Teks Laporan Hasil Observasi (Sifat, Syarat, dan Langkah Memproduksi Teks Hasil Observasi)

Teks Laporan Hasil Observasi: Sifat, Syarat, dan Langkah Memproduksi Teks Hasil Observasi

Sifat Teks Laporan Hasil Observasi

Teks hasil observasil memiliki 3 sifat, diantaranya adalah bersifat iformatif, komunikatif, dan juga objektif. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat sebagai berikut.

1.  Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.


2.  Bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.


3.  Bersifat Objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.



Syarat Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi memiliki syarat dan kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah teks dapat dikatakan menjadi sebuah teks observasi. Berikut adalah beberapa kriteria dan syarat teks laporan observasi.

1.  Tersusun atas 3 struktur teks laporan hasil observasi..


2.  Tidak mengandung penutup teks.


3.  Teks merupakan sebuah fakta dan tidak mengandung opini ataupun pendapat penulis.


4.  Teks menjelaskan sebuah informasi yang bersifat objektif dan sesuai fakta.

Baca juga : 

Langkah Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi

1.  Membuat judul laporan observasi sesuai dengan apa yang diamati.

2.  Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.


3.  Menyusun teks berdasarkan struktur teks laporan hasil observasi.


4.  Meneliti kembali hasil penulisan teks, segera perbaiki teks jika ada penulisan bahasa yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan KBBI.
Baca Selengkapnya

Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia Beserta Tujuannya

Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia Beserta Tujuannya

Negera republik indonesia telah merdeka sejak tanggal 14 agustus 1994. Setelah merdeka rakyat indonesia memiliki banyak sekali tugas yang harus cepat di laksanakan.

Tugas yang harus di laksanakan bersinanggungan dengan tugas yang di lakukan oleh para pejabat negara. Pejabat negara yang berjabat pada saat itu terdiri dari beberapa orang yang mewakili dari wilayah atau daerahnya sendiri-sendiri.

Untuk dapat mengelola negara maka di perlukan kabinet parlementer agar politik yang terjadi stabil dan dapat dengan mudah di kelola. Maka dari itu di perlukan pemilihan agar dapat memilih pemimpin yang di anggap dapat mengemban tugas tersebut. Untuk dapat mengetahui pemilihan pertama yang di adakan di indonesia yang akan di jelaskan sebagai berikut :


Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia


Sejarah pemilihan umum di indonesia terjadi pada tahun 1955 di tingkat pusat dan daerah. Ketika menggunakan sistem kabinet parlementer keadaan politik yang ada di indonesia mulai tidak stabil. Wakil rakyat saling bertentangan mereka tidak berkerja memikirkan rakyat akan tetapi hanya kepentingan golongannya saja. Dengan keadaan seperti itu rakyat di indonesia meminta untuk di lakukan pemilihan umum. Pemilihan umum di harapkan untuk dapat membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dapat memperjuangkan aspirasi rakyat dan dapat membentuk pemerintahan yang stabil.

Pemilihan umum adalah program dari pemerintah dan setiap kabinet bahkan kabinet alisastromijoyo menetapkan tanggal pelaksanaan pemilu. Tetapi kabinet tersebut tidak melaksanakan pemilihan umum sesuai waktu dan rakyat mengadakan pesta demokrasi dan baru dapat dilaksanakan pemerintah dengan kabinet baru yaitu Burhanuddin Harahap. Pemilihan ini tepat waktu dan sesuai dengan jadwal yang di setujui.

Panitia Pelaksana Pemilihan Umum Pusat dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu:

1.  Gelombang I, pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih para anggota- anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan
2.  Gelombang II, pada tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih para anggota- anggota Konstituante (Badan Pembuat Undang- Undang Dasar).

Pesta demokrasi nasional pertama di indonesia di lakukan lebih dari 39 juta rakyat. Semua rakyat mendatangi dan melakukan pemungutan suara untuk memilih ketua yang di inginkan. Pelaksanakannya dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang di ikuti 208 kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa.

Pemilihan umum tersebut di ikuti banyak pertai politik, organisasi dan perorangan sehingga DPR terbagi dari beberapa fraksi seperti : (1) Fraksi Masyumi (60 anggota); (2) Fraksi PNI (58 anggota); (3) Fraksi NU (47 anggota); (4) Fraksi PKI (32 anggota). Hasil dari 4 pemilu tersebut berjumlah 272 dan seorang anggota DPR mewakili 300.000 penduduk. Dan anggota konstituante memiliki jumlah 542 orang.

Pada 25 Maret 1956 DPR hasil pemilihan umum telah dilantik. Dan untuk anggota konstituante dilantik pada tanggal 10 November 1956. Pada Pemilihan Umum 1 tahun 1955 telah berjalan secara demokratis, aman, dan tertib sehingga dapat menjadi prestasi luar biasa di mana rakyat telah dapat menyalurkan haknya dengan tanpa paksaan dan juga ancaman.


Walaupun Pemilu yang diadakan berjalan sukses akan tetapi akan hasil dari Pemilu tersebut belum dapat memenuhi harapan semua rakyat karena masing- masing dari partai tersebut masih mengutamakan kepentingan partainya dari pada memikirkan kepentingan rakyatnya. Oleh sebab itu pada waktu itu masih mengalami krisis politik dan dari situlah mengakibatkan lahirnya Demokrasi Terpimpin.


Tujuan Pemilihan Umum


Berdasarkan Undang-Undang yang tercantum di Nomor 7 Tahun 1953, Pemilu 1955 dilakukan  untuk dapat memilih langsung anggota-anggota parlemen (DPR) dan Konstituante (Lembaga yang diberi tugas dan wewenang untuk dapat melakukan perubahan terhadap konstitusi negara). Sistem Pemilu yang digunakan pada Pemilu 1955 adalah sistem perwakilan proporsional. Yang dimaksud dengan sistem ini adalah wilayah negara RI dibagi dalam 16 daerah pemilihan (dimana Irian Barat dimasukkan sebagai daerah yang memiliki hak pemilihan ke-16, padahal Irian Barat pada saat itu masih dikuasai oleh Belanda, sehingga Pemilu tidak dapat dilangsungkan didaerah tersebut).
Baca Selengkapnya

Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Kerajaan Majapahit


Majapahit adalah salah satu kerajaan yang sangat besar, kerajaan majapahit pada masanya menjadi salah satu kerajaan yang sangat ditakuti oleh para lawannya. Majapahit terletak di jawa timur yang dipimpin oleh Raden Wijaya.

Dimana kerajaan majapahit adalah kerajaan indianisasi yang terakhir diindonesia yang bertempat di jawa timur yang berdiri sekitar abad ke 13 dan 16. Pada tahun 1293 Masehi para tentara mongol datang ke jawa untuk membalaskan penghinaan kepada Kaisar Cina yaitu Kubilai Khan yang telah mengirimkan utusannya Meng Chi ke Singasari untuk meminta upeti. Tetapi kertanegara adalah penguasa kerajaan singasari yang terakhir dan menolak untuk membayarkan upeti serta merusak wajah dari utusan kaisar cina dan juga memotong telinga dari utusan kaisar cina.
Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Kerajaan Majapahit

Pada saat itu Jayakatwang adipati dari kediri membunuh Kertanegara atas saran yang diberikan Aria Wiraraja kemudian Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya menantu dari kertanegara yang menyerahkan diri kemudian Raden Wijaya juga diberikan Hutan Tarik. Lalu kemudian Raden Wijaya membuka Hutan tersebut untuk membangun desa baru yang kemudian diberi nama Majapahit, nama Majapahit diambil dari “buah maja” dan juga “rasa pahit”.

Tapi terjadi kemunduran pada Kerajaan Majapahit dan terjadinya proses runtuhnya Majapahit dengan beberapa faktor yang kemudian mebuat majapahit benar-benar runtuh. Dan kemudian hanya menjadi sejarah dari kerajaan majapit beserta peninggalannya.



Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Majapahit


Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran pada kerajaan majapahit Untuk lebih jelasnya mari kita bahas apa saja faktor-faktor dari penyebab mundurnya kerajaan majapahit.

1. Tidak adanya pembentukan pimpinan baru (tidak ada kaderisasi)

2. Gajah Mada adalah Patih Amangkubumi yang memegang semua jabatan yang sangat penting. Dia tidak memberikan kesempatan kepada generasi penerus agar bisa tampil, dan setelah meninggalnya Gajah Mada tidak memiliki  pengganti yang cakap dan juga berpengalaman

3. Perang antara saudara yang juga melemahkan kekuatan, seperti Perang Paregreg yang kemudian menimbulkan malapetaka untuk rakyat dan juga para kaum bangsawan, dan kemudian melemahkan kekuatan dan juga tidak adanya persatuan. Daerah-daerah kemudian melepaskan diri, dikarenakan pemerintahan pusat dari Kerajaan Majapahit lemah dan semakin kacau, kemudian para adipati yang ada di jawa serta kerajaan-kerajaan yang ada diluar jawa juga ikut untuk melepaskan diri dari Kerajaan Majapahit

4. Kelemahan yang dimiliki pemerintahan pusat yang diakibatkan oleh perang antara saudara yang juga mengakibatkan kemunduran ekonomi Kerajaan Majapahit. Dan kemudian perdagangan yang ada di Kepulauan Nusantara diambil alih oleh para pedagang-pedagang dari melayu dan juga para pedagang-pedagang islam.

5. Masuk dan juga tersiarnya agama islam, dan kemudian Adipati dan juga daerah-daerah pesisir pantai serta daerah pedalaman yang memeluk agam islam dan merasa tidak memiliki keterikatan oleh kekuasaan Kerajaan Majapahit, sehingga mereka tidak menaati dan juga tidak setia kepada penguasa yang beragamakan Hindu.
Baca Selengkapnya

Sejarah Berkembangnya Agama Buddha

Sejarah Berkembangnya Agama Buddha

Latar belakang terlahirnya Agama Buddha karena beberapa faktor yang perkembangannya telah menjadi sebuah sejarah, dimana sejarah perkembangan dari agama hindu buddha yang tersebar diindonesia.

Agama buddha adalah salah satu agama yang ada di indonesia, agama buddha merupakan agama yang menyembah para dewa sebagai tuhan umatnya yang memuluk agama buddha. Agama buddha bersembahyang di wihara untuk menyembah para dewa yang dipercaya sebagai tuhan dari umat buddha. Untuk lebih jelasnya tentang mengenal bagaimana sejarah dari agama buddha akan dijelaskan sebagai berikut.

Sejarah Agama Buddha


Awalnya buddha bukan lah agama tetapi mempunyai arti menyembah dan memuja dewa sebagai tuhannya. Tujuan dari agama buddha adalah membebaskan manusia dari samsara atau kesengsaraan. Dan kemudian ajaran tersebut diyakini sebagai agama buddha oleh para pemeluknya. Agama buddha yang lahir di india, pertama kali diajarkan oleh seorang pangeran yang bernama Sidharta Gautama.

Dia merupakan putra dari Raja Sudhodana yang berasal dari kerajaan Kosala di Kapilawastu. Dimana pangeran Sidharta tidak suka dengan kemewahan, lalu kemudian dia meninggalkan istana dan kemudian dia pergi ke hutan di Bodh Gaya untuk melakukan tapa.

Dia melakukan tapanya dibawah pohon dan akhirnya mendapatkan Bohdi atau Penerangan yang sempurna. Dan kemudian pohon tersebut dikenal dengan nama pohon bodhi. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 531 SM disaat usia dari pangeran Sidharta Gautama 35 tahun. Setelah memperoleh bodhi pangeran Sidharta Gautama dikenal sebagai Sang Buddha atau yang bersinar.

Dan dari saat itulah sang buddha mulai mengajarkan agamanya untuk melepaskan diri dari samsara atau kesengsaraan. Hal tersebut merupakan bentuk dari kasih sayang Sang Buddha pada masyarakat dan juga umat manusia. Manusia dilarang untuk hidup yang bermewah-mewahan karena bisa menjadi bagian dari sebuah nafsu.

Bisa disimpulkan bahwa pokok dari ajaran agama buddha adalah manusi hidup dalam keadaan samsara (sengsara atau menderita). Maka dari itu setiap manusia wajib untuk melepaskan diri dari kesengsaraan dengan menggunakan cara menjalankan astavida atau delapan jalan kebenaran, untuk lebih jelasnya mari kita bahas dibawah ini.


Astavida Atau Delapan Jalan Kebenaran


1. Pandangan atau (Pengetahuan) yang benar

2. Niat atau ( Sikap atau minat) yang benar

3. Memiliki perkataan yang benar

4. Perbuatan atau (Tingkah laku) yang benar

5. Penghidupan atau (Mata pencarian) yang benar

6. Usaha atau (Daya upaya) yang benar

7. Perhatian atau (Renungan) yang benar

8. Samadi atau (Pemusatan Pikiran) yang benar

Agama buddha mempunyai kitap suci sebagai pegangan dalam berdoa para umat yang memuluk agama buddha dimana didalam kitap suci tersebut mempunyai tiga bagian, apa saja tiga bagian dari kitap suci agama buddha untuk lebih jelasnya mari kita bahas dibawah ini.


Kitab Suci Agama Buddha


1. Winayapitaka yang berisi tentang hukum dari agama buddha

2. Sutrantapitaka yang berisi tentang wejangan-wejangan Sang Buddha

3. Abhidarmapitaka yang berisi tentang keterangan dan juga penjelasan mengenai keagamaan

Agama buddha juga tidak mengejarkan adanya penggolongan dan juga perbedaan dalam susunan masyarakat. Jadi didalam agama buddha tidak mengenal adanya pembagian kasta.

Agama buddha didalam perkembangannya kemudian pecah menjadi dua aliran, apa saja aliran tersebut mari kita bahas bersama sebagai berikut.

1. Buddha Mahayana Atau Kerajaan Besar
Menurut aliran dari buddha mahayana manusia bisa mencapai surga dengan menggunakan perantara Bodhisatwa. Bodhisatwa iyalah manusia yang sudah mencapai kedudukan sebagai buddha, tetapi menangguhkannya untuk bisa kembali ke dunia menolong agar menolog manusia untuk mencapai nirwana atau surga

2. Buddha Hinayana atau Kendaraan Kecil
Aliran dari buddha Hinayana mempunyai pendapat bahwa usaha untuk mencapai surga hanya bisa dilakukan oleh seorang manusia secara perorangan.
Baca Selengkapnya

Sejarah Agama Hindu

Sejarah Agama Hindu

Agama hindu merupakan salah satu agama yang di akui di indonesia, mayoritas pemeluk agama hindu yang ada di indonesia dari daerah bali tetapi didaerah lain juga banyak yang memeluk agama hindu. Agama hindu merupakan sejarah bagi indonesia.

Agama hindu lahir karena latar belakang yang sudah tercantum kedalam sejarah agama hindu, dimana seperti yang sering kita ketahui bahwa agama hindu mempunyai berbagai macam kasta dalam kalangan masyarakatnya, serta mempunyai berbagai macam dewa yang mereka sembah. Tetapi menurut R. Antoine sangat sulit apa bila untuk mendefinisikan Hinduisme, dikarenakan Hinduisme bukan satu agama yang hanya dengan syahadat tunggal dimana semua orang tidak harus mematuhinya.

Hinduisme lebih condong sebagai sebuah federasi berbagai pendekatan terhadap realitas yang berada dibalik sebuah kehidupan. Tetapi di indonesia sendiri agama hindu sudah di akui oleh pemerintah bahwa agama hindu merupakan salah satu dari agama yang disahkan pemerintah.


Sejarah Agama Hindu


Agama hindu sebenarnya lahir dan tumbuh serta berkembang dari tradisi yang diajarkan oleh kitab weda. Dimana penganut dari ajaran kitab weda berasal dari bangsa arya. Di sekitar tahun 1500 SM bangsa arya mulai memasuki wilayah india, pada perkiraan bangsa arya memasuki india dengan melalui celah kaiber dengan secara bergelombang.

Pada pertama kali suku arya yang mendiami lembah indus serta mendesak suku Dravida, dimana yang harus kita ingat bahwa bangsa dravida mempunyai pusat di Mohenjo Daro dan juga Harappa. Karena bangsa dravida terdesak oleh bangsa arya, peradapan dari Mohenjo Daro dan juga Harappa mengalami kemunduran. Dan kemudian bangsa arya menyebar di berbagai wilayah, antara lain ke Lembah Sungai Gangga dan juga Yamuna. Didalam penyebarannya bangsa arya ada yang melangsungkan pernikahan dengan bangsa dravida dan kemudian terbentuklah masyarakat dengan generasi yang baru.

Dimana masyarakat dengan generasi yang baru disebut dengan bangsa Hindu. Tradisi serta kepercayaan yang di anut bangsa Hindu itu yang kemudian disebut dengan agama dan juga kebudayaan Hindu. Meskipun perubahan dari bangsa arya dan dravida yang berubah ke zaman Hindu, tetapi ajaran yang mereka anut tetap menggunakan kitab weda yang dahulu digunakan oleh bangsa arya.

Agama hindu adala agama yang menyembah serta memuja dan mempercai para dewa. Dewa yang paling utama disebut dengan Trimurti, trimurti sendiri merupakan kesatuan dari tiga dewa. Agar lebih jelas mari kita bahas dibawah ini.


Trimurti (Kesatuan Tiga Dewa)


1. Dewa Brahma (Sebagai Pencipta)

2. Dewa Wisnu (Sebagai Dewa Pemelihara)

3. Dewa Siwa (Sebagai Dewa Pelebur)

Didalam praktik pemujaannya dewa-dewa tersebut diwujudkan dalam sebuah bentuk patung. Dimana patung merupakan unsur yang sangat penting bagi agama hindu. Sumber ajaran dari agama hindu adalah kitab weda yang merupakan kitap suci agama hindu. Kitab weda sendiri terdiri dari empat bagian diantaranya.


Empat Bagian Kitab Weda


1. Rigweda yang berisi puji-pujian bagi para dewa

2. Samaweda yang berisi nyanyian suci

3. Yayurweda yang berisi mantera-mantera

4. Atharwaweda yang berisi doa-doa sebagai pengobatan

Yang sering kita ketahui bahwa kehidupan masyarakat hindu dibagi dengan kelas dan juga kasta yang secara umum masyarakat hindu dibagi kedalam empat kasta yaitu.


4 Kasta Masyarakat Hindu


1. Kasta Brahmana yang terdiri dari para pendeta

2. Kasta Kesatria yang terdiri dari para raja dan juga keluarganya, para bangsawa, dan juga para prajurit

3. Kasta Waisya yang terdiri dari para pengusaha, para pedagang dan juga para petani

4. Kasta Sudra yang terdiri dari pelayan, pekerja kasar, dan juga rakyat jelata
Baca Selengkapnya