Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Inilah Faktor Pendorong Bangsa Barat Menjelajahi Samudera

Inilah Faktor Pendorong Bangsa Barat Menjelajahi Samudera

Penjelajahan samudera yang dilakukan bangsa-bangsa Barat menjangkau wilayah yang jauh seperti Amerika, Afrika, dan Asia. Pelopor bangsa-bangsa Eropa dalam melakukan penjelajahan samudera adalah bangsa Spanyol dan Portugis yang kemudian diikuti oleh Belanda, Inggris, serta Prancis.

Faktor-faktor yang mendorong bangsa-bangsa Barat menjelajahi samudera menuju belahan dunia Timur adalah sebagai berikut.

Kisah Perjalanan Marcopolo (1254-1324)

Marcopolo adalah seorang pendorong dari Venesia, Italia yang melakukan perjalanan ke China. Kisah perjalanannya dituanglan dalam buku berjudul Book of Various Experiences yang mengisahkan tentang keajaiban dunia atau imago mundi.

Jatuhnya Kota Konstantinopel Tahun 1453

Kota Konstatinopel merupakan ibu kota Romawi Timur. Jatuhnya kota tersebut ke tangan Kesultanan Turki pada tahun 1453 menyebabkan terputusnya hubungan dagang ke dunia Timur. Akibatnya, bangsa Barat berusaha mencari jalan sendiri ke pusat rempah-rempah.

Adanya Semangat Penaklukan (Reconquesta)

Semangat reconquesta dilakukan terhadap orang-orang yang beragama Islam serta membuat daerah-daerah kekuasaan yang dimiliki kerajaan-kerajaan Islam tersebut. Semangat penaklukan ini di antaranya dilakukan oleh Spanyol (Ratu Isabella) yang membiayai penjelajahan samudera yang dilakukan Columbus pada tahun 1492 untuk mencari jalan ke Barat.

Berkembangnya Teknik Pelayaran dan Penemuan Kompas

Kompas berfungsi untuk menentukan arah dan posisi laut. Mereka menciptakan kapal yang lebih mudah dan lebih cepat digerakkan dengan memperbaiki konstruksi kapal serta memadukan layar yang berbentuk segitiga dengan tali-temali persegi.

Penemuan Copernicus yang Didukung oleh Galileo Galilei

Penemuannya menyatakan bahwa bumi ini bulat. Pendapat ini memperkuat keberanian para pelaut karena orang yang berlayar ke dunia Timur tidak akan tersesat. Pelayaran ke timur yang dilakukan nantinya akan sampai ke tempat semula.
Baca Selengkapnya

KABINET SUKIMAN : Program Kerja, dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Sukirman

Program Kerja, dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Sukirman
Kabinet Sukiman berlangsung sejak tanggal 27 April 1951 hingga 3 April 1952). Kabinet ini merupakan salahsatu kabinet yang ada pada masa demokrasi liberal.

Presiden Soekarno menunjuk dua orang formatur baru, yaitu Sidik Joyosukarto (PNI) dan DR. Sukiman (Masyumi) untuk membentuk kabinet baru. Setelah melalui proses perundingan, maka pada tanggal 26 April 1951 diumumkan susunan kabinet baru di bawah pimpinan Sukiman Wiryosanjoyo (Masyumi) dan Suwiryo (PNI).


Program Kerja Kabinet Sukiman

Berikut Program Kerja Kabinet Sukiman antara lain sebagai berikut.
  1. Menjalankan berbagai tindakan tegas sebagai negara hukum untuk menjamin keamanan dan ketenteraman serta menyempurnakan organisai alat-alat kekuasaan negara.
  2. Membuat dan melaksanakan rencana kemakmuran nasional dalam jangkapendek untuk mempertinggi kehidupan sosial ekonomi rakyat dan mempercepat usaha penempatan bekas pejuang dalam pembangunan.
  3. Menyelesaikan persiapan pemilu untuk membentuk Dewan Konstituante dan menyelenggarakan pemilu dalam waktu singkat serta mempercepat terlaksananya otonomi daerah.
  4. Meyiapkan undang-undang (UU) pengakuan serikat buruh, perjanjian kerja sama, penetapan upah minimum, dan penyelesaian pertikaian buruh.
  5. Menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
  6. Memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia secepatnya.

Jatuhnya Kabinet Sukiman

Kabinet Sukiman juga tidak dapat bertahan lama. Masalah utama yang menjadi penyebab jatuhnya Kabinet Sukiman adalah pertukaran nota antara Menteri Luar Negeri Ahmad Subarjo dan Duta Besar Amerika Merle Cochran. Nota tersebut berisi tentang pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika Serikat kepada pemerintah Indonesia berdasarkan Mutual Security Act (MSA) atau undang-undang kerja sama keamanan.

Kerja sama tersebut dinilai sangat merugikan politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia. Kabinet Sukiman dituduh telah memasukkan Indonesia ke dalam Blok Barat. Oleh karena itu, DPR menggugat kebijakan Kabinet Sukiman. Akhirnya Kabinet Sukiman Jatuh dan mengembalikkan mandatnya kepada presiden.
Baca Selengkapnya

Kabinet Djuanda (9 April 1957-5 Juli 1959)


Perdana menteri kabinet ini adalah Ir. Djuanda dengan tiga orang wakil, yaitu Mr. Hardi, Idham Chalid, dan dr. Leimena. Kabinet Djuanda menyusun program yang terdiri dari lima pasal yang diesbut Pancakarya. Oleh karena itu, Kabinet Djuanda disebut juga sebagai Kabinet Karya. Program-program Kabinet Karya sebagai berikut.
  1. Membentuk Dewan Nasional.
  2. Normalisasi keadaan Republik Indonesia.
  3. Melanjutkan pembatalan KMB.
  4. Memperjuangkan Irian Barat kembali ke Republik Indonesia.
Dewan Nasional adalah badan baru untuk menampung dan menyalurkan kekuatan-kekuatan yang ada dalam masyarakat. Dewan Nasional ini pernah diusulkan oleh Presiden Soekarno ketika mengutarakan konsepsi presiden sebagai langkah awal dari terbentuknya demokrasi terpimpin. Pada masa Kabinet Djuanda ini muncul pergolakan-pergolakan di daerah-daerah yang menghambat hubungan antara pusat dan daerah.

Untuk meredakan pergolakan-pergolakan tersebut, diselenggarakan musyawarah nasional (munas) pada tanggal 14 September 1957 di Gedung Proklamasi Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Dalam munas tersebut dibahas masalah pembangunan nasional dan daerah, pembangunan angkatan perang, serta pembagian wilayah Republik Indonesia. Munas kemudian dilanjutkan dengan musyawarah nasional pembangunan (munap) pada bulan November 1957.

Pada tanggal 30 November 1957, terjadi peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno di depan Perguruan Cikini yang dikenal dengan Peristiwa Cikini. Setelah Peristiwa Cikini tersebut, keadaan negara semakin memburuk. Banyak daerah yang menentang kebijakan pemerintah pusat yang kemudian berkembang menjadi pemberontakan PRRI/Permesta. Kabinet Djuanda berakhir setelah Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden 5 Juli 1959.
Baca Selengkapnya

KABINET WILOPO: Program Kerja dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Wilopo

program kerja dan penyebab jatuhnya kabinet wilopo

Program Kerja Kabinet Wilopo

Program kerja Kabinet Wilopo antara lain sebagai berikut.
  1. Mempersiapkan pemilihan umum.
  2. Berusaha mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia.
  3. Menigkatkan keamanan dan kesejahteraan.
  4. Memperbarui bidang pendidikan dan pengajaran.
  5. Melaksanakan politik luar negeri bebas dan aktif.

Jatuhnya Kabinet Wilopo

Kesulitan yang dihadapi Kabinet Wilopo adalah adanya gerakan separatisme di sejumlah daerah, adanya peristiwa 17 Oktober 1952 mengenai gerakan sejumlah perwira Angkatan Darat yang menekan Presiden Soekarno agar membubarkan parlemen, dan peristiwa Tanjung Morawa di Sumatra Utara.

Peristiwa Tanjung Morawa terjadi karena pemerintah sesuai dengan persetujuan KMB mengizinkan pengusaha asing untuk kembali mengusahakan tanah-tanah perkebunan. Pada masa Kabinet Sukiman, Mr. Iskaq Cokroadisuryo (menteri dalam negeri) menyetujui dikembalikan tanah Deli Planters Vereenging (DPV) yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan pemiliknya. Namun, selama ditinggalkan oleh pemiliknya, tanah tersebut digarap oleh para petani.

Penyerahan kembali tanah tersebut dilaksanakan pada masa Kabinet Wilopo. Polisi pada tanggal 16 Maret 1953 mengusir para penggarap tanah yang tidak memiliki izin. Akibatnya terjadilah bentrokan senjata dan lima orang petani terbunuh. Peristiwa-peristiwa tersebut mendapatkan sorotan yang tajam dari pers maupun dari parlemen. Sidik Kertapati dari Serikat Tani Indonesia (Sakti) mengajukan mosi tidak percaya terhadap Kabinet Wilopo. Akhirnya pada tanggal 2 Juni 1953 Wilopo mengembalikan mandat kepada presiden.
Baca Selengkapnya

Pengertian, Isi, dan Tujuan TRIKORA (Tri Komando Rakyat)

Pengertian, Isi, dan Tujuan TRIKORA (Tri Komando Rakyat)
Pemerintah melakukan banyak upaya dengan tujuan mengembalikan Irian Barat menjadi bagian dari Indonesia. Dalam Trikora banyak persiapan yang dilakukan pemerintah, mulai dari persiapan militer, melakukan diplomasi, kebijakan ekonomi, dan konfrontasi total.

Dari segi militer, persiapan Indonesia yaitu mencari bantuan senjata dari luar negeri menjelang terjadinya konflik antara Indonesia dan Belanda.

Dari segi diplomasi, persiapan Indonesia yaitu mendekati berbagai negara seperti Australia, India, Pakistan, Selandia Baru, Thailand, Jerman, Britania Raya, dan Perancis agar tidak memberi dukungan kepada Belanda jika pecah perang antara Indonesia dan Belanda

Dari segi ekonomi, pada tanggal 27 Desember 1958, presiden Soekarno mengeluarkan undang-undang nomor 86 tahun 1958 tentang nasionalisasi semua perusahaan Belanda di Indonesia.


Pengertian Trikora

Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. 

Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta.

Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima.

Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.


Isi Trikora

Trikora memuat 3 isi yaitu:

  1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda.
  2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat, tanah air Indonesia.
  3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

Sangat terlihat jelas bahwa tujuan trikora yaitu untuk mengembalikan Irian Barat ke Indonesia. Dan isi trikora diatas juga mengandung tujuannya sekaligus.

Selain persiapan yang disebutkan diatas, konflik bersenjata juga terjadi. Ada 3 operasi yaitu:

  • Operasi-operasi Indonesia
  • Pertempuran laut Aru
  • Operasi penerjunan penerbangan Indonesia

Akhir dari konflik Irian Barat ini selesai setelah Persetujuan New York antara Indonesia dan Belanda dilakukan.

Kemudian pada tahun 1969, diselenggarakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang diatur oleh Jenderal Sarwo Edhi Wibowo.

Pepera ini disaksikan oleh dua utusan PBB, namun mereka meninggalkan Papua setelah 200 suara (dari 1054) untuk integrasi.

Hasil PEPERA adalah Papua bergabung dengan Indonesia, namun keputusan ini dicurigai oleh Organisasi Papua Merdeka dan berbagai pengamat independen lainnya.

Itulah pembahasan singkat mengenai Pengertian, Isi, dan Tujuan TRIKORA (Tri Komando Rakyat), semoga dapat bermanfaat
Baca Selengkapnya

KOLONIALISME DAN IMPERALISME: Pengertian, Latar Belakang Masuknya dan Pengaruh

Kolonialisme dan imperalisme di Indonesia

A. Pengertian Kolonialisme dan Imperalisme

Secara etimologi, kolonialisme barasal dari kata colunus (colonia) yang berarti menguasai. Jadi makna kolonialisme adalah suatu usaha yang dilakukan oleh suatu bangsa untuk menguasai bangsa yang lain di luar dari wilayahnya sendiri. Ada banyak tujuan bangsa-bangsa barat melakukan kolonialisme, yaitu ingin mencari dominasi kekuatan baik itu dari segi ekonomi, sumber daya alam, sumber daya mansia, maupun politik. Terlebih lagi, suatu anggapan yang telah sangat berkembang yang menganggap bahwa bangsa yang melakukan kolonisasi lebih baik dari bangsa yang dikolonikan.

Sedangkan imperialism secara etimologi berasal dari kata “imperare” yang berarti memerintah. Oleh karena itu, pengertian dari imperialism yaitu suatu usaha yang dilakukan oleh suatu bangsa untuk memerintah bangsa lain di luar dari wilayahnya sendiri. Imperialism dijalankan dengan penuh paksaan demi mencapai tujuan bangsa yang melakukannya.


Maka, antara kolonialisme dan imperialism memiliki hubungan yang sangat erat. Bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia ingin melakukan kolonialisme dan imperialism hanya demi mencapai tujuan dari bangsa itu sendiri, tanpa mementingkan penduduk pribumi.


Secara umum, kolonialisme dan imperialism yang dilakukan bangsa Barat di Indonesia didasari oleh beberapa hal, yaitu mencari kekayaan sebanyak-banyaknya (gold), menyebarkan paham atau agama mereka (gospel), dan mencari kejayaan dan kedaulatan (glory). Dengan dasar tersebutlah, bangsa-bangsa Barat melakukan kegiatan kolonialisme dan imperialism nya di seluruh penjuru dunia.




B. Proses masuknya Kolonialisme dan Imperalisme di Indonesia

Revolusi industry yang terjadi di Eropa mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan samudera dengan tujuan mendapatkan bangsa jajahan. Pada awal kedatangannya, bangsa Eropa berkenalan dengan penduduk pribumi dengan memperkenalkan diri sebagai pedagang yang ingin melakukan perdagangan di Indonesai secara bersama-sama dengan pedagang pribumi. Akan tetapi, lama-kelamaan, para pedagang Eropa berhasil menguasai praktik perdagangan di Indonesia dan melakukan eksploitasi secara besar-besaran di Indonesia.


1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia

Bangsa barat datang dan masuk ke Indonesia memiliki beberapa latar belakang yang mendorong keinginan untuk merebut, menguasai, dan memerintah bangsa Indonesia. Diantaranya adalah terjadinya Perang Salib pada tahun 1070-1291. Perang ini melibatkan bangsa Eropa yang berlatar belakang beragama Kristen berhadapan dengan kekhalifahan turki Utsmani yang beragama Islam. Akibat dari perang ini, pasukan dari Eropa mengalami kekalahan, sehingga  kota Konstantinopel (Byzantium) berhasil direbut oleh pasukan muslim yang mengakibatkan Sultan Mahmud II yang menguasa Turki Utsmani pada saat itu menutup pelabuhan Konstantinopel bagi bangsa Eropa. Hal itu mengakibatkan orang-orang Eropa kesulitan untuk mendapatkan hasil alam berupa rempah-rempah.

Berdasarkan hal itu, maka bangsa-bangsa Eropa melakukan perjalanan untuk ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Indonesia yang notabene merupakan daerah penghasil rempah-rempah, tidak luput dari invasi mereka. Mereka juga membawa misi lain yaitu gold, gospel, and glory di dalam perjalannya. Ditambah dengan adanya semangat reqonguesta yang berarti semangat pembalasan terhadap kaum muslim dimanapun berada. Semangat-semangat tersebut yang menjadikan bangsa Eropa berani melakukan kolonialisme dan imperialism di Indonesia.



2. Bangsa Eropa yang Melakukan Kolonialisme dan Imperialisme
Tercatat, ada 3 bangsa besar yang terlebih dahulu melakukan kegiatan kolonialisme dan imperialism di Indonesia. Ketiga bangsa itu ialah Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda.

Bangsa portugis memulai melakukan penjajahan dengan diadakannya perjalanan seorang Portugis yang bernama Bartholomeu Diaz (1450-1500), dia berhasil mengarungi samudra hingga ke Benua Afrika (Tanjung Harapan) pada tahun 1486.Setelah itu, ada juga Vasco da Gama (1469-1524) yang berhasil mendarat di Calkuta India pada 22 Mei 1498.Lalu, juga ada Alfonso d’ Albuquerque (1453-1515) yang berhasil mendarat di Malaka dan merebutnya pada tahun 1511.


Selain bangsa portugis, juga ada bangsa Spanyol yang juga melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia dengan tujuan yang sama.     Bangsa Spanyol memulai kolonialisme dari seorang Christopher Columbus (1451-1506), dia bersama dengan Amerigo Vespucci berhasil menemukan Benua Amerika.Lalu, terdapat Ferdinand Magelhaens (1519-1521) yang melakukan ekspedisi hingga ke Kepulauan Filipina pada tahun 1920. Selanjtnya juga ada Ferdinand Cortez yang berhasil masuk dan merebut serta menduduki Mexico tahun 1519 dengan menaklukkan suku Indian yaitu Kerajaan Aztec dan suku Maya di Yucatan. Yang terakhir, ada Pizzaro yang berhasil menaklukkan kerajaan Indian di Peru yaitu suku Inca pada tahun 1530.


Setelah bangsa Spanyol, diikuti dengan bangsa Inggris. Bangsa Inggris melakukan invasi ditandai dengan kedatangan beberapa tokoh penjajah berkebangsaan Inggris. Mereka ialah Sir Francis Drake (1577-1580) yang melakukan pelayaran keliling dunia hingga memborong rempah-rempah di Indonesia tepatnya di daerah Ternate. Lalu, ada Pilgrim Fathers yang melakukan pelayaran pada tahun 1607 hingga mendarat di Amerika Utara. Setelahnya, ada Sir James Lancester yang berhasil mendarat di Aceh dan Penang pada tahun 1591, dilanjutkan dengan invasi pada tahun 1602 ke Banten.


Lalu juga ada Sir Henry Middleton, pada tahun 1604 berhasil mendarat di Ternate, Tidore, Ambon dan Banda.William Dampier yang pada tahun 1688 berhasil mendarat di Australia kemudian melanjutkan pelayaran dengan menelusuri pantai ke arah Utara. James Cook pada tahun 1770 berhasil mendarat di Pantai Timur Australia sehingga diklaim sebagai penemu Benua Australia.


Terakhir, bangsa Eropa yang masuk ke Indonesia ialah bangsa Belanda yang ditandai dengan Barentz, pada tahun 1594 mencari daerah Timur (Asia) melalui jalur lain yaitu ke Utara. Cornelis de Houtman, pada tahun 1596 berhasil mendarat di Banten. Dan Jacob van Neck yang berhasil mendarat di Banten pada 28 November 1598 dan berhasil mendapatkan rempah-rempah yang banyak.


Belanda juga membentuk kongsi dagang yang bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). VOC dibentuk oleh pemerintah Belanda dengan tujuan untuk memonopoli perdagangan di Indonesia, serta untuk menghindari perselisihan di antara pedagang dari Belanda sendiri. VOC mendapatkan beberapa hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda. Hak-hak itu ialah :


1.  The right of trade monopoly (hak memonopoli dagang)
2.  The right to haves armed forces and build forts (hak untuk memiliki kekuatan tentara sendiri dan mendirikan benteng-benteng)
3.  The right to make agreements with local aothorities or kings (hak untuk membuat perjanjian kerjasama langsung dengan kekuasaan di wilayah tersebut).
4.  The right to have its own currency (hak untuk memiliki mata uang sendiri)

Ke-4 hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda ini membuat pedagang-pedagang Belanda di Indnoseia mulai melakukan monopoli serta melakukan penjajahan terhadap pedagang atau penduduk pribumi. Kehadiran daripada VOC yang terus menguat dan melakukan penguasaan di Indonesia membuat bangsa Portugis takluk dan pergi dari Indonesia.




C. Kebijakan Pemerintahan Kolonial yang berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia

1. Masa Pemerintahan Herman Willem Daendels (1808-1811)
Sejak tahun 1906, Belanda diperintah oleh orang Perancis yang bernama Napoleon Bonaparte. Otomatis, Bepanda merupakan sekutu dari Perancis. Di Eropa, Inggris merupakan musuh besar bagi bangsa perancis. Oleh sebab itu, raja Napoleon Bonaparte menunjuk seorang Gubernur Jenderal untuk memerintah di Indonesia. Hal ini karena dengan dikuasainya wilayah Indonesia, maka wilayah kekuasaan perancis akan bertambah kuat. untuk itu, Raja Napoleon memberikan tugas kepada Herman Willem Daendels untuk memperkuat dan menpertahankan kekuasaan di Indonesai dari serangan Inggris, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk biaya perang melawan Inggris, dan memperbaiki kondisi keuangan pemerintah yang telah kosong.

Dengan ditunjuknya Daendels, dia bergerak cepat dengan merekrut tentara, mendirikan benteng-benteng pertahanan, mendirikan pabrik mesiu/senjata di Semarang dan Surabaya, medirikan rumah sakit tentara, membuat jalan dar Anyer sampai ke Panarukan yang total berjarak 1100 km, membangun pelabuhan di Anyer dan Ujung Kulon, serta mengubah system pemerintahan dari gaya kerajaan menjadi sitem pemerintaha yang berlaku di Eropa, dimana Pulau Jawa dabgai menjadi sembilan wilayah yang disebut perfektur. Setiap perfektur dipimpin oleh seorang residen, yang mana satu orang residen membawahi beberapa orang bupati.


Di bawah kekuasaannya, Daendels bersikap sangat keras dan disiplin, sehingga dia sangat dibenci baik itu oleh kaum pribumi maupun penguasa yang berada di bawah pimpinannya. Ditambah dengan system kerja rodi yang diterapkan pada para pekerja, membuat rencana perlawanan terhadapnya mulai bermunculan di beberapa wilayah di Indonesia. Berita ini terdengar oleh Daendels, sehingga ia membutuhkan banyak uang untuk melakukan perlawanan. Dengan strateginya yang menjual tanah Negara kepada pihak swasta asing (pembelian tanah disertai penguasaan rakyat yang ada di atasnya), dia dipanggil kembali oleh raja napoleon Bonaparte dan digantikan oleh Jan Willem Jansnsen.



2. Masa Pemerintahan Jan Willem Janssen (1811)

Setelah masa pemerintahan Herman Willem Daendels berakhir dan diperintahkannya Jan Willem Janssen menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia, pengaruh Belanda dan Perancis perlahan-lahan mulai surut. Itu dikarenakan pola pemerintahan pada mas ini kurang taktis dan sangat lemah, sehingga Jan Willem Janssen menyerah kepada Inggris. Hal ini bermula saat Inggris menyerang Indonesia, Jan Willem Janssen tidak dapat berbuat banyak. Maka diapun menyetujui perjanjian yang dinamakan “perjanjian Kapitulasi Tuntang” pada tahun 1811. Isi perjanjian ini diantaranya militer Belanda yang ada di Asia Timur jatuh ke tangan militer Inggris. Lalu, utang pemerintah Belanda juga tidak diakui oleh Inggris. Ditambah dengan wilayah Pulau Jawa dan Madura serta semua pelabuhan milik Belanda di wilayah kekuasaannya menjadi sepenuhnya hak milik Inggris. Maka oleh sebab itu, Indonesia sepenuhnya jatuh ke tangan penjajahan Inggris yang dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal bernama Thomas Stamford Raffless.


3. Masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffless

Terjadi perbedaan yang snagat mencolok diantara masa pemerintahan yang dipimpin oleh Belanda dengan system pemerintahan yang dipimpin oleh Inggris. Pada masa Thomas Stamford Raffless, dia menghapuskan beberapa kebijakan yang dibuat oleh Daendel dalam segi ekonomi. Diantara kebijakannya yaitu :
Penghapusan system penyerahan sebagian hasil bumi pada masa Belanda (contingenten) menjadi system sewa tanah (landrente).
Penghapusan system kerja rodi
Penghapusan system monopoli
Penghapusan pajak dan system wajib menyerahkan sebagian hasil bumi

Dari segi system pemerintahan, pada masa Thomas Stamford Rffless tidak banyak mengalami perubahan dari masa Daendels. Pulau Jawa tetap dibagi menjadi 16 keresidenan yang dipimpin oleh para bupati. Tetapi, pada masa Thomas, telah dibentuk system pengadilan berdasarkan pengadilan di Inggris di tiap keresidenan.


Namun, menyerahnya Napoleon Bonaparte kepada Inggris pada tahun 1814 membuat Belanda terlepas dari Perancis. Sebab itu, Belanda dan Inggris membuat sebuah perjanjian berupa “Convention of London” yang isinya penyerahan kembali daerah kekuasaan Belanda yang dulunya sempat direbut oleh Inggris kepada Belanda, termausk salah satunya Indonesia. Maka sejak tanggal 19 Agustus 1816, terjadi penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada pemerintah Belanda di Batavia, dimana pihak Inggris diwakili oleh John Fendall dan Belanda oleh Mr.Ellout, van der Capellen, dan Buyskeys. Dengan dtekennya perjanjian ini, maka secara resmi, wilayah Indonesia jatuh kembali ke tangan Belanda.



4. Masa Pemerintahan Van Den Bosch

Setelah pemerintah Belanda menguasai Indonesia, maka ditunjuklah Van Den Bosch sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia oleh pemerintah Belanda. Van Den Bosch membuat beberapa kebijakan yang snagat merugikan Indonesia. Dia membuat system tanam paksa, yaitu kewajiban bagi setiap peilik lahan untuk menanami tanaman yang laku di pasar internasional, seperti teh, kina, lada, dan lain-lain. System tanam paksa yang dibuat didasarkan oleh mengejar pemasukan pendapatan sebanyak-banyaknya untuk menebus hutang dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Perintah untuk tanam paksa ini termuat di dalam Staatblat (lembaran Negara) no.22 tahun 1834.

Namun di dalam pelaksanaannya, system tanam paksa mendapat kritikan dari berbagai pihak, baik dari rakyar pribumi, maupun dari pihak Belanda sendiri, yaitu antara pihak liberal dan humanis. Maka oleh sebab itu, system tanam paksa perlahan-lahan mulai dihapuskan oleh pemerintah Belanda. Secara resmi, system tanam paksa dihapus pada tahun 1870 berdasarkan atas UU landreform (UU agraria).


Untuk mengganti system tanam paksa yang telah dihapus, Belanda membuat sitem politik terbuka, yaitu memberi hak kepada para pribumi untuk memiliki lahan, akan tetapi, para petani wajib menyewakannya kepada pemerintah. Dan pemerintah akan menyewakannya kepada para pengusaha swasta dalam jangka waktu minimal 75 tahun.




D. Perbedaan pengaruh Kolonialisme dan Imperalisme di Indonesia

Sesuai dengan penjelasan yang telah dikemukakaN di atas, maka kita dapat megetahui bersama bahwasanya terdapat perbedaan-perbedaan yang dibawa antara kolonialisme dan imperialism di antara bangsa-bangsa Eropa itu sendiri. Perbedaan tersebut didasarkan karena kebijakan-kebijakan yang diambil haruslah berdasarkan kebijakan pemerintah pusat di Negara asalnya.

Di sisi lain, kolonialisme dan imoerialisme di berbagai daerah juga mengalami perbedaan dari berbagai sisi, hal ini karena perbedaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh masing-maisng wilayah, serta posisi strategis yang ditempati oleh wilayah tersebut. Di Indonesia, Pulau Jawa merupakan pusat pemerintahan kolonialisme dan imperialism yang dilangsungkan oleh bangsa-bangsa Eropa.




E. Munculnya Berbagai Perlawanan terhadap Kolonialisme

Banyak akibat yang ditimbulkan dari suatu politik kolonialisme dan imperiaisme yang dilangsungkan oleh bangsa-bangsa Eropa di Indonesia. Pada saat pertama kali memasuki Indonesia, bangsa-bangsa tersebut memang memiliki hubungan baik dengan penduduk pribumi. Tetapi, seiring berjalannya waktu, mereka memainkan praktik monopoli di daerah jajahannya. Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk memperoleh kekuasaan dan kekayaan yang sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, mulai muncullah berbagai perlawanan yang dibuat oleh rakyat Indonesia terhadap penjajah. Hal itu dapat dibuktikan dengan :


1. Perlawanan terhadap Portugis
Perlawanan terhadap bangsa Portugis dimulai dengan diangkatnya senjata oleh Malaka dan Demak pada tahun 1512. Malaka yang saat itu dipimpin oleh Pate Kadir, melangsungkan perlawanan sengit kepada pemerintah Portugis. Di samping itu, perlawanan juga dinampakkan oleh Demak yang dipimpin oleh Pati Unus.

Perlawanan oleh rakyat Aceh juga dimulai pada tahun 1513 untuk menyerang Portugis. Perlawanan rakyat Aceh lebib berorientasi pada keagamaan. Hal ini ditunjukkan dengan dimulainya pelayaran ke Timur tengah oleh kapal-kapal Aceh yang dilengkapi dengan meriam lengkap serta ribuan prajurit. Aceh juga meminta bala bantuan kepada Kerjaan Turki untuk membantu menumpaskan pengaruh Portugis.


Perlawanan oleh rakyat Tidore pada tahun 1529, meletuslah perlawanan dari rakyar Tidore yang dibantu oleh Spanyol terhadap Portugis, hal ini bermula saat Sultan Hairun (raja yang memerintah kerajaan Tiodre dikhinati olehg Portugis lalu dihukum mati). Oleh karena itu, rakyat Tidore berjuang habis-habisan untuk mengusir Portugis dari tanah Maluku.



2. Perlawanan Terhadap VOC

Oleh karena kebijakan-kebijakan kongsi dagang Belanda yang memonopoli perdagangan di wilayah Indonesia, maka dimulailah berbagai perlawanan terhadap VOC di berbagai wilayah. Perlawanan terhadap VOC dimulai dari perlawanan rakyat Maluku. Lalu diikuti oleh perlawanan rakyat Makassar (kerajaan Gowa), dan terakhir oleh pemberontakan Trunajaya yang dipimpin oleh Pangeran Adipati Anom.


3. Perlawanan terhadap Kolonial Belanda

Rakyat Maluku kembali bergolak melihat tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pada saat pemerintahan Belanda menguasai Indonesia. System wajib menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah, membuat Pattimura memimpin rakyat Saparua melakukan perlawanan terhadap pemerintah Belanda. Mereka membakar kapal-kapal milik Belanda di pelabuhan. Namun, perlawanan ini tidak berlangsung lama, karena Pattimura berhasil ditangkap oleh Belanda dan dihukum gantung.
Di Sumatera Barat, pada tahun 1815-1837, kaum padri dan kaum adat bersama-sama melakukan perlawanan terhadap bangsa Belanda. Perlawanan dipimpin langsung oleh Tuanku Imam Bonjol yang dibantu oleh Sentot Alibasyah. Namun, Imam Bonjol berhasil ditangkap dan diasingkan ke Cianjur.
Selanjutnya, terdapat perang Diponegoro yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Pasukan Diponegoro melakukan taktik gerilya, namun perlawanan ini berhasil ditumpaskan oleh Belanda dengan menerapkan siasat Benteng Stelsel.

Terakhir, pada tahun 1849, perang Japarag ameletus di Bali. Perang ini bermula saat kapal Belanda terjebak di Buleleng. Sesuai dengan hokum adat setempat, kapal yang masuk ke daerah tersebut harus menjadi hak milik kerajaan Buleleng. Namun, belanda menolak hal tersebut. Akhirnya meletuslah pertempuran antara Belanda dengan Kerajaan Buleleng yang dipimpin oleh Gusti Ketut Jelantik. Sayangnya, Belanda berhasil memenangkan pertempuran.
Baca Selengkapnya

Pengertian dan Makna Bhinneka Tunggal Ika

Pengertian dan Makna Bhinneka Tunggal Ika


Pengertian BHINNEKA TUNGGAL IKA

Secara etimologi atau asal-usul bahasa, kata-kata Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuna yang jika dipisahkan menjadi Bhinneka = beragam atau beraneka, Tunggal = satu, dan Ika = itu. Artinya, secara harfiah, jika diartikan menjadi beraneka satu itu. Maknanya, dapat dikatakan bahwa beraneka ragam tetapi masih satu jua. Semoboyan ini diambil dari kitab atau kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular, yang hidup pada masa Kerajaan majapahit sekitar abad ke-14 M.

Hal ini menunjukkan persatuan dan kesatuan yang terjadi diwilayah Indonesia, dengan keberagaman penduduk Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa daerah, ras, agama,  dan kepercayaan, lantas tidak membuat Indonesia menjadi terpecah-belah. Melalui semboyan ini, Indonesia dapat dipersatukan dan semua keberagaman tersebut menjadi satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Sejarah Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah kutipan yang diambil dari Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular yang ditulis atau dikarang pada tahun ke-14 Masehi atau lebih tepatnya pada zaman Kerajaan Majapahit yang notabene menganut kepercayaan Hindu. Empu Tantular merupakan seorang penganut Budha pada masa Majapahit, namun itu tidak membuat hidupnya menjadi tidak aman atau tidak tentram. Sebaliknya, Empu Tantular menjalani kehidupan yang aman dan tentram di bawah kepercayaan Hindu yang dianut oleh kerajaan. Dalam kitab tersebut, Empu Tantular menulis “Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” (Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina(Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yang mendua).

Bhinneka Tunggal Ika mulai menjadi bahan diskusi saat dimulainya proses persiapan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Ir.Soekarno bersama dengan Muhammad Yamin, dan I Gusti Bagus Sugriwa membuat diskusi kelompok kecil di sela-sela sidang BPUPKI perihal mempersiapkan kesiapan-kesiapan untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah beberapa tahun kemudian, ketika para tokoh bangsa yang telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia berembuk untuk merancang lambang Negara, maka timbullah ide untuk memasukkan semoyan Bhinneka Tunggal Ika ke dalam lambang tersebut. Maka jadilah, pada lambing burung garuda, pada kaki burung tersebut, terdapat tulisan Bhinneka Tunggal Ika.

Secara resmi, lambang burung Garuda beserta tulisan Bhinneka Tunggal Ika tersebut digunakan pada saat Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yang dipimpin oleh wakil presiden saat itu, yaitu Mohd.Hatta pada tanggal 11 Februari 1950. Lambang ini disahkan berdasarkan usulan dari Sultan Hamid 2 dan Muh.Yamin. sebenarnya, banyak sekali yang mengusulkan rancangan lambang dari tokoh-tokoh saat itu, tetapi yang terpilih ialah rancangan yang dibuat oleh Sultan Hamid beserta Muh.Yamin.

Sebenarnya, semboyan Bhinneka Tunggal Ika lebih bermanifestasi kepada keadaan kepercayaan atau agama pada masa itu. Empu Tantular dalam kitabnya, menceritakan kata-kata itu untuk menggambarkan keadaan damai yang dirasakan walaupun terdapat perbedaan kepercayaan. Namun, oleh para tokoh bangsa, semboyan ini diberikan penafsiran baru untuk memenuhi permintaan kondisi akan zaman tersebut. Indonesia yang beraneka ragam tetapi bersatu padu, dianggap sesuai dengan makna semboyan tersebut.

Para Founding Fathers yang kebanyakan beragama Islam pada saat itu, terlihat sangat toleran terhadap usulan semboyan yang diusulkan oleh Muh.Yamin. watak inilah yang menjadi cerminan rakyat Indonesia yang sangat toleran terhadap keanekaragaman yang ada. Rakyat Indonesia telah mengenal aneka ragam suku bangsa, ras, kepercayaan jauh sebelum agama-agama dating dan masuk ke Indonesia.


FUNGSI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Bangsa Indonesai telah lama hidup di dalam keaneka ragaman, tetapi hal ini tidak pernah menampilkan perseteruan antar rakyat Indonesia. Keberagaman yang ada digunakan untuk membentuk suatu Negara yang besar. Keberagaman yang terjadi baik itu di dalam segi kepercayaan, warna kulit, suku bangsa, agama, bahasa, menjadikan Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar dan berdaulat. Sejarah mencatat bahwasanya semua anak bangsa yang tergabung dalam berbagai macam suku turut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan mengambil peran masing-masing.

Para tokoh bangsa yang bergerak dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia telah menyadari tantangan yang harus dihadapi oleh karena kemajemukan yang ada di dalam bangsa ini. Keberagaman menjadi sebuah realitas yang tidak dapat dihindari di dalam negeri ini. Pemikiran dan tindakan yang diperbuat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menunjukkan pada dunia bahwa cita-cita bangsa akan terwujud dengan keanekaragaman itu. Ke-bhinneka-an merupakan sebuah hakikat realitas yang telah ada dalam bangsa Indonesia, sedangkan ke-Tunggal-Ika-an merupakan sebuah cita-cita kebangsaan. Wahana inilah yang menjadi jembatan emas penghubung menuju pembentukan Negara berdaulat serta menunjukkan kebesarannya di mata dunia.

Konsep Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah semboyan yang dijadikan dasar Negara Indonesia. Oleh karena itu, Bhinneka Tunggal Ika patut dijadikan sebagai landasan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di dalam bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi selanjutnya yang bisa menikmati kemerdekaan dengan mudah, haruslah bersungguh-sungguh dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa saling menghargai dengan masyarakat tanpa saling memikirkan percampuran suku bangsa, ras, agama, bahasa, dan keaneka ragaman lainnya. Tanpa adanya kesadaran di dalam diri rakyat Indonesia, maka pantaslah Indonesia akan hancur dan terpecah belah.


PRINSIP BHINNEKA TUNGGAL IKA


1. Common Denominator
Di Indonesia, berbagai macam keaneka ragaman yang ada tidaklah membuat bangsa ini menjadi pecah. Terdapat 5 agama yang ada di Indonesia, dan hal tersebut tidak membuat agama-agama tersebut untuk saling mencela. Maka sesuai prinsip pertama dari Bhinneka Tunggal Ika, maka perbedaan-perbedaan di dalam agama tersebut haruslah dicari common denominatornya, atau dengan kata lain kita haruslah mencari persamaan dalam perbedaan itu, sehingga semua rakyat yang hidup di Indonesia bisa hidup di dalam keanekaragaman dan kedamaian dengan adanya kesamaan di dalam perbedaan tersebut.

Begitu juga halnya dengan dengan aspek lain yang memiliki perbedaan di Indonesia, seperti adat dan kebudayaan yang terdapat di setiap daerah. Semua macam adat dan budaya itu tetap diakui konsistensinya sebagai adat dan budaya yang sah di Indonesia, namun segala macam perbedaan tersebut tetap bersatu di dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia.

2. Tidak Bersifat Sektarian dan Enklusif
Makna yang terkandung di dalam prinsip ini yaitu semua rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dibenarkan menganggap bahwa dirinya atau kelompoknya adalah yang paling benar, paling hebat, atau paling diakui oleh yang lain. Pandangan-pandangan sectarian dan enklusif haruslah dihilangkan pada segenap tumpah darah Indonesia, karena ketika sifat sectarian dan enklusif sudah terbentuk, maka akan banyak konflik yang terjadi dikarenakan kecemburuan, kecurigaan, sikap yang berlebihan, dan kurang memperhitungkan keberadaan kelompok atau pribadi lain.

Bhinneka Tunggal Ika bersifat inklusif, dengan kata lain segala kelompok yang ada haruslah saling memupuk rasa persaudaraan, kelompok mayoritas tidak memperlakukan kelompok minoritas ke dalam posisi terbawah, tetapi haruslah hidup berdampingan satu sama lain. Kelompok mayoritas juga tidak harus memaksakan kehendaknya kepada kelompok lain.

3. Tidak Bersifat Formalistis
Bhinneka Tunggal Ika tidak bersifat formalistis, yang hanya menunjukkan perilaku semu dan kaku. Tetapi, Bhinneka Tunggal Ika bersifat universal dan menyeluruh. Hal ini dliandasi oleh adanya rasa cinta mencintai, rasa hormat menghormati, saling percaya mempercayai, dan saling rukun antar sesame. Karena dengan cara inilah, keanekaragaman dapat disatukan dalam bingkai ke-Indonesiaan.

4. Bersifat Konvergen
Bhinneka Tunggal Ika bersifat konvergen dan tidak divergen. Segala macam keaneka ragaman yang ada jika terjadi masalah, bukan untuk dibesar-besarkan, tetapi haruslah dicari satu titik temu yang dapat membuat segala macam kepentingan menjadi satu. Hal ini dapat dicapai jika terdapatnya sikap toleran, saling percaya, rukun, non sectarian, dan inklusif.


IMPLEMENTASI BHINNEKA TUNGGAL IKA


Implementasi terhadap Bhinneka Tunggal Ika dapat tercapai jika rakyat dan seluruh komponen mematuhi prinsip-prinsip yang telah disbeutkan di atas. Yaitu :

1. Perilaku Inklusif
Seseorang haruslah menganggap bahwa dirinya sedang berada di dalam suatu populasi yang luas, sehingga dia tidak melihat dirinya melebihi dari yang lain. Begitu juga dengan kelompok. Kepentingan bersama lebih diutamakan daripada keuntungan pribadi atau kelompoknya. Kepentingan bersama dapat membuat segala komponen merasa puas dan senang. Masing-masing kelompok memiliki peranan masing-masing di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Mengakomodasi Sifat Prulalistik
Ditinjau dari keanekaragaman yang ada di dalam negeri ini, maka sepantasnyalah jika Indonesia merupakan bangsa dengan tinglat prulalistik terbesar di dunia. Hal inilah yang membuat bangsa kita disegani oleh bangsa lain. Namun, jika hal ini tidak dapat dipergunakan dengan baik, maka sangat mungkin akan terjadi disintegrasi di dalam bangsa.

Agama, ras, suku bangsa, bahasa, adat dan budaya yang ada di Indonesia memiliki jumlah yang tidak sedikit. Sikap saling toleran, saling menghormati, saling mencintai, dan saling menyayangi menjadi hal mutlak yang dibutuhkan oleh segenap rakyat Indonesia, agar terciptanya masyarakat yang tenteram dan damai.

3. Tidak Mencari Menangnya Sendiri
Perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah terjadi pada zaman sekarang. Apalagi ditambah dengan diberlakukannya sistem demokrasi yang menuntut segenap rakyat bebas untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Oleh karena itu, untuk mencapai prinsip ke-Bhinneka-an, maka seseorang haruslah saling menghormati antar satu pendapat dengan pendapat yang lain. Perbedaan ini tidak untuk dibesar-besarkan, tetapi untuk dicari suatu titik temu dengan mementingkan kepentingan bersama. Sifat konvergen haruslah benar-benar dinyatakan di dalam hidup berbangsa dan bernegara, jauhkan sifat divergen.

4. Musyawarah untuk Mufakat
Perbedaan pendapat antar kelompok dan pribadi haruslah dicari solusi bersama dengan diberlakukannya musyawarah. Segala macam perbedaan direntangkan untuk mencapai satu kepentingan. Prinsip common denominator atau mencari inti kesamaan haruslah diterapkan di dalam musyawarah. Dalam musyawarah, segala macam gagasan yang timbul akan diakomodasikan dalam kesepakatan. Sehingga kesepakatan itu yang mencapai mufakat antar pribadi atau kelompok.

5. Dilandasi Rasa Kasih Sayang dan Rela Berkorban

Sesuai dengan pedoman sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, rasa rela berkorban haruslah diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Rasa rela berkorban ini akan terbentuk dengan dilandasi oleh rasa salin kasih mangasihi, dan sayang menyayangi. Jauhilah rasa benci karena hanya akan menimbulkan konflik di dalam kehidupan.

Tanpa pengorbanan, sekurang-kurangnya mengurangi kepentingan pribadi dan kelompok serta mengurangi pamrih pribadi. Hal ini mutlak diperlukan.
Baca Selengkapnya

Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia Beserta Tujuannya

Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia Beserta Tujuannya

Negera republik indonesia telah merdeka sejak tanggal 14 agustus 1994. Setelah merdeka rakyat indonesia memiliki banyak sekali tugas yang harus cepat di laksanakan.

Tugas yang harus di laksanakan bersinanggungan dengan tugas yang di lakukan oleh para pejabat negara. Pejabat negara yang berjabat pada saat itu terdiri dari beberapa orang yang mewakili dari wilayah atau daerahnya sendiri-sendiri.

Untuk dapat mengelola negara maka di perlukan kabinet parlementer agar politik yang terjadi stabil dan dapat dengan mudah di kelola. Maka dari itu di perlukan pemilihan agar dapat memilih pemimpin yang di anggap dapat mengemban tugas tersebut. Untuk dapat mengetahui pemilihan pertama yang di adakan di indonesia yang akan di jelaskan sebagai berikut :


Pemilihan Umum Pertama Di Indonesia


Sejarah pemilihan umum di indonesia terjadi pada tahun 1955 di tingkat pusat dan daerah. Ketika menggunakan sistem kabinet parlementer keadaan politik yang ada di indonesia mulai tidak stabil. Wakil rakyat saling bertentangan mereka tidak berkerja memikirkan rakyat akan tetapi hanya kepentingan golongannya saja. Dengan keadaan seperti itu rakyat di indonesia meminta untuk di lakukan pemilihan umum. Pemilihan umum di harapkan untuk dapat membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dapat memperjuangkan aspirasi rakyat dan dapat membentuk pemerintahan yang stabil.

Pemilihan umum adalah program dari pemerintah dan setiap kabinet bahkan kabinet alisastromijoyo menetapkan tanggal pelaksanaan pemilu. Tetapi kabinet tersebut tidak melaksanakan pemilihan umum sesuai waktu dan rakyat mengadakan pesta demokrasi dan baru dapat dilaksanakan pemerintah dengan kabinet baru yaitu Burhanuddin Harahap. Pemilihan ini tepat waktu dan sesuai dengan jadwal yang di setujui.

Panitia Pelaksana Pemilihan Umum Pusat dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu:

1.  Gelombang I, pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih para anggota- anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan
2.  Gelombang II, pada tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih para anggota- anggota Konstituante (Badan Pembuat Undang- Undang Dasar).

Pesta demokrasi nasional pertama di indonesia di lakukan lebih dari 39 juta rakyat. Semua rakyat mendatangi dan melakukan pemungutan suara untuk memilih ketua yang di inginkan. Pelaksanakannya dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang di ikuti 208 kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa.

Pemilihan umum tersebut di ikuti banyak pertai politik, organisasi dan perorangan sehingga DPR terbagi dari beberapa fraksi seperti : (1) Fraksi Masyumi (60 anggota); (2) Fraksi PNI (58 anggota); (3) Fraksi NU (47 anggota); (4) Fraksi PKI (32 anggota). Hasil dari 4 pemilu tersebut berjumlah 272 dan seorang anggota DPR mewakili 300.000 penduduk. Dan anggota konstituante memiliki jumlah 542 orang.

Pada 25 Maret 1956 DPR hasil pemilihan umum telah dilantik. Dan untuk anggota konstituante dilantik pada tanggal 10 November 1956. Pada Pemilihan Umum 1 tahun 1955 telah berjalan secara demokratis, aman, dan tertib sehingga dapat menjadi prestasi luar biasa di mana rakyat telah dapat menyalurkan haknya dengan tanpa paksaan dan juga ancaman.


Walaupun Pemilu yang diadakan berjalan sukses akan tetapi akan hasil dari Pemilu tersebut belum dapat memenuhi harapan semua rakyat karena masing- masing dari partai tersebut masih mengutamakan kepentingan partainya dari pada memikirkan kepentingan rakyatnya. Oleh sebab itu pada waktu itu masih mengalami krisis politik dan dari situlah mengakibatkan lahirnya Demokrasi Terpimpin.


Tujuan Pemilihan Umum


Berdasarkan Undang-Undang yang tercantum di Nomor 7 Tahun 1953, Pemilu 1955 dilakukan  untuk dapat memilih langsung anggota-anggota parlemen (DPR) dan Konstituante (Lembaga yang diberi tugas dan wewenang untuk dapat melakukan perubahan terhadap konstitusi negara). Sistem Pemilu yang digunakan pada Pemilu 1955 adalah sistem perwakilan proporsional. Yang dimaksud dengan sistem ini adalah wilayah negara RI dibagi dalam 16 daerah pemilihan (dimana Irian Barat dimasukkan sebagai daerah yang memiliki hak pemilihan ke-16, padahal Irian Barat pada saat itu masih dikuasai oleh Belanda, sehingga Pemilu tidak dapat dilangsungkan didaerah tersebut).
Baca Selengkapnya

Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Kerajaan Majapahit


Majapahit adalah salah satu kerajaan yang sangat besar, kerajaan majapahit pada masanya menjadi salah satu kerajaan yang sangat ditakuti oleh para lawannya. Majapahit terletak di jawa timur yang dipimpin oleh Raden Wijaya.

Dimana kerajaan majapahit adalah kerajaan indianisasi yang terakhir diindonesia yang bertempat di jawa timur yang berdiri sekitar abad ke 13 dan 16. Pada tahun 1293 Masehi para tentara mongol datang ke jawa untuk membalaskan penghinaan kepada Kaisar Cina yaitu Kubilai Khan yang telah mengirimkan utusannya Meng Chi ke Singasari untuk meminta upeti. Tetapi kertanegara adalah penguasa kerajaan singasari yang terakhir dan menolak untuk membayarkan upeti serta merusak wajah dari utusan kaisar cina dan juga memotong telinga dari utusan kaisar cina.
Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Kerajaan Majapahit

Pada saat itu Jayakatwang adipati dari kediri membunuh Kertanegara atas saran yang diberikan Aria Wiraraja kemudian Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya menantu dari kertanegara yang menyerahkan diri kemudian Raden Wijaya juga diberikan Hutan Tarik. Lalu kemudian Raden Wijaya membuka Hutan tersebut untuk membangun desa baru yang kemudian diberi nama Majapahit, nama Majapahit diambil dari “buah maja” dan juga “rasa pahit”.

Tapi terjadi kemunduran pada Kerajaan Majapahit dan terjadinya proses runtuhnya Majapahit dengan beberapa faktor yang kemudian mebuat majapahit benar-benar runtuh. Dan kemudian hanya menjadi sejarah dari kerajaan majapit beserta peninggalannya.



Faktor Penyebab Terjadinya Kemunduran Majapahit


Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran pada kerajaan majapahit Untuk lebih jelasnya mari kita bahas apa saja faktor-faktor dari penyebab mundurnya kerajaan majapahit.

1. Tidak adanya pembentukan pimpinan baru (tidak ada kaderisasi)

2. Gajah Mada adalah Patih Amangkubumi yang memegang semua jabatan yang sangat penting. Dia tidak memberikan kesempatan kepada generasi penerus agar bisa tampil, dan setelah meninggalnya Gajah Mada tidak memiliki  pengganti yang cakap dan juga berpengalaman

3. Perang antara saudara yang juga melemahkan kekuatan, seperti Perang Paregreg yang kemudian menimbulkan malapetaka untuk rakyat dan juga para kaum bangsawan, dan kemudian melemahkan kekuatan dan juga tidak adanya persatuan. Daerah-daerah kemudian melepaskan diri, dikarenakan pemerintahan pusat dari Kerajaan Majapahit lemah dan semakin kacau, kemudian para adipati yang ada di jawa serta kerajaan-kerajaan yang ada diluar jawa juga ikut untuk melepaskan diri dari Kerajaan Majapahit

4. Kelemahan yang dimiliki pemerintahan pusat yang diakibatkan oleh perang antara saudara yang juga mengakibatkan kemunduran ekonomi Kerajaan Majapahit. Dan kemudian perdagangan yang ada di Kepulauan Nusantara diambil alih oleh para pedagang-pedagang dari melayu dan juga para pedagang-pedagang islam.

5. Masuk dan juga tersiarnya agama islam, dan kemudian Adipati dan juga daerah-daerah pesisir pantai serta daerah pedalaman yang memeluk agam islam dan merasa tidak memiliki keterikatan oleh kekuasaan Kerajaan Majapahit, sehingga mereka tidak menaati dan juga tidak setia kepada penguasa yang beragamakan Hindu.
Baca Selengkapnya

Sejarah Berkembangnya Agama Buddha

Sejarah Berkembangnya Agama Buddha

Latar belakang terlahirnya Agama Buddha karena beberapa faktor yang perkembangannya telah menjadi sebuah sejarah, dimana sejarah perkembangan dari agama hindu buddha yang tersebar diindonesia.

Agama buddha adalah salah satu agama yang ada di indonesia, agama buddha merupakan agama yang menyembah para dewa sebagai tuhan umatnya yang memuluk agama buddha. Agama buddha bersembahyang di wihara untuk menyembah para dewa yang dipercaya sebagai tuhan dari umat buddha. Untuk lebih jelasnya tentang mengenal bagaimana sejarah dari agama buddha akan dijelaskan sebagai berikut.

Sejarah Agama Buddha


Awalnya buddha bukan lah agama tetapi mempunyai arti menyembah dan memuja dewa sebagai tuhannya. Tujuan dari agama buddha adalah membebaskan manusia dari samsara atau kesengsaraan. Dan kemudian ajaran tersebut diyakini sebagai agama buddha oleh para pemeluknya. Agama buddha yang lahir di india, pertama kali diajarkan oleh seorang pangeran yang bernama Sidharta Gautama.

Dia merupakan putra dari Raja Sudhodana yang berasal dari kerajaan Kosala di Kapilawastu. Dimana pangeran Sidharta tidak suka dengan kemewahan, lalu kemudian dia meninggalkan istana dan kemudian dia pergi ke hutan di Bodh Gaya untuk melakukan tapa.

Dia melakukan tapanya dibawah pohon dan akhirnya mendapatkan Bohdi atau Penerangan yang sempurna. Dan kemudian pohon tersebut dikenal dengan nama pohon bodhi. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 531 SM disaat usia dari pangeran Sidharta Gautama 35 tahun. Setelah memperoleh bodhi pangeran Sidharta Gautama dikenal sebagai Sang Buddha atau yang bersinar.

Dan dari saat itulah sang buddha mulai mengajarkan agamanya untuk melepaskan diri dari samsara atau kesengsaraan. Hal tersebut merupakan bentuk dari kasih sayang Sang Buddha pada masyarakat dan juga umat manusia. Manusia dilarang untuk hidup yang bermewah-mewahan karena bisa menjadi bagian dari sebuah nafsu.

Bisa disimpulkan bahwa pokok dari ajaran agama buddha adalah manusi hidup dalam keadaan samsara (sengsara atau menderita). Maka dari itu setiap manusia wajib untuk melepaskan diri dari kesengsaraan dengan menggunakan cara menjalankan astavida atau delapan jalan kebenaran, untuk lebih jelasnya mari kita bahas dibawah ini.


Astavida Atau Delapan Jalan Kebenaran


1. Pandangan atau (Pengetahuan) yang benar

2. Niat atau ( Sikap atau minat) yang benar

3. Memiliki perkataan yang benar

4. Perbuatan atau (Tingkah laku) yang benar

5. Penghidupan atau (Mata pencarian) yang benar

6. Usaha atau (Daya upaya) yang benar

7. Perhatian atau (Renungan) yang benar

8. Samadi atau (Pemusatan Pikiran) yang benar

Agama buddha mempunyai kitap suci sebagai pegangan dalam berdoa para umat yang memuluk agama buddha dimana didalam kitap suci tersebut mempunyai tiga bagian, apa saja tiga bagian dari kitap suci agama buddha untuk lebih jelasnya mari kita bahas dibawah ini.


Kitab Suci Agama Buddha


1. Winayapitaka yang berisi tentang hukum dari agama buddha

2. Sutrantapitaka yang berisi tentang wejangan-wejangan Sang Buddha

3. Abhidarmapitaka yang berisi tentang keterangan dan juga penjelasan mengenai keagamaan

Agama buddha juga tidak mengejarkan adanya penggolongan dan juga perbedaan dalam susunan masyarakat. Jadi didalam agama buddha tidak mengenal adanya pembagian kasta.

Agama buddha didalam perkembangannya kemudian pecah menjadi dua aliran, apa saja aliran tersebut mari kita bahas bersama sebagai berikut.

1. Buddha Mahayana Atau Kerajaan Besar
Menurut aliran dari buddha mahayana manusia bisa mencapai surga dengan menggunakan perantara Bodhisatwa. Bodhisatwa iyalah manusia yang sudah mencapai kedudukan sebagai buddha, tetapi menangguhkannya untuk bisa kembali ke dunia menolong agar menolog manusia untuk mencapai nirwana atau surga

2. Buddha Hinayana atau Kendaraan Kecil
Aliran dari buddha Hinayana mempunyai pendapat bahwa usaha untuk mencapai surga hanya bisa dilakukan oleh seorang manusia secara perorangan.
Baca Selengkapnya

Sejarah Agama Hindu

Sejarah Agama Hindu

Agama hindu merupakan salah satu agama yang di akui di indonesia, mayoritas pemeluk agama hindu yang ada di indonesia dari daerah bali tetapi didaerah lain juga banyak yang memeluk agama hindu. Agama hindu merupakan sejarah bagi indonesia.

Agama hindu lahir karena latar belakang yang sudah tercantum kedalam sejarah agama hindu, dimana seperti yang sering kita ketahui bahwa agama hindu mempunyai berbagai macam kasta dalam kalangan masyarakatnya, serta mempunyai berbagai macam dewa yang mereka sembah. Tetapi menurut R. Antoine sangat sulit apa bila untuk mendefinisikan Hinduisme, dikarenakan Hinduisme bukan satu agama yang hanya dengan syahadat tunggal dimana semua orang tidak harus mematuhinya.

Hinduisme lebih condong sebagai sebuah federasi berbagai pendekatan terhadap realitas yang berada dibalik sebuah kehidupan. Tetapi di indonesia sendiri agama hindu sudah di akui oleh pemerintah bahwa agama hindu merupakan salah satu dari agama yang disahkan pemerintah.


Sejarah Agama Hindu


Agama hindu sebenarnya lahir dan tumbuh serta berkembang dari tradisi yang diajarkan oleh kitab weda. Dimana penganut dari ajaran kitab weda berasal dari bangsa arya. Di sekitar tahun 1500 SM bangsa arya mulai memasuki wilayah india, pada perkiraan bangsa arya memasuki india dengan melalui celah kaiber dengan secara bergelombang.

Pada pertama kali suku arya yang mendiami lembah indus serta mendesak suku Dravida, dimana yang harus kita ingat bahwa bangsa dravida mempunyai pusat di Mohenjo Daro dan juga Harappa. Karena bangsa dravida terdesak oleh bangsa arya, peradapan dari Mohenjo Daro dan juga Harappa mengalami kemunduran. Dan kemudian bangsa arya menyebar di berbagai wilayah, antara lain ke Lembah Sungai Gangga dan juga Yamuna. Didalam penyebarannya bangsa arya ada yang melangsungkan pernikahan dengan bangsa dravida dan kemudian terbentuklah masyarakat dengan generasi yang baru.

Dimana masyarakat dengan generasi yang baru disebut dengan bangsa Hindu. Tradisi serta kepercayaan yang di anut bangsa Hindu itu yang kemudian disebut dengan agama dan juga kebudayaan Hindu. Meskipun perubahan dari bangsa arya dan dravida yang berubah ke zaman Hindu, tetapi ajaran yang mereka anut tetap menggunakan kitab weda yang dahulu digunakan oleh bangsa arya.

Agama hindu adala agama yang menyembah serta memuja dan mempercai para dewa. Dewa yang paling utama disebut dengan Trimurti, trimurti sendiri merupakan kesatuan dari tiga dewa. Agar lebih jelas mari kita bahas dibawah ini.


Trimurti (Kesatuan Tiga Dewa)


1. Dewa Brahma (Sebagai Pencipta)

2. Dewa Wisnu (Sebagai Dewa Pemelihara)

3. Dewa Siwa (Sebagai Dewa Pelebur)

Didalam praktik pemujaannya dewa-dewa tersebut diwujudkan dalam sebuah bentuk patung. Dimana patung merupakan unsur yang sangat penting bagi agama hindu. Sumber ajaran dari agama hindu adalah kitab weda yang merupakan kitap suci agama hindu. Kitab weda sendiri terdiri dari empat bagian diantaranya.


Empat Bagian Kitab Weda


1. Rigweda yang berisi puji-pujian bagi para dewa

2. Samaweda yang berisi nyanyian suci

3. Yayurweda yang berisi mantera-mantera

4. Atharwaweda yang berisi doa-doa sebagai pengobatan

Yang sering kita ketahui bahwa kehidupan masyarakat hindu dibagi dengan kelas dan juga kasta yang secara umum masyarakat hindu dibagi kedalam empat kasta yaitu.


4 Kasta Masyarakat Hindu


1. Kasta Brahmana yang terdiri dari para pendeta

2. Kasta Kesatria yang terdiri dari para raja dan juga keluarganya, para bangsawa, dan juga para prajurit

3. Kasta Waisya yang terdiri dari para pengusaha, para pedagang dan juga para petani

4. Kasta Sudra yang terdiri dari pelayan, pekerja kasar, dan juga rakyat jelata
Baca Selengkapnya

Sejarah, Makna dan Isi teks sumpah pemuda

Sejarah, Makna dan Isi teks sumpah pemuda

Sudah sering kali kita dengar kata-kata sumpah pemuda atau isi dari sumpah pemuda tetapi terkadang kita tidak tahu dari makna tersebut dan juga terkadang kita tidak tahu apa saja isi dari teks Sumpah Pemuda.

Sumpah pemuda adalah sebuah ikrar kedaulatan bagi para pemuda yang berisi tentang 3 poin didalam teks sumpah pemuda, dan disetiap masing-masing poin sumpah tersebut merupakan sumpah bagi seluruh pemuda indonesia di dalam Pergerakan Pemuda dan juga Gerakan Wanita di Indonesia.

Pemuda lebih mempunyai peranan aktif didalam mengusir penjajah belanda dan kemudian memerdekakan indonesia. Didalam pergerakannya pemuda terlihat menggunakan berbagai cara yang mereka lakukan dari satu persatu munculnya organisasi-organisasi pemuda dan juga menyatukan organisasi-organisasi pemuda dan kemudian menyatukan organisasi para pemuda dengan kongres I hingga kongres II yang mempunyai tujuan agar menyatukan para pemuda di kongres tersebut dan juga di kongres II. Untuk lebih jelasnya tentang sejarah, makna dan juga isi teks sumpah pemuda akan kita bahas sebagai berikut.


Sejarah, Makna Dan Isi Teks Sumpah Pemuda


Organisasi Pemuda Indonesia yang pertamakali didirikan di jakarta oleh Satiman Wiryosanjoyo di tahun 1915. Dan organisasi itu mempunyai nama Tri Koro Dharmo yang mempunyai arti Tiga Tujuan Utama dimana anggotanya terdiri dari murid sekolah menengah yang berasal dari Jawa Tengah dan juga Jawa Timur atau (Suku Jawa).

Nama Tri Kuru Dharmo yang kemudian berubah menjadi Jong Java. Perubahan nama itu agar menghilangkan kesan seakan hanya ingin mementingkan suku Jawa saja, dan tanpa mengikut sertakan pemuda Sunda dan juga Madura. Lahir dan juga berdirinya Tri Koro Dharmo yang menjadi canangan bagi para pemuda daerah-daerah yang lain agar dapat membentuk organisasi-organisasi untuk mengikuti jejak para rekannya di jawa.

Dan kemudian diikuti dengan berdirinya organisasi pemuda antara lain Sumatra berdiri Jong Sumatranen Bond, di Minahasa Jong Minahasa dan kemudian juga Ambon Jong Ambon. Meskipun masih mempunyai sifat kedaerahan tapi dengan munculnya dan juga berdirinya organisasi-organisasi pemuda telah menunjukan kesadaran yang tinggi. Para kaum muda tidak ingin ketinggalan oleh kaum tua didalam mencapai kemajuan dan juga kemerdekaan.

Sedangkan pada tahun 1927 di Bandung muncul atau berdiri organisasi pemuda bersifat nasional, antara lain Pemuda Indonesia yang memiliki tujuan menyebarkan serta memperkuat cita-cita dari kebangsaan indonesia. Sebagai organisasi yang mempunyai sifat nasional pemuda indonesia kemudian cepat berkembang, dengan waktu yang singkat para anggotanya bertambah banyak. Beberapa dari cabangnya memiliki bagian dari pemudi dan mempunyai nama Putri Indonesia. Pada saat itu para pemuda dan juga mahasiswa tidak hanya tinggal diam dan para mahasiswa yang sedang melakukan belajar di negeri belanda telah berhasil dengan membentuk Perhimpunan Indonesia di tahun 1908 dan kemudian para mahasiswa yang ada ditanah air pada tahun 1926 berhasil membentuk Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia atau PPPI.

Memiliki anggota yang kebanyakan dari mahasiswa-mahasiswa dari sekolah tinggi yang berada di Jakarta dan juga di Bandung. Sepak terjang dari kebanyakan mahasiswa ini banyak sekali dipengaruhi oleh perhimpunan indonesia. Sejak berdirinya PPPI dan telah bergerak dibidang politik yang mempunyai garis tujuan perjuangannya dengan tegas antara lain. Tercapainya Indonesia Merdeka dan PPPI juga selalu mengundangkan semangat persatuan. Kepada organisasi-organisasi pemuda yang mempunyai jumlah yang banyak sekali dan kemudian dianjurkan agar bersatu kedalam satu organisasi saja.

Tetapi suatu keanehan terjadi ketika tahun 1930 yang terbentuk Indonesia Muda justru PPPI tidak masuk dan juga terlebur kedalamnya. Dan langkah usaha untuk mewujudkan persatuan pemuda seluruh Indonesia dimulai pada tahun 1926. Dan wakil-wakil dari organisasi pemuda mengadakan konggres yang pertama kali dijakarta. Walaupun pada saat itubbelum berhasil untuk membentuk dan mewujudkan satu organisasi pemuda tetapi sudah menunjukan betapa kuatnya hasrat dan juga semangat persatuan dikalangan para kaum muda.

Konggres pemuda yang ke II diadakan pada tanggal 26 sampai 28 oktober 1928. Dan kemudian dilakukan kembali langkah agar mempersatukan seluruh pemuda indonesia. Tetapi belum juga berhasil dan kemudian didalam konggres tersebut wakil dari pemuda seluruh indonesia menyatakan ikrar kebulatan tekad yang mengakui isi dari teks asli sumpah pemuda.


Isi Teks Asli Sumpah Pemuda


Isi teks asli dari sumpah pemuda berdasarkan hasil kongres pemuda kedua antara lain :

1. Isi teks asli sumpah pemuda pertama

Kami poetera dan poeteri indonesia, mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia

2. Isi Teks Asli Sumpah Pemuda Kedua

Kami poetera dan poeteri indonesia, mendjoengjoeng Bahasa Persatoean, Bangsa Indonesia

3. Isi Teks Asli Sumpah Pemuda

Kami poetera dan poeteri indonesia, Mendjoengjoeng Bahasa Persatoean, bahasa Indonesia.


Isi Sumpah Pemuda


Isi teks sumpah pemuda yaitu sebagai berikut

1. Isi Teks Sumpah Pemuda Pertama

Kami Putra Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia

2. Isi Teks Sumpah Pemuda Kedua

Kami putra putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia

3. Isi Teks Sumpah Pemuda Ketiga

Kami putra putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia
Baca Selengkapnya