Jawaban Buku Paket Indonesia Kelas XI Kurtilas Halaman 79-86

Jawaban Buku Paket Indonesia Kelas XI Kurtilas Halaman 79-86

Kunci Jawaban Halaman 79
No.Kata ArksisMakna Kata
1.TingkapJendela di atap, di dinding , dan sebagainya.
2.JikalauKalau ; Jika
3.LangauLalat besar yang suka mengisap darah hewan ; pikat .
4.LesapHilang ; Lenyap ; Lucut.
5.LubukBagian yang dalam di perairan (sungai, laut, danau, dan sebagainya)
6.GaharuKayu yang harum baunya, biasanya dari pohon tengkuras.
7.TenunHasil kerajinan yang berupa bahan (kain) yang dibuat dari benang (kapas, sutera, dan sebagainya) dengan cara memasuk-masukkan pakan secara melingtan pada lungsin
8.AmanatKeseluruhan makna atau isi pembicaraan ; konsep atau perasaan yang ingin disampaikan oleh pembicara untuk dimengerti dan diterima pendegar atau atau pembaca.
9.SelendangKain (sutra, dan sebagainya) panjang penutup leher (bahu, atau kepala) atau untuk menari
10.PedadaPohon yang tumbuh di hutan-hutan bakau, tingginya mencapai 15 meter. Berakar napas yang keluar dari lumpur, bentuk daunnya bulat telur, ujungnya tumpul dan membundar, panjangnya 5—13 cm; beremban;.

Kunci Jawaban Halaman 80
No.Diksi MutakhirMakna Kata
1.FacebookFacebook adalah sarana sosial yang menghubungkan orang-orang dengan teman dan rekan mereka lainnya yang bekerja, belajar, dan hidup di sekitar mereka. 
2.HandphoneHandphone (HP) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang dapat dibawa ke mana-mana (portabel/mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).
3.StatusKabar berita

Kunci Jawaban Halaman 80-81
No.UngkapanMaknaMakna Kata
1.Besar kepalaSombongPak Ardi menjadi besar kepala setelah menduduki jabatan baru.
2.Kaki tanganAnak buahMereka berdua telah benar-benar menjadi kaki tangan bagi Danurejo dan juga kafir Belanda. 
3.Tebal mukaTidak tahu maluMemang tebal muka anak itu, masa ia berani mencuri di depan orang tuanya.
4.Kepala batuTidak mau nasihat dari orang lainUdin anak yang berkepala batu, sudah dinasehati agar rajin belajar tetapi selalu saja dia bermain-main dengan teman-temannya
5.Mata-mataPengintipDalam Serat Centini diceritakan, mata-mata Susuhunan Amangkurat akhirnya mengetahui tempat persembunyian keturunan Sunan Giri, musuh bebuyutan dinasti Mataram.
7.Darah biruKeturunan bangsawanDalam banyak budaya terutama Jawa, pewaris darah biru ini biasanya akan berusaha mendapatkan pasangan yang juga berasal dari kalangan darah biru.
8.Banting tulangBekerja kerasAyah membanting tulang demi mencukupi kebutuhan anak dan istrinya.
9.Ringan tanganSuka membantuWawan memang anak yang ringan tangan, setiap orang yang kesulitan pasti dibantunya.
10.Tangan besiMemerintah dengan semena-menaRaja itu memang pantas mendapatkan ganjarannya karena selama ini memerintah rakyatnya dengan tangan besi.

Kunci Jawaban Halaman 83, 84, dan 85
No.Urutan AwalSetelah Disusun Kembali
1.
Pucuk-tikar-mengkuang-tikar
Raja-alas-Melayu-nikah
Busuk-ikan-dibuang-jangan
Perecah-buat-kayu-di-asur
Tikar pucuk tikar mengkuang
Alas nikah raja Melayu
Ikan busuk jangan dibuang
Buat perencah di saur kayu
2.
Siang-berkebun-bila-orang
Naik-gelap-hari-ke-rumah
Bila-pantun-hilang-tukang
Lesap-habislah-petuah-amanah
Bila siang orang berkebun
Hari gelap naik ke rumah
Bila hilang tukang pantun
Habislah lesap petuah amanah
3.
Apa-bertenun-orang-guna
Baju-untuk-kain-dan-membuat
Orang-apa-untuk-berpantun
Ilmu-menimba-untuk-berbagai
Apa guna orang bertenun
Untuk membuat kain dan baju
Untuk apa orang berpantun
Untuk menimba berbagai ilmu
4.
Kalau-pukat-hendak-berlabuh
Berdaun-kayu-carilah-pancang
Adat-kurang-kalau-mengetahui
Orang-berpantun-carilah-tahu
Kalau hendak berlabuh pukat
Carilah pancang kayu berdaun
Kalau kurang mengetahui adat
Carilah orang tahu berpantun
5.
Telurnya-hitam-putih-ayam
Di-pinggir-kali-mencari-makan
Hitam-giginya-orang-putih
Manis-sekali-kalau-tertawa
Ayam hitam telurnya putih
Mencari makan dipinggir kali
Orang hitam giginya putih
Kalau tertawa manis sekali.

Kunci Jawaban Halaman 85-86
No.Urutan AwalSetelah Disusun Kembali
1.
jika hendak menuntut ilmu
kalau hendak pergi meramu
carilah ilmu yang bermanfaat
carilah kayu berbuah lebat
Kalau hendak pergi meramu,
carilah kayu yang berbuah lebat .
Jika hendak menuntut ilmu,
carilah ilmu yang bermanfaat.
2.
mencabut tebu tidaklah mudah
banyak sekali aral halangan
menuntut ilmu tidaklah mudah
banyak sekali duri lalangnya
Mencabut tebu tidaklah mudah,
banyak sekali duri lalangnya.
Menuntut ilmu tidaklah mudah
banyak sekali aral halangan.
3.
ayam berbunyi di bawah dapur
ditutuh betung berdekak-dekak
meriam bunyi awak tertidur
sungguh beruntung orang pekak
Meriam bunyi awak tertidur
Ditutuh betung berdekak-dekak
Ayam berbunyi dibawah dapur
Sungguh beruntung orang pekak
4.
bagaimana kidung takkan kembang
hendak ke hilir ditahan kera
bagaimana hidung takkan kembang
awak pandir dijadikan ketua
Bagaimana kidung takkan kembang
Hendak kehilir ditahan kera
Bagaimana hidung takkan kembang
Awak pandir dijadikan ketua
5.
yang besar si jalar-jalar
yang besar disebut gelar
yang kecil sigama-gama
yang kecil disebut nama
Yang besar di sebut gelar
Yang kecil sigama-gama
Yang besar di sebut gelar
Yang kecil disebut nama
Baca Selengkapnya

Kunci Jawaban Buku Paket Indonesia kelas IX Halaman 100-101

Kunci Jawaban Buku Paket Indonesia kelas IX Halaman 100-101

Struktur Teks "Pesawat Kepresidenan"

Struktur TeksKalimat dalam Teks
EvaluasiKeinginan Pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat khusus kepresidenan sudah lama ada. Sekarang keinginan Pemerintah tersebut sudah direalisasikan meskipun mendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat. Pesawat berkategori Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 itu sudah berada di tanah air sejak Kamis, 10 April 2014. Dengan gagah pesawat modern itu mendarat di bandara Halim Perdanakusuma.

Meskipun tidah semewah Air Force One, pesawat tersebut tetap merupakan pesawat baru dengan perlengkapan yang modern. Warna pesawat itu didominasi biru di punggungnya dan putih di lambungnya. Garis lengkung merah putih sebagai garis batas dua bagian. Tulisan REPUBLIK INDONESIA terpampang di sisi kanan dan kiri pesawat.
Deskripsi TeksAda banyak alasan yang memperkuat bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan. Alasan ekonominya adalah pesawat tersebut memiliki biaya operasional yang sangat tinggi. Alasan sosialnya adalah pada saat rakyat belum terentaskan dari kemiskinan para pejabat menikmati fasilitas negara yang mewah. Alasan keamanan dan politiknya adalah saat ini dengan pesawat komersial keamanan pejabat masih dapat tertangani dengan baik. Penanggap sebenarnya sepakat dengan kesimpulan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan sendiri. Akan tetapi, alasan yang tepat sebagai tanggapan terhadap permasalahan tersebut juga merupakan hal yang sangat rasional.

Pada zaman Presiden Gus Dur sudah ada wacana pembelian pesawat kepresidenan itu, tetapi dengan mempertimbangkan biaya yang sangat tinggi akhirnya rencana tersebut tidak direalisasikan. Apakah fakta tersebut tepat sebagai alasan? Hitungan dan efektivitasnya dapat diuraikan dengan jelas. Pesawat itu dibeli dengan harga Rp820 miliar dan mulai dibuat sejak 2011. Pesawat itu mampu terbang sekitar 10—12 jam, mampu menghalau peluru kendali, dapat mendarat di bandara kecil, bisa memuat rombongan Presiden hingga 50 orang, dan memiliki peralatan navigasi, komunikasi, sistem keamanan, isolasi kabin, dan hiburan khusus selama penerbangan. Dari total US$91,2 juta atau Rp820 miliar biaya yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk membeli BBJ2, US$58,6 juta dialokasikan untuk badan pesawat, US$27 juta guna interior kabin, US$4,5 juta bagi sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) jilid dua, wacana ini kembali muncul. Dalam perhitungan baru, pesawat untuk RI-1 ini bisa menghemat biaya perjalanan hingga Rp114 miliar per tahun. Sekretaris Negara mengklaim bahwa jauh lebih murah memiliki pesawat kepresidenan sendiri daripada menyewa pesawat dari maskapai Garuda Indonesia seperti yang selama ini dilakukan. Sistem carter ini tidak menguntungkan karena semakin sering Presiden melakukan lawatan, biaya terus meningkat. Pada 2006 misalnya, anggaran lawatan dinas Presiden Rp75 miliar, tahun 2007 melonjak menjadi Rp175 miliar, dan tahun 2009 naik lagi ke angka Rp180 miliar.

Alasan berikutnya jelas bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang mau tidak mau Presiden harus memiliki pesawat sendiri. Tidak mungkin Presiden menggunakan pesawat komersial karena jadwalnya sangat terbatas. Pandangan bahwa memiliki pesawat kepresiden bukan merupakan prioritas juga dapat dibantah karena saat ini perekonomian Indonesia sudah stabil. Pertumbuhan cukup baik sehingga operasional dapat ditutupi. Pembelian pesawat kepresidenan juga bukan hal yang menghilangkan kepekaan terhadap rakyat. Kepekaan kepada rakyat dapat ditunjukkan secara langsung dengan mengeluarkan kebijakan yang memihak kepada rakyat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Alasan keamanan, keefisienan, keluasan negara, dan kebanggaan merupakan hal yang lebih utama jika dibandingkan dengan data-data dari masyarakat yang menolak pembelian itu, sifatnya tampaknya emosional.
Penegasan UlangDengan demikian, pembelian pesawat kepresidenan sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas, keamanan, kenyamanan, dan efektivitas kegiatan Presiden yang sangat padat itu.
Diolah dari sumber: http://www.tempo.com

Kunci Jawaban Halaman 100-101

No.Jenis UngkapanKata/Frasa yang digunakan
1.Ungkapan penguatan
  1. Pembelian pesawat kepresidenan juga bukan hal yang menghilangkan kepekaan terhadap rakyat. 
  2. Alasan keamanan, keefisienan, keluasan negara, dan kebanggaan merupakan hal yang lebih utama jika dibandingkan dengan data-data dari masyarakat yang menolak pembelian itu, sifatnya tampaknya emosional.
  3. Pembelian pesawat kepresidenan sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas, keamanan, kenyamanan, dan efektivitas kegiatan Presiden yang sangat padat itu.
2.Ungkapan pelemahan
  1. Alasan ekonominya adalah pesawat tersebut memiliki biaya operasional yang sangat tinggi. 
  2. Alasan sosialnya adalah pada saat rakyat belum terentaskan dari kemiskinan para pejabat menikmati fasilitas negara yang mewah. 
  3. Alasan keamanan dan politiknya adalah saat ini dengan pesawat komersial keamanan pejabat masih dapat tertangani dengan baik. 
3.Ungkapan sudut pandang
orang lain
  1. Dalam perhitungan baru, pesawat untuk RI-1 ini bisa menghemat biaya perjalanan hingga Rp114 miliar per tahun. Sekretaris Negara mengklaim bahwa jauh lebih murah memiliki pesawat kepresidenan sendiri daripada menyewa pesawat dari maskapai Garuda Indonesia seperti yang selama ini dilakukan. 
  2. Sistem carter ini tidak menguntungkan karena semakin sering Presiden melakukan lawatan, biaya terus meningkat. Pada 2006 misalnya, anggaran lawatan dinas Presiden Rp75 miliar, tahun 2007 melonjak menjadi Rp175 miliar, dan tahun 2009 naik lagi ke angka Rp180 miliar.
4.Ungkapan simpulan dari data
orang lain
  1. Pesawat itu dibeli dengan harga Rp820 miliar dan mulai dibuat sejak 2011. Pesawat itu mampu terbang sekitar 10—12 jam, mampu menghalau peluru kendali, dapat mendarat di bandara kecil, bisa memuat rombongan Presiden hingga 50 orang, dan memiliki peralatan navigasi, komunikasi, sistem keamanan, isolasi kabin, dan hiburan khusus selama penerbangan. 
  2. Dari total US$91,2 juta atau Rp820 miliar biaya yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk membeli BBJ2, US$58,6 juta dialokasikan untuk badan pesawat, US$27 juta guna interior kabin, US$4,5 juta bagi sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.
5.Gaya bahasa penghalusan
  1. Penanggap sebenarnya sepakat dengan kesimpulan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan sendiri. Akan tetapi, alasan yang tepat sebagai tanggapan terhadap permasalahan tersebut juga merupakan hal yang sangat rasional.
  2. Pada zaman Presiden Gus Dur sudah ada wacana pembelian pesawat kepresidenan itu, tetapi dengan mempertimbangkan biaya yang sangat tinggi akhirnya rencana tersebut tidak direalisasikan.
Baca Selengkapnya