5 Contoh Teks Diskusi singkat terbaru lengkap

Contoh teks Diskusi 1

Dampak Teknologi Elektronik Bagi Remaja Masa Kini


5 Contoh Teks Diskusi singkat terbaru lengkap

Pada zaman yang modern ini, banyak sekali perkembangan pada teknologi-teknologi yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah teknologi elektronik. Perkembangan pada teknologi elektronik kini berkembang sangat pesat di Indonesia. Namun, perkembangan tersebut memberi pengaruh atau dampak juga terhadap konsumennya, khususnya para remaja masa kini.

Contoh teknologi elektronik yang pasti disukai para remaja masa kini adalah handphone. Mereka  menyukai handphone karena teknologi elektronik yang satu ini berbeda dari yang lain. Mungkin karena bentuknya yang tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa kemana-mana membuat daya tarik tersendiri bagi para remaja sekarang yang tidak ingin repot.

Tetapi, teknologi elektronik mempunyai dampak negatif dan dampak positif. Contoh dampak negatifnya adalah Remaja kecanduan menggunakan teknologi-teknologi tersebut sehingga mereka lupa akan kewajibannya untuk menuntut ilmu sebagaimana mestinya. Ada pula dampak positifnya , yaitu para remaja bisa mengenal lebih luas teknologi-teknologi yang ada dan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan teknologi-tekologi tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Oleh karena itu, Kita sebagai Remaja atau pelajar harus bisa memanfaatkan teknologi elektronik dengan sebaik-baiknya, jangan digunakan untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.



Contoh Teks Diskusi 2

Kenakalan Remaja




Dewasa ini, pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja banyak berasal dari eksploitasi seksual pada media yang ada di sekeliling kita.

Eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi, dan film-film ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda.
contoh teks diskusi kenakalan remaja

Dengan memilih tampilan atau tayangan seks di media, para remaja itu beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa, dan dimana saja.

Bahkan tidak sedikit para remaja yang terjerumus pergaulan bebas lain misalnya narkoba, rokok, dan minum minuman keras. Dapat diperkirakan setiap harinya lebih dari 2 juta remaja di negara kita telah mempergunakan rokok maupun narkoba.

Oleh karena itu, kami, memilih tema pergaulan bebas remaja untuk dikaji lebih lanjut sebagai informasi bagi kaum remaja.

Masalah ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang jelas dan akurat dengan harapan supaya remaja dapat mengatasi libidonya sehingga para remaja dapat terhindar dari akibat-akibat negatif dari pergaulan seperti pergaulan bebas. Dan menghimbau kepada para remaja untuk tidak salah langkah dalam mengambil keputusan oleh karena perubahan pola pikir yang terjadi pada dirinya.


Contoh Teks Diskusi 3

Handphone dan Anak-Anak



Hand phone adalah salah satu alat tekhnologi yang bisa memudahkan manusia dalam hal komunikasi. Hampir semua manusia di dunia ini menggunakan Hand phone termasuk anak – anak. 
Namun pemberian hand phone kepada anak – anak mendapatkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
contoh teks diskusi handphone dan anak

Pihak yang kontra sangat menyayangkan pemberian hand phone kepada anak – anak, khususnya anak yang belum cukup umur. Mereka berpendapat bahwa hand phone tersebut akan merusak masa kanak – kanak mereka yang seharusnya diisi dengan permaianan dan interaksi dengan sesama. 
Dengan hadirnya hand phone, mereka akan semakin menjauh dari dunia mereka. Anak – anak akan menjadi pasif dan gampang terkena penyakit.

Namun, bagi yang pro dengan pemberian hand phone kepada anak  - anak menganggap hal tersebut akan membantu mereka, khususnya orang tua untuk memberikan pengawasan kepada anak – anaknya. Dengan begitu mereka bisa menghubungi anak – anaknya kapanpun dan dimanapun. 
Terlebih lagi, mereka juga berpendapat bahwa hand phone bisa membuat anak mereka menjadi pintar karena aplikasi – aplikasi pembelajaran yang ada di dalamnya.

Berdasarkan dua pendapat yang telah dijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberian hand phone kepada anak – anak masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan orang tua. Oleh 
karena itu, sebagai orang tua kita harus memilih yang terbaik bagi anak – anak kita.  


Contoh Teks Diskusi 4

Dampak Perkembangan Mobile Phone



Pada zaman yang modern ini, Tekhnologi berkembang dengan pesat dalam berbagi bidang seperti komunikasi, medis, transportasi dan lain-lain. Namun, Perkembangan pada teknologi komunikasi adalah yang paling pesat. Contohnya adalah Handphone. Saat ini tekhnologi Handphone telah menjadi sangat modern. Handphone menjadi lebih praktis dan memiliki berbagai macam fitur yang sangat banyak dan menarik. Berkembangnya tekhnologi Handphone ini membuat para remaja menggandrunginya. Mereka mulai menggunakan handphone dengan berbagai macam keperluan seperti hiburan dan komunikasi. Namun, Perkembangan tekhnologi dalam bidang komunikasi ini memberi pengaruh atau dampak terhadap penggunanya, khususnya para remaja.
contoh teks diskusi Dampak Perkembangan Mobile Phone

Perkembangan tekhnologi handphone memiliki dampak positif bagi para remaja. Mereka bisa mengenal dan lebih luas tentang tekhnologi komunikasi ini dan juga mereka dapat memanfaatkan Handphone untuk memudahkan pekerjaan mereka.

Selain memiliki manfaat yang positif, perkembangan handphone juga berdampak buruk bagi para remaja. Contoh dampak negatifnya adalah Remaja dapat menjadi kecanduan menggunakan teknologi-teknologi tersebut sehingga mereka lupa akan kewajiban mereka untuk belajar.

Oleh karena itu, Kita sebagai Remaja atau pelajar harus bisa memanfaatkan teknologi elektronik dengan sebaik-baiknya. Kita harus menggunakan Handphone ini untuk hal-hal yang bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain bukan malah merugikan.


Contoh Teks Diskusi 5

Perkembangan Teknologi di Mata Masyarakat



Dewasa ini, tekhnologi telah berkembang dengan sangat pesat dan cepat. Tekhnologi – tekhnologi tersebut mengisi semua sendi – sendi kehidupan manusia, seperti transportasi, pengobatan, komunikasi, dan masih banyak lagi. Perkembangan ini tidak bisa dibendung, sehingga menimbulkan beberapa pandangan – pandangan di masyarakat mengenai pekembangan tekhnologi ini. Beberapa pihak ada yang pro terhadap perkembangan tekhnologi, tetapi ada juga pihak yang kontra terhadap tekhnologi.

Mayarakat yang pro terhadap perkembangan tekhnologi beranggapan bahwa hal ini adalah suatu hal yang positif karena dengan begitu pekerjaan mereka akan menjadi lebih mudah. Bagi mereka tekhnologi ibarat dewa penyelamat yang bisa memudahkan bahkan memenuhi kebutuha mereka. Contohnya, pada tekhnologi transportasi, saat ini manusia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju suatu tempat yang jauh. Mereka hanya membutuhkan hitungan jam untuk menyebarangi sebuah Negara. Bahkan kini mereka juga bisa menuju bulan, tempat yang tidak bisa mereka bayangkan sebelumnya untuk disinggahi. 
contoh teks diskusi dampak perkembangan teknologi

Disamping mempercepat dan memudahkan dalam hal berpergian, Tekhnologi juga bisa menghubungkan manusia walupun dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Tekhnologi ini hadir dalam bentuk jaringan komunikasi atau sering disebut juga denagan Hand phone. Kini manusia bisa saling menghubungi kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun berkat bantuan satelit yang mengorbit bumi.

Tidak hanya dalam bidang transportasi, dan komunikasi, tekhnologi juga turut berkembang dalam bidang pengobatan. Saat ini telah diciptakan berbagai macam pengobatan dan alat medis yang canggih, seperti donor organ, cuci darah, kemoterapi, dan lain – lain yang bisa membantu penderita penyakit – penyakit parah tersebut agar bisa sembuh. Bahkan kini tekhnologi juga bisa membantu pasangan yang tidak subur untuk bisa memiliki anak dengan tekhnologi bayi tabung.

Namun, di lain pihak ada juga masyarakat yang tidak setuju dengan perkembangan tekhnologi ini. Mereka menganggap bahwa perkembangan tekhnologi yang tidak terbatas ini bisa menyebabkan kehancuran bagi manusia. Tekhnologi – tekhnologi tersebut ibarat sebuah bom waktu yang siap meledak dan memebrikan dampak yang sangat buruk bagi kehidupan manusia. Pihak yang kontra terhadap perkembangan tekhnologi ini beralasan bahwa sudah banyak dampak buruk yang diciptakan oleh tekhnologi saat ini.

Diantaranya adalah tekhnologi menyebabkan manusia menjadi malas baik dalam kehidupannya maupun terhadap lingkungannya. Manusia yang telah dimanjakan dengan tekhnologi akan menyerahkan semua keperluannya untuk dikerjakan oleh tekhnologi. Mereka menjadi jarang bergerak dan menjadi pasif akan lingkungannya. Akibatnya, mereka menjadi gampang sakit dan kehilangan rasa kemanusian mereka.

Terlebih lagi, perkembangan tekhnologi yang tidak terbatas ini juga turut menciptakan senjata – senjata yang mematikan. Senjata ini digunakan oleh pihak militer untuk saling membunuh dengan dalih melindungi atau menolong, tetapi tetap saja yang menjadi korban adalah rakyat sipil yang tidak tahu apa – apa.  Bahkan kini, telah diciptkan senjata pemusnah massal yang dapat membunuh banyak manusia dalam sekejap. Contohnya bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Ribuan nyawa korban melayang akibat dari perkembangan tekhnologi ini. 

Yang lebih mengkhawatirkan adalah tekhnologi cloning yang sedang dikembangkan saat ini. Mereka mulai mencari cara untuk melebihi kekuatan sang pencipta yaitu dengan menciptakan manusia lainnya. Hal ini sangat dikhawatirkan membuat manusia semakin terjerumus ke dalam tekhnologi dan melupakan Sang Penciptanya.

Berdasarkan hal – hal di atas, dapat disimpulkan bahwa selain memberikan manfaat bagi kemaslahatan manusia, tekhnologi juga dapat menjerumuskan manusia. Oleh karena itu, sebaiknya kita bisa mengontrol dan menyaring perkembangan tekhnologi ini dengan mencari mana yang baik dan bermanfaat bagi kita. 
Baca Selengkapnya

Pengertian Jenis-jenis Verba dan contohnya

Pengertian Jenis-jenis Verba dan contohnya

Verba adalah kata yang menunjukkan aksi, peristiwa, atau keadaan.
Verba di bagi menjadi 6 yaitu Verba material , verba mental ,verba relasional ,verba verbal ,verba perilaku, eksistensial .

Verba material 

Verba material adalah verba yang menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan memukul. 
Pada verba material terdapat partisipan yang melakukan sesuatu yang disebut aktor dan partisipan yang lain (tidak selalu ada) yang dituju oleh verba tersebut yang disebut sasaran. 

Contoh : Ayah (aktor) membaca (verba: material) koran (sasaran).


Verba mental

Verba mental adalah verba yang menerangkan persepsi (misalnya: melihat, merasa), afeksi (misalnya: suka, khawatir), dan kognisi (misalnya: berpikir, mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan pengindera (senser) dan fenomena. 

Contoh : Ayah (pengindera) mendengar (verba: mental) kabar itu (fenomena).


Verba relasional

Verba relasional adalah verba yang menunjukkan hubungan intensitas (yang mengandung pengertian A adalah B), sirkumstansi (yang mengandung pengertian A pada/di dalam B), dan milik(yang mengandung pengertian A mempunyai B). Verba yang pertama tergolong ke dalam verba relasional identifikatif, sedangkan verba yang kedua dan ketiga tergolong ke dalam verba relasional atributif. Pada verba relasional identifikatif terdapat partisipan token (token) atau teridentifikasi (identified) dan nilai (value) atau pengidentifikasi (identifier).

Contoh : Ayah (token) adalah (verba relasional identifikatif) pelindung keluarga (nilai). Pada verba relasional atributif terdapat partisipan penyandang (carrier) dan sandangan (attribute). 
Contoh : Ayah (penyandang) mempunyai (verba relasional atributif) mobil baru (sandangan).


Verba verbal

Verba verbal adalah verba yang menunjukkan pemberitahuan atau pewartaan (misalnya: memberitahukan, mengatakan). Pada verba verbal terdapat partisipan pewicara dan wicara. 

Contoh : Ayah (pewicara) berkata (verba verbal): Saya lelah (wicara) atau ayah (pewicara) berkata (verba verbal) bahwa ia lelah (wicara).


Verba Perilaku

Verba perilaku adalah verba yang menunjukkan perilaku, baik fisik maupun psikologis. Yang pertama disebut verba perilaku verbal, yaitu verba yang menunjukkan perpaduan antara ucapan pada verba verbal dan tindakan pada verba material (misalnya: memuji, menggerutu, menertawakan); dan yang kedua disebut verba perilaku mental, yaitu verba yang menunjukkan perpaduan antara ungkapan perasaan pada verba mental dan tindakan pada verba material (misalnya: mengagumi, mencintai). Pada verba perilaku terdapat partisipan pemerilaku (behaver) dan sasaran (tidak harus ada) untuk verba perilaku verbal, serta pemerilaku dan fenomena untuk verba perilaku mental. 

Contoh pertama : Ayah (pemerilaku) menggerutu (verba pemerilaku verbal). 
Contoh kedua : Ayah (pemerilaku) mencintai (verba perilaku mental) kami (fenomena).


Verba eksistensial

Verba eksistensial adalah verba yang menunjukkan keberadaan sesuatu (misalnya: ada, terdapat). Partisipan pada verba ini disebut eksisten, dan biasanya terletak di belakang verba tersebut. 

Contoh : Ada/terdapat (verba eksistensial) dua perguruan tinggi negeri (eksisten) di Solo.

Baca Selengkapnya

TEKS ANEKDOT: Pengertian, Struktur, Ciri, Tujuan, Kidah Kebahasaan, dan Contoh Anekdot Singkat

Pengertian, Struktur, Ciri, Tujuan, Kidah Kebahasaan, dan Contoh Anekdot Singkat

Pengertian Teks Anekdot

Apakah yang dimaksud teks anekdot? Teks Anekdot secara luas dapat diklasifikasikan sebagai sesuatu yang menggelikan (Humor) atau sesuatu yang jenaka. Menurut KBBI (2003: 40), Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Teks Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu, menggelikan, jenaka, dan mengesankan; biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.


Struktur Teks Anekdot

  1. Abstrak, Bagian awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks.
  2. Orientasi, Bagian awal cerita atau latar belakang terjadinya peristiwa.
  3. Krisis, Terjadinya hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada penulis atau orang yang diceritakan.
  4. Reaksi, Bagian penyelesaian masalah yang timbul di bagian Krisis.
  5. Koda1, Bagian akhir cerita, terkadang terdapat kesimpulan atas cerita yang diusut.

Ciri-Ciri Teks Anekdot

  1. Bersifat humor, menyindir, dan lelucon.
  2. Secara umum menceritakan hewan dan manusia.
  3. Berdasarkan kejadian yang sebenarnya, terkadang juga berasal dari imajinasi.
  4. Beberapa menyerupai dongeng.
  5. Biasanya berkaitan dengan orang-orang penting.
  6. Memiliki tujuan tertentu atau bertujuan mengkritik.

Tujuan Teks Anekdot

  1. Bertujuan menghibur.
  2. Membangkitkan tawa.
  3. Menggambarkan suatu karakter secara singkat dan ringan.
  4. Menggambarkan sisi lain/ sisi unik orang-orang penting.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

  1. Menggunakan kata waktu lampau, contohnya yaitu saya tidak bisa tidur sampai semalaman.
  2. Menggunakan pernyataan rotoris, adapun contohnya yaitu apakah dia tahu?.
  3. Menggunakan konjungsi atau kata penghubung.
  4. Menggunakan kata kerja, adapun contohnya: pergi, duduk, dan berdiri.
  5. Menggunakan kalimat perintah.

Contoh Teks Anekdot

Berikut ini akan saya berikan beberapa kumpulan contoh teks anekdot humor lucu berupa sindiran di berbagai tema, seperti teks anekdot politik dan sosial yang menghibur dan lucu.

Contoh Teks Anekdot 1
Raja Alfonso dari Spanyol pernah merasa bosan dengan aktifitas politiknya, sehingga ia melakukan perjalanan dengan menyamar. Suatu hari, ia menyewa sebuah kamar di hotel kecil. Ia mendaftar dengan menggunakan nama samaran. Pagi berikutnya, Sang Raja meminta pelayan kamar agar membawakan sebuah cermin untuk bercukur.
 Saat memberikan cermin, pelayan itu berkata, “Anda bukan pelancong biasa bukan?”. “Kenapa kau bertanya seperti itu?” Sang Raja ingin tahu. “Entah.” Jawab si pelayan. “Tingkah laku anda berbeda. Aku berani bertaruh bahwa anda pasti salah satu anggota kerajaan di Madrid.”. “Sejujurnya, iya.” Jawab Raja Alfonso. “Anda bekerja untuk Sang Raja?” Pelayan itu memberanikan diri. Kemudian Raja Alfonso mengangguk. “Apa yang anda kerjakan untuknya?” Tanya pelayan itu ingin lebih tahu. “Banyak hal, sekarang ini bahkan aku akan mencukurnya!”
contoh teks anekdot singkat politik sosial


Contoh Teks Anekdot 2
Di sebuah rumah terdapat keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, Abang, Tina, dan Adik. Tina adalah yang paling sial, karena selain ayah dan ibu, ia juga sering disuruh-suruh oleh abang dan adiknya.

Suatu pagi Tina disuruh ibunya untuk mencuci baju, setelah itu ia pergi ke halaman rumah untuk menjemur pakaian. Anehnya setiap pakaian yang ia jemur selalu saja jatuh, setiap ia menjemur baju yang lain pasti akan jatuh juga. Kemudian dia sadar kenapa pakaian yang ia jemur selalu jatuh, karena ternyata Tina lupa memasang tali jemurannya.

tak terlalu sulit bukan untuk membuatnya. Asal kau manfaatkan lingkungan sekitar dan imajinasimu.


Cara Mudah Membuat Teks Anekdot

  1. Tentukan topik, Topik bisa berdasarkan kejadian asli atau imajinasi.
  2. Penentuan tujuan, Buat agar ceritamu tidak bertele-tele namun tepat sasaran.
  3. Bahan penulisan, Hal ini dapat digali dari kejadian sekitar atau imajinasimu. Jangan lupa tambahkan hubungan sebab-akibat yang mengandung humor.
  4. Menyusun kerangka karangan, Setelah topik, tujuan, dan bahan tersedia. Kamu tinggal menyusun ceritanya.
Terkadang memang sedikit sulit untuk memahami isi Teks Anekdot, sehingga kalian perlu membacanya berulang-ulang.
Baca Selengkapnya

Teks Laporan Hasil Observasi (Sifat, Syarat, dan Langkah Memproduksi Teks Hasil Observasi)

Teks Laporan Hasil Observasi: Sifat, Syarat, dan Langkah Memproduksi Teks Hasil Observasi

Sifat Teks Laporan Hasil Observasi

Teks hasil observasil memiliki 3 sifat, diantaranya adalah bersifat iformatif, komunikatif, dan juga objektif. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat sebagai berikut.

1.  Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.


2.  Bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.


3.  Bersifat Objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.



Syarat Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi memiliki syarat dan kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah teks dapat dikatakan menjadi sebuah teks observasi. Berikut adalah beberapa kriteria dan syarat teks laporan observasi.

1.  Tersusun atas 3 struktur teks laporan hasil observasi..


2.  Tidak mengandung penutup teks.


3.  Teks merupakan sebuah fakta dan tidak mengandung opini ataupun pendapat penulis.


4.  Teks menjelaskan sebuah informasi yang bersifat objektif dan sesuai fakta.

Baca juga : 

Langkah Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi

1.  Membuat judul laporan observasi sesuai dengan apa yang diamati.

2.  Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.


3.  Menyusun teks berdasarkan struktur teks laporan hasil observasi.


4.  Meneliti kembali hasil penulisan teks, segera perbaiki teks jika ada penulisan bahasa yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan KBBI.
Baca Selengkapnya

Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia Beserta Tujuannya

Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia Beserta Tujuannya

Negera republik indonesia telah merdeka sejak tanggal 14 agustus 1994. Setelah merdeka rakyat indonesia memiliki banyak sekali tugas yang harus cepat di laksanakan.

Tugas yang harus di laksanakan bersinanggungan dengan tugas yang di lakukan oleh para pejabat negara. Pejabat negara yang berjabat pada saat itu terdiri dari beberapa orang yang mewakili dari wilayah atau daerahnya sendiri-sendiri.

Untuk dapat mengelola negara maka di perlukan kabinet parlementer agar politik yang terjadi stabil dan dapat dengan mudah di kelola. Maka dari itu di perlukan pemilihan agar dapat memilih pemimpin yang di anggap dapat mengemban tugas tersebut. Untuk dapat mengetahui pemilihan pertama yang di adakan di indonesia yang akan di jelaskan sebagai berikut :


Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia


Sejarah pemilihan umum di indonesia terjadi pada tahun 1955 di tingkat pusat dan daerah. Ketika menggunakan sistem kabinet parlementer keadaan politik yang ada di indonesia mulai tidak stabil. Wakil rakyat saling bertentangan mereka tidak berkerja memikirkan rakyat akan tetapi hanya kepentingan golongannya saja. Dengan keadaan seperti itu rakyat di indonesia meminta untuk di lakukan pemilihan umum. Pemilihan umum di harapkan untuk dapat membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dapat memperjuangkan aspirasi rakyat dan dapat membentuk pemerintahan yang stabil.

Pemilihan umum adalah program dari pemerintah dan setiap kabinet bahkan kabinet alisastromijoyo menetapkan tanggal pelaksanaan pemilu. Tetapi kabinet tersebut tidak melaksanakan pemilihan umum sesuai waktu dan rakyat mengadakan pesta demokrasi dan baru dapat dilaksanakan pemerintah dengan kabinet baru yaitu Burhanuddin Harahap. Pemilihan ini tepat waktu dan sesuai dengan jadwal yang di setujui.

Panitia Pelaksana Pemilihan Umum Pusat dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu:

1.  Gelombang I, pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih para anggota- anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan
2.  Gelombang II, pada tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih para anggota- anggota Konstituante (Badan Pembuat Undang- Undang Dasar).

Pesta demokrasi nasional pertama di indonesia di lakukan lebih dari 39 juta rakyat. Semua rakyat mendatangi dan melakukan pemungutan suara untuk memilih ketua yang di inginkan. Pelaksanakannya dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang di ikuti 208 kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa.

Pemilihan umum tersebut di ikuti banyak pertai politik, organisasi dan perorangan sehingga DPR terbagi dari beberapa fraksi seperti : (1) Fraksi Masyumi (60 anggota); (2) Fraksi PNI (58 anggota); (3) Fraksi NU (47 anggota); (4) Fraksi PKI (32 anggota). Hasil dari 4 pemilu tersebut berjumlah 272 dan seorang anggota DPR mewakili 300.000 penduduk. Dan anggota konstituante memiliki jumlah 542 orang.

Pada 25 Maret 1956 DPR hasil pemilihan umum telah dilantik. Dan untuk anggota konstituante dilantik pada tanggal 10 November 1956. Pada Pemilihan Umum 1 tahun 1955 telah berjalan secara demokratis, aman, dan tertib sehingga dapat menjadi prestasi luar biasa di mana rakyat telah dapat menyalurkan haknya dengan tanpa paksaan dan juga ancaman.


Walaupun Pemilu yang diadakan berjalan sukses akan tetapi akan hasil dari Pemilu tersebut belum dapat memenuhi harapan semua rakyat karena masing- masing dari partai tersebut masih mengutamakan kepentingan partainya dari pada memikirkan kepentingan rakyatnya. Oleh sebab itu pada waktu itu masih mengalami krisis politik dan dari situlah mengakibatkan lahirnya Demokrasi Terpimpin.


Tujuan Pemilihan Umum


Berdasarkan Undang-Undang yang tercantum di Nomor 7 Tahun 1953, Pemilu 1955 dilakukan  untuk dapat memilih langsung anggota-anggota parlemen (DPR) dan Konstituante (Lembaga yang diberi tugas dan wewenang untuk dapat melakukan perubahan terhadap konstitusi negara). Sistem Pemilu yang digunakan pada Pemilu 1955 adalah sistem perwakilan proporsional. Yang dimaksud dengan sistem ini adalah wilayah negara RI dibagi dalam 16 daerah pemilihan (dimana Irian Barat dimasukkan sebagai daerah yang memiliki hak pemilihan ke-16, padahal Irian Barat pada saat itu masih dikuasai oleh Belanda, sehingga Pemilu tidak dapat dilangsungkan didaerah tersebut).
Baca Selengkapnya