SLOGAN: Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, Macam dan Contoh Slogan

SLOGAN: Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, Macam dan Contoh Slogan
Contoh slogan

Pengertian Slogan

Slogan adalah kata-kata atau kalimat yang relatif pendek yang umumnya begitu menarik dan mudah untuk diingat yang digunakan untuk memberitahukan atau menyampaikan suatu informasi.

Pengertian Slogan lainnya : 

  • Slogan juga dapat diartikan sebagai sebuah kata-kata atau kalimat yang pendek yang biasanya begitu menarik, mencolok, dan juga mudah diingat yang digunaka untuk menjelaskan suatu ideologi organisasi tertentu misalnya perusahaan atau partai politik.
  • Slogan juga memiliki pengertian sebagai sebuah motto atau frase yang dipakai dalam berbagai macam konteks seperti politik, sosial, agama, komersial, dan lainnya sebagai ekpresi sebuah ide atau tujuan.

Ciri-ciri Slogan

Sama halnya dengan sesuatu yang lain, slogan pun memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan yang lain. Adapun ciri-ciri slogan adalah sebagai berikut:
  1. Umumnya adalah sebuah perkataan yang menarik dan mudah diingat.
  2. Slogan juga bisa berupa frase, klausa, kalimat ataupun motto
  3. Slogan juga bisa berupa semboyan sebuah organisasi atau masyarakat.

Tujuan Slogan

Pembuatan slogan tentu ada maksud dan tujuan tertentu, dan dibawah ini adalah beberapa maksud dan tujuan dari dibuatnya sebuah poster yang umum kita lihat:
  1. Menyampaikan informasi.
  2. Mempengaruhi orang lain.
  3. Menghimbau orang lain.
  4. Memotivasi orang lain.
  5. Menyadarkan masyarakat.

Macam-macam Slogan dan Contohnya

1. Slogan Pendidikan
Slogan pendidikan diartikan sebagai sebuah frase, kata-kata, kalimat atau motto yang bertemakan pendidikan yang bertujuan untuk mendorong dan memotivasi para pelajar agar semakin giat dalam menuntut ilmu. Umumnya slogan-slogan pendidikan sering kita lihat dimading-mading sekolah, didinding-dinding kelas, baligo-baligo dijalan raya, dan tempat-tempat lainnya. Untuk lebih memahami tentang slogan pendidikan, inilah beberapa contoh slogan pendidikan.
  • Tiada Hari Tanpa Prestasi 
  • Gantungkan Cita-citamu Setinggi Bintang Dilangit 
  • Jenius adalah 1% Inspirasi dan 99% Keringat 
  • Menuntut Ilmu adalah Kewajiban Kita Semua  
  • Mari Meraih Masa Depan Gemilang Melalui Pendidikan Berkualitas
  • Pendidikan Bermutu Merupakan Syarat Mutlak Bangsa yang Besar
  • Generasi yang Hebat adalah Generasi yang Berpendidikan
  • Pendidikan yang Baik Itu Untuk Mendidik Dan Juga Mencerahkan
  • Pendidikan Maju, Generasi Maju, Bangsa Maju
  • Selalu Belajar dan Tak Mengenal Kata Putus Asa

2. Slogan Lingkungan 
Tentu kita tidak asing lagi dengan slogan-slogan yang bertemakan lingkungan, slogan ini banyak kita jumpai ditempat-tempat yang strategis seperti dimading-mading sekolah, pada baligo-balogo dijalan-jalan raya, plang-plang di alun-alun, dan berbagai tempat lainnya. Secara umum slogan-slogan ini berisikan kata-kata, kalimat, frase atau motto yang menghimbau, mengajak, dan menginformasikan kepada kita agar turut serta dalam menjaga dan mencintai lingkungan sekitar kita. Dan inilah beberapa contoh slogan lingkungan yang sering kita lihat atau jumpai.
  • Mari Bersama Menjaga Lingkungan Demi Kehidupan yang Lebih Baik
  • Kebersihan Merupakan Sebagian Daripada Iman
  • Hentikan Pemanasan Global Sekarang Juga
  • Bersih Itu Baik, Bersih Itu Indah, Bersih Itu Sehat
  • Hutan adalah Paru-paru Dunia, Mari Bersama Jaga Hutan Kita!
  • Lingkungan Bersih, Penyakit Tak Ada Lagi 
  • Buanglah Sampah Pada Tempatnya
  • Katakan Untuk Tidak Membuang Sampah Sembarangan
  • Hari Ini Menanam Pohon, Hari Esok Menikmatinya
  • Ingatlah Bahwa Tiada Pohon Tiada Kehidupan.

3. Slogan Kesehatan
Tentu ada banyak sekali contoh-contoh dari slogan kesehatan, baik itu yang tertulis maupun tidak. Banyak contoh slogan-slogan kesehatan yang tertulis yang sering kita jumpai dan temui ditempat-tempat strategis seperti alun-alun, jalan-jalan raya, rumah sakit, puskesmas, dan tempat-tempat lainnya. Dan inilah beberapa contoh slogan kesehatan yang banyak kita temukan.
  • Sehat Itu Mahal, Maka Kita Harus Bisa Menjaga Kesehatan
  • Didalam Tubuh yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat
  • Matikan Rokokmu Sekarang atau Dia yang Akan Mematikanmu
  • Tanpa Hidup Sehat, Apalah Artinya Kehidupan Ini?
  • Sehat Itu Penting, Sehat Itu Segalanya
  • Kesehatan Merupakan Nikmat yang Tak Tergantikan
  • Kekayaan Itu Penting, Tapi Kesehatan Jauh Lebih Penting
  • Kekayaan Tak Ada Artinya Jika Tak Sehat
  • Mari Menjalankan Pola Hidup Sehat Kapanpun Dimanapun
  • Tubuh Sehat, Awal Kesuksesanmu!

Contoh Slogan Berupa Gambar





Demikian lah artikel tentang slogan yang meliputi Pengertian, Ciri, Tujuan, Macam dan Contoh Slogan. semoga dapat bermanfaat.
Baca Selengkapnya

Surat Pembaca: Pengertian, Ciri-ciri, Fungsi, Penulisan dan Contoh

Surat Pembaca (Pengertian, Ciri, Fungsi, Penulisan dan Contoh)

Pengertian Surat Pembaca

Surat pembaca adalah surat yang ditulis oleh pembaca yang dimuat dalam surat kabar/koran, tabloid, atau majalah yang berisi tanggapan, kritik, saran, keluhan, ajakan, imbauan, ucapan terima kasih, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Surat Pembaca

Surat pembaca memiliki ciri yang membedakan dengan macam surat lainnya. Ciri dari surat pembaca yaitu:
  • Merupakan surat yang berisi pesan: keluhan, pujian, himbauan, undangan, dan sebagainya kepada instansi atau orang tertentu. Selain itu, surat pembaca dapat juga berupa surat balasan yang dikirimkan untuk menjawab keluhan surat pembaca sebelumnya. 
  • Bersifat umum artinya surat yang boleh dibaca oleh orang banyak, mengingat isi pesan yang disampaikan mempengaruhi hajat hidup orang banyak
  • Singkat, padat, dan jelas. Surat pembaca terdiri atas 1-4 paragraf. Isi yang disampaikan dalam surat pembaca langsung ke pokok pembicaraan.
  • Menggunakan bahasa yang baku, sopan dan komunikatif.  

Fungsi dan Manfaat Surat Pembaca

Fungsi dan manfaat menulis surat pembaca. Menulis surat pembaca memiliki fungsi dan manfaat antara lain:
  • Membantu pengirim surat pembaca mendapatkan jawabannya. Surat pembaca yang dikirimkan berisi pertanyaan, keluhan, dan sebagainya yang membutuhkan jawaban atau tanggapan. Dengan menulis surat pembaca, pengirim surat akan merasa puas akan tanggapan yang dikirimkan oleh pihak terkait.
  • Sebagai media perantara (orang ketiga) antara orang pertama (yang mengirim surat) dengan orang kedua (objek yang dituju) 
  • Menjadi bahan informasi akan suatu hal kepada orang banyak. Hal ini karena surat pembaca bersifat public, artinya dapat dibaca oleh banyak orang. Dengan demikian public menjadi mengetahui akan suatu hal (masalah, pujian, dan sebagainya) yang disampikan.

Penulisan Surat Pembaca

Format penulisan surat pembaca adalah sebagai berikut:
  1. Judul, Menunjukkan keluhan, pujian, terhadap objek yang dituju. Dengan demikian, penyunting dari surat kabar akan lebih mudah menunjukkan surat kepada objek yang tepat.
  2. Identitas pengirim, Pada bagian ini pengirim mengungkapkan jati dirinya, mulai dari nama, usia, pekerjaan, contact person. Jangan khawatir, sebagian besar identitas pengirim surat akan dirahasiakan oleh penyunting surat pembaca, seperti nama dan contact person akan dilindungi dengan tidak dituliskan dalam kolom surat pembaca (atau disensor).
  3. Isi surat, Merupakan bagian inti surat yang mengungkapkan maksud dari surat, berupa keluhan atau pujian atau himbauan atau pertanyaan, dan lainnya.  Pada bagian ini juga disertai harapan pengirim surat akan permasalahan yang diungkapkan.

Contoh Surat Pembaca 

Jelang SEA Games, Palembang Perlu Menata Diri

Redaksi Yth,

Saya adalah wong Palembang yang sedang menuntut ilmu di Jakarta. Minggu lalu saya pulang kampung. Selama dua hari di Palembang saya sempatkan berkeliling di Jakabaring Sport City (JSC), sebagai satu kawasan olahraga terpadu SEA Games XXVI mendatang.

Saya bangga dengan penunjukan Palembang sebagai penyelenggara kembar SEA Games bersama Jakarta. Melintasi Tugu Parameswara, saya mengelilingi stadion sepak bola Gelora Sriwijaya yang megah dengan arsitekturnya yang menawan.

Namun demikian, di tengah kekaguman saya dengan pesatnya kemajuan pembangunan yang dicapai Kota Palembang khususnya dalam menyongsong pelaksanaan SEA Games sebulan mendatang, masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat yakni semakin semrawutnya transportasi kota.

Kondisi ini tercermin dari tidak dapatnya saya memprediksi waktu yang harus ditempuh dari bandara menuju kediaman saya ataupun sebaliknya. Jalanan telah penuh sesak dengan sepeda motor, angkot, bus kota ataupun kendaraan pribadi. Harapan saya, semoga dalam waktu yang sudah sangat singkat ini, pemerintah dapat mengatasi kemacetan lalu lintas Kota Palembang.

Stacia Andani
Mahasiswi BINUS Jakarta
(dikutip dari: Koran Harian Sumatera Ekspres edisi 13 Oktober 2011)

Demikian materi Bahasa Indonesia tentang Surat Pembaca meliputi pengertian, ciri-ciri, fungsi dan manfaat, cara penulisan dan contoh surat pembaca. Semoga dapat bermanfaat..
Baca Selengkapnya

Seni: Pengertian, Fungsi, Jenis, Macam dan Contoh

Pengertian, Fungsi, Jenis, Macam dan Contoh

Pengertian Seni

Seni adalah sebuah karya manusia yang dibuat dengan ide gagasan dan kemauan dari dirinya sendiri yang mempunyai nilai keindahan dan mampu membangkitkan perasaan orang lain. Istilah seni berasal dari kata sanskerta dari kata sani yang diartikan pemujaan, persembahan dan pelayanan yang erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita dimana seni berasal dari bahasa Belanda genie dalam bahasa latin disebut dengan genius yang artinya kemampuan luar biasa dibawa sejak lahir. Sedangkan menurut Ilmu Eropa bahwa seni berasal dari kata art yang berarti artivisual yaitu suatu media yang melakukan kegiatan tertentu. 


Fungsi dan Manfaat Seni

Fungsi dikelompokkan menjadi dua yaitu fungsi individu dan fungsi sosial antara lain sebagai berikut :

1. Fungsi Individu
Fungsi individu merupakan suatu fungsi seni yang bermanfaat untuk kebutuhan pribadi individu itu sendiri. Terdapat dua macam fungsi seni untuk individu yaitu sebagai berikut :

a. Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk homofaber yang memiliki kecakapan untuk apresiasi pada keindahan dan pemakaian benda-benda. Seni terapan memang mengacu kepada pemuasan kebutuhan fisik sehingga segi kenyamanan menjadi suatu hal penting.  

b. Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional  
Seorang mempunyai sifat yang beragam dengan manusia lain. Pengalaman hidup seorang sangatlah mempengaruhi sisi emosional atau perasaannya. Sebagai contoh perasaan sedih, lelah, letih, gembira, iba, kasihan, benci, cinta, dll. Manusia dapat merasakan semua itu dikarenakan didalam dirinya terkandung dorongan emosional yang merupakan situasi kejiwaan pada setiap manusia normal. Untuk memenuhi kebutuhan emosional manusia memerlukan dorongan dari luar dirinya yang sifatnya menyenangkan, memuaskan kebutuhan batinnya. Sebagai contoh karena kegiatan dan aktivitas sehari-harinya membuat mengalami kelelahan sehingga memerlukan rekreasi, seperti menonton film dibioskop, hiburan teater, dan musik. Seseorang yang memiliki estetikanya lebih banyak maka ia memiliki kepuasan yang lebih banyak pula. Sedangkan seniman adalah seorang yang mampu mengapresiasikan pengalaman dan perasaannya dalam sebuah karya seni yang diciptakannya. Hal ini juga diyakini olehnya sebagai sarana memuaskan kebutuhan emosional dirinya. 

2. Fungsi Sosial
Fungsi sosial merupakan suatu fungsi seni yang bermanfaat sebagai pemenuhan kebutuhan sosial suatu individu. Terdapat beberapa macam fungsi seni sebagai fungsi sosial antara lain sebagai berikut :

a. Fungsi Religi/Keagamaan
Karya seni sebagai pesan religi atau keagamaan. Contoh : kaligrafi, busana muslim/muslimah, dan lagu-lagu rohani. seni juga sering digunakan untuk sebuah upacara kelahiran, kematian, pernikahan dsb. contohnya : gamelan dalam upacara Ngaben di Bali (gamelan luwang, angklung dan gambang)

b. Fungsi Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan dapat dilihat dalam musik, misalkan  Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama, atau Angklung dan gamelan pun ada nilai pendidikannya karena kesenian tersebut terdapat nilai sosial, kerjasama dan disiplin. karya seni yang sering digunakan untuk pelajaran/pendidikan seperti : gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah/dokumenter, poster, lagu anak-anak, alat peraga IPA, dsb.

c. Fungsi Komunikasi
Seni dapat digunakan sebagai alat komunikasi seperti, kritik sosial, gagasan, kebijakan dan memperkenalkan produk kepada masyarakat. bisa dilihat dalam pagelaran wayang kulit, wayang orang dan seni teater ataupun poster, drama komedi dan reklame.

d. Fungsi Rekreasi/Hiburan
Seni yang berfungsi sebagai sarana melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan yang khusus pertunjukan untuk berekspresi ataupun hiburan.

e. Fungsi Artistik
Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial, seperti : musik kontenporer, tari kontenporer, dan seni rupa kontenporer. (seni pertunjukan yang tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung, hanya bisa dinikmati oleh para seniman dan komunitasnya)

f. Fungsi Guna (seni terapan)
Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya, kecuali sebagai media ekspresi (karya seni murni) atau pun dalam proses penciptaan mempertimbangkan aspek kegunaannya, seperti : perlengkapan/peralatan rumah tangga yang berasal dari gerabah ataupun rotan.

g. Fungsi Kesehatan (terapi)
Seni sebagai fungsi untuk kesehatan, seperti pengobatan penderita gangguan physic ataupun medis distimulasi melalui terapi musik (disesuaikan dengan latar belakang pasien). terbukti musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian dsb. pada tahun 1999 Siegel menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak dan gamelan menurut Gregorian dapat mempertajam pikiran.


C. Jenis / Macam-macam Seni

Secara umum seni dibedakan menurut indra penserapannya yaitu seni audio, seni visual, dan seni audio-visual.
  1. Seni audio adalah seni yang diserap melalui indra pendengaran. Misalnya : seni musik atau suara, drama radio, puisi di radio dan lain-lain.
  2. Seni visual adalah seni yang diserap melalui indra penglihatan. Umumnya dikenal dengan sebutan seni rupa.
  3. Seni audio-visual adalah seni yang sekaligus diserap oleh indra pendengaran dengan indra penglihatan. Misalnya : seni tari, drama/theater, film dan lain-lain.
Disamping itu ada lagi seni lain yang tidak ditekankan pada jenis indra penserapannya yaitu seni sastra. Yang termasuk dalam seni sastra adalah seni yang berbentuk prosa seperti roman, novel, cerpen, dan lain-lain. Dan seni yang berbentuk puisi seperti syair, pantun, gurindam, dan puisi-puisi dalam bentuk bebas lainnya. 

Macam-macam pengelompokan seni :

1. Seni Rupa
Seni rupa adalah suatu wujud karya manusia yang mengandung unsur keindahan. Keindahannya diserap dengan indra penglihatan seperti : seni lukis, seni pahat, seni patung, seni grafis, seni lingkungan (environmental art), seni instalasi, seni pertunjukkan (performing art), seni peristiwa (happening art) dan sebagainya. Rasa senang ditimbulkan karena adanya keterpaduan dari unsur-unsur bentuk dari karya tersebut seperti aneka warnanya, selang-seling garis, aneka bentuk bidang-bidangnya, kemiripan bentuk objek yang dilukiskannya dengan lukisannya, aspek tematik yang diungkapkannya, keunikannya, teksturnya, dan lain-lain. Sedangkan keindahan dalam pengertian sederhananya adalah sesuatu yang memberikan rasa senang tanpa pamrih pada orang yang melihatnya. Kesenangan yang ditimbulkannya muncul serta merta karena keindahan karya itu sendiri, bukan karena ada kepentingan lain yang membuatnya merasa senang.

2. Seni Musik
Seni musik atau seni suara adalah seni yang diserap melalui indra pendengaran. Rangkaian bunyi yang didengar dapat memberikan rasa senang dan rasa puas bagi yang mendengarnya karena adanya keserasian susunan dari rangkaian tangga nada bunyi-bunyi tersebut.

Secara garis besar ada dua jenis musik yaitu musik vokal dan musik instrumental. Musik vokal adalah musik yang hanya mengandalkan suara manusia saja, sedangkan musik instrumental adalah musik yang diperoleh dari memainkan alat-alat musik.

3. Seni Tari
Seni tari adalah seni yang diserap melalui indra penglihatan. Tetapi kekhususannya adalah keindahan yang dinikmati pada gerakan-gerakan tubuh, terutama gerakan kaki dan tangan, dengan ritme-ritme teratur, biasanya mengikuti irama musik. Seni tari juga tidak terlepas dari seni rupa karena gerak-gerak yang diperlihatkan diserap dengan indra penglihatan.

4. Seni Drama/Theater
Seni drama/theater adalah seni peran atau lakon yang umumnya dimainkan di atas panggung. Seni ini dinikmati sekaligus dengan indra penglihatan dan indra pendengaran. Dalam ungkapan lain seni drama disebut juga dengan seni theater (panggung). Secara umum merupakan gambaran sebuah peristiwa duniawi atau imajinasi yang dihadirkan kembali diatas panggung. Keindahan seni drama terletak pada ketepatan alur cerita yang diperankan oleh para pemain diatas panggung.

Saini KM dalam bukunya peristiwa theater (1996), menuliskan seni theater adalah seni dunia ambang, yaitu ambang untuk menoleh kepada yang indrawi dari pengalaman sehari-hari dan menoleh juga kepada dunia nilai.

5. Seni Sastra
Seni sastra adalah seni yang dikemukakan melalui susunan rangkaian bahasa baik lisan maupun tulisan yang dapat menimbulkan rasa senang tanpa pamrih bagi orang yang membacanya. Secara garis besar seni sastra dapat dikelompokkan kedalam dua kategori besar yaitu prosa dan puisi. Prosa adalah seni sastra yang berusaha mendeskripsikan keadaan, keinginan, atau imajinasi secara mendetail. Sedangkan puisi adalah seni yang cenderung menyederhanakan deskripsi dengan menangkap inti permasalahan yang ingin diungkapkan.


Demikian artikel tentang Seni  meliputi Pengertian Seni, Fungsi dan Manfaat Seni, serta jenis / macam-macam seni. Semoga dapat bermanfaat.
Baca Selengkapnya

TEKS DESKRIPSI: Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya

Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah sebuah teks yang gagasan utamanya disampaikan kepada pada pembaca melalui cara mendeskripsikan dan menggambarkan suatu objek, peristiwa tertentu ataupun tempat secara jelas dan terperinci sehingga dapat membuat para pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan apa yang oleh penulis berusaha diungkapkan.


Tujuan Teks Deskripsi

Tujuan teks deskripsi adalah untuk menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara rinci, konkret dan subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis sehingga pembaca seakan-akan dapat melihat, mendengar, mengalami apa yang dideskripsikan oleh penulis.


Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Ciri-ciri yang dimiliki teks ini sangat jelas sehingga akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya.

Berikut ini ciri-cirinya:
  1. Isi teks deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek.
  2. Paragraf yang digambarkan dijelaskan secara sangat jelas dan rinci serta melibatkan kesan indera.
  3. Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  4. Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.
  5. Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat. Contoh kucingku yang nakal, ibuku yang baik hati.


Struktur Teks Deskripsi

Struktur teks adalah bagian-bagian terpisah yang membangun sebuah teks hingga menjadi sebuah teks yang utuh. Adapun struktur teks pada teks deskripsi diantaranya yaitu identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi bagian. Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihatnya dibawah ini.
  1. Identifikasi, merupakan penentu (penetap) identitas seseorang, benda, dan sebagainya.
  2. Klasifikasi, merupakan penyusunan bersistem dalam kelompok menurut kaidah atau standar yang telah ditetapkan.
  3. Deskripsi bagian, merupakan bagian teks yang berisi tentang gambaran-gambaran bagian di dalam teks tersebut.

Jenis Teks Deskripsi

Teks deskripsi sendiri dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
  1. Paragraf deskripsi spatial: paragraf yang isi topiknya berupa ruanga atau tempat. Paragraf ini mendeskripsikan suatu ruang atau tempat dengan sangat  jelas kepada pembacanya.
  2. Paragraf deskripsi objektif: paragraf ini menggambarkan suatu objek sesuai kenyataan tanpa adanya opini atau kesan pribadi seorang penulis
  3. Paragraf deskripsi subjektif: paragraf ini menggambarkan suatu objek berdasarkan apa yang dirasakan, dilihat oleh penulisnya iru sendiri. Dengan kata lain, penulis menuangkan opini-opini pribadi tentang keadaan suatu benda atau objek tersebut.
Langkah-langkah Membuat Teks / Paragraf Deskripsi
  • Menentukan tema (objek yang akan dibahas).
  • Membuat judul yang berisi subjek yang akan dideskripsikan dengan tanggapan pribadi penulis.
  • Membuat kerangka bagian-bagian yang akan dideskripsikan.
  • Kumpulkan data-data dan lakukan pengamatan langsung mengenai objek yang akan dibahas.
  • Setelah data-data terkumpul, susunlah data tersebut menjadi kerangka karangan.
  • Uraikan kerangka karangan menjadi teks deskripsi yang disesuaikan dengan topik.

Ciri/Kaidah kebahasaan

Berikut ini adalah kaidah kebahasaan teks deskripsi:

  • Menggunakan kata benda sesuai topik yang dideskripsikan. Seperti: sekolah, rumah, guruku, teman saya, dll.
  • Teks deskripsi menggunakan frase yang mengandung kata benda. Misalnya, beliau adalah seorang kepala sekolah baik hati dan sopan, dsb.
  • Mengandung kata sifat yang bersifat menggambarkan. Seperti: satu siswa rajin, dua sepatu futsal, dll.
  • Mengandung kata kerja Transitif untuk memberikan informasi subjek. Seperti: siswa itu mengenakan seragam putih biru, dll.
  • Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek. Seperti: saya pikir itu adalah gajah cerdas, saya yakin buku itu mahal, dll.
  • Mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek. Seperti: dengan cepat, di rumah, di kantin, dll.
  • Mengandung bahasa kiasan berupa perumpamaan atau metafora. Seperti: kulitnya lembut seperti benang sutra, dll.

Contoh-contoh telaahannya
1. Nani sangat gemar mengoleksi batu akik. Ia memiliki berbagai macam jenis batu akik, namun ia menyukai satu diantaranya yang memiliki warna merah menyala seperti api. Batu akik ini akan menyilaukan mata ketika terkena sinar matahari. Tidak hanya itu batu akik ini juga sangat unik karena dapat menyala dalam kondisi ruangan yang gelap sekalipun. Bentuknya yang bulat dan terlihat Nampak mewah dan elegan membuat Rafa sangat mengagumi keindahan batu akik yang satu ini.Contoh Teks Deskripsi

Contoh Teks Deskripsi

Ayah memiliki batu akik yang sangat-sangat ia sukai. Warna batunya merah menyala seperti api, bila terkena sinar matahari akan menyilaukan mata. Batu akik ini sungguh ajaib karena seakan menyala saat lampu mati. Bentuknya bulat dan sangat mewah tidak salah jika Ayah sangat suka dengan batu akiknya ini.
Baca Selengkapnya

RESENSI: Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, Manfaat

RESENSI: Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, Manfaat

Pengertian Resensi

Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan drama.

Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Unsur-unsur Resensi

Terdapat unsur-unsur yang harus dimiliki sehingga resensi dapat dikatakan utuh, berikut ini unsur resensi:

1. Judul Resensi
Judul sebuah resensi mesti mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul resensi yang menarik memberikan nilai lebih tersendiri.

2. Menyusun Data Buku
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai
  • Judul 
  • Pengarang;
  • Penerbit;
  • Tahun terbit beserta cetakannya;
  • Dimensi buku;
  • Harga buku;

3. Isi Resensi Buku
Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan.

4. Penutup Resensi Buku
Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

Jenis-jenis Resensi

Secara garis besar resensi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
  1. Resensi Informatif, disini resensi disampaikan secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
  2. Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau bab nya.
  3. Resensi Kritis, yaitu resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi buku.
Tetapi bisa saja ketiga jenis resensi diatas diterapkan secara bersama-sama karena ketiganya tidak baku.

Tujuan Resensi

Perlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikut:
  • Mengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.
  • Memberikan gambaran kepada pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara ringkas.
  • Memberikan masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara penulisan buku.
  • Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
  • Menguji kualitas buku dan membandingkan terhadap karya lainnya.

Manfaat Resensi

1. Bahan Pertimbangan
Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.

2. Sarana Promosi Buku
Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga resensi bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan banyak terjual.

3. Pengembangan Kreativitas
Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas menulis.

4. Nilai Ekonomis
Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya. Lumayan kan!
Baca Selengkapnya