Secara etimologi, kolonialisme barasal dari kata colunus (colonia) yang berarti menguasai. Jadi makna kolonialisme adalah suatu usaha yang dilakukan oleh suatu bangsa untuk menguasai bangsa yang lain di luar dari wilayahnya sendiri. Ada banyak tujuan bangsa-bangsa barat melakukan kolonialisme, yaitu ingin mencari dominasi kekuatan baik itu dari segi ekonomi, sumber daya alam, sumber daya mansia, maupun politik. Terlebih lagi, suatu anggapan yang telah sangat berkembang yang menganggap bahwa bangsa yang melakukan kolonisasi lebih baik dari bangsa yang dikolonikan. Sedangkan imperialism secara etimologi berasal dari kata “imperare” yang berarti memerintah. Oleh karena itu, pengertian dari imperialism yaitu suatu usaha yang dilakukan oleh suatu bangsa untuk memerintah bangsa lain di luar dari wilayahnya sendiri. Imperialism dijalankan dengan penuh paksaan demi mencapai tujuan bangsa yang melakukannya. Maka, antara kolonialisme dan imperialism memiliki hubungan yang sangat erat. Bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia ingin melakukan kolonialisme dan imperialism hanya demi mencapai tujuan dari bangsa itu sendiri, tanpa mementingkan penduduk pribumi. Secara umum, kolonialisme dan imperialism yang dilakukan bangsa Barat di Indonesia didasari oleh beberapa hal, yaitu mencari kekayaan sebanyak-banyaknya (gold), menyebarkan paham atau agama mereka (gospel), dan mencari kejayaan dan kedaulatan (glory). Dengan dasar tersebutlah, bangsa-bangsa Barat melakukan kegiatan kolonialisme dan imperialism nya di seluruh penjuru dunia.
B. Proses masuknya Kolonialisme dan Imperalisme di Indonesia
Revolusi industry yang terjadi di Eropa mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan samudera dengan tujuan mendapatkan bangsa jajahan. Pada awal kedatangannya, bangsa Eropa berkenalan dengan penduduk pribumi dengan memperkenalkan diri sebagai pedagang yang ingin melakukan perdagangan di Indonesai secara bersama-sama dengan pedagang pribumi. Akan tetapi, lama-kelamaan, para pedagang Eropa berhasil menguasai praktik perdagangan di Indonesia dan melakukan eksploitasi secara besar-besaran di Indonesia. 1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia Bangsa barat datang dan masuk ke Indonesia memiliki beberapa latar belakang yang mendorong keinginan untuk merebut, menguasai, dan memerintah bangsa Indonesia. Diantaranya adalah terjadinya Perang Salib pada tahun 1070-1291. Perang ini melibatkan bangsa Eropa yang berlatar belakang beragama Kristen berhadapan dengan kekhalifahan turki Utsmani yang beragama Islam. Akibat dari perang ini, pasukan dari Eropa mengalami kekalahan, sehingga kota Konstantinopel (Byzantium) berhasil direbut oleh pasukan muslim yang mengakibatkan Sultan Mahmud II yang menguasa Turki Utsmani pada saat itu menutup pelabuhan Konstantinopel bagi bangsa Eropa. Hal itu mengakibatkan orang-orang Eropa kesulitan untuk mendapatkan hasil alam berupa rempah-rempah. Berdasarkan hal itu, maka bangsa-bangsa Eropa melakukan perjalanan untuk ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Indonesia yang notabene merupakan daerah penghasil rempah-rempah, tidak luput dari invasi mereka. Mereka juga membawa misi lain yaitu gold, gospel, and glory di dalam perjalannya. Ditambah dengan adanya semangat reqonguesta yang berarti semangat pembalasan terhadap kaum muslim dimanapun berada. Semangat-semangat tersebut yang menjadikan bangsa Eropa berani melakukan kolonialisme dan imperialism di Indonesia. 2. Bangsa Eropa yang Melakukan Kolonialisme dan Imperialisme Tercatat, ada 3 bangsa besar yang terlebih dahulu melakukan kegiatan kolonialisme dan imperialism di Indonesia. Ketiga bangsa itu ialah Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda. Bangsa portugis memulai melakukan penjajahan dengan diadakannya perjalanan seorang Portugis yang bernama Bartholomeu Diaz (1450-1500), dia berhasil mengarungi samudra hingga ke Benua Afrika (Tanjung Harapan) pada tahun 1486.Setelah itu, ada juga Vasco da Gama (1469-1524) yang berhasil mendarat di Calkuta India pada 22 Mei 1498.Lalu, juga ada Alfonso d’ Albuquerque (1453-1515) yang berhasil mendarat di Malaka dan merebutnya pada tahun 1511. Selain bangsa portugis, juga ada bangsa Spanyol yang juga melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia dengan tujuan yang sama. Bangsa Spanyol memulai kolonialisme dari seorang Christopher Columbus (1451-1506), dia bersama dengan Amerigo Vespucci berhasil menemukan Benua Amerika.Lalu, terdapat Ferdinand Magelhaens (1519-1521) yang melakukan ekspedisi hingga ke Kepulauan Filipina pada tahun 1920. Selanjtnya juga ada Ferdinand Cortez yang berhasil masuk dan merebut serta menduduki Mexico tahun 1519 dengan menaklukkan suku Indian yaitu Kerajaan Aztec dan suku Maya di Yucatan. Yang terakhir, ada Pizzaro yang berhasil menaklukkan kerajaan Indian di Peru yaitu suku Inca pada tahun 1530. Setelah bangsa Spanyol, diikuti dengan bangsa Inggris. Bangsa Inggris melakukan invasi ditandai dengan kedatangan beberapa tokoh penjajah berkebangsaan Inggris. Mereka ialah Sir Francis Drake (1577-1580) yang melakukan pelayaran keliling dunia hingga memborong rempah-rempah di Indonesia tepatnya di daerah Ternate. Lalu, ada Pilgrim Fathers yang melakukan pelayaran pada tahun 1607 hingga mendarat di Amerika Utara. Setelahnya, ada Sir James Lancester yang berhasil mendarat di Aceh dan Penang pada tahun 1591, dilanjutkan dengan invasi pada tahun 1602 ke Banten. Lalu juga ada Sir Henry Middleton, pada tahun 1604 berhasil mendarat di Ternate, Tidore, Ambon dan Banda.William Dampier yang pada tahun 1688 berhasil mendarat di Australia kemudian melanjutkan pelayaran dengan menelusuri pantai ke arah Utara. James Cook pada tahun 1770 berhasil mendarat di Pantai Timur Australia sehingga diklaim sebagai penemu Benua Australia. Terakhir, bangsa Eropa yang masuk ke Indonesia ialah bangsa Belanda yang ditandai dengan Barentz, pada tahun 1594 mencari daerah Timur (Asia) melalui jalur lain yaitu ke Utara. Cornelis de Houtman, pada tahun 1596 berhasil mendarat di Banten. Dan Jacob van Neck yang berhasil mendarat di Banten pada 28 November 1598 dan berhasil mendapatkan rempah-rempah yang banyak. Belanda juga membentuk kongsi dagang yang bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). VOC dibentuk oleh pemerintah Belanda dengan tujuan untuk memonopoli perdagangan di Indonesia, serta untuk menghindari perselisihan di antara pedagang dari Belanda sendiri. VOC mendapatkan beberapa hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda. Hak-hak itu ialah : 1. The right of trade monopoly (hak memonopoli dagang) 2. The right to haves armed forces and build forts (hak untuk memiliki kekuatan tentara sendiri dan mendirikan benteng-benteng) 3. The right to make agreements with local aothorities or kings (hak untuk membuat perjanjian kerjasama langsung dengan kekuasaan di wilayah tersebut). 4. The right to have its own currency (hak untuk memiliki mata uang sendiri) Ke-4 hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda ini membuat pedagang-pedagang Belanda di Indnoseia mulai melakukan monopoli serta melakukan penjajahan terhadap pedagang atau penduduk pribumi. Kehadiran daripada VOC yang terus menguat dan melakukan penguasaan di Indonesia membuat bangsa Portugis takluk dan pergi dari Indonesia.
C. Kebijakan Pemerintahan Kolonial yang berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia
1. Masa Pemerintahan Herman Willem Daendels (1808-1811) Sejak tahun 1906, Belanda diperintah oleh orang Perancis yang bernama Napoleon Bonaparte. Otomatis, Bepanda merupakan sekutu dari Perancis. Di Eropa, Inggris merupakan musuh besar bagi bangsa perancis. Oleh sebab itu, raja Napoleon Bonaparte menunjuk seorang Gubernur Jenderal untuk memerintah di Indonesia. Hal ini karena dengan dikuasainya wilayah Indonesia, maka wilayah kekuasaan perancis akan bertambah kuat. untuk itu, Raja Napoleon memberikan tugas kepada Herman Willem Daendels untuk memperkuat dan menpertahankan kekuasaan di Indonesai dari serangan Inggris, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk biaya perang melawan Inggris, dan memperbaiki kondisi keuangan pemerintah yang telah kosong. Dengan ditunjuknya Daendels, dia bergerak cepat dengan merekrut tentara, mendirikan benteng-benteng pertahanan, mendirikan pabrik mesiu/senjata di Semarang dan Surabaya, medirikan rumah sakit tentara, membuat jalan dar Anyer sampai ke Panarukan yang total berjarak 1100 km, membangun pelabuhan di Anyer dan Ujung Kulon, serta mengubah system pemerintahan dari gaya kerajaan menjadi sitem pemerintaha yang berlaku di Eropa, dimana Pulau Jawa dabgai menjadi sembilan wilayah yang disebut perfektur. Setiap perfektur dipimpin oleh seorang residen, yang mana satu orang residen membawahi beberapa orang bupati. Di bawah kekuasaannya, Daendels bersikap sangat keras dan disiplin, sehingga dia sangat dibenci baik itu oleh kaum pribumi maupun penguasa yang berada di bawah pimpinannya. Ditambah dengan system kerja rodi yang diterapkan pada para pekerja, membuat rencana perlawanan terhadapnya mulai bermunculan di beberapa wilayah di Indonesia. Berita ini terdengar oleh Daendels, sehingga ia membutuhkan banyak uang untuk melakukan perlawanan. Dengan strateginya yang menjual tanah Negara kepada pihak swasta asing (pembelian tanah disertai penguasaan rakyat yang ada di atasnya), dia dipanggil kembali oleh raja napoleon Bonaparte dan digantikan oleh Jan Willem Jansnsen. 2. Masa Pemerintahan Jan Willem Janssen (1811) Setelah masa pemerintahan Herman Willem Daendels berakhir dan diperintahkannya Jan Willem Janssen menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia, pengaruh Belanda dan Perancis perlahan-lahan mulai surut. Itu dikarenakan pola pemerintahan pada mas ini kurang taktis dan sangat lemah, sehingga Jan Willem Janssen menyerah kepada Inggris. Hal ini bermula saat Inggris menyerang Indonesia, Jan Willem Janssen tidak dapat berbuat banyak. Maka diapun menyetujui perjanjian yang dinamakan “perjanjian Kapitulasi Tuntang” pada tahun 1811. Isi perjanjian ini diantaranya militer Belanda yang ada di Asia Timur jatuh ke tangan militer Inggris. Lalu, utang pemerintah Belanda juga tidak diakui oleh Inggris. Ditambah dengan wilayah Pulau Jawa dan Madura serta semua pelabuhan milik Belanda di wilayah kekuasaannya menjadi sepenuhnya hak milik Inggris. Maka oleh sebab itu, Indonesia sepenuhnya jatuh ke tangan penjajahan Inggris yang dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal bernama Thomas Stamford Raffless. 3. Masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffless Terjadi perbedaan yang snagat mencolok diantara masa pemerintahan yang dipimpin oleh Belanda dengan system pemerintahan yang dipimpin oleh Inggris. Pada masa Thomas Stamford Raffless, dia menghapuskan beberapa kebijakan yang dibuat oleh Daendel dalam segi ekonomi. Diantara kebijakannya yaitu : Penghapusan system penyerahan sebagian hasil bumi pada masa Belanda (contingenten) menjadi system sewa tanah (landrente). Penghapusan system kerja rodi Penghapusan system monopoli Penghapusan pajak dan system wajib menyerahkan sebagian hasil bumi Dari segi system pemerintahan, pada masa Thomas Stamford Rffless tidak banyak mengalami perubahan dari masa Daendels. Pulau Jawa tetap dibagi menjadi 16 keresidenan yang dipimpin oleh para bupati. Tetapi, pada masa Thomas, telah dibentuk system pengadilan berdasarkan pengadilan di Inggris di tiap keresidenan. Namun, menyerahnya Napoleon Bonaparte kepada Inggris pada tahun 1814 membuat Belanda terlepas dari Perancis. Sebab itu, Belanda dan Inggris membuat sebuah perjanjian berupa “Convention of London” yang isinya penyerahan kembali daerah kekuasaan Belanda yang dulunya sempat direbut oleh Inggris kepada Belanda, termausk salah satunya Indonesia. Maka sejak tanggal 19 Agustus 1816, terjadi penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada pemerintah Belanda di Batavia, dimana pihak Inggris diwakili oleh John Fendall dan Belanda oleh Mr.Ellout, van der Capellen, dan Buyskeys. Dengan dtekennya perjanjian ini, maka secara resmi, wilayah Indonesia jatuh kembali ke tangan Belanda. 4. Masa Pemerintahan Van Den Bosch Setelah pemerintah Belanda menguasai Indonesia, maka ditunjuklah Van Den Bosch sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia oleh pemerintah Belanda. Van Den Bosch membuat beberapa kebijakan yang snagat merugikan Indonesia. Dia membuat system tanam paksa, yaitu kewajiban bagi setiap peilik lahan untuk menanami tanaman yang laku di pasar internasional, seperti teh, kina, lada, dan lain-lain. System tanam paksa yang dibuat didasarkan oleh mengejar pemasukan pendapatan sebanyak-banyaknya untuk menebus hutang dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Perintah untuk tanam paksa ini termuat di dalam Staatblat (lembaran Negara) no.22 tahun 1834. Namun di dalam pelaksanaannya, system tanam paksa mendapat kritikan dari berbagai pihak, baik dari rakyar pribumi, maupun dari pihak Belanda sendiri, yaitu antara pihak liberal dan humanis. Maka oleh sebab itu, system tanam paksa perlahan-lahan mulai dihapuskan oleh pemerintah Belanda. Secara resmi, system tanam paksa dihapus pada tahun 1870 berdasarkan atas UU landreform (UU agraria). Untuk mengganti system tanam paksa yang telah dihapus, Belanda membuat sitem politik terbuka, yaitu memberi hak kepada para pribumi untuk memiliki lahan, akan tetapi, para petani wajib menyewakannya kepada pemerintah. Dan pemerintah akan menyewakannya kepada para pengusaha swasta dalam jangka waktu minimal 75 tahun.
D. Perbedaan pengaruh Kolonialisme dan Imperalisme di Indonesia
Sesuai dengan penjelasan yang telah dikemukakaN di atas, maka kita dapat megetahui bersama bahwasanya terdapat perbedaan-perbedaan yang dibawa antara kolonialisme dan imperialism di antara bangsa-bangsa Eropa itu sendiri. Perbedaan tersebut didasarkan karena kebijakan-kebijakan yang diambil haruslah berdasarkan kebijakan pemerintah pusat di Negara asalnya. Di sisi lain, kolonialisme dan imoerialisme di berbagai daerah juga mengalami perbedaan dari berbagai sisi, hal ini karena perbedaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh masing-maisng wilayah, serta posisi strategis yang ditempati oleh wilayah tersebut. Di Indonesia, Pulau Jawa merupakan pusat pemerintahan kolonialisme dan imperialism yang dilangsungkan oleh bangsa-bangsa Eropa.
E. Munculnya Berbagai Perlawanan terhadap Kolonialisme
Banyak akibat yang ditimbulkan dari suatu politik kolonialisme dan imperiaisme yang dilangsungkan oleh bangsa-bangsa Eropa di Indonesia. Pada saat pertama kali memasuki Indonesia, bangsa-bangsa tersebut memang memiliki hubungan baik dengan penduduk pribumi. Tetapi, seiring berjalannya waktu, mereka memainkan praktik monopoli di daerah jajahannya. Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk memperoleh kekuasaan dan kekayaan yang sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, mulai muncullah berbagai perlawanan yang dibuat oleh rakyat Indonesia terhadap penjajah. Hal itu dapat dibuktikan dengan : 1. Perlawanan terhadap Portugis Perlawanan terhadap bangsa Portugis dimulai dengan diangkatnya senjata oleh Malaka dan Demak pada tahun 1512. Malaka yang saat itu dipimpin oleh Pate Kadir, melangsungkan perlawanan sengit kepada pemerintah Portugis. Di samping itu, perlawanan juga dinampakkan oleh Demak yang dipimpin oleh Pati Unus. Perlawanan oleh rakyat Aceh juga dimulai pada tahun 1513 untuk menyerang Portugis. Perlawanan rakyat Aceh lebib berorientasi pada keagamaan. Hal ini ditunjukkan dengan dimulainya pelayaran ke Timur tengah oleh kapal-kapal Aceh yang dilengkapi dengan meriam lengkap serta ribuan prajurit. Aceh juga meminta bala bantuan kepada Kerjaan Turki untuk membantu menumpaskan pengaruh Portugis. Perlawanan oleh rakyat Tidore pada tahun 1529, meletuslah perlawanan dari rakyar Tidore yang dibantu oleh Spanyol terhadap Portugis, hal ini bermula saat Sultan Hairun (raja yang memerintah kerajaan Tiodre dikhinati olehg Portugis lalu dihukum mati). Oleh karena itu, rakyat Tidore berjuang habis-habisan untuk mengusir Portugis dari tanah Maluku. 2. Perlawanan Terhadap VOC Oleh karena kebijakan-kebijakan kongsi dagang Belanda yang memonopoli perdagangan di wilayah Indonesia, maka dimulailah berbagai perlawanan terhadap VOC di berbagai wilayah. Perlawanan terhadap VOC dimulai dari perlawanan rakyat Maluku. Lalu diikuti oleh perlawanan rakyat Makassar (kerajaan Gowa), dan terakhir oleh pemberontakan Trunajaya yang dipimpin oleh Pangeran Adipati Anom. 3. Perlawanan terhadap Kolonial Belanda Rakyat Maluku kembali bergolak melihat tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pada saat pemerintahan Belanda menguasai Indonesia. System wajib menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah, membuat Pattimura memimpin rakyat Saparua melakukan perlawanan terhadap pemerintah Belanda. Mereka membakar kapal-kapal milik Belanda di pelabuhan. Namun, perlawanan ini tidak berlangsung lama, karena Pattimura berhasil ditangkap oleh Belanda dan dihukum gantung. Di Sumatera Barat, pada tahun 1815-1837, kaum padri dan kaum adat bersama-sama melakukan perlawanan terhadap bangsa Belanda. Perlawanan dipimpin langsung oleh Tuanku Imam Bonjol yang dibantu oleh Sentot Alibasyah. Namun, Imam Bonjol berhasil ditangkap dan diasingkan ke Cianjur. Selanjutnya, terdapat perang Diponegoro yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Pasukan Diponegoro melakukan taktik gerilya, namun perlawanan ini berhasil ditumpaskan oleh Belanda dengan menerapkan siasat Benteng Stelsel. Terakhir, pada tahun 1849, perang Japarag ameletus di Bali. Perang ini bermula saat kapal Belanda terjebak di Buleleng. Sesuai dengan hokum adat setempat, kapal yang masuk ke daerah tersebut harus menjadi hak milik kerajaan Buleleng. Namun, belanda menolak hal tersebut. Akhirnya meletuslah pertempuran antara Belanda dengan Kerajaan Buleleng yang dipimpin oleh Gusti Ketut Jelantik. Sayangnya, Belanda berhasil memenangkan pertempuran.
Secara etimologi atau asal-usul bahasa, kata-kata Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuna yang jika dipisahkan menjadi Bhinneka = beragam atau beraneka, Tunggal = satu, dan Ika = itu. Artinya, secara harfiah, jika diartikan menjadi beraneka satu itu. Maknanya, dapat dikatakan bahwa beraneka ragam tetapi masih satu jua. Semoboyan ini diambil dari kitab atau kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular, yang hidup pada masa Kerajaan majapahit sekitar abad ke-14 M. Hal ini menunjukkan persatuan dan kesatuan yang terjadi diwilayah Indonesia, dengan keberagaman penduduk Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa daerah, ras, agama, dan kepercayaan, lantas tidak membuat Indonesia menjadi terpecah-belah. Melalui semboyan ini, Indonesia dapat dipersatukan dan semua keberagaman tersebut menjadi satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sejarah Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah kutipan yang diambil dari Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular yang ditulis atau dikarang pada tahun ke-14 Masehi atau lebih tepatnya pada zaman Kerajaan Majapahit yang notabene menganut kepercayaan Hindu. Empu Tantular merupakan seorang penganut Budha pada masa Majapahit, namun itu tidak membuat hidupnya menjadi tidak aman atau tidak tentram. Sebaliknya, Empu Tantular menjalani kehidupan yang aman dan tentram di bawah kepercayaan Hindu yang dianut oleh kerajaan. Dalam kitab tersebut, Empu Tantular menulis “Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” (Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina(Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yang mendua). Bhinneka Tunggal Ika mulai menjadi bahan diskusi saat dimulainya proses persiapan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Ir.Soekarno bersama dengan Muhammad Yamin, dan I Gusti Bagus Sugriwa membuat diskusi kelompok kecil di sela-sela sidang BPUPKI perihal mempersiapkan kesiapan-kesiapan untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Setelah beberapa tahun kemudian, ketika para tokoh bangsa yang telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia berembuk untuk merancang lambang Negara, maka timbullah ide untuk memasukkan semoyan Bhinneka Tunggal Ika ke dalam lambang tersebut. Maka jadilah, pada lambing burung garuda, pada kaki burung tersebut, terdapat tulisan Bhinneka Tunggal Ika. Secara resmi, lambang burung Garuda beserta tulisan Bhinneka Tunggal Ika tersebut digunakan pada saat Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yang dipimpin oleh wakil presiden saat itu, yaitu Mohd.Hatta pada tanggal 11 Februari 1950. Lambang ini disahkan berdasarkan usulan dari Sultan Hamid 2 dan Muh.Yamin. sebenarnya, banyak sekali yang mengusulkan rancangan lambang dari tokoh-tokoh saat itu, tetapi yang terpilih ialah rancangan yang dibuat oleh Sultan Hamid beserta Muh.Yamin. Sebenarnya, semboyan Bhinneka Tunggal Ika lebih bermanifestasi kepada keadaan kepercayaan atau agama pada masa itu. Empu Tantular dalam kitabnya, menceritakan kata-kata itu untuk menggambarkan keadaan damai yang dirasakan walaupun terdapat perbedaan kepercayaan. Namun, oleh para tokoh bangsa, semboyan ini diberikan penafsiran baru untuk memenuhi permintaan kondisi akan zaman tersebut. Indonesia yang beraneka ragam tetapi bersatu padu, dianggap sesuai dengan makna semboyan tersebut. Para Founding Fathers yang kebanyakan beragama Islam pada saat itu, terlihat sangat toleran terhadap usulan semboyan yang diusulkan oleh Muh.Yamin. watak inilah yang menjadi cerminan rakyat Indonesia yang sangat toleran terhadap keanekaragaman yang ada. Rakyat Indonesia telah mengenal aneka ragam suku bangsa, ras, kepercayaan jauh sebelum agama-agama dating dan masuk ke Indonesia.
FUNGSI BHINNEKA TUNGGAL IKA
Bangsa Indonesai telah lama hidup di dalam keaneka ragaman, tetapi hal ini tidak pernah menampilkan perseteruan antar rakyat Indonesia. Keberagaman yang ada digunakan untuk membentuk suatu Negara yang besar. Keberagaman yang terjadi baik itu di dalam segi kepercayaan, warna kulit, suku bangsa, agama, bahasa, menjadikan Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar dan berdaulat. Sejarah mencatat bahwasanya semua anak bangsa yang tergabung dalam berbagai macam suku turut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan mengambil peran masing-masing. Para tokoh bangsa yang bergerak dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia telah menyadari tantangan yang harus dihadapi oleh karena kemajemukan yang ada di dalam bangsa ini. Keberagaman menjadi sebuah realitas yang tidak dapat dihindari di dalam negeri ini. Pemikiran dan tindakan yang diperbuat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menunjukkan pada dunia bahwa cita-cita bangsa akan terwujud dengan keanekaragaman itu. Ke-bhinneka-an merupakan sebuah hakikat realitas yang telah ada dalam bangsa Indonesia, sedangkan ke-Tunggal-Ika-an merupakan sebuah cita-cita kebangsaan. Wahana inilah yang menjadi jembatan emas penghubung menuju pembentukan Negara berdaulat serta menunjukkan kebesarannya di mata dunia. Konsep Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah semboyan yang dijadikan dasar Negara Indonesia. Oleh karena itu, Bhinneka Tunggal Ika patut dijadikan sebagai landasan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di dalam bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi selanjutnya yang bisa menikmati kemerdekaan dengan mudah, haruslah bersungguh-sungguh dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa saling menghargai dengan masyarakat tanpa saling memikirkan percampuran suku bangsa, ras, agama, bahasa, dan keaneka ragaman lainnya. Tanpa adanya kesadaran di dalam diri rakyat Indonesia, maka pantaslah Indonesia akan hancur dan terpecah belah.
PRINSIP BHINNEKA TUNGGAL IKA
1. Common Denominator Di Indonesia, berbagai macam keaneka ragaman yang ada tidaklah membuat bangsa ini menjadi pecah. Terdapat 5 agama yang ada di Indonesia, dan hal tersebut tidak membuat agama-agama tersebut untuk saling mencela. Maka sesuai prinsip pertama dari Bhinneka Tunggal Ika, maka perbedaan-perbedaan di dalam agama tersebut haruslah dicari common denominatornya, atau dengan kata lain kita haruslah mencari persamaan dalam perbedaan itu, sehingga semua rakyat yang hidup di Indonesia bisa hidup di dalam keanekaragaman dan kedamaian dengan adanya kesamaan di dalam perbedaan tersebut. Begitu juga halnya dengan dengan aspek lain yang memiliki perbedaan di Indonesia, seperti adat dan kebudayaan yang terdapat di setiap daerah. Semua macam adat dan budaya itu tetap diakui konsistensinya sebagai adat dan budaya yang sah di Indonesia, namun segala macam perbedaan tersebut tetap bersatu di dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia. 2. Tidak Bersifat Sektarian dan Enklusif Makna yang terkandung di dalam prinsip ini yaitu semua rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dibenarkan menganggap bahwa dirinya atau kelompoknya adalah yang paling benar, paling hebat, atau paling diakui oleh yang lain. Pandangan-pandangan sectarian dan enklusif haruslah dihilangkan pada segenap tumpah darah Indonesia, karena ketika sifat sectarian dan enklusif sudah terbentuk, maka akan banyak konflik yang terjadi dikarenakan kecemburuan, kecurigaan, sikap yang berlebihan, dan kurang memperhitungkan keberadaan kelompok atau pribadi lain. Bhinneka Tunggal Ika bersifat inklusif, dengan kata lain segala kelompok yang ada haruslah saling memupuk rasa persaudaraan, kelompok mayoritas tidak memperlakukan kelompok minoritas ke dalam posisi terbawah, tetapi haruslah hidup berdampingan satu sama lain. Kelompok mayoritas juga tidak harus memaksakan kehendaknya kepada kelompok lain. 3. Tidak Bersifat Formalistis Bhinneka Tunggal Ika tidak bersifat formalistis, yang hanya menunjukkan perilaku semu dan kaku. Tetapi, Bhinneka Tunggal Ika bersifat universal dan menyeluruh. Hal ini dliandasi oleh adanya rasa cinta mencintai, rasa hormat menghormati, saling percaya mempercayai, dan saling rukun antar sesame. Karena dengan cara inilah, keanekaragaman dapat disatukan dalam bingkai ke-Indonesiaan. 4. Bersifat Konvergen Bhinneka Tunggal Ika bersifat konvergen dan tidak divergen. Segala macam keaneka ragaman yang ada jika terjadi masalah, bukan untuk dibesar-besarkan, tetapi haruslah dicari satu titik temu yang dapat membuat segala macam kepentingan menjadi satu. Hal ini dapat dicapai jika terdapatnya sikap toleran, saling percaya, rukun, non sectarian, dan inklusif.
IMPLEMENTASI BHINNEKA TUNGGAL IKA
Implementasi terhadap Bhinneka Tunggal Ika dapat tercapai jika rakyat dan seluruh komponen mematuhi prinsip-prinsip yang telah disbeutkan di atas. Yaitu : 1. Perilaku Inklusif Seseorang haruslah menganggap bahwa dirinya sedang berada di dalam suatu populasi yang luas, sehingga dia tidak melihat dirinya melebihi dari yang lain. Begitu juga dengan kelompok. Kepentingan bersama lebih diutamakan daripada keuntungan pribadi atau kelompoknya. Kepentingan bersama dapat membuat segala komponen merasa puas dan senang. Masing-masing kelompok memiliki peranan masing-masing di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2. Mengakomodasi Sifat Prulalistik Ditinjau dari keanekaragaman yang ada di dalam negeri ini, maka sepantasnyalah jika Indonesia merupakan bangsa dengan tinglat prulalistik terbesar di dunia. Hal inilah yang membuat bangsa kita disegani oleh bangsa lain. Namun, jika hal ini tidak dapat dipergunakan dengan baik, maka sangat mungkin akan terjadi disintegrasi di dalam bangsa. Agama, ras, suku bangsa, bahasa, adat dan budaya yang ada di Indonesia memiliki jumlah yang tidak sedikit. Sikap saling toleran, saling menghormati, saling mencintai, dan saling menyayangi menjadi hal mutlak yang dibutuhkan oleh segenap rakyat Indonesia, agar terciptanya masyarakat yang tenteram dan damai. 3. Tidak Mencari Menangnya Sendiri Perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah terjadi pada zaman sekarang. Apalagi ditambah dengan diberlakukannya sistem demokrasi yang menuntut segenap rakyat bebas untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Oleh karena itu, untuk mencapai prinsip ke-Bhinneka-an, maka seseorang haruslah saling menghormati antar satu pendapat dengan pendapat yang lain. Perbedaan ini tidak untuk dibesar-besarkan, tetapi untuk dicari suatu titik temu dengan mementingkan kepentingan bersama. Sifat konvergen haruslah benar-benar dinyatakan di dalam hidup berbangsa dan bernegara, jauhkan sifat divergen. 4. Musyawarah untuk Mufakat Perbedaan pendapat antar kelompok dan pribadi haruslah dicari solusi bersama dengan diberlakukannya musyawarah. Segala macam perbedaan direntangkan untuk mencapai satu kepentingan. Prinsip common denominator atau mencari inti kesamaan haruslah diterapkan di dalam musyawarah. Dalam musyawarah, segala macam gagasan yang timbul akan diakomodasikan dalam kesepakatan. Sehingga kesepakatan itu yang mencapai mufakat antar pribadi atau kelompok. 5. Dilandasi Rasa Kasih Sayang dan Rela Berkorban Sesuai dengan pedoman sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, rasa rela berkorban haruslah diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Rasa rela berkorban ini akan terbentuk dengan dilandasi oleh rasa salin kasih mangasihi, dan sayang menyayangi. Jauhilah rasa benci karena hanya akan menimbulkan konflik di dalam kehidupan. Tanpa pengorbanan, sekurang-kurangnya mengurangi kepentingan pribadi dan kelompok serta mengurangi pamrih pribadi. Hal ini mutlak diperlukan.
Pada zaman yang modern ini, banyak sekali perkembangan pada teknologi-teknologi yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah teknologi elektronik. Perkembangan pada teknologi elektronik kini berkembang sangat pesat di Indonesia. Namun, perkembangan tersebut memberi pengaruh atau dampak juga terhadap konsumennya, khususnya para remaja masa kini. Contoh teknologi elektronik yang pasti disukai para remaja masa kini adalah handphone. Mereka menyukai handphone karena teknologi elektronik yang satu ini berbeda dari yang lain. Mungkin karena bentuknya yang tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa kemana-mana membuat daya tarik tersendiri bagi para remaja sekarang yang tidak ingin repot. Tetapi, teknologi elektronik mempunyai dampak negatif dan dampak positif. Contoh dampak negatifnya adalah Remaja kecanduan menggunakan teknologi-teknologi tersebut sehingga mereka lupa akan kewajibannya untuk menuntut ilmu sebagaimana mestinya. Ada pula dampak positifnya , yaitu para remaja bisa mengenal lebih luas teknologi-teknologi yang ada dan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan teknologi-tekologi tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Oleh karena itu, Kita sebagai Remaja atau pelajar harus bisa memanfaatkan teknologi elektronik dengan sebaik-baiknya, jangan digunakan untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Contoh Teks Diskusi 2
Kenakalan Remaja
Dewasa ini, pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja banyak berasal dari eksploitasi seksual pada media yang ada di sekeliling kita. Eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi, dan film-film ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda. contoh teks diskusi kenakalan remaja Dengan memilih tampilan atau tayangan seks di media, para remaja itu beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa, dan dimana saja. Bahkan tidak sedikit para remaja yang terjerumus pergaulan bebas lain misalnya narkoba, rokok, dan minum minuman keras. Dapat diperkirakan setiap harinya lebih dari 2 juta remaja di negara kita telah mempergunakan rokok maupun narkoba. Oleh karena itu, kami, memilih tema pergaulan bebas remaja untuk dikaji lebih lanjut sebagai informasi bagi kaum remaja. Masalah ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang jelas dan akurat dengan harapan supaya remaja dapat mengatasi libidonya sehingga para remaja dapat terhindar dari akibat-akibat negatif dari pergaulan seperti pergaulan bebas. Dan menghimbau kepada para remaja untuk tidak salah langkah dalam mengambil keputusan oleh karena perubahan pola pikir yang terjadi pada dirinya. Contoh Teks Diskusi 3
Handphone dan Anak-Anak
Hand phone adalah salah satu alat tekhnologi yang bisa memudahkan manusia dalam hal komunikasi. Hampir semua manusia di dunia ini menggunakan Hand phone termasuk anak – anak. Namun pemberian hand phone kepada anak – anak mendapatkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. contoh teks diskusi handphone dan anak Pihak yang kontra sangat menyayangkan pemberian hand phone kepada anak – anak, khususnya anak yang belum cukup umur. Mereka berpendapat bahwa hand phone tersebut akan merusak masa kanak – kanak mereka yang seharusnya diisi dengan permaianan dan interaksi dengan sesama. Dengan hadirnya hand phone, mereka akan semakin menjauh dari dunia mereka. Anak – anak akan menjadi pasif dan gampang terkena penyakit. Namun, bagi yang pro dengan pemberian hand phone kepada anak - anak menganggap hal tersebut akan membantu mereka, khususnya orang tua untuk memberikan pengawasan kepada anak – anaknya. Dengan begitu mereka bisa menghubungi anak – anaknya kapanpun dan dimanapun. Terlebih lagi, mereka juga berpendapat bahwa hand phone bisa membuat anak mereka menjadi pintar karena aplikasi – aplikasi pembelajaran yang ada di dalamnya. Berdasarkan dua pendapat yang telah dijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberian hand phone kepada anak – anak masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan orang tua. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita harus memilih yang terbaik bagi anak – anak kita. Contoh Teks Diskusi 4
Dampak Perkembangan Mobile Phone
Pada zaman yang modern ini, Tekhnologi berkembang dengan pesat dalam berbagi bidang seperti komunikasi, medis, transportasi dan lain-lain. Namun, Perkembangan pada teknologi komunikasi adalah yang paling pesat. Contohnya adalah Handphone. Saat ini tekhnologi Handphone telah menjadi sangat modern. Handphone menjadi lebih praktis dan memiliki berbagai macam fitur yang sangat banyak dan menarik. Berkembangnya tekhnologi Handphone ini membuat para remaja menggandrunginya. Mereka mulai menggunakan handphone dengan berbagai macam keperluan seperti hiburan dan komunikasi. Namun, Perkembangan tekhnologi dalam bidang komunikasi ini memberi pengaruh atau dampak terhadap penggunanya, khususnya para remaja. contoh teks diskusi Dampak Perkembangan Mobile Phone Perkembangan tekhnologi handphone memiliki dampak positif bagi para remaja. Mereka bisa mengenal dan lebih luas tentang tekhnologi komunikasi ini dan juga mereka dapat memanfaatkan Handphone untuk memudahkan pekerjaan mereka. Selain memiliki manfaat yang positif, perkembangan handphone juga berdampak buruk bagi para remaja. Contoh dampak negatifnya adalah Remaja dapat menjadi kecanduan menggunakan teknologi-teknologi tersebut sehingga mereka lupa akan kewajiban mereka untuk belajar. Oleh karena itu, Kita sebagai Remaja atau pelajar harus bisa memanfaatkan teknologi elektronik dengan sebaik-baiknya. Kita harus menggunakan Handphone ini untuk hal-hal yang bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain bukan malah merugikan. Contoh Teks Diskusi 5
Perkembangan Teknologi di Mata Masyarakat
Dewasa ini, tekhnologi telah berkembang dengan sangat pesat dan cepat. Tekhnologi – tekhnologi tersebut mengisi semua sendi – sendi kehidupan manusia, seperti transportasi, pengobatan, komunikasi, dan masih banyak lagi. Perkembangan ini tidak bisa dibendung, sehingga menimbulkan beberapa pandangan – pandangan di masyarakat mengenai pekembangan tekhnologi ini. Beberapa pihak ada yang pro terhadap perkembangan tekhnologi, tetapi ada juga pihak yang kontra terhadap tekhnologi. Mayarakat yang pro terhadap perkembangan tekhnologi beranggapan bahwa hal ini adalah suatu hal yang positif karena dengan begitu pekerjaan mereka akan menjadi lebih mudah. Bagi mereka tekhnologi ibarat dewa penyelamat yang bisa memudahkan bahkan memenuhi kebutuha mereka. Contohnya, pada tekhnologi transportasi, saat ini manusia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju suatu tempat yang jauh. Mereka hanya membutuhkan hitungan jam untuk menyebarangi sebuah Negara. Bahkan kini mereka juga bisa menuju bulan, tempat yang tidak bisa mereka bayangkan sebelumnya untuk disinggahi. contoh teks diskusi dampak perkembangan teknologi Disamping mempercepat dan memudahkan dalam hal berpergian, Tekhnologi juga bisa menghubungkan manusia walupun dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Tekhnologi ini hadir dalam bentuk jaringan komunikasi atau sering disebut juga denagan Hand phone. Kini manusia bisa saling menghubungi kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun berkat bantuan satelit yang mengorbit bumi. Tidak hanya dalam bidang transportasi, dan komunikasi, tekhnologi juga turut berkembang dalam bidang pengobatan. Saat ini telah diciptakan berbagai macam pengobatan dan alat medis yang canggih, seperti donor organ, cuci darah, kemoterapi, dan lain – lain yang bisa membantu penderita penyakit – penyakit parah tersebut agar bisa sembuh. Bahkan kini tekhnologi juga bisa membantu pasangan yang tidak subur untuk bisa memiliki anak dengan tekhnologi bayi tabung. Namun, di lain pihak ada juga masyarakat yang tidak setuju dengan perkembangan tekhnologi ini. Mereka menganggap bahwa perkembangan tekhnologi yang tidak terbatas ini bisa menyebabkan kehancuran bagi manusia. Tekhnologi – tekhnologi tersebut ibarat sebuah bom waktu yang siap meledak dan memebrikan dampak yang sangat buruk bagi kehidupan manusia. Pihak yang kontra terhadap perkembangan tekhnologi ini beralasan bahwa sudah banyak dampak buruk yang diciptakan oleh tekhnologi saat ini. Diantaranya adalah tekhnologi menyebabkan manusia menjadi malas baik dalam kehidupannya maupun terhadap lingkungannya. Manusia yang telah dimanjakan dengan tekhnologi akan menyerahkan semua keperluannya untuk dikerjakan oleh tekhnologi. Mereka menjadi jarang bergerak dan menjadi pasif akan lingkungannya. Akibatnya, mereka menjadi gampang sakit dan kehilangan rasa kemanusian mereka. Terlebih lagi, perkembangan tekhnologi yang tidak terbatas ini juga turut menciptakan senjata – senjata yang mematikan. Senjata ini digunakan oleh pihak militer untuk saling membunuh dengan dalih melindungi atau menolong, tetapi tetap saja yang menjadi korban adalah rakyat sipil yang tidak tahu apa – apa. Bahkan kini, telah diciptkan senjata pemusnah massal yang dapat membunuh banyak manusia dalam sekejap. Contohnya bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Ribuan nyawa korban melayang akibat dari perkembangan tekhnologi ini. Yang lebih mengkhawatirkan adalah tekhnologi cloning yang sedang dikembangkan saat ini. Mereka mulai mencari cara untuk melebihi kekuatan sang pencipta yaitu dengan menciptakan manusia lainnya. Hal ini sangat dikhawatirkan membuat manusia semakin terjerumus ke dalam tekhnologi dan melupakan Sang Penciptanya. Berdasarkan hal – hal di atas, dapat disimpulkan bahwa selain memberikan manfaat bagi kemaslahatan manusia, tekhnologi juga dapat menjerumuskan manusia. Oleh karena itu, sebaiknya kita bisa mengontrol dan menyaring perkembangan tekhnologi ini dengan mencari mana yang baik dan bermanfaat bagi kita.
Verba adalah kata yang menunjukkan aksi, peristiwa, atau keadaan. Verba di bagi menjadi 6 yaitu Verba material , verba mental ,verba relasional ,verba verbal ,verba perilaku, eksistensial .
Verba material
Verba material adalah verba yang menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan memukul. Pada verba material terdapat partisipan yang melakukan sesuatu yang disebut aktor dan partisipan yang lain (tidak selalu ada) yang dituju oleh verba tersebut yang disebut sasaran. Contoh : Ayah (aktor) membaca (verba: material) koran (sasaran).
Verba mental
Verba mental adalah verba yang menerangkan persepsi (misalnya: melihat, merasa), afeksi (misalnya: suka, khawatir), dan kognisi (misalnya: berpikir, mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan pengindera (senser) dan fenomena. Contoh : Ayah (pengindera) mendengar (verba: mental) kabar itu (fenomena).
Verba relasional
Verba relasional adalah verba yang menunjukkan hubungan intensitas (yang mengandung pengertian A adalah B), sirkumstansi (yang mengandung pengertian A pada/di dalam B), dan milik(yang mengandung pengertian A mempunyai B). Verba yang pertama tergolong ke dalam verba relasional identifikatif, sedangkan verba yang kedua dan ketiga tergolong ke dalam verba relasional atributif. Pada verba relasional identifikatif terdapat partisipan token (token) atau teridentifikasi (identified) dan nilai (value) atau pengidentifikasi (identifier). Contoh : Ayah (token) adalah (verba relasional identifikatif) pelindung keluarga (nilai). Pada verba relasional atributif terdapat partisipan penyandang (carrier) dan sandangan (attribute). Contoh : Ayah (penyandang) mempunyai (verba relasional atributif) mobil baru (sandangan).
Verba verbal
Verba verbal adalah verba yang menunjukkan pemberitahuan atau pewartaan (misalnya: memberitahukan, mengatakan). Pada verba verbal terdapat partisipan pewicara dan wicara. Contoh : Ayah (pewicara) berkata (verba verbal): Saya lelah (wicara) atau ayah (pewicara) berkata (verba verbal) bahwa ia lelah (wicara).
Verba Perilaku
Verba perilaku adalah verba yang menunjukkan perilaku, baik fisik maupun psikologis. Yang pertama disebut verba perilaku verbal, yaitu verba yang menunjukkan perpaduan antara ucapan pada verba verbal dan tindakan pada verba material (misalnya: memuji, menggerutu, menertawakan); dan yang kedua disebut verba perilaku mental, yaitu verba yang menunjukkan perpaduan antara ungkapan perasaan pada verba mental dan tindakan pada verba material (misalnya: mengagumi, mencintai). Pada verba perilaku terdapat partisipan pemerilaku (behaver) dan sasaran (tidak harus ada) untuk verba perilaku verbal, serta pemerilaku dan fenomena untuk verba perilaku mental. Contoh pertama : Ayah (pemerilaku) menggerutu (verba pemerilaku verbal). Contoh kedua : Ayah (pemerilaku) mencintai (verba perilaku mental) kami (fenomena).
Verba eksistensial
Verba eksistensial adalah verba yang menunjukkan keberadaan sesuatu (misalnya: ada, terdapat). Partisipan pada verba ini disebut eksisten, dan biasanya terletak di belakang verba tersebut. Contoh : Ada/terdapat (verba eksistensial) dua perguruan tinggi negeri (eksisten) di Solo.
Apakah yang dimaksud teks anekdot? Teks Anekdot secara luas dapat diklasifikasikan sebagai sesuatu yang menggelikan (Humor) atau sesuatu yang jenaka. Menurut KBBI (2003: 40), Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Teks Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu, menggelikan, jenaka, dan mengesankan; biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
Struktur Teks Anekdot
Abstrak, Bagian awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks.
Orientasi, Bagian awal cerita atau latar belakang terjadinya peristiwa.
Krisis, Terjadinya hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada penulis atau orang yang diceritakan.
Reaksi, Bagian penyelesaian masalah yang timbul di bagian Krisis.
Koda1, Bagian akhir cerita, terkadang terdapat kesimpulan atas cerita yang diusut.
Ciri-Ciri Teks Anekdot
Bersifat humor, menyindir, dan lelucon.
Secara umum menceritakan hewan dan manusia.
Berdasarkan kejadian yang sebenarnya, terkadang juga berasal dari imajinasi.
Beberapa menyerupai dongeng.
Biasanya berkaitan dengan orang-orang penting.
Memiliki tujuan tertentu atau bertujuan mengkritik.
Tujuan Teks Anekdot
Bertujuan menghibur.
Membangkitkan tawa.
Menggambarkan suatu karakter secara singkat dan ringan.
Menggambarkan sisi lain/ sisi unik orang-orang penting.
Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Menggunakan kata waktu lampau, contohnya yaitu saya tidak bisa tidur sampai semalaman.
Menggunakan pernyataan rotoris, adapun contohnya yaitu apakah dia tahu?.
Menggunakan konjungsi atau kata penghubung.
Menggunakan kata kerja, adapun contohnya: pergi, duduk, dan berdiri.
Menggunakan kalimat perintah.
Contoh Teks Anekdot
Berikut ini akan saya berikan beberapa kumpulan contoh teks anekdot humor lucu berupa sindiran di berbagai tema, seperti teks anekdot politik dan sosial yang menghibur dan lucu. Contoh Teks Anekdot 1 Raja Alfonso dari Spanyol pernah merasa bosan dengan aktifitas politiknya, sehingga ia melakukan perjalanan dengan menyamar. Suatu hari, ia menyewa sebuah kamar di hotel kecil. Ia mendaftar dengan menggunakan nama samaran. Pagi berikutnya, Sang Raja meminta pelayan kamar agar membawakan sebuah cermin untuk bercukur. Saat memberikan cermin, pelayan itu berkata, “Anda bukan pelancong biasa bukan?”. “Kenapa kau bertanya seperti itu?” Sang Raja ingin tahu. “Entah.” Jawab si pelayan. “Tingkah laku anda berbeda. Aku berani bertaruh bahwa anda pasti salah satu anggota kerajaan di Madrid.”. “Sejujurnya, iya.” Jawab Raja Alfonso. “Anda bekerja untuk Sang Raja?” Pelayan itu memberanikan diri. Kemudian Raja Alfonso mengangguk. “Apa yang anda kerjakan untuknya?” Tanya pelayan itu ingin lebih tahu. “Banyak hal, sekarang ini bahkan aku akan mencukurnya!” contoh teks anekdot singkat politik sosial Contoh Teks Anekdot 2 Di sebuah rumah terdapat keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, Abang, Tina, dan Adik. Tina adalah yang paling sial, karena selain ayah dan ibu, ia juga sering disuruh-suruh oleh abang dan adiknya. Suatu pagi Tina disuruh ibunya untuk mencuci baju, setelah itu ia pergi ke halaman rumah untuk menjemur pakaian. Anehnya setiap pakaian yang ia jemur selalu saja jatuh, setiap ia menjemur baju yang lain pasti akan jatuh juga. Kemudian dia sadar kenapa pakaian yang ia jemur selalu jatuh, karena ternyata Tina lupa memasang tali jemurannya. tak terlalu sulit bukan untuk membuatnya. Asal kau manfaatkan lingkungan sekitar dan imajinasimu.
Cara Mudah Membuat Teks Anekdot
Tentukan topik, Topik bisa berdasarkan kejadian asli atau imajinasi.
Penentuan tujuan, Buat agar ceritamu tidak bertele-tele namun tepat sasaran.
Bahan penulisan, Hal ini dapat digali dari kejadian sekitar atau imajinasimu. Jangan lupa tambahkan hubungan sebab-akibat yang mengandung humor.
Menyusun kerangka karangan, Setelah topik, tujuan, dan bahan tersedia. Kamu tinggal menyusun ceritanya.
Terkadang memang sedikit sulit untuk memahami isi Teks Anekdot, sehingga kalian perlu membacanya berulang-ulang.