal 27 Ayat (3) :” Bahwa tiap warga Negara behak dan wajib ikut serta dalam upaya bela Negara”.
  2. UUD  1945 Pasal 30 Ayat (1) dan (2) :”Bahwa tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha Pertahanan dan Keamanan Negara, dan Usaha Pertahanan dan Keamanan Negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta oleh TNI dan Kepolisian sebagai Komponen Utama, Rakyat sebagai Komponen Pendukung”.
  3. UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 6B :” Setiap Warga Negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara, sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.
  4. UU No.3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1) :” Setiap Warga Negara Berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara ysng diwujudkan dalam Penyelenggaraan Pertahanan Negara”.
  5. UU No.3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (2) :” Keikutsertaan warga Negara dalam upaya bela Negara dimaksud ayat (1) diselenggarakan melalui :
     Pendidikan Kewarganegaraan
     Pelatihan dasar kemiliteran
     Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, dan
     Pengabdian sesuai dengan profesi


Tujuan Bela Negara


  • Untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara
  • Untuk menjaga identitas dan integritas bangsa/ negara
  • Untuk mempertahankan kedaulatan bangsa
  • Untuk melestarikan budaya bangsa
  • Untuk menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945
  • Untuk memberikan dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.


Fungsi Bela Negara


  • Mempertahankan Negara dari berbagai ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan) 
  • Menjaga keutuhan wilayah negara
  • Merupakan kewajiban setiap warga negara
  • Merupakan panggilan sejarah


Manfaat Bela Negara


  • Membangun sikap disiplin dalam berbagai hal.
  • Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan seperjuangan.
  • Membangung mental dan fisik menjadi semakin baik.
  • Menanamkan Patriotisme dan kecintaan terhadap Nusa dan Bangsa.
  • Membentuk jiwa kepemimpinan dalam memimpin diri sendiri atau kelompok.
  • Meningkatkan  keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Berbakti pada orang tua, bangsa, agama.
  • dll


Contoh Bela Negara


  • Lingkungan Keluarga : 
     Menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis dalam keluarga
     Membentuk keluarga yang sadar hukum
  • Lingkungan Sekolah :
     Meningkatkan iman, taqwa, dan juga ilmu pengetahuan teknologi
     Memiliki kesadaran untuk mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah
  • Lingkungan Masyarakat :
     Menciptakan suasana aman, damai, dan rukun
     Bergotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan masyarakat
  • Lingkungan Negara :
     Mematuhi hukum yang berlaku
     Membayar pajak tepat waktu
     Dapat mengabdi sebagai anggota TNI atau POLRI
Baca Selengkapnya

Materi Tumbuhan Lumut: Metagenesis, Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Materi Tumbuhan Lumut
Hallo semuanya, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai materi biologi yakni tentang Tumbuhan Lumut yang meliputi Metagenesis, Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut. Tak perlu berlama-lama lagi yuk simak ulasan selengkapnya.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Berikut ini merupakan beberapa ciri dari tumbuhan lumut hijau yang dapat dengan mudah kita ketahui. Dengan mengetahui ciri dari tumbuhan lumut ini, kita bisa membedakan tumbuhan lumut dengan tumbuhan lainnya. Berikut ciri-cirinya.
  • Bersifat makroskopis dengan tinggi rata-rata 1-2 cm. Lumut paling tinggi berukuran 40 cm.
  • Belum mempunyai akar, batang, dan daun yang sebenarnya.
  • Fase gametofit (tumbuhan lumut) dan sporofit (sporogonium).
  • Reproduksi seksual dengan penyatuan gamet. Gamet jantan dihasilkan di dalam arkegonium.
  • Reproduksi aseksual dengan spora dan gemma/kuncup.
  • Habitat di tempat lembab/basah.

Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut

Struktur tubuh lumut merupakan suatu bagian yang membangun tubuh tumbuhan lumut.
  • Tubuhnya bersifat multiseluler (bersel banyak).
  • Sel-sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
  • Batangnya tidak memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem).
  • Akar belum sempurna dan masih berupa rizoid.

Metagenesis Tumbuhan Lumut

Berdasarkan skema siklus hidup tumbuhan lumut, jelas tampak bahwa adanya fase sporofit didahului fase gametofit atau sebaliknya. Kedua fase itu terjadi secara bergantian. Peristiwa semacam itu disebut pergantian keturunan (generasi) atau metagenesis. Jadi, metagenesis adalah pergiliran keturunan antara fase gametofit dan fase sporofit. Pada tumbuhan lumut fase gameofit lebih dominan daripada fase sporofit.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut dibedakan menjadi tiga divisi sebagai berikut.

  1. Musci (lumut daun), mempunyai batang dan daun semu yang berdiri tegak. Contoh: Sphagnum sp. (lumut gambut), bryum sp. (hidup di tembok atau batuan yang lembab), dan Aerobrysis longissima (hidup sebagai epifit di hutan).
  2. Hepaticae (lumut hati), tubuh berupa lembaran (talus) yang terbagi atas beberapa lobus. Contoh: Marchantia polymorpha, M. berteroana, Ricciocarpus natans, dan R. frostil.
  3. Anthocerotaceae (lumut tanduk), memiliki sporofit yang berupa kapsul yang memanjang dan tumbuh seperti tanduk dari hamparan gametofit. Contoh: Anthoceros sp. dan Notothylus indica.
Baca Selengkapnya