Pemerintah Seriusi Program Pendidikan 12 Tahun

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JAKARTA--Pemerintah menegaskan bahwa di tahun 2012 ini akan semakin serius dalam menangani program pendidikan 12 tahun, yakni dengan meluncurkan program pendidikan menengah universal 12 tahun.

Program ini diluncurkan berdasarkan hasil dari rapat koordinasi yang diikuti oleh Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengakui, agenda utama rapat koordinadinasi tersebut  adalah pendidikan menengah universal 12 tahun yang semula dikenal dengan program wajib belajar 12 tahun. Menurutnya, saat ini tidak menggunakan istilah wajib belajar disebabkan karena dirasakan tidak tepat.

"Kalau pemerintah tetap memakai istilah wajib belajar 12 tahun, tidak ada dasarnya. Siapa yang mewajibkan? Kalau wajar 9 tahun kan memang amanah UU. Sehingga, istilah ini yang menurut kami tepat," ungkap Nuh ketika ditemui usai rakor di Gedung Kemdikbud, Jakarta, (6/3).

Pentingnya menggagas pendidikan universal ini , lanjut Nuh, sebagai bentuk tekad pemerintah untuk dapat memanfaatkan demografi Indonesia yang berlangsung pada tahun 2010 hingga 2035. Disebutkan, pada tahun 2020 nanti ada sekitar 97 persen masyarakat Indonesia berada di usia produktif dan juga peningakatan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa usia 16 - 18 tahun.

"Sehingga, pemerintah harus dapat memastikan kesiapannya di tahun 2013 mendatang. Yakni, mulai saat ini pemerintah akan membangun 12 ribu ruang kelas baru untuk dapat menampung lonjakan APK siswa di jenjang pendidikan menengah tersebut," ujarnya.

Disebutkan, anggaran yang telah disiapkan pemerintah untuk membangun 12 ribu ruang kelas baru tersebut adalah sebesar Rp 2,4 triliun. Sedangkan daya tampung dari 12 ribu ruang kelas baru tersebut sekitar 460 ribu siswa.

"Mengenai komposisi antara SMK dengan SMA belum jelas, karena nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Namun nampaknya nanti akan ada pergeseran rasio SMK dan SMA. Saat ini rasionya 49 : 51 , sedangkan ke depan akan berubah menjadi 52 : 48," sebutnya.

Lebih jauh Nuh menambahkan, dalam hal ini pemerintah juga sudah menganalisa kebutuhan guru di saat lonjakan APK siswa pendidikan menengah tersebut. Dikatakan, persiapan penambahan guru sudah mulai dilakukan sekarang, terutama untuk guru SMK.

"Karena perekrutan guru SMK itu tidak sembarangan. Ukuran kompetensi guru SMK itu memiliki design khusus. Kenapa? Karena SMK itu selain memiliki kemmapuan teori, juga harus memiliki ketrampilan," tukasnya. (Cha/jpnn)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

BOS Madrasah Cair Minggu Depan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JAKARTA--Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Syam memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Madrasah akan cair minggu depan. Pasalnya, saat ini persoalan yang menyangkut anggaran yang sempat belum disetujui oleh DPR sudah dapat diselesaikan.

"Kalau kita melihat perkembangannya hari ini, nampaknya minggu depan sudah bisa cair. Sebab hari ini malah anggaran-anggaran yang dibintangi, sudah selesai," ungkap Nur Syam usai rapat koordinasi di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (6/3).


Nur Syam mengatakan, kesiapan Kemenag untuk proses pencairan dana BOS ini juga sudah siap 100 persen dan dijamin tidak ada masalah. Menurutnya, data sekolah dan murid penerima BOS Madrasah ini sudah siap di seluruh kabupaten/kota.

"Artinya, dari sisi administratid dan penyiapan sasaran sudah tidak ada problem. Kalaupun hari ini bisa cair, juga sudah bisa ditransfer langsung ke rekening sekolah. Karena jalurnya sudah siap semua," tuturnya.

Sementara disinggung mengenai biaya operasional yang harus ditanggung sekolah saat ini sebelum menerima BOS, Nur Syam mengatakan hal itu sudah dapat diatasi. Karena, keterlambatan pengiriman dana BOS ini tidak mengganggu gaji dan tunjangan guru.

"Selama ini ada beberapa solusi untuk menangani masalah ini. Namun yang penting, untuk gaji dan tunjangan tidak ada masalah. Yang terkendala hanya program di sekolah saja," terang Nur Syam. (Cha/jpnn)

Sumber : jpnn.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Perlindungan Guru Perlu Perbaikan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

SEMARANG-Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1993-1998) Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro menilai guru Indonesia pada umumnya masih belum diberi penghargaan yang layak, baik oleh yang berwajib maupun masyarakat.

 Bahkan harkat dan martabat guru dimata masyarakat dan para pengambil keputusan masih rendah.
''Pembinaan profesi oleh pemerintah dan oleh himpunan profesi juga masih belum maksimal. Lebih dari itu kesejahteraan guru masih minim serta perlu ada perbaikan peningkatan dan perlindungan guru dalam semua bidang agar harkat dan martabat guru bisa lebih meningkat,'' tuturnya dalam acara pelantikan Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) PGRI Jateng dan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum PGRI di Kampus 2 IKIP PGRI Jl Sriwijaya, Minggu kemarin.


Profesor Wardiman Djojonegoro, selaku ketua DKGI PGRI Pusat menyatakan, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengubah paradigma atau kehidupan sistem pendidikan di Indonesia. Pihak yang paling terkena dari UU tersebut adalah Guru. ''Karena itu kita bertekad akan meningkatkan perbaikan nasib guru kita yang sudah lama disia-siakan. Kita ingin mengembalikan guru dihormati seperti pada zaman Belanda,'' tuturnya.

Selesai Tahun Ini

Menurut Profesor Wardiman, program kerja yang akan dibuat antara lain pembentukan DKGI di setiap cabang dan provinsi dengan tugas untuk menegakkan pelaksanaan profesi guru. DKGI akan bertindak secara proaktif bersama-sama pengurus daerah dan cabang dan LKBH untuk segera memberikan perlindungan dan pembinaan kepada para guru. " Pembentukan di 33 provinsi dan daerah diharapkan bisa selesai tahun ini,'' imbuhnya.

Ketua PGRI Jateng Dr H Soebagyo Brotosedjati MPd sebelumnya menjelaskan, karena organisasi ini telah memiliki Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), maka guru yang salah atau benar tetap diberikan pembelaan.
Sebagai Ketua LKBH PGRI Jateng adalah H Taruna SH, adapun sebagai Ketua DKGI PGRI Jateng adalah Dr H Sudharto MA.(E1-91) (/)

Sumber : Suaramerdeka.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Bupati Jepara Dilantik Akhir Bulan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Selesainya proses sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilkada Jepara 2012 dengan ditolaknya gugatan pasangan Calon Bupati Nur Yahman dan Wakil Bupati Aris Isnandar, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan pelaksanaan pelantikan. Rencananya, bupati dan wakil bupati Jepara terpilih Ahmad Marzuqi dan Subroto bakal dilantik pada akhir bulan ini.


Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Sholih yang ditemui, kemarin menjelaskan, waktu pelaksanaan pelantikan antara 21 Maret hingga 29 Maret. Itu karena proses administrasi yang masih cukup panjang. Sebab, setelah selesai sidang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara baru mengirim laporan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara.

''Setelah dirapatkan di DPRD dan hasilnya dilaporkan Gubernur Jateng baru kemudian Kementerian Dalam Negeri. Setelah rangkaian proses itu baru akan keluar surat keputusan dan pelantikan baru bisa dilakukan,'' jelas Sholih.

Dia menambahkan, akan berupaya melaksanakan pelantikan secepat mungkin. Karena itu, dalam tahapan-tahapan mulai dari DPRD Jepara hingga ke Kementerian Dalam Negeri akan terus dikawal. ''Kami berharap secepatnya tetap masih ada rangkaian proses sehingga baru di akhir  bulan dilakukan pelantikan,'' terang Sholih.(H75-42)


Sumber : suaramerdeka.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya

Hendro Martojo Lepas Jabatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Masa tugas Hendro Martojo sebagai Bupati Jepara bersama Wakil Bupati Ahmad Marzuqi berakhir kemarin. Itu ditandai dengan acara serah terima jabatan dari Hendro kepada Sekda Pemkab Jepara Sholih sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Penunjukan Plt Bupati Sholih itu untuk mengisi kekosongan karena proses sidang MK masih berjalan terkait dengan hasil Pilkada Jepara 2012.


Ratusan tamu undangan dari berbagai unsur hadir dalam acara untuk melepas Hendro Martojo yang akan ke Semarang. Mereka dari Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, hingga tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Hendro mengucapkan terima kasih atas dukungan banyak pihak kepadanya dalam memimpin Jepara. Dia juga mohon maaf apabila masih ada lapisan masyarakat yang belum terlayani dengan baik. "Roda pemerintahan akan terus berputar. Saya berharap, pemimpin berikutnya juga terus mendapat dukungan untuk membangun Jepara," ungkapnya.

Pelaksana Tuhas Bupati Sholih mengemukakan, sebetulnya acara tersebut adalah serah terima jabatan dan pelantikan. Tapi, karena hasil dari Pilkada Jepara yang merujuk pada keterpilihan Bupati Ahmad Marzuqi dan Wakil Bupati Subroto masih ada gugatan, pelantikan pun tertunda.(H75-57)

Sumber : Suaramerdeka.com 

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Baca Selengkapnya